cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017" : 7 Documents clear
Analisis Pemasaran Buncis di Desa Oerinbesi Kecamatan Biboki Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara Pay, Yohana Albertin; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.342 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.173

Abstract

Buncis merupakan sayuran yang berpotensi ekonomi tinggi karena mempunyai peluang pasar yang cukup luas. Penelitian dan publikasi tentang pemasaran komoditi pertanian, dan perikanan di wilayah kabupaten TTU masih sangat minim, hal ini menyebabkan berbagai pihak terkait sulit untuk mendapatkan informasi yang bisa digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan oleh pemerintah, produsen, pedagang maupun konsumen yang lebih berpihak kepada petani produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran; 2) margin pemasaran; 3) farmer share; dan 4) efisiensi pemasaran buncis di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai Juli 2017 dengan petani sampel sebanyak 35 petani buncis. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga level saluran pasar yang terbentuk dalam pemasaran buncis di Desa Oerinbesi yakni saluran I Petani → Konsumen, saluran II Petani → Pengecer → Konsumen (Konsumen Atambua dan Kefamenanu) serta saluran III Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen (Konsumen Kefamenanu, Atambua dan Kupang). Margin pemasaran terbesar berada pada saluran pemasaran III khusus lokasi konsumen Kupang senilai Rp8.875,00 sedangkan terendah pada saluran I senilai Rp0,00 rata-rata nilai margin untuk tiga saluran pemasaran sebesar Rp3.402,50. farmer share tertinggi berada pada saluran I yakni 100% dan terendah pada saluran III lokasi Kupang yakni 31,06%, rata-rata farmer share untuk tiga saluran pemasaran yakni Rp65.657,00. Pemasaran buncis di desa Oerinbesi berdasarkan pendekatan struktur, perilaku dan tampilan pasar menunjukkan hasil tidak efisien pada struktur dan perilaku pasar, sedangkan keragaman pasar menunjukkan hasil tidak efisien. 
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Nahak, Matilde Hoar; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.739 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.174

Abstract

Desa Bannae merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Insana Barat dan memiliki produktivitas jagung yang tinggi karena masyarakat pada umumnya berprofesi sebagai petani dan menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) besarnya pendapatan yang diperoleh petani; dan 2) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di desa Bannae kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan Februari hingga Juni 2017. Populasi berjumlah 413 KK dengan sampel 40 responden. Untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dilakukan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang dikeluarkan selama berusahatani jagung selama satu musim tanam ada dua jenis biaya yaitu biaya variabel dan biaya tetap dengan total biaya sebesar Rp17.236.516,00 dengan rata-rata biaya sebesar Rp430.913,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung Rp63.190.000,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp1.579.750,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp45.953.483,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.148.837,00. Keuntungan relatif yang diperoleh petani rata-rata 3,61 dan dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis dan setiap pengeluaran satu rupiah dapat memberikan rata-rata keuntungan sebesar 3,61. 
Analisis Pendapatan Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Haki, Maria Goreti; Taena, Werenfridus
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.903 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.191

Abstract

Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara yang petaninya membudidayakan tanaman cabe rawit merah dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan usahatani cabe rawit merah; 2) mengetahui berapa besar keuntungan relatif berusahatani cabe rawit merah; dan 3) mengetahui strategi pengembangan usahatani cabe rawit merah. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2017. Penelitian  menggunakan metode survei. Untuk mengetahui pendapatan petani dilakukan analisis biaya, analisis pendapatan, analisis biaya. Keuntungan relatif dianalisis menggunakan R/C Ratio. Untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya yang dikeluarkan dalam usahatani cabe rawit merah meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp1.262.645,83 dan total biaya sebesar Rp18.939.688,00. Penerimaan usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam sebesar Rp135.420.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp7.737.354,16 dengan total pendapatan sebesar Rp116.480.312,50. Rata-rata penerimaan sebesar Rp9.000.000,00 dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.176.771,00, sehingga rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,12 yang artinya kegiatan usahatani cabe rawit oleh petani di desa Tapenpah layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. Faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Skor pembobotan untuk faktor kekuatan 3,2, kelemahan 1,5, peluang 1,95 dan ancaman 1,85. Berada pada kuadran I. 
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung pada Kelompok Tani Oelbubuk di Desa Oeolo Kecamatan Musi Kabupaten Timor Tengah Utara Karbaju, Alfrida; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.568 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.311

Abstract

Jagung di pulau Timor masih menjadi bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan sehingga selalu dibudidayakan pada saat musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; dan 2) pendapatan usahatani  jagung Kelompok Tani Oelbubuk di Desa Oeolo Kecamatan Musi Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di kelompok tani Oelbubuk, desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU, pada Bulan Januari sampai Agustus 2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga semua anggota kelompok tani menjadi responden yakni 20 responden. Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk menjawab kedua dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung yang dibudidayakan adalah jagung lokal yang dipersiapkan dari musim panen tahun lalu. Persiapan lahan dilakukan dengan memilih lahan yang akan mencukupi bagi seluruh anggota kelompok tani selanjutnya melakukan pembersihan dengan sistem tebas bakar pada lahan yang akan diolah. Penanaman jagung dilakukan pada bulan September-November dengan membuat lubang tanam dengan kedalaman 2,5 cm dan pada tiap lubang ditanami 3-4 biji jagung dengan jarak tanam 40-50 cm. Penyiangan dilakukan sekali dalam seminggu dengan menggunakan Roundup untuk membasmi gulma yang tumbuh di antara tanaman. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang. Jagung dipanen setelah berumur 95-100 hari. Panen dilakukan dengan cara memetik jagung dalam bentuk berkelobot setelah itu jagung dijemur di bawah sinar matahari hingga kering kemudian disimpan dan hasil produksinya siap untuk dipasarkan. Produksi pada musim panen tahun 2016 berkisar antara 195-250 kg dengan total keseluruhan produksi usahatani jagung sebesar 4.648 kg. Total produksi yang dijual sebesar 3,448 kg dengan harga jual Rp. 3.500/kg. Total penerimaan kelompok tani Oelbubuk sebesar Rp. 12,068,000. dengan rata-rata Rp. 603.400 per anggota. Pendapatan total sebesar Rp. 5,732,500 dengan rata-rata pendapatan masing-masing anggota sebesar  Rp. 286,625. per musim tanam.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Hijau di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Moy, Esterlina; Fallo, Yosefina Marice; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.312

Abstract

Io kufeu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani kacang hijau. Salah satu faktor yang menentukan keuntungan ekonomis suatu usahatani adalah jumlah produksi usahatani tersebut, sementara produksi itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sebuah usahatani sangat penting untuk diteliti agar diketahui bagaimana kontribusi setiap faktor terhadap produksi usahatani tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi petani agar menjaga efisiensi pemanfaatan dari setiap faktor produksi serta sebagai input pengambilan keputusan dalam pengembangan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang hijau di desa Tunabesi, kecamatan Io kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka, pada Bulan Februari sampai Juni 2016. Populasi berjumlah 554 orang dengan sampel sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,3% produksi usahatani kacang hijau dipengaruhi oleh luas lahan, benih, curahan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengalaman secara bersama-sama sedangkan sisanya 17,7% adalah variabel lain. Secara parsial hanya variabel benih dan pengalaman petani yang berpengaruh terhadap produksi kacang hijau sedangkan luas lahan, curahan tenaga kerja dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang hijau. 
Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Petani di Desa Usapinonot Kehik, Bernardus Seran; Mael, Medan Yonathan
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.319

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum desa serta pelayanan kepada masyarakat secara lebih terarah, terfokus dan lancar terutama program kegiatan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa dengan dasar pertimbangan bahwa akan memberikan suatu kehidupan yang layak dan makmur bagi masyarakat desa. Desa Usapinonot adalah salah satu desa di kecamatan Insana Barat, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga memperoleh ADD sebagaimana desa lainnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengelolaan ADD dalam peningkatan perekonomian masyarakat petani di desa Usapinonot. Penelitian dilaksanakan di desa Usapinonot, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan April sampai Juli 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel diambil menggunakan metode purposive, berjumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara 1) pengamatan (observation); 2) wawancara (interview); dan 3) studi pustaka (dokumentation study). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di desa Usapinonot telah dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian antara program dengan kebutuhan masyarakat. Untuk terjaminnya seluruh rangkaian program kegiatan masyarakat dalam pengelolaan ADD maka manajemen pengelolaan keuangan yang baik dan tepat sesuai anggaran telah ditetapkan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa dana yang telah disiapkan dalam kaitannya dengan kegiatan yang menjadi urgen dalam kehidupan masyarakat dilaksanakan sesuai dengan mata anggaran yang tersedia dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan menjamin kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Keselarasan program kegiatan dilaksanakan dengan cara keseluruhan kegiatan pembangunan yang ada harus diarahkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat agar hasil dari pembangunan yang dilaksanakan tidak mubazir dan pada akhirnya masyarakat memberikan respon yang positif terhadap rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan. Pertanggungjawaban dilakukan secara sistematis berdasarkan keseluruhan program yang ada maka dengan sendirinya membuka nuansa keterbukaan atau transparansi yang bersifat positif. 
Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui Program Padat Karya Pangan di Kecamatan Noemuti Mael, Medan Yonathan
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.824 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.321

Abstract

Penanggulangan masalah sosial rawan pangan di kabupaten TTU dilakukan pemerintah lewat berbagai program, salah satunya adalah pemerintah menerapkan program Padat Karya Pangan (PKP). Dalam tataran pelaksanaan, program PKP belum sepenuhnya mencapai target baik mencakup tujuan maupun sasaran yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program PKP di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh aparatur pemerintah yang bekerja pada Dinas Pertanian kabupaten TTU dan RTS-PM di kecamatan Noemuti sehingga total populasi berjumlah 192 orang. Responden ditentukan menggunakan metode purposive sampling berjumlah 28 orang. Secara operasional ukuran yang digunakan dalam mengkaji kebijakan pemerintah dalam program PKP di kecamatan Noemuti meliputi perencanaan (pleaning), pelaksanaan atau implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan (observation), wawancara (interview), dan studi pustaka (dokumentation study). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan program PKP yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten TTU belum maksimal sebab belum memberikan motivasi dan penyadaran bagi masyarakat akan pentingnya memahami hal-hal yang akan dilakukan berkaitan dengan pengelolaan PKP. Pada tahapan pelaksanaan program PKP telah berjalan namun belum secara efektif dan efisien, sehingga program PKP hingga tahun ketiga tidak memenuhi target luas lahan RTS-PM sebesar 75 are sebagaimana yang dikehendaki oleh ketentuan pelaksanaannya. Tahapan Pengawasan program padat karya pangan telah berjalan, namun hanya dilakukan tiga kali sehingga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program tepat sasaran sesuai dengan target menuju pensiun petani. Evaluasi dari program PKP yang hanya berjalan atau dilaksanakan pada tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat dilakukan pada tingkat kabupaten sehingga dapat merealisasi masukan-masukan yang merupakan tindakan konkret sebagai lanjutan yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan PKP.

Page 1 of 1 | Total Record : 7