Published by
Articles
29
Articles
KETERAMPILAN KONSELING BERBASIS METAKOGNISI

Radjah, Carolina Ligya

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik dan metakognisi konselor Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan metode survey. Subyek penelitian adalah konselor sekolah sebanyak 166 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses konseling belum sepenuhnya menerapkan keterampilan konseling berbasis metakognisi. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam pelaksanaan konseling, konselor belum mmemperhitungkan keefektifan keterampilan intrapersonal sebagai suatu keterampilan yang terintegrasi dalam diri konselor.

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN SOSIAL DAN PENGGUNAAN GADGET SMARTPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 9 MALANG

Dewanti, Tania Clara, Widada, Widada, Triyono, Triyono

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.113 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between Social Skills and Use Gadgets Smartphone with Student Achievement SMA Negeri 9 Malang This research is descriptive corelational. Total population of this study were 316 students with a total sample of 84 students. The sample selection using questionnaires and Likers scale and documentation in the form of report cards. Test requirements analysis using normality test and test linier. The analytical method used is multiple regression analysis. The results of this study indicate that: (1) There is a significant relationship between social skills and academic achievement obtained count r = 0.442> r table 5% = 0.312 and p = 0.000 <0.05. (2) There is a relationship between the use of gadgets smartphone with student achievement obtained count r = 0.425> r table 5% = 0.312 and p = 0.000 <0.05. (3) There is a positive relationship between social skills and use your smartphone gadgets and academic achievement, demonstrated the significant value which was 0.000 ≤ 0.05, which means that Ha value is accepted. Based on research, there are some suggestions to consider: (1) For the counselor, as a contribution and useful information to develop programs of Guidance and Counseling in particular in the field of counseling services social, about the counseling services of social skills and the use of gadgets smartphones to high school students in order to develop optimally. (2) Parents are expected to be able to monitor properly the development of children, as well as guiding and educating to improve child development. (3) For further research are expected next researcher to use this research as a reference or to examine additional data related to social skills and use your smartphone gadget with academic achievement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keterampilan Sosial dan Penggunaan Gadget Smartphone dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 316 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 84 siswa. Pemilihan sampel menggunakan metode angket dan skala likert dan dokumentasi berupa raport. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang siginifikan antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar diperoleh r hitung = 0,442 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (2) Terdapat hubungan antara penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar diperoleh r hitung = 0,425 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (3) Terdapat hubungan yang positif antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar, dibuktikan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 ≤ 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima. Artinya bahwa ada hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, (1) Bagi konselor, sebagai bahan kontribusi dan informasi yang berguna untuk menyusun program Bimbingan dan Konseling khususnya pada bidang layanan bimbingan sosial yaitu, tentang layanan bimbingan keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone kepada siswa SMA agar dapat berkembang secara optimal. (2) Orang tua diharapkan dapat memantau dengan baik perkembangan anak, serta membimbing dan mendidik dalam meningkatkan perkembangan anak. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi atau data tambahan untuk meneliti yang berhubungan dengan keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar.

MODEL DIALOG “4D” UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MULTI KULTURAL SISWA SMA DI KOTA MALANG

Hambali, IM

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.201 KB)

Abstract

Seorang konselor akan dikatakan profesional apabila mampu menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah siswa, menguasai kerangka teoretik dan praksis Bimbingan dan Konseling (BK), merancang program BK, mengimplementasikan program BK yang komprehensif, menilai proses dan hasil kegiatan BK, memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional serta menguasai konsep dan praksis penelitian dalam BK. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan metode survey. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemukan konselor yang belum menguasai keseluruhan kompetensi diatas. Hal ini juga disebabkan karena banyaknya tugas dan tanggung jawab konselor sekolah dalam menangani permasalahan siswa dibandingkan jumlah konselor di sekolah. Secara ideal satu konselor memegang 150 siswa di Sekolah (Permendiknas No 27 tahun 2008). namun pada kenyataaaa dilapangan berdasarkan hasil observasi pada beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Malang,  konselor memegang lebih dari 150 siswa bahkan ada yang memegang sampai lebih dari 500 siswa. Dari uraian data sebagai dipaparkan, dapatlah disimpulkan sebagi berikut. (1) Banyak konselor mengeluh terhadap suasana sekolah yang kurang memungkinkan konselor melaksanakan konseling dengan baik, (2) Konselor membutuhkan alternative strategi layanan individual akibat mereka kesulitan menerapkan pendekatan konseling dalam semua situasi, (3) Konselor harus kreatif dalam menerapkan layanan dan setrategi konseling untuk memberi layanan kepada siswa dengan baik.

KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP

Fiorentika, Kasa, Santoso, Djoko Budi, Simon, Irene Maya

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.411 KB)

Abstract

ABSTRACT : The aim of this study was to determine the effectiveness of self -instruction techniques to increase the confidence of the students of SMPN 20 Malang . Data were collected using the inventory of confidence and analyzed with the Wilcoxon test through SPSS to students who have low self-esteem category . Results from the study are students who have a low level of confidence there are five people , students were given counseling group with the techniques of self -instruction , students are given a pretest - posttest to measure the effectiveness of a given technique , students increase confidence after attending group counseling techniques self- instruction .ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik self-instruction untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMPN 20 Malang. Data dikumpulkan menggunakan inventori kepercayaan diri dan dianalisis  dengan uji wilcoxon melalui SPSS  kepada siswa yang mempunyai kategori kepercayaan diri rendah. Hasil dari penelitian adalah siswa yang mempunyai tingkat kepercayaan diri rendah ada lima orang, siswa diberikan konseling kelompok dengan teknik self-instruction, siswa diberikan pretest-posttest untuk mengukur keefektifan teknik yang diberikan, siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti konseling kelompok dengan teknik self-instruction.

STUDI KASUS KONSEP DIRI SISWA SEKOLAH DASAR

Budiarsih, Anita Putri, Zen, Ella Faridati

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.162 KB)

Abstract

ABSTRACT: This study aims to determine students self concept elementary school level are often absent from school for more happy participated send goods by driving a truck, factors that affect the self-concept of students as well as learned behavior arising from the self-concept. This research is a qualitative case study type that includes the steps of: 1) Define the research questions, 2) Select the case and determine data gathering and analysis techniques, 3) Prepare to collect the data, 4) Collect data in the field, 5) Evaluate and analyze the data, and 6) Prepare the report. Data is collected using interview and observation techniques. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation and conclusion. The results of this research are three self-concept of students that consist of: (a) I can drive and will be a driver, (b) I was the mainstay of the family that should help make a living, and (c) Im not good at math. In addition, other results of this study are the factors that affect self-concept of students consists of factors originating from within the students, which is realized by comparing themselves with others, and the factors that come from outside in the form of the process of identifying the behavior of his grandfather by him , Also well-known as well as learned behavior that arise from student self-concept that includes ditching and passive when in class. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri siswa tingkat sekolah dasar yang sering tidak masuk sekolah karena lebih senang ikut mengirim barang dengan mengendarai truk, faktor yang mempengaruhi konsep diri siswa serta perilaku belajar yang muncul akibat konsep diri tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus yang meliputi tahap:1)Penetapan pertanyaan riset, 2)Penentuan kasus dan teknik pengumpulan data dan teknik analisis, 3)Persiapan untuk mengumpulkan data, 4)Pengumpulan data dalam kancah, 5)Evaluasi dan analisis data, serta 6)Penyiapan laporan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu tiga konsep diri siswa yang terdiri dari:(a)Aku bisa nyopir dan akan jadi sopir, (b)Aku adalah anak andalan keluarga yang harus membantu mencari nafkah, dan (c)Aku tidak pintar matematika. Selain itu, hasil lain dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi konsep diri siswa terdiri dari faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yang diwujudkan melalui pembandingan dirinya dengan  orang lain, dan faktor yang berasal dari luar diri yang berupa proses identifikasi perilaku sang kakek oleh siswa. Serta diketahui pula perilaku belajar yang muncul akibat konsep diri siswa yang meliputi membolos dan pasif ketika di kelas.

PENGEMBANGAN PANDUAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN NILAI PEDULI SOSIAL SISWA SMP

Hayuni, Rizka Rosida, Flurentin, Elia

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.498 KB)

Abstract

Abstract: This development reaserch aims to produce sociodramas manual to increase the value of social care junior high school students theoretically and practically acceptable. This research method adapted the Borg and Gall procedural model covering the planning stage, the stage of product development and test phase of the product. Design test is test material experts and drama experts, potential users test products and test a small group. These products meet very precise criteria, very useful, very easy and very attractive to mean very feasible to use. It can be concluded that the guidelines have been grateful sociodramas theoretically and practically. Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan nilai peduli sosial siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis. Metode penelitian ini mengadaptasi model prosedural Borg and Gall meliputi tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba produk. Desain uji coba yaitu uji ahli materi dan ahli drama, uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Produk ini memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Dapat disimpulkan bahwa panduan sosiodrama ini telah berterima secara teoritis dan praktis.

PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN EFIKASI DIRI DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN MELALUI STRATEGI EXPERIENTIAL LEARNING BAGI SISWA SMP

Novita, Layli, Hidayah, Nur

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.184 KB)

Abstract

Abstract: The research aims to develop self-efficacy training guides in friendship through experiential learning strategies for junior high school students, so that the counselor can use it as a media of social guidance services for the student especially to improve his confidence in the friendship. This training guide is printed teaching materials containing substance, operational measures, and the evaluation. The procedur of this developmental research is adapted from Borg and Galls (1983) which did in 3 step; 1) plannin;(2) developmental product; and (3) try out of the product. Based on the results of data analysis from expert assessment and potential users as well as revisions that are made in accordance with the advice and input to the product, it can be concluded that this training guide meets the good acceptance criteria and effectively proven in improving students self-efficacy in peer friendships.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan  panduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan melalui strategi experiential learning bagi siswa SMP, sehingga konselor dapat menggunakannya sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial kepada siswa khususnya dalam meningkatkan keyakinan diri di dalam hubungan pertemanan. Panduan pelatihan ini adalah bahan ajar berbasis buku cetakan yang berisi materi, langkah kegiatan, serta evaluasi.Prosedur penelitian dan pengembanganpanduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan ini  mengadaptasi pengembangan Borg and Gall (1983) yang dilakukan dalam 3 tahapan yaitu, (1) perencanaan pengembangan produk, (2) pengembangan produk, dan (3)Uji Coba Produk. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini memenuhi kriteria keberterimaan yang baik dan terbukti efektif dalam meningkatkan efikasi diri siswa didalam hubungan pertemanan sebaya.

PENGEMBANGAN PERMAINAN SIMULASI KETERBUKAAN DIRI UNTUK SISWA SMP

Jannah, Roichatul, Zen, Ella Faridati, Muslihati, Muslihati

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.344 KB)

Abstract

Abstrak: Studi pengembangan ini menghasilkan panduan untuk konselor dan media permainan simulasi keterbukaan diri yang digunakan untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall (1983): melakukan analisis kebutuhan, perencanaan, mengembangkan produk awal, uji ahli (ahli materi BK & ahli media), hasil uji ahli dan uji calon pengguna produk (konselor), revisi produk, uji lapangan awal dan revisi produk akhir panduan permainan simulasi dan media permainan simulasi, berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna, dapat disimpulkan bahwa panduan permainan simulasi untuk konselor dan media permainan simulasi ini sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Karena itu permainan simulasi keterbukaan diri untuk siswa SMP sangat layak digunakan sebagai layanan bimbingan oleh konselor kepada siswa.

PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN SOFT-SKILLS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMPN) DI KOTA MATARAM

Darmiany, Anik

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.652 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan model pelatihan soft-skill khususnya keterampilan komunikasi dan kendali emosi siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di kota Mataram. Metode penelitian dan pengembangan dilakukan melalui tiga tahap dari sepuluh langkah Borg & Gall yaitu, (1) penelitian awal (analisis kebutuhan), (2) pengembangan model pelatihan, (3) uji coba dan evaluasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model pelatihan soft-skill menghasilkan pedoman pelatihan untuk konselor dan siswa, serta materi pelatihan soft-skill yang memenuhi kriteria akseptabel dari kegunaan, kemanfaatan, dan kelayakan. Disamping itu hasil penelitian menunjukkan pula bahwa terdapat perbedaan skor antara pre-test dan post-test keterampilan mengelola emosi dari tidak terampil menjadi sangat trampil, dan keterampilan komunikasi dari tidak terampil menjadi cukup terampil. Abstract: Research and development is aimed to produce soft-skills training models especially in communication skills and emotional control student junior high school (SMP) in Mataram city. Research and development method is carried out through three stages from the ten steps of Borg & Gall, they are; (1) the preliminary research (needs analysis), (2) the development of training model, (3) Model evaluation and try out. The results show that the development of soft-skills training model develop training manual for counselors and students, as well as soft-skills training materials that meet acceptable criteria of usability, usefulness and feasibility. Besides, the results showed also that there is a difference in scores between pre-test and post-test in skills at managing emotions from unskilled to be very skilled, and communication skills from unskilled become quite skilled.

HUBUNGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS X SMAN 1 GARUM KABUPATEN BLITAR

Utomo, Dinar Permadi, Harmiyanto, Harmiyanto

Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Volume 1, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.796 KB)

Abstract

ABSTRACT: This study uses descriptive correlational study in order to describe and to know whether or not interpersonal communication skills affect students’ self-confidence. The subject of the study includes the whole students of 10th grade at SMAN 1 Garum in the 2015/2016 academic year. The data analysis used in this study is descriptive analysis technique and Pearson product moment correlation. The result of the study shows that most of 10th grade students at SMAN 1 Garum of Blitar Regency have high level of interpersonal communication skills. In terms self-confidence, it is found that most of 10th grade students of SMAN 1 Garum of Blitar Regency also pose high level. The study suggests that there is significant correlation between interpersonal communication skills and self-confidence of 10th grade students at SMAN 1 Blitar of Blitar Regency. The result of the study shows that students with high level of communication skills also pose high level of self-confidence.ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri siswa. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa kelas X SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal tinggi. Sebagian besar siswa kelas X SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X di SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar. Hal ini membuktikan bahwa siswa yang memiliki keterampilan komunikasi tinggi maka rasa kepercayaan dirinya tinggi.