cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017" : 5 Documents clear
Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Berusahatani Bawang Putih di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.604 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tingkat partisipasi dan hambatan-hambatan partisipasi anggota kelompok tani bawang putih di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian menggunakan metode survey  dan pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data digunakan Skala likert. Hasil penelitian menunjukkan 1) karakteristik anggota kelompok tani bawang putih memiliki potensi yang layak dikembangkan produktivitasnya yakni umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani bawang putih, jumlah anggota keluarga,  luas lahan garapan, dan kelembagaan kelompok taninya; 2) tingkat partisipasi dari 95 responden anggota kelompok tani berada dalam kategori 3 yakni “Kadang-kadang” dengan nilai skor rata-rata tingkat partisipasi kelompok tani dari 5 indikator penilaian adalah 63,6; dan 3) kendala-kendala dalam berusahatani bawang putih:  kurang bibit bawang putih yang unggul, akses informasi  harga pasar, pola usahatani bawang putih masih tradisional, pelatihan budidaya bawang putih, iklim yang kurang bersahabat, usaha bawang putih semakin sempit, kurangnya modal usaha. 
Analisis Pendapatan dan Keuntungan Relatif Usahatani Jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.078 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; 2) besarnya pendapatan yang diperoleh dari petani; 3) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur  Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan April 2014. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga dari 460 orang yang berusahatani jagung di Desa Bitefa akan di ambil 46 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total pendapatan usahatani jagung di Desa Bitefa adalah Rp 623.145.000 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 13.546.630.43 / musim tanam. Dengan total luas lahan 3.513 are   dan rata-rata luas lahan 76,37 are. Sedangkan Rata-rata Keuntungan relatif dalam kegiatan usahatani jagung  yang diperoleh petani sebesar 25,83 artinya kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis karena hasil perhitungannya lebih besar dari 1 (25,83 ≥1). 
Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pertanian dalam Hubungan dengan Desentralisasi di Kabupaten Timor Tengah Utara Mambur, Yohanes Pebrian Vianney
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.812 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.287

Abstract

Penelitian mengenai Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pertanian dalam Hubungan dengan Desentralisasi di Kabupaten Timor Tengah Utara, merupakan penelitian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah daerah dalam hubungan dengan desentralisasi, sehingga pemerintah daerah tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam mengeluarkan kebijakan khususnya dalam kebijakan pertambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian sosiologi dan ekologi untuk membantu pemerintah daerah dalam mengeluarkan kebijakan, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah daerah mampu menyejahterakan rakyat. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mendesain desentralisasi simetris ke desentralisasi asimetris. Desain desentralisasi asimetris ini dikarenakan model Desentralisasi yang seragam mengabaikan kenyataan bahwa daerah memiliki tingkat kematangan, cakupan wilayah, potensi daerah, dan jumlah penduduk yang berbeda antara satu dengan lainnya. Model desentralisasi seragam yang sekarang berlaku juga mempersulit daerah dalam pengembangan struktur birokrasi yang efisien dan aparatur yang profesional, mengingat kompetensi dan kebutuhan mereka yang berbeda-beda. Menjadikan sektor pertanian sebagai urusan wajib pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. 
Analisis Pemasaran Pinang Kering Oleh Pedagang di Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Naimena, Frederikus; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.54 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran pinang kering; 2) fungsi pemasaran; dan 3) margin pemasaran pinang kering di Kecamatan Kota Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara yang dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai bulan Februari 2017. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran pinang kering di Kecamatan Kota Kefamenanu yakni saluran I: Pedagang Besar→Pengecer→Konsumen; dan saluran II: Pedagang Besar→Konsumen. Fungsi yang dilakukan oleh Pedagang Besar adalah fungsi penjualan dan fungsi penyimpanan, pengangkutan, penyediaan dana, penanggung risiko, dan informasi pasar, sedangkan fungsi yang dilakukan oleh pedagang Pengecer yaitu fungsi pembeli, penjualan, penyimpanan, pengangkutan, standarisasi dan grading, penanggung risiko, informasi pasar, dan penyediaan dana. Margin total pada tingkat Pedagang Besar sebesar Rp. 9.000/kg (44.4%), sedangkan margin total Pengecer sebesar Rp. 20,000/kg (0,33%).  Hal ini menunjukkan bahwa selisih antara harga beli dengan harga jual Pedagang Besar lebih besar dari selisih harga beli dan harga jual oleh lembaga Pengecer. Karena dalam margin pemasaran terdapat dua komponen yaitu komponen biaya dan komponen keuntungan, maka yang disumbangkan oleh komponen biaya adalah untuk Pedagang Besar sebesar Rp. 40.000/kg (0,23%), untuk Pengecer  sebesar Rp.60.000/kg (2,18%) dan Rp.5000/tumpuk (181,81%). Hal ini menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh Pedagang Besar lebih besar dari pada pedagang Pengecer. Margin pemasaran terbesar untuk pinang kering terdapat pada saluran I yaitu Rp. 9.000 dengan persentase (44.44%). 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Pinang Kering pada Pedagang Pengecer di Pasar Baru Kefamenanu Nakamnanu, Ani Arsianti; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.742 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.304

Abstract

Salah satu aspek yang memiliki peranan penting yakni aspek pemasaran. Posisi pedagang pinang sebagai produsen sekaligus sebagai penentu harga, maka pedagang dituntut untuk mengetahui informasi pasar dan memperhatikan faktor-faktor lain sehingga pedagang mampu meningkatkan volume penjualan pinangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran apa saja yang berlaku pada pedagang pinang kering; dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran pinang kering pada pedagang pengecer di pasar Baru Kefamenanu. Penelitian dilaksanakan di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, mulai dari bulan Juni 2016 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer pinang kering adalah fungsi pertukaran dan fungsi distribusi fisik, sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan sedangkan fungsi distribusi fisik terdiri dari fungsi penyimpanan serta pengangkutan. Secara bersama-sama faktor harga beli, harga jual, biaya penjualan, pendidikan, pengalaman dan pendapatan berpengaruh terhadap penawaran pinang kering. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung 63,805 > nilai Ftabel 2,66 atau pada α = 0,05 > probabilitas 0,000. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor harga beli dengan nilai thitung sebesar 2,842 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor harga jual dengan nilai thitung sebesar 9,066 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendidikan dengan nilai thitung sebesar 1,893 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendapatan dengan nilai thitung sebesar 2,555 > nilai ttabel sebesar 1,734 sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap penawaran pinang kering adalah faktor biaya penjualan dengan nilai thitung sebesar 1,245 < nilai ttabel sebesar 1,734, faktor yang berpengaruh namun pengaruh negatif adalah faktor pengalaman, dengan nilai thitung sebesar -3,406 < ttabel sebesar 1,734. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5