cover
Contact Name
Very Julianto
Contact Email
jpsi@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very_psi07@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Integratif
ISSN : 23562145     EISSN : 25807331     DOI : -
Core Subject : Social,
This journal is focusing on providing the public with understandings of integrated psychological studies and presenting researches and developments in psychology by articles and reviews. Psikologi Integratif scopes in particular psychological studies in general studies and integrated studies. This journal intends to bring up current issues in psychology subject by contributing to public with researches from psychology and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif" : 10 Documents clear
Kepercayaan (Trust) Terhadap Pengurus Organisasi dan Komitmen Afektif pada Organisasi Mahasiswa Daerah di Yogyakarta Putri, Melisa Dwi; Kusumaputri, Erika Setyanti
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan terhadap komitmen afektif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa daerah yang berada di Yogyakarta dan tergabung dalam organisasi mahasiswa daerah. Metode pengumpulan data menggunakan skala komitmen afektif dan skala kepercayaan. Data dianalisis dengan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara kepercayaan terhadap pengurus organisasi dengan komitmen afektif pada organisasi mahasiswa daerah di Yogyakarta dengan nilai r 0,758 dan p = 0.000 (p < 0.05). Kata kunci: komitmen afektif, kepercayaan, mahasiswa daerah ABSTRACT This research is written to know the possitive relation between trust and affective commitment. The independent variable that is used in this research is trust, and the dependent variable is affective commitment. The subject in this research is local student organizations in Yogyakarta. Method of collecting data that is used in this research is scale of affective commitment and scale trust, all of the data that the writer get are analyzed by statistical analysis SPSS 16.0. for windows. Quantitative data is analyzed by product moment analysis technique. The result shows that there is positive relation significant between trust variable and affective commitment in local student organizations in Yogyakarta. The result of data analysis is correlation coefficient with r as 0,758 with p = 0.000 (p < 0.05). It means that there is significant positive relation between trust with affective commitment in local student organizations in Yogyakarta, which higher the trust of a local student organizations is higher the affective commitment. It also means that the lower trust of a local student organizations is lower the affective commitment. Keyword: Affective commitment, trust, local student organizations
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kelompok Referensi Dengan Pengambilan Keputusan Membeli Produk Kosmetika Tanpa Label Halal Pada Mahasiswi Muslim Kusumawati, Yunita; Herlena, Benny
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kelompok referensi dengan pengambilan keputusan membeli produk kosmetik tanpa label halal pada mahasiswi muslim. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kelompok referensi dengan pengambilan keputusan membeli produk kosmetik tanpa label halal pada mahasiswi muslim. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menggunakan kosmetik tanpa label halal ini. Data diperoleh menggunakan dua skala yaitu skala pengambilan keputusan untuk membeli produk kosmetik tanpa label halal dari teori Assael (1998), dan skala persepsi terhadap kelompok referensi dari teori Assael (1992). Metode analisa data dengan teknis Pearson dan Product Moment, menunjukkan nilai korelasi r=0,369 dengan p=0,000. Hasil ini menunjukkan hubungan yang sangat signifikan persepsi terhadap kelompok referensi dengan pengambilan keputusan membeli produk kosmetik tanpa label halal pada mahasiswi muslim. Persepsi positif kelompok referensi berkontribusi sebesar 13,6% terhadap pengambilan keputusan membeli produk kosmetik tanpa label halal pada mahasiswi muslim. Kata kunci: perspektif positif, kelompok referensi, pengambilan keputusan membeli, produk kosmetik tanpa label halal Abstract The aim of the study is to examine the relationship between perceptions of reference group to the decision making to purchase cosmetic products without permitted halal label on woman students. Hypothesis of this study is that there is positive correlation between the perceptions of the reference group to the decision making to purchase cosmetic products without permitted halal label on woman students. The subjects of this study are the woman students of Syari’ah and Law Faculty, Sunan Kalijaga Islam State University, which use the cosmetic products without permitted halal label. The data was collected using two scale for it measurement, are the decision making scale to purchase cosmetic products without permitted halal label, refers to the step of purchased decision making stated by Assael (1998), and the perceptions scale to the reference group, based on the theory proposed by Assael (1992). The data analysis method used is Product Moment and Pearson technique, which shows the correlation values of r = 0.369 with p = 0.000. It means that the relationship between the perceptions of reference group with the decision making to purchase cosmetic products without permitted halal label on woman students are very significant. Therefore, the hypothesis is accepted. Positive perceptions of the reference group gives effective contribution to the decision making to purchase cosmetic products with permitted halal label as big as 13,6%. Keywords: positive perception, reference group, decision making to purchase, cosmetics product without halal label.
Pengaruh Pelatihan Berpikir Positif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Atas Pangastuti, Maya
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif untuk menurunkan kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa SMA. Hipotesis penelitian ini adalah pelatihan berpikir positif efektif untuk menurunkan kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa SMU di Ponorogo. Subjek penelitian adalah 41 siswa siswi SMA di Ponorogo kelas XII. Desain penelitian adalah Pretest-Post Test Desain. Sedangkan analisis data menggunakan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kecemasan menghadapi UN mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil anova menunjukkan nilai mean skor pretest 148,38 dan nilai mean post test 91,33 dengan F 231,451 dan p 0,000 (p
Profil Kepribadian Siswa Korban Bullying Hertinjung, Wisnu Sri; Susilowati, Susilowati
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Memahami profil kepribadian korban bullying berdasarkan faktor-faktor kepribadiannya merupakan hal yang penting untuk dapat memberikan perlakuan yang tepat baik yang bersifat pencegahan maupun penyembuhan. Subjek penelitian adalah korban bullying di suatu SMA di kota Surakarta dan berusia minimal 16 tahun. Subjek penelitian diambil secara purposive melalui proses screening terhadap 241 siswa dan diperoleh 53 siswa sebagai korban bullying. Sebanyak 37 siswa menjadi subjek penelitian. Profil kepribadian korban bullying diungkap dengan inventori kepribadian 16 PF (Sixteen Personality Factors). Data penelitian dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor kepribadian yang dominan pada korban bullying adalah faktor A, B, C, F, H, M, dan O. Kata kunci: profil kepribadian, korban bullying ABSTRACT Understanding bullying victims personality profile based on personality factors are important, In order to give the right treatment which is prevention or healing. The subject of this research is bullying victims at Senior High School in Surakarta. The age of subject at least 16 years old. The subject of this research were taken by purposive method through screening process. The number of subject is 37 students and the bullying victims personality profile can be revealed by personality inventory 16 PF (Sixteen Personality Factors). The data of this research analyzed by descriptive statistics method. The result of the research is known that dominant personality factors against bullying victims are A, B, C, F, H, M, and O factor. Keywords: Personality Profile, Bullying Victims
Kesejahteraan Subjektif Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Berdasarkan Tingkat Pendidikan Safarina, Nur Afni; Mawarpury, Marty; Sari, Kartika
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Kesejahteraan subjektif adalah evaluasi kognitif dan afektif hidup seseorang termasuk reaksi emosional terhadap berbagai peristiwa yang dialami. Salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif yaitu tingkat pendidikan individu. Tingkat pendidikan yang rendah akan mempersulit individu atau masyarakat menerima dan mengerti informasi kesehatan yang disampaikan, sedangkan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mempermudah individu untuk menyerap informasi khususnya dalam hal kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesejahteraan subjektif pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II berdasarkan tingkat pendidikan. Subjek penelitian ini berjumlah 82 orang dengan karakteristik: pasien dengan diagnosa Diabetes Mellitus tipe II, berusia 21-60 tahun dan sedang berobat jalan di rumah sakit, klinik atau tempat praktek dokter di Banda Aceh. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kesejahteraan Subjektif 29 aitem. Analisis data menggunakan teknik one way ANOVA dengan hasil F yang diperoleh yaitu sebesar 1,573 dengan harga p = 0,203 (p>0,203). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan subjektif pada penderita (DM) tipe II berdasarkan tingkat pendidikan, artinya tinggi atau rendahnya tingkat pendidikan penderita DM tipe II tidak berkontribusi pada kesejahteraan subjektifnya. Kata kunci: Kesejahteraan subjektif, Diabetes Mellitus tipe II, tingkat pendidikan. ABSTRACT Subjective well-being is an affective life and cognitive evaluation in the person. Include emotional reaction against several events occurs. One of factors that influence subjective wellbeing is individual education level. The low educational level will compound the society or individual to accept and understand about informations health. While, higher education level will make easy the person to catch informations health. This research is written to know what the subjective well-being differentiation in Diabetes Mellitus type II patient, based on their education level. Subject of this research is come to 82 peoples and the characteristics are: patient with Diabetes Mellitus diagnosis, aged 21-60 years old, and being treated in the hospital, clinic, or etc. in Banda Aceh.Method of collecting data that is used in this research is 29 aitems Subjective well-being scale. And then, the data analysisuse one way ANOVA technique. The result of data analysis those are F as 1,573 with p= 0,203 (p>0,203). The result shows that there is no subjective well-being differentiation in Diabetes Mellitus type II patient based on their education level. It means that, higher or lower education level of Diabetes Mellitus type II is not contribution subjective well-being. Keywords: Subjective Well-being, Diabetes Mellitus type II, Education Level.
Integrasi-Interkoneksi Psikologi (Implementasi Bagi Penyusunan Buku Ajar di Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdullah, M Amin; Riyanto, Waryani Fajar
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Mengkaji tentang relasi antara agama dan ilmu sangat menarik, terutama dikaitkan dengan perkembangan mandat keilmuan di PTAI-PTAI Indonesia, satu diantaranya UIN Sunan Kalijaga, dalam memperluas bidang kajiannya, salah satunya adalah berdirinya Program Studi Psikologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Secara umum ada tiga model mazhab pertautan antara agama (Islam) dan ilmu (psikologi), yaitu Islamic Psychology (Psikologi Islam), Islamized Psychology (Psikologi Islami), dan Psychology of “Religion” Islam (Psikologi ’Agama’ Islam). Artikel yang dikaji dengan pendekatan dialektik-komparatif-historis-kritis ini mencoba menawarkan mazhab keempat dalam psikologi integratif tersebut, yaitu apa yang penulis sebut sebagai Integrasi-Interkoneksi Psikologi, yang kemudian diimplementasikan dalam penyusunan Buku Ajar Psikologi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai PTAI tertua di Indonesia. Kata Kunci: Integrasi, Interkoneksi, Psikologi, Buku Ajar Studying the relation between religion and science is interesting, especially connected with development of sciences decision on PTAI in Indonesia. One of those is UIN Sunan Kalijaga. To enlarge the field of study, it is showed by establish studying programme of Psychology at Social and Humanities Faculty. There are 3 models perspective (mazhab) that combine between Islamic religion as the religion aspect and psychology as the science aspect, and the psychology of islamic religion. This article using critics-historical-comparative-dialectics approach that try to offer the fourth of perspective (mazhab) in the integrative psychology field, the writer calls next as Psychology Integration-Interconection. So, it will be implemented by forming the psychology text book at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta as an eldest PTAI in Indonesia. Keywords: Integration, Interconnection, Psychology, Text book
Keterampilan Sosial Pada Siswa Taman Kanak-Kanak Tahfidz Putri, Silvia Dyah Nur Octavia; Purnamasari, Alfi
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan sosial pada siswa Taman Kanak-Kanak tahfidz. Subjek penelitian ini adalah siswa dari TK RA Tahfidz Jamilurrahman yang berjumlah 2 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus yang mengungkap kasus berdasarkan pengalaman dari orang terdekat dengan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan observasi semi partisipan saat di sekolah dan di rumah. Validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan waktu pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk keterampilan sosial pada siswa TK Tahfidz yang muncul dan sesuai dengan ciri perkembangan sosial masa awal kanak-kanak, yaitu kemandirian dari figur ibu, egosentrisme, antusiasme yang impulsif, kegembiraan yang meluap-luap, suka bermain di luar ruangan, kerjasama, malu untuk berbicara dengan orang lain, penurut, dan suka membantu. Adapula bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan ciri perkembangan sosial usia subjek, yaitu tidak senang pergi ke sekolah, tidak termotivasi untuk berkompetisi dalam mengerjakan tugas dengan anak lain dan tidak menyukai pekerjaan rumah. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan sosial pada siswa TK Tahfidz di antaranya cara pengasuhan anak, proses sosialisasi awal, teman bermain, dan jenis kelamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk keterampilan sosial pada siswa TK tahfidz di antaranya kepatuhan, kemandirian, kepekaan terhadap lingkungan, perilaku menang sendiri, perilaku terhadap tugas sekolah dan berinteraksi dengan orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan sosial pada siswa TK tahfidz, yaitu cara pengasuhan, pengalaman sosial awal, teman bermain, dan jenis kelamin. Faktor baru yang ditemukan dalam penelitian ini adalah cara pengasuhan dan pengalaman sosial awal. Kata kunci: keterampilan sosial, siswa TK ABSTRACT This study aims to determine the forms of social skills and factors that influence social skills in Tahfidz Kindergarten students. The subjects of this study were 2 students from Jamilurrahman Tahfidz Kindergarten. The method used was qualitative by case studies that reveal the cases based on the experiences of those close to the subjects of research. Techniques of data collection were done by semi-structured interviews and semi participant observation while at the school and at the home. The validity of the data performed by the method of triangulation and time of data collection sources. The result shows that the forms of social skills in Tahfidz Kindergarten students in accordance with the characteristics of social development in early childhood, are independent of the mother figure, self-centered, impulsive enthusiasm, excitement is overwhelming, like playing outside room, cooperation, embarrassed to talk to other people, obedient, and helpful. The form of behavior that incompatible with the characteristic of social development in early childhood are student does not enjoy going to school, student is not motivated to compete doing tasks with other children, and student does not like homework. Factors that influence social skills in 72 Tahfidz Kindergarten students are parenting, early socialization process, playmates, and gender. The conclusion of this research are the forms of social skills in Tahfidz Kindergarten students including compliance, independence, sensitivity to the environment, selfish behavior, attitudes towards school work and interaction with others. Factors that influence social skills in kindergarten students Tahfidz are parenting, early social experiences, playmates, and gender. The new factors found in this study are parenting in early childhood and social experience. Keyword: Social Skill, Tahfidz Kindergarten Students
Kelekatan Aman, Religiusitas, dan Kematangan Emosi pada Remaja Fajarini, Febri; Khaerani, Nuristighfari Masri
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Periode ini, banyak kasus yang terjadi pada remaja disebabkan oleh rendahnya kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman dan religiuitas terhadap kematangan emosi pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa remaja kelas XI SMA X, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 63 subjek. Karakteristik sampel adalah remaja berusia 15-21 tahun dan beragama Islam. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kematangan emosi, skala kelekatan aman, dan skala religiuitas. Analisisnya data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan aman memiliki peran terhadap kematangan emosi dengan nilai r sebesar 0,343 dan p= 0,006 (p0,05). Kata kunci: kematangan emosi, kelekatan aman, religiuitas ABSTRACT Today, there are many cases occur against teenager caused by low emotional maturity. This study investigated whether secure attachment and religiousity contribute to emotional maturity in a selected teenager sample that consisted of 63 students form XIth grade. Data were collected using emotional maturity scale, secure attachment scale, and religiousity scale. To analyze the data, multiple regression analysis was conducted to determine the relationship between emotional maturity, secure attachment, and religiosity. The result shows that secure attachment was a positive predictor of emotional maturity. Whereas, religiousity has not a predictor of an emotional maturity. Keywords: Emotional Maturity, Secure Attachment, Religiousity
Regulasi Emosi Pada Ibu Single Parent Hasanah, Tyas Diana Uswatun; Widuri, Erlina Listyani
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses regulasi emosi yang dilakukan ibu single parent dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan regulasi emosi sebagai akibat dari peristiwa yang menimbulkan emosi. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan wawancara yang dilakukan kepada subjek dan significant person. Subjek penelitian yaitu dua orang ibu single parent berusia 45 tahun dan 48 tahun. Emos iemosi yang dialami oleh ibu single parent diantaranya emosi sedih, cemas, marah, rindu, menerima dan harapan dirasakan hampir seluruhnya oleh subjek. Proses regulasi emosi yang digunakan subjek antara lain pemilihan situasi, perubahan situasi, penyebaran perhatian, perubahan, perubahan respon. Hasil penelitian menunjukkan ibu single parent mengalami berbagai macam emosi antara lain emosi negatif seperti depresi, stress, berdiam diri, menangis, sedih, dan marah yang ditekan, selain itu juga merasakan emosi positif seperti sabar, ikhlas, menerima, pasrah, bahagia dengan melihat anak bahagia. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan regulasi emosi antara lain perbedaan individu, kognitif, stressor, keadaan sebelum suami meninggal, lingkungan sosial dan keluarga, serta religiusitas. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan regulasi emosi setiap individu berbeda-beda dipengaruhi oleh perbedaan individu, kognitif, stressor, keadaan sebelum suami meninggal, lingkungan sosial dan keluarga, religiusitas. Kata kunci: regulasi emosi, single parent ABSTRACT The purpose of this study is to investigate the process of emotion regulation performed single parent mothers and the factors that influence the use of emotion regulation as a result of events that cause emotions. In this study, using qualitative methods with phenomenological approach. Data collection techniques in this study is to use the method of observation and interviews conducted by the subject and significant person. Research subjects: two single parent mothers aged 45 years and 48 years . Emotions experienced by single parent mothers emotions including sadness, anxiety, anger, longing, and hope to receive almost entirely perceived by the subject. Emotion regulation processes used by subjects include the election situation, change the situation, deployment of attention, cognitive changes, changes in the response. The results showed single parent mothers experiencing emotions such as negative emotions such as depression, stress, withdrawal, crying, sad, angry repressed, positive emotions such as patience, sincerity, receive, surrender, happy to see the kids happy. Factors affecting the use of emotion regulation include individual differences, cognitive, stressors, circumstances before the husband died, the social and family environment, religiosity. The conclusion of this study is the ability of each individual emotion regulation vary influenced by individual differences, cognitive, stressors, circumstances before the husband died, the social and family environment, religiosity. Keywords: emotion regulation , single parent
Dinamika Pencapaian Identitas Sosial Positif Atas Keistimewaan Yogyakarta Huda, Muhammad Johan Nasrul
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika kelompok pro penetapan dalam memaknai dan mencapai identitas sosial positif atas status keistimewaan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan jumlah subyek 6 orang yang merupakan anggota kelompok pro-penetapan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kelompok pro penetapan mempersepsikan bahwa demokrasi bukan didefinisikan secara tunggal, tetapi disesuaikan dengan lokalitas budaya masyarakatnya. Pemaknaan terhadap keistimewaan Yogyakarta meliputi unsur penetapan pemimpin secara langsung, pengelolaan pertanahan, tata ruang, kelembagaan pemerintahan dan kebudayaan sesuai tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun lalu. Kelompok pro penetapan menggunakan strategi kompetisi sosial dalam mencapai/mempertahankan identitas sosial positif atas status keistimewaan Yogyakarta.This article tries to focus deeper on the dynamic of pro-stipulation group in identifying meaning which given on Yogyakarta’s province as special status. As part of identity it follows with their strategy to achieve positive social identity. The research used both qualitative method and phenomenological framework. Subject consist of six (6) individuals, stand from member of pro-authority group. The result is that meaning of Yogyakarta’s special status relate with democracy, for the people of Yogyakarta it was not singular definition like in modern concept already given the meaning toward it. Furthermore, there are meanings of Yogyakarta’ special status include stipulation leader, authority in landform, public space, administration of government and cultural identity that has been rooted for hundreds of years ago. Last part of this research is the finding of cultural competition as an effective strategy of to achieve positive social identity. It is so, since the action implicates the obvious gap between local and national identity throughout the strategy. Key words : social identity, redefinition of democracy, social competition

Page 1 of 1 | Total Record : 10