cover
Filter by Year
At-Taqaddum : Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam
Articles
89
Articles
REVITALISASI GALERI INVESTASI DAN OPTIMALISASI KSPM SEBAGAI DAYA DUKUNG PENYEDIAAN SDM YANG HANDAL DI BIDANG PASAR MODAL SYARIAH

Adhitya, Fajar

http://u.lipi.go
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.588 KB)

Abstract

               Indonesia with the 5th most population in the world that the majority of Muslims make its own market for sharia stock investment products. The increase in sharia capital market development is not in line with the number of syariah capital market experts. For that needed human resource development a long solution with adequate infrastructure. To overcome these limitations, strategic steps are needed such as: Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Implementing the curriculum of Syariah Capital Market Learning, Galeri Investasi facilitates the implementation of Event and Intelligent Competition, Galeri Investasi and KSPM Together Facilitate Continuous opening account, KSMP Goes To Madrasah Aliyah, Regular Discussion / Sharia Capital Market Discussion, Training through Sharia Capital Market School, Implementation of certification exam training in cooperation with certification institute of Sharia Capital Market Expert (ASPM) certification training.====================================================Indonesia dengan penduduk terpadat ke 5 di dunia yang mayoritas beragama Islam menjadikan pasar tersendiri untuk produk investasi saham syariah. Peningkatan perkembangan pasar modal syariah tidak sejalan dengan jumlah ahli syariah pasar modal. Untuk itu diperlukan solusi pengembangan sumber daya manusia disertai infrastruktur yang memadai. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut diperlukan langkah-langkah strategis seperti: Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Melaksanakan penyusunan kurikulum Pembelajaran Pasar Modal Syariah, Galeri Investasi memfasilitasi pelaksanaan Event dan Lomba Cerdas Cermat,Galeri Investasi dan KSPM Bersama-sama memfasilitasi Pembukaan Akun Saham secara kontinyu , KSMP Goes To Madrasah Aliyah, Diskusi rutin bedah buku/ Jurnal tentang pasar modal Syariah, Pelatihan melalui Sekolah Pasar Modal Syariah, Pelaksanaan latihan ujian sertifikasi bekerjasama dengan lembaga pelatihan sertifikasi Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI

Aunur Rohman, Ahmad, Karimah, Sayyidatul

At-Taqaddum Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.575 KB)

Abstract

AbstractThis study have the aim to determine what factors are influencing the low motivation of students in class XI. The study on grade XI students of SMA al-Fusha Pekalongan. Data collection using questionnaires. Interviews with 10% of all grade XI students to support the questionnaire data obtained. The results obtained are the factors that affect the low motivation of student learning such as place of learning, physical function, intelligence, facilities and infrastructure, time, study habit, teacher, parents, emotional and health, and friend factor.==================================================AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor apa saja-kah yang memepengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas XI SMA al-Fusha Pekalongan. Pengumpulan data menggunakan angket. Wawancara dilakukan dengan 10% dari keseluruhan siswa kelas XI untuk mendukung data angket yang telah diperoleh. Diperoleh hasil yaitu faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa diantaranya tempat belajar, fungsi fisik, kecerdasan, sarana dan prasarana, waktu, kebiasaan belajar, guru, orang tua, emosional dan kesehatan, serta faktor teman.

PERLINDUNGAN TERHADAP HARGA KOMODITAS PASAR (Telaah Pemikiran Ibn Taimiyyah)

Muheramtohadi, Singgih

At-Taqaddum Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.06 KB)

Abstract

 ABSTRACTThe Name of Ibn Taimiyyah often identified to Wahabi’s movement. The thought of Taimiyyah often blamed for the influence to Jihadist movement. So the research about Ibn Taimiyah’s thougt very important to do. In the exploration in Taimiyyah’s concept,  the writer found some pieces of Taimiyya’s teachigs relevant to  the current theories. One of them is the Price Formation in the Market and the role of Government in making the Price Regulation. And Taimiyyah’s Statements corespondent to Adam Smith’s Classical Economic Theory. Furthermore, islam have managed about price market protection. This Paper will discuss about the mechanism of price formation in market, the inhabiting factors in Price Formation in Market, the dangers caused by monopoly, and How islam have managed the economic behaviour. This Paper will discuss these themes according to Ibn Taimiyyah thoughts. ==================================================ABSTRAK Nama Ibn Taimiyyah sering diidentikkan dengan gerakan Wahabiah. Pemikiran Ibn Taimiyyah sering dijadikan kambing hitam karena pengaruhnya terhadap gerakan jihadis. Sehingga, penelitian terhadap pemikiran Ibn Tamiyyah penting dilakukan. Dalam melakukan eksplorasi terhadap pemikiran Ibn Tamiyyah, penulis menemukan beberapa bagian dari tulisan Ibn Taimiyyah yang sebenarnya relevan terhadap teori masa kini. Salah satu nya tentang Pembentukan Harga di Pasar dan Peran pemerintah dalam melakukan regulasi harga. Dan pernyataan-pernyataan Ibn Taimiyyah ternyata banyak yang sesuai dengan teori ekonomi, bahkan menyerupai teori ekonomi klasik yang dicetuskan oleh Adam Smith. Padahal Ibn Taimiyyah hidup sekitar 5 abad sebelum teori ekonomi klasik muncul.  Dan sebenarnya dalam islam sendiri terdapat kaedah perlindungan terhadap harga pasar.Tulisan ini mengupas tentang bagaimana mekanisme pembentukan harga di pasar? Faktor apa saja yang menghambat pembentukan harga di pasar? Dan apa peran pemerintah untuk mencegah distorsi terhadap harga di pasar? Apa bahaya monopoli terhadap keseimbangan di pasar? Dan bagaimana etika islam dalam mengatur perilaku ekonomi? Tulisan ini akan membahas tema-tema tersebut dengan menggunakan kerangka pemikiran Ibn Taimiyyah.

ESENSI PROGRAM BIMBEL MANASIK HAJI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Choliq, Abdul

At-Taqaddum Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.261 KB)

Abstract

Hajj is the perfect worship of the pillars of Islam that became the goal of all Muslims in the world. So many hajj pilgrims who register to go to the Holy Land every year. Hajj implementation annually put aside various problems. One of them is not the optimal of the hajj manasik given by Ministry of Religion  and the long departure time of hajj, while the candidate is dominated by the elderly (elderly). The ministry has a great desire to form an independent hajj, so becomes an important issue to be observed. Writing scientific paper aims to provide a good view to the Ministry of Religious Affairs or the guidance of pilgrimage to provide hajj manasik not just a manasik in general, but really oriented to empowering prospective pilgrims to form an independent hajj. Some of things that must be done is first to use the right methods such as Affirmation and Repetition and PAIKEM, both utilizing long waiting times with useful activities.Such as training in making signs of haj pilgrimage (such as marking ribbons, masks, or slendang neck), training planting of live pharmacies, and making some goods to prepare for the departure of pilgrimage (eg small bags for storage of goods and others). Third is to grow independent congregations in a way more opportunities to meet with other congregations in order to grow optimism in prospective pilgrims. ==================================================Haji merupakan ibadah penyempurna rukun Islam yang menjadi tujuan seluruh muslim di dunia. Sehingga setiap tahun banyak jama’ah haji yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Pelaksanaan Haji setiap tahunnya menyisihkan problematika bermacam-macam, salah satunya ialah belum optimalnya manasik haji yang diberikan oleh Kemenag dan waktu tunggu keberangkatan haji yang lama, sedangkan calon jamaah di dominasi oleh lansia (orang lanjut usia). Kementrian sendiri memiliki keinginan besar untuk membentuk haji mandiri, maka demikian itu menjadi permsalahan yang penting untuk di teliti. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pandangan baik kepada Kemenag atau bimbel haji agar memberikan mansik haji tidak hanya sekedar manasik pada umumnya, tetapi betul-betul berorientasi pada pemberdayaan calon jamaah agar membentuk haji mandiri. Beberapa hal yang harus dilakukan ialah pertama menggunakan metode yang tepat seperti Affirmation and repetition dan PAIKEM, kedua memanfaatkan waktu tunggu yang begitu lama dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti Bersama-sama dalam pembuatan tanda-tanda perbekalan haji, seperti pembuatan tanda pita, masker, atau slendang leher, melatih penanaman tanaman apotik hidup, dan pembuatan beberapa barang untuk memepersiapkan keberangkatan haji, misalnya tas-tas kecil untuk penyimpanan barang dan lainnya. Ketiga ialah dengan menumbuhkan jamaah mandiri dengan cara lebih banyak memberikan peluang temu dengan jamaah lain agar tumbuh optimisme dalam diri calon jamaah.

PROGRAM DINAMIK UNTUK PENDISTRIBUSIAN KOMODITI KERUPUK ‘9 BERLIAN’ WATES

Maslihah, Siti

At-Taqaddum Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.896 KB)

Abstract

Distribution is one aspect of marketing. Distribution is an activity that bridges between producers and consumers. If the product fails in distribution then the consumer has the opportunity to switch to another similar product. Profits earned by a manufacturer is influenced by several factors, one of which is the distribution. An area may not necessarily generate maximum profits if distribution power is propagated in the region. Profit analysis based on the distribution of distributor power needs to be done appropriately, such an analysis technique is called a dynamic program.The purpose of this study is to determine the number of salespeople from small business 9 Berlian crackers in Wates, amounting to 9 people distributor / sales. Its operational area is Semarang with details of the Boja-Cups, Ngaliyan-Mangkang, Central Semarang and East Semarang. The result of research based on the average selling of crackers 9 Berlian during the last three months shows the exact distribution that is in the Cangkiran-Boja region as many as 5 sales people, Ngaliyan-Mangkang area as much as none, Central Semarang area as many as 4 sales and East Semarang no . There is a 7.26% difference in the benefit of using a dynamic program of sales placements as usual (2 2 2 3).==================================================Distribusi merupakan salah satu aspek dari pemasaran. Distribusi merupakan kegiatan yang menjembatani antara produsen dengan konsumen. Jika produk tersebut gagal dalam pendistribusian maka konsumen berpeluang untuk beralih ke produk lain yang sejenis. Keuntungan yang didapatkan oleh seorang produsen dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya adalah pendistribusian. Suatu wilayah belum tentu menghasilkan keuntungan yang maksimum jika tenaga distribusi diperbanyak di wilayah tersebut. Analisis keuntungan berdasarkan pembagian tenaga distributor perlu dilakukan secara tepat, teknik analisis seperti ini disebut program dinamik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan banyaknya tenaga penjual dari usaha kecil kerupuk ‘9 Berlian’ di Wates yang berjumlah 9 orang distributor/ sales. Wilayah operasinya yaitu Semarang dengan rincian  Cangkiran-Boja, Ngaliyan-Mangkang, Semarang Tengah dan Semarang Timur. Hasil penelitian berdasarkan rata-rata penjualan kerupuk 9 Berlian selama tiga bulan terakhir menunjukkan pendistribusian yang tepat yaitu di wilayah Cangkiran-Boja sebanyak 5 orang sales, wilayah Ngaliyan-Mangkang sebanyak tidak ada, wilayah Semarang Tengah sebanyak 4 orang sales dan wilayah Semarang Timur tidak ada. Terdapat selisih keuntungan sebesar 7.26% lebih baik menggunakan program dinamik dari penempatan sales seperti biasa (2 2 2 3).

KONSEP PSIKOLOGI TRANSPERSONAL MENURUT ABU HAMID MUHAMMAD AL-GHAZALI

Muhaya, Abdul

At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.677 KB)

Abstract

Psikologi transpersonal adalah salah satu madzhad dari psikologi yang mempelajari tentang potensi yang paling tinggi dari manusia; seperti  pengalaman trans yang dialami oleh manusia, penalaman spiritual, pengalaman mistik dan hal-hal yang berkaitan dengan kesadaran yang berada diatas ego (self beyond ego). Menurut Imam al-Ghazali, kondisi trans dapat terjadi karena pada dasarnya kesadaran itu tergantung pada tingkatakan ruh yang menerima persepsi. Perbedaan tingkatan ruh yang menjadi tempat terjadinya kesadaran menjadikan seseorang dapat memiliki perpindahan kesadaran mulai dari kesadaran yang bersifat indrawi, imaginatif, rasional, fikri dan qudsi. Bagi al-Ghazali manusia punya kemampuan untuk melintas dari kesadaran yang rasional (kesadaran yang diperoleh oleh akal) kedalam kesandaran yang lebih tinggi lagi: yaitu kesadaran yang terjadi pada diri diluar ego rasional (self- beyond Ego). Kesadaran tersebut disebabkan manusia memiliki kemampuan menjelajah wilayah diluar akal (Thur wara’ al-Aql). Pada kondisi ini, manusia mampu mengetahui objek yang semula tidak mampu diketahui oleh akal. Bagi al-Ghazali, penjelajahan self-beyond ego dapat dilakukan dengan mempertajam dzauq

Identifikasi Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2012

Nisa, Eva Khoirun

At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.015 KB)

Abstract

One of the support aspect the country development is human resource quality. When we talking about human resource quality, it’s not separated with human development. The international standard of human development is Human Development Index (HDI). HDI becomes important indicator in West Papua province which is one of the youngest provinces in Papua. There is spatial effect of human development condition among districts in West Papua. Spatial Pattern and Spatial Autocorrelation as statistical methods can be used to identify HDI dependency among districts in West Papua. The statistical tests on Spatial Autocorrelation has found that there was no spatial independency of HDI on 2017 among districts in West Papua province.================================================== Salah satu aspek yang mendukung pembangunan suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia maka tidak lepas dengan pembangunan manusia. Ukuran standar pembangunan manusia yang dapat digunakan secara internasional yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). IPM menjadi hal yang penting bagi Provinsi Papua Barat mengingat Papua Barat menjadi salah satu provinsi termuda hasil pemekaran wilayah Provinsi Papua. Sangat dimungkinkan adanya pengaruh spasial pada kondisi pembangunan manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation menjadi metode statistika yang dapat mengidentifikasi adanya dependensi IPM antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Dengan beberapa pengujian statistik Spatial Autocorrelation menghasilkan bahwa tidak terdapat dependensi spasial terhadap angka IPM pada tahun 2012 antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.  

THE EFFECT OF COMPETENCIES, COMMITMENT ORGANIZATIONS, AND SUPERVISION ON THE PERFORMANCE OF BOARDING SCHOOL AL-AMIN MOJOKERTO

Syamsudin, Nur

At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.883 KB)

Abstract

The objective of this study was to Assess the effect of competence, organizational commitment, and supervision simultaneously and partially on the performance of employees at the boarding school Al-Amin Mojokerto, and Revealing the factors which most influence on employee performance Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. This research uses a descriptive quantitative approach with multiple linear regression methods. The sample used in this study is a sample of the population, meaning that all the population of research subjects. The technique of collecting data using questionnaires. From the results, if the data found that competence, organizational commitment, and monitoring the significant effect on the performance of employees at boarding school Al-Amin. This is evidenced by the results of the F test shows that F count larger than F table. Partially each independent variable namely competence, organizational commitment, and supervision significantly influence the dependent variable employee performance as evidenced by t where t is greater than t table.

IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING DENGAN BANTUAN PROGRAM CABRI 3D PADA MATERI POKOK DIMENSI TIGA KELAS X-A

Prasetyo, Hadi

At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.17 KB)

Abstract

 Artikel ini membahas tentang penerapan model pembelajaran discovery learning  berbantuan program Cabri 3D untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik materi pokok dimensi tiga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar peserta didik kelas X materi dimensi tiga tahun pelajaran 2013/ 2014 yang kurang dari KKM yaitu 75, dimana dari 54 peserta didik kelas X, hanya ada lima peserta didik yang tuntas, sedangkan rata-rata secara keseluruhan adalah 63,06 dengan persentase ketuntasan sebesar 9,26%. Hal ini disebabkan oleh peserta didik yang belum menguasai konsep-konsep dimensi tiga dan kesulitan dalam mengabstraksi model atau permasalahan pada dimensi tiga.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: apakah penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan program Cabri 3D dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik materi pokok dimensi tiga kelas X-A MA Al Bidayah Candi Bandungan Tahun Pelajaran 2014/2015. keberhasilan penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar di atas KKM yaitu 75 dan persentase ketuntasan peserta didik pada setiap siklusnya.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas X-A MA Al Bidayah Candi Bandungan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2014/ 2015 sebanyak 20 peserta didik. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta menentukan rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan belajar.Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II meningkat dari 63,89 ke 83,13 atau sebesar 19,24 poin dan ketuntasan belajarnya meningkat dari 38,89% ke 80% atau sebesar 41,11%. Penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan program Cabri 3D dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Namun tidak serta merta dapat meningkatkan hasil belajar, karena hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengelolaan kelas, kemampuan peserta didik, konsentrasi peserta didik, ketelitian, dan sebagainya. Sehingga disarankan kepada guru agar melakukan pembelajaran inovatif, bervariasi, dan memanfaatkan media dalam menunjang proses pembelajaran.

KEARIFAN TUKANG KREDIT DI KEC. CEPIRING KABUPATEN KENDAL

Fathoni, Nur

At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.567 KB)

Abstract

Tukang kredit di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Jawa Tengah telah memberi warna model jual beli pada masyarakat. Mereka kebanyakan perantau dari Jawa Barat. Model jual beli yang mereka lakukan adalah jual beli dengan pembayaran tunda. Artinya mereka menjajakan barang dagangan dan pembeli mengangsur pembayaran harga yang disepakati. Jumlah angsuran dan masa angsuran disepakati tetapi longgar (bisa berubah). Jumlah angsuran disebut dalam akad jual beli setelah menyepakati harga. Kebiasaan waktu mengangsur adalah mingguan. Kedua belah pihak telah memiliki kebiasaan yang dijadikan dasar pemenuhan kesepakatan jual beli. Kearifan tukang kredit ada pada kelonggaran menyikapi pembeli.  Hal ini berbeda manakala dibandingkan dengan sistem jual beli yang dilakukan pada lembaga keuangan syariah. Kepastian menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar dan membawa konsekuensi. Para tukang kredit juga memiliki dasar agama dalam melakukan bisnis. Mereka menegaskan fungsinya sebagai penjual bukan pemberi pinjaman. Oleh karenanya aturan tentang jual beli bayar tunda seperti harga harus disepakati dan tidak bisa berubah, mereka jaga betul. Kearifan mereka nampak dalam konteks tidak menaikkan harga meskipun ada pengunduran masa angsuran dari 10 minggu menjadi 20 minggu sekalipu. kearifan lainnya nampak dalam konteks tidak ada denda penundaan atau keterlambatan pembayaran. Kearifan mereka dibangun atas keyakinan dalam berbisnis dan keteguhan menjaga ajaran agama agar menjaga kesepakatan atau akad.