cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016" : 14 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Sawah di Desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur Neonbota, Serafina Laka; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.394 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.104

Abstract

Penenitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah yang dilakukan di desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur, dengan pertimbangan lokasi ini memiliki produksi tertinggi di Kecamatan Noemuti Timur. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, sampel yang diambil menggunakan metode Slovin sehingga diperoleh responden sebanyak 78 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Faktor-faktor Faktor luas lahan,benih, pupuk,tenaga kerja,pengalaman, pendidikan dan modal secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Secara (parsial) faktor pupuk,tenaga kerja dan modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah. Sedangkan faktor luas lahan,benih,pengalaman dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. 
Efisiensi Penggunaan Dana Bantuan Pemda NTT melalui Program Anggur Merah Bagi Kelompok Usaha Produktif di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara Duli, Dominikus Kopong
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.961 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.105

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh pengeluaran terhadap penerimaan dan laba/rugi bagi kelompok usaha penerima bantuan Program Anggur Merah di Kelurahan Maubeli. Jika pengeluaran lebih kecil dari penerimaan  maka kelompok memperoleh keuntungan. Sebaliknya pengeluaran lebih besar dari penerimaan maka kelompok menderita kerugian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima  belas kelompok yang memanfaatkan  dana bantuan, sebanyak tujuh kelompok (46,67%) masuk dalam kategori efisien karena memperoleh keuntungan. Sedangkan delapan kelompok lainnya (53,33%) menderita kerugian. Ada beberapa kelopompok usaha yang cukup produktif dalam memanfaatkan modal bantuan. Kelompok yang memperoleh keuntungan lebih besar sepuluh juta setahun berjumlah 2 kelompok (28,57%). Kelompok yang memperoleh keuntungan lima juta, namun lebih kecil sepuluh juta berjumlah 2 kelompok (28,57%). Kelompok yang memperoleh keuntungan  lebih besar satu juta, namun di bawah lima juta berjumlah 3 kelompok (42,86%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada delapan kelompok usaha yang kurang beruntung atau mengalami kerugian.  Kelompok yang mengalami kerugian di atas sepuluh juta berjumlah 2 kelompok (25%), sedangkan kelompok yang mengalami kerugian diatas 5 juta namun di bawah 10 juta, berjumlah 3 kelompok (37,5%). Sedangkan kelompok yang mengalami kerugian diatas 1 juta namun dibawa lima juta berjumlah 3 kelompok (37,5%). 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Tanah di Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara Kolo, Kristina; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.265 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usahatani kacang tanah dan faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah. Metode analisis data yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan model analisis Cobb-Douglas. Gambaran usahatani kacang tanah di desa penelitian dimulai dari tahap persiapan benih, pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, penyiangan yang dilakukan dengan dua tahap, panen dan pasca panen. Pada uji F, faktor modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah. Sedangkan pada uji T, secara sendiri- sendiri (parsial) faktor luas lahan, benih memiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi usahatani kacang tanah. Sedangkan pngalaman usahatani, pendidikan, modal, tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah. Nilai  Kofisien Determinasi (R2) sebesar 0.675  atau  mencapai  67,5%, angka  tersebut  menunjukkan  bahwa kemampuan  variabel  bebas  dalam memberikan  informasi  untuk menjelaskan keragaman variabel terikat relatif  tinggi.  Hasil  tersebut  dapat disimpulkan  bahwa  variabel independen memiliki  pengaruh  sebesar  67,5%  terhadap  peningkatan  maupun penurunan  produksi sedangkan sisanya  32,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar faktor yang diteliti. 
Strategi Pengembangan Usaha Biskuit Jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Kolo, Delfiana; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.736 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.107

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui gambaran  umum  usaha biskuit jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat, dan untuk mengetahui strategi pengembangannya. Metode analisis data yang digunakan  adalah 1) Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui gambaran umum strategi pengembangan usaha biskuit jagung; 2) Analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan,  kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelompok wanita tani lestari merupakan salah satu kelompok tani yang berada di desa subun  tualele, kecamatan insana barat, yang di bentuk pada Tahun 2000, dan  melakukan usaha biskuit jagung pada Tahun 2012,  yang semua anggotanya  terdiri dari para wanita dalam  melakukan  kegiatan  usaha  melalui pengolahan jagung menjadi biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis SWOT  di peroleh titik koordinat (0,86, 1,02) yang mana koordinat ini berada pada kuadran 1 (agresif), artinya usaha biskuit jagung  pada kelompok Wanita Tani Lestari memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik, sehingga Kelompok Wanita Tani Lestari dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mengembangkan usaha biskuit jagung selanjutnya. Mariks SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu WT1,WT2,WT3,WT4.dan analisis QSPM di gunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi–strategi terbaik yang paling utama  di lakukan Kelompok Wanita Tani Lestari dalam mengembangkan usaha biskuit jagung yaitu strategi 1 (WT3). II (WT1), III (WT4), IV (WT2). 
Strategi Pengembangan Usaha Pembuatan Tepung Tapioka pada Kelompok Tani Basamtasa Kecamatan Insana Barat Naibano, Goni Gundo; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.564 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.108

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Insana Barat, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran umum pengelolahan tepung dan strategi pengembangan industri tepung tapioka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Pembuatan tepung tapioka yang dilakukan dikelompok tani basamtasa semi modern dan relatif mudah mulai dari pengadaan bahan baku, pemotongan ubi, pengeringan, pengilingan, pengayakan sampai pemasaran. Berdasarkan grafik analisis SWOT titik kordinat 0,88 dan 1,24  berada pada kuadran I (Agresif) yang berarti posisi ini menandakan bahwa  situasi dalam usaha kelompok tani menguntungkan. Sesuai hasil matriks SWOT di peroleh 4 strategi utama yang dilakukan berdasarkan matriks SWOT diantara:1) Strategi SO : Kekuatan yang ada memiliki lahan sendiri,  ketersediaan bahan baku, kebersamaan yang dimiliki kelompok, dan komitmen dalam berusaha produksi tapioka  untuk memperoleh peluang dukungan PEMDA dan permintaan pasar yang ada. 2) Strategi WO : meningkatkan SDM untuk memproduksi tapioka, belum ada surat ijin,  dan promosi harus segara diatasi pelayanan yang lebih baik dari pemerintah  daerah untuk lebih membuka peluang permintaan pasar, yang lebih tinggi. 3) Strategi ST : Kekuatan yang ada komitmen dalam berusaha, dengan ketersedian bahan baku lebih diperkuat untuk mengantisipasi ancaman persaingan produk sejenis dari luar TTU. 4) Strategi WT : Meningkatkan SDM untuk dapat bersaing dengan pengusaha sejenis dari luar TTU dan meningkatkan promosi untuk jangkuan pemasaran yang lebih luas. 
Analisis Efisiensi Teknis Sapi Potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Nalle, Mardit Nikodemus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.043 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.252

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efisiensi teknis sapi potong di Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian dan metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan mengambil 76 respoden. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Amarasi (Kelurahan Nonbes, Desa Ponain, Desa Kotabes, dan Desa Tesbatan). Faktor-faktor yang berpengaruh pada penggemukan sapi di Kabupaten Kupang yaitu bobot awal, pakan, vitamin dan aquades sedangkan tenaga kerja dan obat-obatan tidak berpengaruh. Usaha penggemukan sapi di Kabupaten Kupang secara teknis menunjukkan efisien dengan nilai rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,982 dan skala usaha menunjukkan skala Decreasing return to scale. Nilai gamma (γ) menunjukkan bahwa 44,80 persen error term dari fungsi produksi frontier disebabkan oleh faktor internal seperti umur peternak, pengalaman, tingkat pendidikan dan modal sedangkan 55,20 persen disebabkan oleh noise terhadap cuaca dan penyakit. Faktor-faktor yang dapat menangkap efek inefisensi teknis adalah umur peternak, tingkat pendidikan dan modal sedangkan pengalaman beternak tidak menangkap efek inefisiensi teknis. 
Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani Oel’nasi, di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.299 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.260

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Oel’nasi Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, dengan tujuan 1) mengetahui gambaran kegiatan  kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu,  2) mengetahui persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan  ketua kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif dan untuk tujuan kedua digunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persepsi anggota kelompok dalam keaktifan di kelompok tani Oel’nasi yaitu berada pada kategori cukup baik  dengan total nilai yaitu sebesar 447,45%, dengan nilai rata-rata 74,58%. Nilai ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani selalu beusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kelompok tani Oel’nasi; 2) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam rencana kerja kegiatan yaitu berada pada kategori kurang baik dengan prosentase 67,5%; 3) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam pengorganisasian yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 307,5% , dengan nilai rata – rata 76,88%; 4) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam aspek pelaksanaan yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 213,75% , dan total nilai rata – rata yaitu sebesar 71,25%, setiap perencanaan yang telah ditetapkan belum dilaksanakan secara efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya penyuluh yang rutin untuk dapat membina dan melatih agar dapat menambah pengetahuan/ sumberdaya petani dalam melakukan suatu kegiatan usahatani agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai; dan 5) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam manajemen yaitu berada pada kategori cukup baik dengan nilai 73,75%. Peran kepemimpinan dalam manajemen masih rendah atau belum optimal. 
Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Tetik, Adiyanti Hoar; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, dan mengetahui besarnya keuntungan relatif dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari populasi yang berjumlah 525 kk sehingga total responden 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menegetahui tujuan pertama, analisis pendapatan untuk mengetahui tujuan kedua, dan analisis keuntungan relative untuk mengetahui tujuan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa tahapan usahatani kacang hijau terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen dan pasca panen. Besarnya pendapatan usahatani kacang hijau tertinggi sebesar Rp. 2.225.125 dan terendah Rp. (2.482) dengan rata-rata Rp. 1.493.494. Tinggi rendahnya pendapatan tergantung dari biaya yang dikeluarkan, harga jual dan produksi kacang hijau pada musim tanam 2015/2016. Nilai rata-rata R/C ratio dari usahatani kacang hijau sebesar 2,2 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang hijau secara ekonomis menguntungkan sehingga usahatani tersebut mempunyai prospek yang lebih baik untuk terus dikembangakan. 
Analisis Produksi dan Pemasaran Usahatani Padi Sawah di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara De Araujo, Magdalena; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.838 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah dan fungsi-fungsi pemasaran beras yang dilakukan oleh usahatani di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Random Sampling secara acak sederhana dengan jumlah 15% dari total populasi 219, maka jumlah responden sebanyak 33 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data analisis regresi linier berganda dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama faktor luas lahan, bibit, pupuk, curahan tenaga kerja, pengelaman, dan usia berpengaruh sangat nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor luas lahan, benih, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah faktor pupuk, tenaga kerja, dan umur. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan petani adalah fungsi fisik dan fungsi pertukaran, fungsi fisik terdiri dari fungsi pengolahan, penyimpanan serta pengangkutan sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari satu fungsi yaitu fungsi penjualan. 
Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Sayuran Sawi di Kelompok Tani Mitra Timor Usboko, Adelina Maria; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.103 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani sayuran sawi dan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi  yang mempengaruhi produksi usahatani sayuran sawi pada Kelompok Tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, yang dilaksanakan di Kelompok tani Mitra Timor Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Desember 2015 – bulan Maret 2016, dengan metode penetuan sampelnya  adalah  metode sensus yakni keseluruh anggota kelompok tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi  sebanyak 20 orang dijadikan sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran usahatani sayuran sawi terdiri dari pengolahan lahan, persemaian, pemeliharaan terdiri dari penyiraman dan penyingan, panen, dan pasca panen. Berdasarkan uji F, secara bersama-sama luas lahan, bibit, pupuk kandang, curahan tenaga kerja, umur, pendidikan, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. Sedangkan berdasarkan uji t, secara parsial variabel luas lahan, bibit, pupuk kandang, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi, sedangan variabel curahan tenaga kerja, umur, dan pendidikan, tidak berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14