cover
Filter by Year
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi is a research journal published by Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It’s published twice in a year, always put the human and humanity as the main focus of academic study with a comprehensive approach. The journal is a medium to communicate the results of research related to psychology, published to serve the study of psychology forum in Indonesia and other parts of the world in a global context.
Articles
27
Articles
Aplikasi Rasch Model dalam Mengevaluasi Intelligenz Structure Test (IST)

Suryani, Yulinda Erma

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3055.126 KB)

Abstract

Abstract: The concept of objective measurement in the social sciences and educational assessment must have five criteria: 1) Gives a linear measure with the same interval; 2) Conduct a proper estimation process; 3) Finding unfeasible items (misfits) or outliers; 4) Overcoming the lost data; 5) Generate replicable measurements (independent of the parameters studied). These five conditions of measurement, so far only Rasch model that can fulfill it. The quality of intelligence measurements made with the Rasch model will have the same quality as the measurements made in the physical dimension in the field of physics. The logit scale (log odds unit) generated in the Rasch model is the scale of the same interval and is linear from the data ratio (odds ratio).  Based on the results of the analysis that has been done on the IST test instrument can be seen that in general the quality of IST test included in either category. Of the 176 IST test items there is only 1 item that is not good, ie aitem 155 (WU19) so that aitem 155 should be discarded. Based on the DIF analysis it can be seen that there are 28 items in favor of one gender only, so the twenty-eight items should be revised.Abstrak: Konsep pengukuran objektif dalam ilmu sosial dan penilaian pendidikan harus memiliki lima kriteria: 1) Memberikan ukuran yang linier dengan interval yang sama; 2) Melakukan proses estimasi yang tepat; 3) Menemukan item yang tidak tepat (misfits) atau tidak umum (outlier); 4) Mengatasi data yang hilang; 5) Hasilkan pengukuran yang replicable (independen dari parameter yang diteliti). Kelima kondisi pengukuran ini, sejauh ini hanya model Rasch yang bisa memenuhinya. Kualitas pengukuran kecerdasan yang dibuat dengan model Rasch akan memiliki kualitas yang sama dengan pengukuran yang dibuat dalam dimensi fisik di bidang fisika. Skala logit (log odds unit) yang dihasilkan dalam Rasch model adalah skala interval yang sama dan linear dari rasio data (odds ratio). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada instrumen tes IST dapat diketahui bahwa secara umum kualitas tes IST termasuk dalam kategori baik. Dari 176 item tes IST hanya ada 1 item yang tidak bagus, yaitu aitem 155 (WU19) sehingga aitem 155 harus dibuang. Berdasarkan analisis DIF dapat dilihat bahwa ada 28 item yang mendukung satu jenis kelamin saja, sehingga dua puluh delapan item harus direvisi.

What Millennials Want: How to Optimize Their Work

Forastero, Anandre, Sjabadhyni, Bertina, Mustika, Martina Dwi

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2893.722 KB)

Abstract

Abstract: It is known that it is quite difficult for companies to create a working environment that suits the characters of the Millennials, who are now undoubtedly make up the largest proportion of the workforce. This study aims to understand how job autonomy and boredom at work affect Millennials’ work engagement. Using non-probability sampling methods, 320 Millennial employees (19–37 years old) from various organizations (private and public organization) in Indonesia agreed to participate in this study. They filled in a questionnaire that measured the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), Work Design Questionnaire (WDQ); and Workplace Boredom Scale. Data were analyzed using mediation analysis; and the results showed that boredom at work plays a significant role in mediating the relationship between job autonomy and employee engagement in Millennial employees. To conclude, job autonomy positively affects boredom levels of Millennial employees and low levels of boredom results in a higher employee engagement level.Abstrak: Dapat dipahami bahwa perusahaan kesulitan menciptakan lingkungan kerja yang sesuai bagi karyawan-karyawannya, khususnya karyawan Generasi Milenial yang merupakan pemain utama dalam dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran dari variabel-variabel yang diduga dapat mem­pengaruhi keterikatan kerja karyawan Generasi Milenial, yaitu kemandirian kerja dan kebosanan bekerja. Menggunakan metode non-probability sampling, 320 karyawan Generasi Milenial (19-37 tahun) dari berbagai organisasi di Indonesia (organisasi swasta dan negeri) bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka mengisi beberapa kuesioner, antara lain The Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) Work Design Questionnaire dan Workplace Boredom Scale. Analisis data yang digunakan adalah analisis mediasi; dan hasilnya menunjukkan bahwa kebosanan bekerja berperan signifikan dalam memediasi hubungan kemandiran kerja dan keterikatan kerja pada karyawan Generasi Milenial. Dapat disimpulkan bahwa kemandirian kerja dapat mempengaruhi kebosanan Generasi Milenial dalam bekerja dan rendahnya tingkat kebosanan dalam bekerja tersebut dapat mempengaruhi keterikatan kerja yang dimiliki.

Hubungan antara Amanah dan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Perantau

Hasibuan, Muflihah Azahra Iska, Anindhita, Novia, Maulida, Nurul Hikmah, Nashori, H. Fuad

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2902.394 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study to find out the correlation between amanah and social support with subjective wellbeing in overseas students. Amanah was measured using Amanah Scale based on theory Ash-Shiddieqy. Social Support was measured using Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and to measured subjective well being using SWLS Scale and PANAS Scale. The population of this study were 230 students and the sample obtained 144 students by using quota sampling technique. The methods for data analysis were multiple regression. The results showed significant relationship between amanah and social support with subjective wellbeing in overseas students. Amanah and social support contributed 12.6% to subjective well being.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara amanah dan dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa perantau. Pengukuran amanah menggunakan skala amanah yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori dari Ash-Shiddieqy (1971). Pengukuran dukungan sosial menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan pengukuran kesejahteraan subjektif menggunakan SWLS dan skala PANAS. Populasi dari penelitian ini berjumlah 230 dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 144 mahasiswa dengan menggunakan teknik quota sampling. Proses analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara amanah dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada mahasiswa perantau. Amanah dan dukungan sosial secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 12.6 % terhadap kesejahteraan subjektif.

Konseling Kelompok Active Music Therapy Berbasis Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Meningkatkan Self-Efficacy Mahasiswa Millennials

Situmorang, Dominikus David Biondi, Wibowo, Mungin Eddy, Mulawarman, Mulawarman

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2995.204 KB)

Abstract

Abstract: This research is a new breakthrough in Indonesia, which integrates the approach of Cognitive Behavior Therapy (CBT) - as a conventional counseling approach with music therapy as expressive techniques in counseling. The aim of this study is to determine the effectiveness of group counseling service implementation of CBT with active music therapy technique to improving self-efficacy of millennials students. This study used quasi-experimental design (pretest, posttest, and follow-up). Group counseling was conducted for 5 meetings (each meeting was 100 minutes), and follow-up was performed after 2 weeks of treatment. Subject selection using purposive sampling technique that is based on inclusion criteria and level of self-efficacy obtained from self-efficacy scale. The results of this research showed that group counseling of CBT with active music therapy technique was significantly effective in improving self-efficacy of millennials students at pretest vs. posttest, pretest vs. follow-up, and posttest vs. follow-up.Abstrak: Penelitian ini merupakan terobosan baru di Indonesia yang mengintegrasikan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) - sebagai pendekatan konseling konvensional dengan music therapy sebagai expressive techniques in counseling. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok CBT dengan teknik active music therapy untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa millennials penyusun skripsi. Penelitian ini meng­gunakan desain quasi-eksperimental (pretest, posttest, dan follow-up). Konseling kelompok dilaksanakan selama 5 pertemuan (tiap pertemuan 100 menit), dan follow-up dilakukan setelah 2 minggu diberikan treatment. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling didasarkan pada kriteria inklusi dan tingkat self-efficacy yang diperoleh dari self-efficacy scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok pendekatan CBT dengan teknik active music therapy secara signifikan efektif untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa millennials pada saat pretest vs. posttest, pretest vs. follow-up, dan posttest vs. follow-up. 

Fanatisme dan Perilaku Agresif Verbal di Media Sosial pada Penggemar Idola K-Pop

Eliani, Jenni, Yuniardi, M. Salis, Masturah, Alifah Nabilah

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2886.379 KB)

Abstract

Abstract: Verbal aggressive behavior that often occurs in social media is usually triggered by fanaticism on certain objects. The purpose of this research is to look at the relationship of fanaticism with verbal aggressive behavior in social media conducted by fans-idol of K-pop. This research used correlational quantitative method. The subjects of this study are fans-idol of K-pop numbered 915 people. Data collected with fanaticism scale and verbal aggression in media social scale. The data retrieval is done by using google forms application which contains the research instrument, which is disseminated through the social media forum of fans-idol of K-pop. This study showed there was a positive relationship of fanaticism with verbal aggressive behavior in social media on fans-idol of K-pop (r = 0.626 and p = 0,000). Fans-idol of K-pop who have high fanaticism will have high verbal aggressive behavior, otherwise fans-idol of K-pop who have low fanaticism will have a low verbal aggressive behavior.Abstrak: Perilaku agresif verbal yang sering terjadi di media sosial biasanya dipicu oleh fanatisme pada objek tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan fanatisme dengan perilaku agresif verbal di media sosial yang dilakukan oleh penggemar-idola K-pop. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah penggemar-idola K-pop berjumlah 915 orang. Data dikumpulkan dengan skala fanatisme dan agresi verbal dalam skala sosial media. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi formulir google (google form) yang berisi instrumen penelitian, yang disebarkan melalui forum media sosial penggemar-idola K-pop. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif fanatisme dengan perilaku agresif verbal di media sosial pada penggemar-idola K-pop (r = 0,626 dan p = 0,000). Fans-idola K-pop yang memiliki fanatisme tinggi akan memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi, jika tidak penggemar-idola K-pop yang memiliki fanatisme rendah akan memiliki perilaku agresif verbal yang rendah.

Strategi Penanganan Konflik pada Proses Penggabungan Perguruan Tinggi Swasta

Dudija, Nidya

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3128.293 KB)

Abstract

Abstract: Merger of academies to be one university is a way to perform effectivity and efficiency of the foundation as the organizer of education. The process of conveying the idea will face challenges and conflicts such as opposition to the idea of merging universities. Conflict can be a functional and dysfunctional role in the organization, depending on how the organization is able to manage the conflict and use appropriate conflict management strategies. The research was conducted at one of the private universities in Bandung that has combined four academies to form the University. This research uses a qualitative approach case study. The results of this study indicate that the foundation has an important role during the merging process, the foundation selects direct leaders (Rector of the University) from external parties to facilitate the process of forming a new culture, then the Foundation manages the conflict using a compromise strategy and collaboration to all academic communities so that conflicts arise functional role and improve post-merge University performance.Abstrak: Penggabungan sekolah tinggi menjadi universitas adalah salah satu cara untuk me­lakukan efektifitas dan efisiensi yayasan sebagai penyelenggara pendidikan. Proses menyampaikan ide akan menghadapi tantangan dan konflik seperti oposisi terhadap gagasan menggabungkan universitas. Konflik dapat berperan fungsional dan disfungsional dalam organisasi, tergantung pada bagaimana organisasi mampu mengelola konflik dan menggunakan strategi manajemen konflik yang tepat. Penelitian ini dilakukan di salah satu universitas swasta di Bandung yang telah menggabungkan empat sekolah tinggi untuk membentuk universitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif case study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yayasan memiliki peran penting selama proses penggabungan, yayasan memilih langsung pemimpin (Rektor Universitas) dari pihak eksternal untuk memfasilitasi proses pembentukan budaya baru, kemudian Yayasan me­ngelola konflik menggunakan strategi kompromi dan kolaborasi untuk semua komunitas akademis sehingga konflik muncul peran fungsional dan meningkatkan kinerja universitas pasca-penggabungan.

Proses Pengambilan Keputusan Pembelian di Toko Daring: Peran Faktor Psikologis Persepsi Kualitas Produk dan Tingkat Kepercayaan

Syaiful, Irfan Aulia, Rizal, Khairul, Sari, Anggit Verdaningrum Kumala

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3006.877 KB)

Abstract

Abstract: As changes in purchasing behavior from conventional stores into online stores, fundamental things in consumer psychological processes such as quality perceptions and trust levels need to be reexamined. This research tries to know the contribution of product quality perception and consumer trust in shaping purchasing decision at online store. Sampling in this research was done by incidental sampling technique. Criteria subject used as a sample of research is consumers aged 18-30 years and have been making purchases in online stores at least three times. By using this technique, the subject is 485 people. The results show that product quality and consumer trust are a positive predictor of purchasing decisions at online stores. This study provides evidence that on online purchases, buyers consider almost uniformly the quality of products and online stores that sell products before making a purchase.Abstrak: Seiring berubahnya tingkah laku pembelian dari toko konvesionalmenuju toko daring, maka hal mendasar dalam proses psikologis konsumen seperti persepsi kualitas dan tingkat kepercayaan perlu dikaji ulang. Penelitian ini mencoba mengetahui kontribusi persepsi kualitas produk dan kepercayaan konsumen dalam membentuk keputusan pembelian di toko daring. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik incidental sampling. Kriteria subjek yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah konsumen berusia 18 – 30 tahun dan sudah pernah melakukan pembelian di toko daring minimal tiga kali. Dengan menggunakan teknik tersebut diperoleh subjek 485 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepercayaan konsumen menjadi prediktor positif terhadap keputusan pembelian pada toko daring. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pada pembelian daring, pembeli mempertimbangkan secara hampir seimbang kualitas produk dan toko daring yang menjual produk sebelum melakukan pembelian.

Komitmen Beragama dan Kepuasan Perkawinan pada Pasangan yang Bekerja Menjadi Tenaga Kerja Indonesia

Ghufron, M Nur, Suminta, Rini Risnawita

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2991.088 KB)

Abstract

Abstract: The aim of the present study was to determine the relationship between religious commitment and marital satisfaction among couples worked as Indonesian Migrant Workers. This study involved 51 samples of married couples and one of whom worked as Indonesian Migrant Workers (TKI) who live in Ponorogo District. The sampling technique used is convenience sampling. Data collection techniques used in this study in the form of scales and checklists. The data analysis in this study done by using correlation technique. Based on result of analysis test obtained that religious commitment have positive correlation with marital satisfaction equal to r = 0,364; p = 0,009.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara komitmen beragama dengan kepuasan kerja pada pasangan yang bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia di luar Negeri. Penelitian ini melibatkan 51 sampel pasangan yang telah menikah dan salah satunya bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di Kabupaten Ponorogo. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah  convenience sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk skala. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi. Berdasarkan hasil uji analisis diperoleh bahwa komitmen beragama mempunyai korelasi positif dengan kepuasan perkawinan sebesar r= 0,364; p=0,009.

Peningkatan Resiliensi pada Penyintas Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Terapi Kelompok Pendukung

Kurniawan, Yudi, Noviza, N.

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3011.046 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to increase resilience among survivors of violence against women through support group therapy. As resilience increases, survivors of violence against women form a powerless community of women as a vehicle for victims of violence to share experiences. This research is important because the number of violence against women shows an increasing trend from year to year. The hypothesis in this study is that there are differences in resilience of survivors of violence against women in experimental group and control group after group therapy. Subjects in this study were 10 women victims of violence aged between 35-40 years at Seruni Kota Semarang Integrated Service Center and divided into experimental groups and control groups. The measuring tool used is Modified Connor-Davidson Resilience Scale. Modules were taken from the therapy groups of Brabender, Smolar, and Fallon supporters (2004). The study used quasi experiment with non-randomized pretest-posttest control group design. Data were analyzed using different test of independent sample t-test. The result of the research shows that there is difference of resilience scores of survivors against women in experimental group and control group with p = 0,001 (p <0,05). In conclusion, support group therapy is effective to increase resilience to survivors of violence against women.Abstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan resiliensi pada penyintas kekerasan terhadap perempuan melalui terapi kelompok pendukung. Setelah resiliensi meningkat, penyintas kekerasan terhadap perempuan membentuk komunitas perempuan berdaya sebagai wadah korban kekerasan untuk berbagi pengalaman. Penelitian ini penting karena jumlah kekerasan terhadap perempuan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan resiliensi penyintas kekerasan terhadap perempuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan terapi kelompok pendukung.Subjek dalam penelitian ini adalah 10 perempuan korban kekerasan berusia antara 35-40 tahun di Pusat Pelayanan Terpadu Seruni Kota Semarang dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah Modified Connor-Davidson Resilience Scale. Modul diambil dari terapi kelompok pendukung (Brabender, Smolar, & Fallon, 2004). Penelitian menggunakan quasi experiment dengan non randomized pretest-posttest control group design. Data dianalisis menggunakan uji bedaindependent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skor resiliensi penyintas kekerasan terhadap perempuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan p=0,001 (p<0,05). Kesimpulannya, terapi kelompok pendukung efektif untuk meningkatkan resiliensi pada penyintas kekerasan terhadap perempuan.

Religiositas, Kecerdasaan Emosi, dan Tawadhu pada Mahasiswa Pascasarjana

Tiaranita, Yola, Saraswati, Salma Dias, Nashori, Fuad

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.571 KB)

Abstract

Abstract: The aim of this research is to find out the effect of religiosity and emotional intelligence to tawadhu in post-graduate students of UII. The hypothesis of this research is there is posotive correlation between religiousity and emotional intelligence with tawadhu. The subject of this research are 117 post-graduate students of UII. The questionnaire used in this research is Islamic Humility Scale, Religiousity Scale, and Emotional Intelligence Scale. Based on double-regression in SPSS version 16, there is a positive correlation between religiousity and emotional intelligence to tawadhu with signification value of 0,000 (p<0,05) and F score of 14,294.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable-variabel religiositas dan kecerdasan emosi terhadap sikap tawadhu mahasiswa pascasarjana. Hipotesis penelitian adalah ada korelasi yang positif antara religiositas dan kecerdasan emosi dengan sikap tawadhu. Skala yang digunakan adalah Skala Tawadhu, Skala Kecerdasan Emosi, dan Skala Religiositas. Subjek penelitian ini berjumlah 117 mahasiswa pascasarjana. Berdasarkan uji regresi ganda, diketahui bahwa terdapat korelasi positif antara religiositas dan kecerdasan emosi dengan sikap tawadhu dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p <0,05) dan F sebesar 14,294.