JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -
Articles 159 Documents
Diskursus Urgensi Carbon Emission Disclosure pada Perusahaan-perusahaan Publik di Indonesia Hanifah, Umi; Wahyono, W.
Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M IAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.45 KB) | DOI: 10.21043/jp.v12i1.4139

Abstract

This article explores the implementation and importance of carbon emission disclosure by public companies in Indonesia. The study is conducted by reviewed related literatures and previous research as references.  The study concludes that public companies in Indonesia have already disclosed carbon emission in their financial statements. However, the disclosure has not conducted in optimal manner. Those indicate that there are some actions already taken by them to response the global climate changes, especially the information about climate changes in Indonesia. Disclosure on carbon emission by public companies in Indonesia had positive impacts on the companies image.
Peran Manusia Sebagai Khalifah Allah di Muka Bumi: Perspektif Ekologis dalam Ajaran Islam Mardliyah, Watsiqotul; Sunardi, S.; Agung, Leo
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M IAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.2 KB) | DOI: 10.21043/jp.v12i2.3523

Abstract

Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang lebih dahsyat bukanlah disebabkan oleh proses alam yang semakin tua, akan tetapi justru akibat dari ulah tangan-tangan manusia yang selalu berdalih memanfaatkannya. Dalam ajaran islam banyak hadis dan ayat akan kewajiban manusia untuk mengelola alam dan menjaga akan diminta pertanggungjawabannya, sehingga manusia tidak berhak berlaku sewenang-wenang dalam memimpin dan mengelola alam. Dalam penelitian ini akan lebih jauh dibahas bagaimana peran manusia sebagai khalifah di muka bumi dalam perspektif ekologis sesuai ajaran islam. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana peran manusia sebagai khalifah dari perspektif ekologis dalam ajaran islam?; (2) bagaimana manusia sebagai klahifah dimuka bumi dalam menjaga dan memelihara alam? Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui peran manusia sebagai khalifah dari perspektif ekologis dalam ajaran islam; (2) manusia sebagai khalifah dimuka bumi dalam menjaga dan memelihara alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif jenis dengan jenis penelitian studi pustaka. Penelitian kepustakaan di lakukan melalui buku, majalah, jurnal, internet dan sebagainya. Selain itu dengan melakukan studi pengamatan dari penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil yang ditemukan yaitu: (1) bahwa alam adalah segala sesuatu yang diciptakan Allah dengan segala isinya, dalam konteks ini, bahwa alam tidak hanya benda angkasa atau bumi dan segala isinya, tetapi alam juga terdapat diantara keduanya, tugas dari seorang khalifah menjadikan perlindungan bagi umat dan menjaga kelestarian alam (ekosistem), sehingga khalifah dan umat harus bersatu dan saling mencintai guna menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat islam dan keberlangsungan hidup; (2) manusia adalah khalifah di muka bumi, tugas khalifah dalam Al Qur’an biasa disebut imaratul ardh (memakmurkan bumi) dan ibadatullah (beribadah kepada Allah). Allah menciptakan manusia dari bumi ini dan menugaskan manusia untuk melakukan imarah dimuka bumi dengan mengelola dan memeliharanya.
Globalisasi, Pendidikan Karakter, dan Kearifan Lokal yang Hybrid Islam pada Orang Melayu Kalimantan Barat Kurniawan, Syamsul
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M IAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.482 KB) | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4899

Abstract

Pada era globalisasi, seperti saat ini, di mana jati diri sebuah bangsa sedang diuji, membangun karakter menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini menjadi alasan pentingnya pendidikan karakter diberikan tidak hanya di rumah atau sekolah, tetapi juga di masyarakat. Khususnya masyarakat, dapat menjadi pusat pendidikan karakter oleh sebab di dalam keseharian masyarakat memiliki kearifan lokal yang dapat digali sebagai basis pendidikan karakter. Seperti orang Melayu Kalimantan Barat, yang mempunyai kearifan lokal, yang masih digenggam kuat dalam keseharian mereka sebagai Melayu. Kearifan lokal yang dianut oleh orang Melayu Kalimantan Barat sangat dekat dengan Islam, mengingat keterhubungan antara identitas Melayu dan Islam. Kearifan lokal ini lahir, bertumbuh dan berkembang di kalangan orang Melayu Kalimantan Barat dan berwarnahybrid, karena terjadi perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai Islam. Di antara variannya yang dibahas dalam artikel ini, yaitu hukum adat Melayu, pantang larang, dan upacara adat.
PERAN JAMIYYAH IJTIMAIYYAH DALAM PEMBENTUKAN TRADISI Anshori, Mohammad; Mustaqim, Muhamad
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.218 KB) | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1347

Abstract

THE ROLE OF THE JAM’IYYAH IJTIMA’IYYAH IN THE FORMATION OF TRADITIONS. Nahdlotul Ulama is a religious social organization which follow the ahlus sunnah wal jama’ah, by preserving the society tradition. The Mitung Dinatradition is a tradition of Islam that has been acculturated by indigenous traditions. Mitung dinatradition is a multi colored diversity of NU which has been grown. Technically, the tradition of mitung dina sometimes brings its own burden for the families left behind. Then, it becomes a separate discussion for the jam’iyyah board, to make changes to the tradition became more ease. Based on the results of the research, it can be inferred that the jam’iyyah NU subsection Kedung Banteng has committed changes to the ritual mitung dinaor ngajekno in village Kedung Banteng Subdistrict Karangayar Demak regency
PEMIKIRAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH Itmam, Muh. Shohibul
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.163 KB) | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.817

Abstract

THE ISLAMIC THINKING IN SUNNI AND SYI’AH PERSPECTIVES. This paper attempts to describe the problems associated with Islam in particular with regard to Sunni and Syi’ah teachings. The number of  streams that developed in Islam today has resulted Islam got claims from various clerical community, such as terrorism and others, resulting in the ruination image of  Islam in the constellation of  the religions of  man. As the flow and the teachings of  the most dominating civilization of  the world religions, Sunni and Syiah, including the Wahhabi, are necessary to clarify the existence or clarified the diversity in the constellation of  Islam, considering the number of streams that are currently claiming truth on themselves. Iran as the country becoming a reference in the world of  developing Syi’ah should be used as a reference in the study of  understanding associated with Sunni and Syi’ah. From this country, the world of  Islam knows the concept ofgoverning “Wilayatul Faqih”. The concept was pioneered by the government of Imam Khomeini who became known after Islamic Revolution in Iran 1979 and continues to be developed up to now. Every year Iran is celebrated with a huge demonstration with the slogan in Persian, “Islam Pyruz ast, ast Nabud Istikbar”, Islam is victorious, crushed the vanity of the islam enemy.keywords: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspective, Differences, Similarities.Tulisan ini mencoba mengurai persoalan yang berhubungan dengan Islam secara khusus yang berkaitan dengan ajaran Sunni dan Syi’ah. Banyaknya aliran yang berkembang dalam Islam dewasa ini telah mengakibatkan Islam mendapat klaim dari berbagai komunitas agamawan, seperti teroris dan lainnya, yang mengakibatkan redupnya citra Islam dalam percaturan agama-agama manusia. Sebagai aliran dan ajaran yang paling mendominasi peradaban agama dunia, Sunni dan  Syi’ah,  termasuk  Wahabi,  perlu  memperjelas  eksistensinya atau diperjelas keberagamaannya dalam percaturan agama Islam, mengingat banyaknya aliran yang dewasa ini mengklaim kebenaran atas dirinya. Iran sebagai negara yang menjadi rujukan dunia dalam mengembangkan ajaran Syi’ah patut dijadikan rujukan dalam studi pemahaman yang berhubungan dengan Sunni dan Syi’ah. Dari negara Iran, dunia Islam mengenal konsep pemerintahan “Wilayatul Faqih”. Konsep pemerintahan ini dipelopori oleh Imam Khumaini yang mulai dikenal setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 dan terus dikembangkan hingga sekarang. Setiap tahun di Iran diperingati dengan demonstrasi besar-besaran dengan semboyan dalam bahasa Persia, “Islam Pyruz ast, Istikbar Nabud ast”, Islam jaya, hancur kesombongan musuh Islam.kata kunci: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspektif, Perbedaan, Persamaan.
TRADISI MENGEMIS: PERGULATAN ANTARA EKONOMI DAN AGAMA: Studi Perilaku Mengemis Masyarakat di Demak Saleh, Khairul; Riyanto, Riyanto; Mustaqim, Muhamad
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.76 KB) | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1339

Abstract

Abstract THE TRADITION OF BEGGING: STRIFE BETWEEN ECONOMICS AND RELIGION (THE STUDY OF SOCIETY BEGGING BEHAVIOR IN DEMAK). This paper is the result of a research about the begging behavior which has been done by the villagers of village Asinan, Demak. Perpetrators of begging or known by the term “wama-wama” generally were affected by economic and religious motifs. This economic motivation deals with how to earn money easily, spend few modal as well as capital gain. While religious motivations related to the perception of the perpetrators who believe that what they do is part of the rituals of the religion. In terms of the mode and form of behavior “wama-wama” varies, as accompany a mosque dome in a process, using city kamal, bring proposals and envelope models. But in general that is widely used is a proposal model. The mode is bringing a proposal of mosque and boarding school building. They deposit an amount of money that has been determined by the organizers, while the rest was the right of the offender.
Pendidikan Karakter bagi Anak Autis di Sekolah Khusus Taruna al-Qur’an yogyakarta Widiani, Desti; Wangidah, Siti
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.742 KB) | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1365

Abstract

THE CHARACTER EDUCATION FOR CHILDREN AUTISM IN SPECIAL SCHOOL TARUNA al-Qur’an YOGYAKARTA. The increasing number of children with autism in Indonesia is an issue that is a shared responsibility, not just a part of medical or mental health professionals. In terms of behavior, children with autism tend to hurt himself, not confident and aggressive. In line with these problems, character education also plays a role to steer them into independent human beings and useful within its capabilities in order not to become a burden on the contrary is a gift given by God Almighty. Character education in children with autism in Qur’an through five strategies: first, through the basic principles of service pendidikam children with special needs, both through habituation and familiarization good in school, through keteladan third, fourth through applicative character, and fifth through therapy Qur’an.
ANALISIS POTENSI PENERIMAAN KUALITAS ALUMNI PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH STAIN KUDUS DITINJAU DARI PERSPEKTIF STAKEHOLDER Ningsih, Ekawati Rahayu
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.592 KB) | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.856

Abstract

 GRADUATES RECEPTION QUALITYANALYSIS OF THE POTENTIAL ECONOMIC STUDIES SYARI’AH IN STAIN KUDUS VIEWED FROM THE PERSPECTIVE STAKEHOLDER. The first aim of  this study was to determine the potential reception of  graduates quality in Shariah Economic Studiesof  STAINKudus in the world of  work. Second, to determine the motivations and needs of  stakeholders on the acceptance of  the quality of  graduates in Economics   Shariah STAIN Kudus.And third, to determine what factors which are supporting and inhibiting the absorption of graduates of the Department of Shariah Economics STAIN Kudus in working world. The theory that was developed as a basis for the analysis is the pyramid theory of  motivation and needs of  Abraham Maslow. By using qualitative research approach, the analysis and discussion of this study are:First, the potential acceptance of  Shariah Economy graduates in the working world, especially in the banking and financial institutions Shari’ah is still very large and potentially growing along with the rapid growth in the number of  banking and financial institutions Shari’ah in Indonesia. Second, motivation and needs of  stakeholders for the graduates reception of Shariah Economic STAIN Kudus is because it is the only college in the state of  religion around the Pantura area having Shariah Economic Studies Program and easily accessible. In addition, in order to establish a more synergistic relationship with the STAIN kudus then either the shari’a banking and financial institutions are willing to accept graduates of  Shariah Economic Studies Program as employees, of course, with the various criteria established in the job requirements.Keywords:Potential,  Quality  Admissions,  Graduates, Economic Shariah, Stakeholder.Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui potensi penerimaan kualitas alumni Program Studi Ekonomi Syari’ah STAIN Kudus di dunia kerja. Kedua, untuk mengetahui motivasi dan kebutuhan stakeholder terhadap penerimaan kualitas alumni. Dan ketiga, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat penyerapan alumni Ekonomi Syari’ah Jurusan Syari’ah STAIN Kudus di dunia kerja. Teori yang dikembangkan sebagai dasar analisis adalah teori piramida motivasi dan kebutuhan dari Abraham Maslow. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, hasil analisis dan pembahasan dari penelitian ini adalah:Pertama, potensi penerimaan lulusan Ekonomi Syari’ah di dunia kerja, terutama di lingkungan perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah masih sangat besar dan potensial seiring dengan semakin berkembang pesatnya pertumbuhan jumlah perbankan syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah di Indonesia. Kedua, motivasi dan kebutuhan stakeholder terhadap penerimaan alumni Ekonomi Syari’ah STAIN Kudus adalah karena STAIN Kudus merupakan satu-satunya perguruan tinggi agama negeri di sekitar wilayah Pantura yang memiliki Program Studi Ekonomi Syari’ah dan mudah diakses. Selain itu, untuk menjalin hubungan yang lebih bersifat sinergis dengan STAIN Kudus, maka baik perbankan syari’ah maupun lembaga keuangan syari’ah bersedia menerima alumni Program Studi Ekonomi Syari’ah sebagai karyawan, tentunya dengan berbagai kriteria yang telah ditetapkan dalam persyaratan kerja. Kata Kunci: Potensi, Penerimaan Kualitas, Alumni, Ekonomi Syari’ah, Stakeholder.
IMPLIKASI KEBIJAKAN PENGHAPUSAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MIFTAH, MUHAMMAD
JURNAL PENELITIAN Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTHE IMPACT OF THE WISDOM OF OMITTING INTERNATIONAL BASED SCHOOL INTO THE ISLAMIC EDUCATION LEARNING. This study is a qualitative study, which is the subject of this research is the teachers, principals, and students in State Elementary Schools Ex SBI Gemolong Sragen. The purpose of this study is to know the impact of the abolition of the International Standard School decided by the Constitutional Court. The result indicates that the impacts of the abolition of International standard schools internasioanal are very diverse, including students’ motivation in learning Islamic education increased, because the attention of schools and School Committees are not only more focused on science and language learning. Besides that, the quality of human resources (educators) is better than when the school has international status. By adding skills items beyond teaching in the recruitment process that is applied in State Elementary School Ex SBI Gemolong Sragen in recruiting Islamic education teacher indirectly alter the learning process in class, such as the language of instruction in the learning process that is used to emphasize using the English language, after the Court’s decision on the abolition of international school, the culture is replaced with the Arabic language without losing the characteristics of learning that existed before. Keywords: Policy, International Standard School, Islamic Education. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang mana subjek dari penelitian ini adalah para guru, kepala sekolah, dan siswa yang ada di SD Negeri Eks SBI Gemolong Sragen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tentang dampak dari penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak dari penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional sangat beragam, antara lain motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam meningkat, karena perhatian sekolah dan Komite Sekolah tidak hanya lagi terfokus pada pembelajaran sains dan bahasa. Selain itu, mutu dan kualitas sumber daya manusia (pendidik) lebih baik dibandingkan dengan ketika sekolah ini berstatus Sekolah Bertaraf Internasional. Dengan menambah item keterampilan di luar pengajaran dalam proses rekrutmen yang diterapkan SD Negeri Eks SBI Gemolong Sragen dalam menjaring tenaga pengajar PAI, secara tidak langsung mengubah proses pembelajaran yang ada di kelas, di antaranya bahasa pengantar yang digunakan dalam proses pembelajaran yang dulu ditekankan menggunakan bahasa Inggris, pasca keputusan MK tentang penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional, budaya itu pun diganti dengan bahasa Arab tanpa menghilangkan karakteristik pembelajaran yang ada sebelumnya.      Kata Kunci: Kebijakan, Sekolah Bertaraf Internasional, Pendidikan Agama Islam.
MAINSTREAMING ISU DISABILITAS DI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PENELITIAN MAUPUN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DI STAIN KUDUS Ningsih, Ekawati Rahayu
JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract MAINSTREAMING DISABILITIES ISSUE IN THE COMMUNITY IN REASEARCH ACTIVITIES AND COMMUNITY SERVICES IN STAIN KUDUS This paper aims to build important issues surrounding the services and facilities development for disabled people, especially in college. In the last three decades, the process of change and a shift in meaning and disability paradigm in both the national and international realm, capable of carrying a significant impact on policy direction and agenda of disable movement (disability movement) as well as academic studies which support it. This is important, because people with disabilities should have the same role and the opportunity to explore their potential, particularly in higher education and work. However, disabled people only have a much lower participation rate than non-disabled, amounting to 0.01 percent. While the governments policy on inclusive education has not been understood and implemented properly due to various reasons. So that these conditions further aggravate the disabled to be able to develop optimally as befits a normal human being. Therefore, this study was conducted in an effort to maximize services for disabled people, especially in the STAIN Kudus.Keywords: Mainstreaming issue, Disability, Community Services AbstrakTulisan ini berupaya membangun isu-isu penting seputar pelayanan dan pengembangan fasilitas bagi kaum difabel, terutama di perguruan tinggi. Dalam tiga dekade terakhir, proses perubahan dan pergeseran makna dan paradigma difabilitas baik di ranah nasional maupun internasional, mampu membawa  dampak signifikan terhadap arah kebijakan dan agenda gerakan disabel (disability movement) serta kajian-kajian akademis yang mendukungnya. Hal ini penting, karena kaum difabel semestinya memiliki peran dan kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi potensinya, khususnya mengenyam pendidikan tinggi dan bekerja. Akan tetapi, kaum difabel hanya memiliki tingkat partisipasi jauh lebih rendah dibandingkan non-difabel, yaitu sebesar 0,01 persen. Sementara kebijakan pemerintah tentang pendidikan inklusi belum banyak dipahami dan di implementasikan dengan baik dikarenakan berbagai alasan. Sehingga kondisi ini semakin memperparah para difabel untuk bisa berkembang optimal sebagaimana layaknya manusia normal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai upaya maksimalisasi pelayanan bagi kaum difabel khususnya di STAIN Kudus. Kata Kunci: Mainstreaming Isu, Disabilitas, Pengabdian pada Masyarakat.

Page 1 of 16 | Total Record : 159