cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Model Pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD) Berbasis Agribisnis di Pedesaan Swapraja Biboki Nafanu, Sirilius
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i02.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengembangan koperasi unit desa (KUD) berbasis agribisnis di pedesaan swapraja Biboki. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan yang memiliki Lembaga KUD yaitu Kecamatan Biboki Utara, Biboki Selatan dan biboki Anleu. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembangunan KUD di swapraja Biboki untuk percepatan ekonomi daerah, sangat perlu adanya kemitraan. Kemitraan yang dimaksud adalah dalam bentuk partisipasi dari semua unsur yang terkait untuk pengembangan KUD. Pembangunan koperasi didasari oleh adanya potensi di daerah yang dapat mendukung berjalannya KUD, antara lain: masyarakat tani, pengusaha kecil dan industri rumah tangga. Peran serta pihak swasta, yaitu perusahaan-perusahaan besar sangat diperlukan untuk mengisi dan melengkapi berbagai program pemerintah. Pihak pengusaha yang berada pada posisi yang kuat dapat membantu KUD pada posisi yang lemah dalam bentuk jaringan kemitraan.  Hubungan ini dapat memberikan keuntungan kepada KUD, yaitu: transfer teknologi yang lebih unggul; memperoleh informasi dan peluang pasar secara cepat;  dapat membuka akses terhadap modal dan pasar;  serta  adanya jaminan dan kepastian pasar bagi produk industri kecil dan industri rumah tangga. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Sawah di Desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur Neonbota, Serafina Laka; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i03.104

Abstract

Penenitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah yang dilakukan di desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur, dengan pertimbangan lokasi ini memiliki produksi tertinggi di Kecamatan Noemuti Timur. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, sampel yang diambil menggunakan metode Slovin sehingga diperoleh responden sebanyak 78 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Faktor-faktor Faktor luas lahan,benih, pupuk,tenaga kerja,pengalaman, pendidikan dan modal secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Secara (parsial) faktor pupuk,tenaga kerja dan modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah. Sedangkan faktor luas lahan,benih,pengalaman dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. 
Efisiensi Penggunaan Dana Bantuan Pemda NTT melalui Program Anggur Merah Bagi Kelompok Usaha Produktif di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara Duli, Dominikus Kopong
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i03.105

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh pengeluaran terhadap penerimaan dan laba/rugi bagi kelompok usaha penerima bantuan Program Anggur Merah di Kelurahan Maubeli. Jika pengeluaran lebih kecil dari penerimaan  maka kelompok memperoleh keuntungan. Sebaliknya pengeluaran lebih besar dari penerimaan maka kelompok menderita kerugian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima  belas kelompok yang memanfaatkan  dana bantuan, sebanyak tujuh kelompok (46,67%) masuk dalam kategori efisien karena memperoleh keuntungan. Sedangkan delapan kelompok lainnya (53,33%) menderita kerugian. Ada beberapa kelopompok usaha yang cukup produktif dalam memanfaatkan modal bantuan. Kelompok yang memperoleh keuntungan lebih besar sepuluh juta setahun berjumlah 2 kelompok (28,57%). Kelompok yang memperoleh keuntungan lima juta, namun lebih kecil sepuluh juta berjumlah 2 kelompok (28,57%). Kelompok yang memperoleh keuntungan  lebih besar satu juta, namun di bawah lima juta berjumlah 3 kelompok (42,86%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada delapan kelompok usaha yang kurang beruntung atau mengalami kerugian.  Kelompok yang mengalami kerugian di atas sepuluh juta berjumlah 2 kelompok (25%), sedangkan kelompok yang mengalami kerugian diatas 5 juta namun di bawah 10 juta, berjumlah 3 kelompok (37,5%). Sedangkan kelompok yang mengalami kerugian diatas 1 juta namun dibawa lima juta berjumlah 3 kelompok (37,5%). 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Tanah di Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara Kolo, Kristina; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i03.106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usahatani kacang tanah dan faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah. Metode analisis data yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan model analisis Cobb-Douglas. Gambaran usahatani kacang tanah di desa penelitian dimulai dari tahap persiapan benih, pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, penyiangan yang dilakukan dengan dua tahap, panen dan pasca panen. Pada uji F, faktor modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah. Sedangkan pada uji T, secara sendiri- sendiri (parsial) faktor luas lahan, benih memiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi usahatani kacang tanah. Sedangkan pngalaman usahatani, pendidikan, modal, tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah. Nilai  Kofisien Determinasi (R2) sebesar 0.675  atau  mencapai  67,5%, angka  tersebut  menunjukkan  bahwa kemampuan  variabel  bebas  dalam memberikan  informasi  untuk menjelaskan keragaman variabel terikat relatif  tinggi.  Hasil  tersebut  dapat disimpulkan  bahwa  variabel independen memiliki  pengaruh  sebesar  67,5%  terhadap  peningkatan  maupun penurunan  produksi sedangkan sisanya  32,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar faktor yang diteliti. 
Strategi Pengembangan Usaha Biskuit Jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Kolo, Delfiana; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i03.107

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui gambaran  umum  usaha biskuit jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat, dan untuk mengetahui strategi pengembangannya. Metode analisis data yang digunakan  adalah 1) Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui gambaran umum strategi pengembangan usaha biskuit jagung; 2) Analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan,  kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelompok wanita tani lestari merupakan salah satu kelompok tani yang berada di desa subun  tualele, kecamatan insana barat, yang di bentuk pada Tahun 2000, dan  melakukan usaha biskuit jagung pada Tahun 2012,  yang semua anggotanya  terdiri dari para wanita dalam  melakukan  kegiatan  usaha  melalui pengolahan jagung menjadi biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis SWOT  di peroleh titik koordinat (0,86, 1,02) yang mana koordinat ini berada pada kuadran 1 (agresif), artinya usaha biskuit jagung  pada kelompok Wanita Tani Lestari memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik, sehingga Kelompok Wanita Tani Lestari dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mengembangkan usaha biskuit jagung selanjutnya. Mariks SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu WT1,WT2,WT3,WT4.dan analisis QSPM di gunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi–strategi terbaik yang paling utama  di lakukan Kelompok Wanita Tani Lestari dalam mengembangkan usaha biskuit jagung yaitu strategi 1 (WT3). II (WT1), III (WT4), IV (WT2). 
Strategi Pengembangan Usaha Pembuatan Tepung Tapioka pada Kelompok Tani Basamtasa Kecamatan Insana Barat Naibano, Goni Gundo; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i03.108

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Insana Barat, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran umum pengelolahan tepung dan strategi pengembangan industri tepung tapioka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Pembuatan tepung tapioka yang dilakukan dikelompok tani basamtasa semi modern dan relatif mudah mulai dari pengadaan bahan baku, pemotongan ubi, pengeringan, pengilingan, pengayakan sampai pemasaran. Berdasarkan grafik analisis SWOT titik kordinat 0,88 dan 1,24  berada pada kuadran I (Agresif) yang berarti posisi ini menandakan bahwa  situasi dalam usaha kelompok tani menguntungkan. Sesuai hasil matriks SWOT di peroleh 4 strategi utama yang dilakukan berdasarkan matriks SWOT diantara:1) Strategi SO : Kekuatan yang ada memiliki lahan sendiri,  ketersediaan bahan baku, kebersamaan yang dimiliki kelompok, dan komitmen dalam berusaha produksi tapioka  untuk memperoleh peluang dukungan PEMDA dan permintaan pasar yang ada. 2) Strategi WO : meningkatkan SDM untuk memproduksi tapioka, belum ada surat ijin,  dan promosi harus segara diatasi pelayanan yang lebih baik dari pemerintah  daerah untuk lebih membuka peluang permintaan pasar, yang lebih tinggi. 3) Strategi ST : Kekuatan yang ada komitmen dalam berusaha, dengan ketersedian bahan baku lebih diperkuat untuk mengantisipasi ancaman persaingan produk sejenis dari luar TTU. 4) Strategi WT : Meningkatkan SDM untuk dapat bersaing dengan pengusaha sejenis dari luar TTU dan meningkatkan promosi untuk jangkuan pemasaran yang lebih luas. 
Analisis Pendapatan Usahatani Sayur Kangkung di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara Tanii, Oktovianus; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i04.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum usahatani sayur kangkung, pendapatan petani dan keuntungan relatif petani kangkung di Kelurahan Bansone yang diperoleh petani dalam satu kali tanam.Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus sedangkan metode pengambilan data dilakukan secara survey. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tahap kegiatan usahatani sayur kangkung dimulai dari persiapan lahan, pemupukan dasar, penanaman, penyulaman, pemeliharaan seperti (penyiangan, pengendalian hama dan penyakit), panen dan pasca panen. Total biaya yang dikeluarkan dalam berusahatani sayur kangkung sebesar Rp.24.522.250/musim tanam dengan rata- rata biaya sebesar Rp.613.056/musim tanam, total penerimaan dari usahatani sebesar Rp.93.750.000/musim tanam dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.2.343.750,/musim tanam. Total Pendapatan yang diterima sebesar Rp.69.227.750/musim tanam dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1.730.694/musim tanam.Sedangkan total RC/Ratio sebesar 152,760 dan rata-rata RC/Ratio sebesar 4,0 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani yang dilakukan dapat menguntungkan secara ekonomis karena nilai RC ratio lebih besar dari 1. 
Analisis Implementasi Kebijakan Program Desa Mandiri Cinta Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara Kehik, Bernardus Seran; Kolne, Salesius Vitalis; Atanus, Fidelis
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i04.110

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pengelolaan lahan kering melalui program-program pengentasan kemiskinan diantaranya program Sari Tani di Kabupaten TTU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Mekanisme pelaksanaan yang telah direncanakan oleh BPMPD tidak maksimal diimplementasikan dikarenakan terkendala beberapa hal diantaranya; kurangnya kesadaran penerima manfaat dalam mengembalikan dana Sari Tani untuk digulirkan kembali. Implementor  kebijakan Program Desa Mandiri Cinta Petani kurang profesional dalam mengimplementasikan program Sari Tani karena kurang memberikan sosialisasi mengenai Program tersebut sehingga banyak masyarakat takut dalam menggunakan Dana Sari Tani tersebut. Indikator  pencapaian yang ditargetkan tidak dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini ditunjukkan dengan penerima manfaat tidak memahami tujuan pengelolaan dana Sari Tani secara baik, dan kelompok penerima sasaran belum maksimal menerapkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai usaha tani yang di kembangkan. 
Implementasi Marketing Mix Pada Pemasaran Abon Ikan di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Moensaku, Petrus Yanssen; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i04.111

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pemasaran abon ikan dan implementasi marketing mix pada pemasaran abon ikan. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode secara sensus dan sampel sebanyak 5 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, sedangkan metode analisis data yang digunakan metode ananlisis data deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran pemasaran abon ikan dispesifikan kedalam mananjemen pemasaran abon ikan yang dimulai dari perencanaan dengan mengamati suutuasi didasari permintaan dari konsumen, pelaksanaan yang dilakukan oleh anggota kelompok yang langsung menuju pada lokasi konsumen, pengendalian dlakukan untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan dan penyebabnya, serta evaluasi mengenai pelaksanaan pemasaran abon ikan, sedangkan implementasi marketing mix, produk diimplementasi berdasarkan pelatihan dan instruksi dari Standar Industri Indonesia, harga diimplementasi dengan menerapkan metode penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya dan harga yang ditetapkan Rp. 20.000,- dan $2,5 Centavos, sedangkan tempat diimplementasi pada 2 lokasi yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara dan perbatasan RI-RDTL, promosi diimplementasikan berdasarkan pada frekuensi produksi yang dilakukan. 
Analisis Finansial Usaha Abon Ikan pada Kelompok Pengolahan Ikan Pantura di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Kaet, Leonardus; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v1i04.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Abon ikan dengan menggunakan NPV, IRR, Net B/C, ROI, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok pengolahan ikan Pantura merupakan salah satu kelompok yang dibentuk pada tahun 2012 yang terletak di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara. Kelompok ini terkenal dengan ciri khas usahanya berbahan baku ikan yakni Abon Ikan. Kelompok Pengolahan ikan Pantura menjadi wadah berkumpulnya beberapa Ibu Rumah Tangga yang berusaha untuk membantu dan menambah pendapatan yang belum maksimal memenuhi dan membiayai kebutuhan dalam rumah tangga mereka sehingga 100 % tenaga kerja berasal dari dalam kelompok. Pada tingkat suku bunga 12% usaha Abon ikan Pantura merk Anggrek layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV Rp. 3.700.383; IRR 29,61% (lebih besar dari nilai suku bunga pinjaman yang digunakan 12 %); Net B/C 1,02; ROI 20,79% dan nilai Break Event Point (BEP) sebesar 435 unit/tahun atau usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C akan mencapai titik impas jika mereka memproduksi abon ikan sebanyak 435 unit per tahun, dan sampai saat ini produksi abon ikan dari pusat usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C rata-rata bisa mencapai produksi 480 unit per tahun. Hal ini menandakan bahwa usaha abon ikan ini bisa dikembangkan karena memberikan keuntungan yang besar.