cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi is a research journal published by Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It’s published twice in a year, always put the human and humanity as the main focus of academic study with a comprehensive approach. The journal is a medium to communicate the results of research related to psychology, published to serve the study of psychology forum in Indonesia and other parts of the world in a global context.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Bahagia dalam Meraih Cita-cita: Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Teknik Arsitektur Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Efikasi Diri Alfinuha, Setyani; Nuqul, Fathul Lubabin
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2837.641 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v2i1.1357

Abstract

Abstract: Subjective well-being is people’s evaluation of they life. It includes evaluation about cognitive and affective. People have higher subjective well-being, they have a more positive affective or good feelings and satisfied with the life they have. Contrary, people who have lower subjective well-being tend to overcome negative feelings in him. Therefore, subjective well-being is very important in the life of every individual is no exception to the new students. There are many factors that influence the subjective well-being such as sex, religion, education, intelligence emotion regulation and self efficacy. This study focused on the influence of self efficacy and regulasi emosi toward subjective well-being. This study aims to look at the effects of self-efficacy and emotion regulation towards students’s subjective well-being. The study involved 107 new students majoring in engineering architecture that consists of 51 men and 56 women This study uses a quantitative approach which is measured using four scales that is Possitive and Negative Affect Schedule (PANAS) and Satisfaction with Life Scale (SWLS), General Self efficacy (GSE), and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure emotion regulation. The results show that there is the influence of self-efficacy and emotion regulation on subjective well-being. Simultanously, self-efficacy and regulation of emotions influence subjective well-being of 32.5% to the subjective well-being. But partialy, self efficacy more has contribute to subjective well-being, than emotion regulation.Abstrak: Subjective well-being merupakan evaluasi individu terhadap kehidupannya yang meliputi penilaian kognitif dan afeksi. Individu dikatakan memiliki subjective well-being tinggi jika mengalami lebih banyak afeksi positif atau perasaan menyenangkan dan puas atas kehidupan yang dimiliki. Sebaliknya, orang yang memiliki subjective well-being rendah cenderung diliputi perasaan-perasaan negatif dalam dirinya. Oleh sebab itu, subjective well-being sangat penting dalam kehidupan setiap individu tidak terkecuali pada mahasiswa baru. Ada banyak faktor yang mempengaruhi subjective well-being antara lain jenis kelamin, religiusitas, pendidikan, kecerdasan, regulasi emosi dan self efficacy. Penelitian ini mem­focus­kan tentang pengaruh efikasi diri dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Penelitian ini melibatkan 107 orang mahasiswa baru jurusan teknik arsitektur yang terdiri dari 51 orang laki-laki dan 56 orang perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang diukur menggunakan empat skala yaitu Possitive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction with Life Scale (SWLS), General Self efficacy (GSE) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis yang dilakukan adalah analisis deskripsi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self efficacy dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Secara bersama-sama, self efficacy dan regulasi emosi mempengaruhi subjective well-being sebesar 32,5%terhadap subjective well-being. Secara terpisah, self efficacy memberikan sumbangan sebanyak 21,62% dan regulasi emosi sebanyak 3,53% terhadap subjective well-being.
Kerendahhatian dan Pemaafan pada Mahasiswa Kusprayogi, Yogi; Nashori, Fuad
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.528 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.963

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between humility and forgiveness in students. Respondents in this research are 252 students majoring in Psychology, Faculty of Psychology and Social and Cultural Sciences, Islamic University of Indonesia, with ages range from 17 to 24 years old. The hypothesis put forward by researchers is that there is positive correlation between the variables of humility and forgiveness in students. The research data in this study were analyzed using analytical techniques and product moment correlation from Karl Pearson; that is used to examine the relation between variables. The results showed that there is a positive correlation between humility and forgiveness (r = 0. 508 and p <0. 05) with the contribution of humility on the forgiveness of 25. 8%. Other results showed that there are different aspects of humility that contribute to forgiveness, in terms of demographic variables of age and gender.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kerendahhatian dan pe­maafan pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah 252 mahasiswa jurusan psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, dengan rentang usia 17-24 tahun. Hipotesis yang diajukan peneliti adalah adanya hubungan positif antara variabel kerendahhatian dan pemaafan pada mahasiswa. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis dan korelasi product moment dari Karl Pearson yang digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara kerendahhatian dan pemaafan(r= 0, 508 dan p<0, 05) dengan kontribusi variabel kerendahhatian pada pemaafan sebesar 25, 8%. Hasil lainnya menunjukkan ada perbedaan aspek kerendahhatian yang berkontribusi pada pemaafan ditinjau dari variabel demografi usia dan jenis kelamin. 
Harapan, Tawakal, dan Stres Akademik Husnar, Anni Zulfiani; Saniah, Siti; Nashori, Fuad
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2796.748 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v2i1.1179

Abstract

Abstract: This study aimed to find out the effect of hope and tawakal toward academic stress among undergraduate students. This study used quantitative method with 102 under­graduate students from Islamic college as subjects of this research. Data were collected through three reliable and valid scales; Hope Scale, Tawakal Scale, and Academic Stress Scale. The result of data using multiple regression analysis showed a negative effect of hope and tawakal together toward academic stress among undergraduate students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh harapan dan tawakal terhadap stres akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sebanyak 102 mahasiswa S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di D.I. Yogyakarta yang ditentukan dengan teknik accicedental sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga skala kepada masing-masing subjek, yaitu Skala Harapan, Skala Tawakal, dan Skala Stres Akademik yang reliabel dan valid. Hasil analisis data menggunakan regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh negatif dari harapan dan tawakal secara bersama-sama terhadap stres akademik pada mahasiswa.  
Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen dalam Bertransaksi di Media Sosial Syaiful, Irfan Aulia; Sari, Anggit Verdaningrum Kumala
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.07 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.904

Abstract

Abstract: This research is in the area of consumer behavior. Many of these factors can be confusing for company to map consumer behavior into its target market. Therefore, the purpose of this study was to determine the factors influencing consumer behavior transactions in social media. This research using qualitative method. Our subjects involved 5 consumers who make transactions in social media. Techniques of data collection is done by observation and structured interviews, while the data collection tool used as interview guides and recorder. Based on the results it was found that four of these factors influence consumer behavior in social media, in the cultural factors such as between consumers and sellers adjust to each other in the language selection, social factors such as testimonials, offer from a friend, how the seller described the product, personal factors such as convenience at shopping (even when in the bathroom), while psychological factors such as discounts, product packaging and delivery speed.Abstrak: Banyak faktor yang membingungkan perusahaan dalam memetakan perilaku konsumen yang menjadi targetnya. Penelitian ini berupaya menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku transaksi konsumen di media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang melibatkan sebanyak 5 orang dengan karakter telah sering melakukan transaksi belanja lewat media sosial. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjuk­kan, ada tiga faktor yang me­me­ngaruhi perilaku konsumen di media sosial. Pertama, faktor budaya seperti antara kesesuaian bahasa antara konsumen dan penjual, faktor sosial seperti testimonial, tawaran dari teman, cara penjual mendeskripsikan produk. Kedua, faktor pribadi seperti kemudahan berbelanja. Ketiga, faktor psikologis seperti diskon, waktu pengiriman, dan pengemasan produk.
Pengaruh Pembacaan dan Pemaknaan Ayat-ayat al-Qur’an terhadap Penurunan Kecemasan pada Santriwati Mar'ati, Rela; Chaer, Moh. Toriqul
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.431 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.966

Abstract

Abstract: Everyone has experienced anxiety at certain moments in his life. But if anxiety is excessive and left alone without proper treatment it will become maladaptive behaviors that harm and degrade the quality of life. This article aims to examine empirically the effect of reading and meaning of the verses of the Qur'an to the decrease anxiety of santriwati Ar Rohmah Aliyah Boarding School Ngawi. The hypothesis is reading and meaning of the verses of the Qur'an can reduce the level of anxiety in santriwati of Aliyah Pondok Pesantren Al-Rohmah Ngawi. The number of subjects in this study 80 female students with purposive sampling technique. The research method used experimental design with pretest-posttest control group design. Based on the test results Mann Whitney U and Wilcoxon for pretest, posttest, and follow-up on the experimental and control groups was concluded that the reading and interpreting process of the verses of the Qur'an significantly to lowering anxiety levels of santriwati in Ar Rohmah Aliyah Boarding School Ngawi.Abstrak: Setiap orang pernah mengalami cemas pada saat-saat tertentu dalam hidupnya. Namun jika kecemasan ini berlebihan dan dibiarkan saja tanpa ada penanganan yang tepat maka akan menjadi perilaku yang maladaptif yang merugikan dan menurunkan kualitas hidup. Artikel ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pembacaan dan pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an terhadap penurunan kecemasan santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ar Rohmah. Hipotesis yang diajukan adalah pembacaan dan pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an dapat menurunkan tingkat kecemasan santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ar-Rohmah Ngawi. Jumlah subjek dalam penelitian ini 80 santriwati dengan tehnik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan pretest-posttes control group design. Berdasarkan hasil uji Mann u whitney dan Wilcoxon untuk pretest, posttest, dan follow up pada kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh kesimpulan bahwa pembacaan dan pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an signifikan untuk menurunkan tingkat kecemasan santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ar Rohmah Ngawi. 
Menumbuhkan Keterlibatan Positif dalam Bekerja: Melalui Iklim Kompetisi ataukah Pengembangan Kompetensi? Sulistiobudi, Rezki Ashriyana; Kadiyono, Anissa Lestari
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2928.396 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v2i1.1273

Abstract

Abstract: The implementation of motivational climate to encourage achievement and performance has been discussed over decades but the existing research is still limited to academic, educational and sports contexts. This research discussed about motivational climate in the context of work with the approach of industrial and organizational psychology and its relationship to employee’s work engagement. Specifically, this research puts motivational climate as a resource in the framework of JDR-Model (Job Demand Resource Model) which helps employees in facing job challenges so that they feel more engaged in their work. This research was conducted on 76 employees in one of the SOEs (Stated Owned Enterprise) in West Java. Research approach through ex-post-facto study with multiple linear regression test. The result show that motivational climate significantly influence employee work engagement. Mastery climate as one dimension of motivational climate, plays a significant role to the positive engagement in work. In contrast, the performance of climate did not signifcantly related to work engagement. Thus, support system for self-development and program to improve employee ability can serve as a job resource that contributes to engagement. Climate to encourgages competitionn among employee should be aplied together with opportunity to self development. Therefore, practically, it is important to consider how employee development programs can be implemented in a continously and balanced manner rather than competition program merely.Abstrak: Penerapan motivational climate untuk mendorong iklim berprestasi dan performansi sudah sangat banyak dibahas bahkan berpuluh tahun sebelum ini. Hanya, penelitian yang ada masih terbatas pada konteks akademik, pendidikan dan bidang olahraga. Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dibahas mengenai motivational climate di konteks pekerjaan dengan pendekatan psikologi industri dan organisasi dan perannya terhadap work engagement karyawan. Secara spesifik, penelitian ini mendudukkan motivational climate sebagai resource dalam kerangka JDR-Model (Job Demand Resource Model) yang mem­bantu karyawan dalam menghadapi tantangan pekerjaan sehingga lebih merasa engaged dalam bekerja. Penelitian ini dilakukan terhadap 76 orang karyawan di salah satu BUMN di Jawa Barat. Pendekatan penelitian melalui ex-post-facto study dengan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh hasil bahwa motivational climate berperan signifikan terhadap work engagement karyawan. Mastery climate sebagai salah satu dimensi dari motivational climate, berperan signifikan terhadap keterikatan positif dalam bekerja. Sebaliknya, performance climate ternyata tidak menunjukkan peran yang berarti. Dengan demikian, dukungan terhadap pengembangan diri dan kemampuan karyawan dapat berperan sebagai job resource yang berkontribusi untuk menumbuhkan perasaan engaged pada pekerjaannya. Jika iklim yang mendorong kompetisi antar karyawan diterapkan begitu saja tanpa dibarengi kesempatan pengembangan diri maka tidak akan berdampak pada engagement karyawan. Oleh sebab itu, secara praktis sebaiknya perusahaan mem­per­timbang­kan bagaimana program-program pengembangan kemampuan kerja dan pengembangan diri karyawan dapat diimplementasikan dengan berkesinambungan dan seimbang daripada hanya sekedar program kompetisi kerja semata. 
Gambaran Ketangguhan Ibu dalam Mengasuh Anak Autis Daulay, Nurussakinah
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.939 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.929

Abstract

Abstract: This study aimed to look at the profile picture of hardiness in mothers of children with autism in the city of Medan. A total of 58 mothers were included in this study. Sampling was done by purposive sampling. The method was used to descriptive quantita­tive method. Data were taken using a measuring instrument such as Hardiness scale (Dispositional Resilience Scale/DRS-15). Processing and analysis of statistical data was descriptive, meaning that findings such as demographic data, aspects of hardiness and other additional data will be analyzed in the form of a minimum score, maximum score, mean and standard deviation, in order to illustrate the hardiness profile comprehensively. The results showed that the picture of the strength of the mothers of children with autism in average level. Judging from the hardiness, found that aspects of the commitments had the highest mean score, followed by the control aspect and the aspect of the challenge.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran profil ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis di kota Medan. Sebanyak 58 ibu-ibu dilibatkan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Data diambil dengan menggunakan alat ukur berupa skala Ketangguhan (Dispositional Resilience Scale/DRS-15). Cara pengolahan dan analisa data statistik bersifat deskriptif, artinya temuan seperti data demografi, aspek ketangguhan dan data tambahan lainnya akan dianalisa berupa skor minimum, skor maksimum, mean dan standar deviasi, agar dapat menggambarkan profil ketangguhan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis berada dalam kategori sedang. Ditinjau dari aspek ketangguhan yang dikemukakan oleh Maddi & Kobasha (1980), ditemukan bahwa aspek komitmen memiliki nilai mean tertinggi, kemudian diikuti dengan aspek kontrol dan aspek tantangan. Implikasi penelitian ini sebagai data awal untuk melihat gambaran profil ketangguhan ibu dalam mengasuh anak autis di kota Medan.Kata kunci: anak autis; ibu; ketangguhan
Pembentukan Rapport di Kelas: Analisis Psikologi Erawati, Muna
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.545 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.1001

Abstract

Abstract: The mastery of Arabic language is fundamental for students of Islamic Higher Education. But, generally student’s score on Arabic test did not support this expectation. Some students reported that they felt inconvenient and insecure on Arabic lesson also with the lecturer. Even though, positive relationship between lecturer and students was important for creating and also keeping student’s motivation in studying Arabic. This study aimed to analyze of rapport building between lecturer and students in classroom context. There were three questions, what kinds of strategy lecturers were applied to build and maintain rapport with students, which factors determine the building of rapport between lecturer and students, and how to describe the mechanism of rapport building between lecturer and student? Using qualitative approach, this study collected data from students and lecturers by questionnaire, observation, and interview. There were nine strategies used by lecturers to build rapport with students. The study found six factors determine the quality of lecturer and students’ rapport.Abstrak: Penguasaan Bahasa Arab penting bagi calon sarjana dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Tetapi, skor tes mereka tidak mendukung harapan ini. Sebagian mahasiswa melaporkan mereka kurang percaya diri, nyaman, dan aman saat mengikuti kuliah Bahasa Arab maupun dalam interaksi dengan dosen pengampu. Padahal perasaan aman dan nyaman tersebut bermanfaat untuk memelihara dan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Riset ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan rapport antara dosen dengan mahasiswa dalam konteks pembelajaran di kelas. Pertanyaan penelitian meliputi, apa sajakah strategi dosen yang diterapkan untuk membentuk rapport, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pembentukan rapport, dan bagaimana mekanisme ter­bentuknya rapport antara dosen dengan mahasiswa? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui teknik kuesioner, observasi, dan interviu. Ada sembilan strategi pembentukan rapport yang ditemukan. Terdapat enam faktor yang memengaruhi pembentukan rapport dosen-mahasiswa.
Motivasi Berprestasi Siswa Ditinjau dari Fasilitasi Sosial dan Ketakutan akan Kegagalan Fakhria, Milcha; Setiowati, Erni Agustina
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2811.252 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v2i1.1279

Abstract

Abstract: The aim of this research is to determine the relationship between social facilitation and fear of failure with achievement motivation. The hypothesis proposed by researchers is that there is a correlation between social facilitation and fear of failure with achievement motivation. The samples included in this research are 200 high school students of tenth graders from SMAN 2 Semarang, MAN 1 Semarang, and SMA Gita Bahari. The measuring tool used consists of three scales, namely the scale of achievement motivation, social facilitation scale, fear of failure scale. Data analyzed used multiple regression and partial correlation. The results showed that there was a significant correlation between social facilitation and fear of failure with achievement motivation, R = 0,528 and F = 38,028 at p = 0,000 (p<0,01).  The results of partial correlation test indicate that social facilitation was positively linked to achievement motivation while the fear of failure was negatively linked to achievement motivation.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fasilitasi sosial dan ketakutan kegagalan dengan motivasi berprestasi. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah adanya korelasi antara fasilitasi sosial dan ketakutan akan kegagalan berprestasi. Sampel yang termasuk dalam penelitian ini adalah 200 siswa SMA kelas sepuluh dari SMAN 2 Semarang, MAN 1 Semarang, dan SMA Gita Bahari. Alat ukur yang digunakan terdiri dari tiga skala, yaitu skala motivasi berprestasi, skala fasilitasi sosial, skala ketakutan. Data yang dianalisis menggunakan regresi berganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fasilitasi sosial dan ketakutan kegagalan dengan motivasi berprestasi, R = 0,528 dan F = 38,028 pada p = 0,000 (p <0,01). Hasil uji korelasi parsial menunjukkan bahwa fasilitasi sosial dikaitkan secara positif dengan motivasi berprestasi sedangkan ketakutan akan kegagalan dikaitkan secara negatif dengan motivasi berprestasi. 
Penyusunan dan Pengembangan Alat Ukur Employee Engagement Titien, Titien
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.191 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v1i1.958

Abstract

Abstract: This research was aimed to develop an instrument which can measure employee engagement score, which is based on Schaufeli’s theoretical framework. The previous instrument which was called Utretch Work Engagement Scale (UWES) was developed using content and construct validity. The content validity test was done by assessing some experts and using Aiken’s V, while construct validity was proved by item total correlation and factor analysis. Content validity test was conducted by getting input from fifteen experts in Psychology to evaluate the contents of 32 items. The Aiken’s V was used to evaluate the coefficient of each items (in which good range was from 0,645 to 0,98). The overall internal consistency was assessed using Cronbach alpha which showed the coefficient of reliability of 0,934 after deleting the items below 0,4, whereby leaving only 22 items for conducting the construct validity. Confirmatory factor analysis was done using factor analysis. 135 staffs in one of Plantation Company in Balikpapan were participated in this study. The confirmatory factor analyses produced a cross loading factors between three aspects of employee engagement which after confirming back to blueprint remaining only 8 items, which is distributed into 4 items for vigor, 2 items each for dedication and absorption.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen yang dapat mengukur skor employee engagement yang didasarkan pada kerangka teoritis yang dikemukakan oleh Schaufeli. Instrumen sebelumnya dikenal dengan Utretch Work Engagement Scale (UWES) yang dikembangkan dengan menggunakan validitas isi dan konstrak. Validitas isi diuji melalui judgment dari para ahli di bidang Psikologi dan menggunakan Aiken’s V, sedangkan validitas konstrak dibuktikan dengan korelasi item-total dan analisis faktor. Validitas isi diperoleh dari 15 orang yang ahli di bidang Psikologi untuk mengevaluasi isi dari 32 item. Aiken’s V digunakan untuk mengevaluasi koefisien dari setiap item (range yang baik berada di rentang 0,645 sampai 0,98). Konsistensi internal diperoleh melalui alpha Cronbach dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,934 setelah item-item yang memiliki nilai di bawah 0,4 dikeluarkan. Total item yang tersisa berjumlah 22 item untuk kemudian dilakukan uji validitas konstrak. Confirmatory factor analysis dilakukan melalui analisis factor. Sebanyak 135 staf di salah satu Perusahaan Plantation di Balikpapan berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis factor menunjukkan adanya factor yang saling tumpang tindih antara ketiga aspek dari employee engagement, yang setelah dikonfirmasi kembali ke blueprint menyisakan sebanyak 8 item, 4 item untuk aspek vigor, 2 item masing-masing untuk aspek dedication dan absorption.