AGRIMOR
Published by Universitas Timor
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Articles
73
Articles
Pengaruh Fakor Sosial Ekonomi Petani terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah

Maumabe, Patrigius

AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; dan 2) faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU pada bulan Oktober sampai bulan November 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi adalah semua petani responden yang berusahatani jagung di Desa Lanaus dengan jumlah 207 KK. Responden yang diambil 30 responden dengan pertimbangan responden yang berusahatani jagung lebih dari 10 tahun. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan regresi linear berganda Kelayakan model akan diuji menggunakan uji F, koefisien determinasi (R2), dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan usahatani jagung di lokasi penelitian dilakukan melalui tahapan 1) persiapan lahan dan pengolahan lahan; 2) pemilihan benih; 3) penanaman; 4) penyiangan; 5) panen dan pasca panen. 73,8% produksi usahatani jagung di Desa Lanaus dijelaskan oleh luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja, sedangkan 26,2% produksi usahatani jagung dipengaruhi faktor lainnya, walaupun demikian secara simultan variabel-variabel tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus. Demikian juga secara parsial variabel luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka

Asa, Andreas

AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Desa Babotin Maemina merupakan salah satu desa yang mengalami peralihan pola konsumsi dari pangan non beras ke pangan beras di Kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi beras dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka yang dimulai dari bulan Juni sampai dengan September 2017 dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Babotin Maemina yang berjumlah 228 KK. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus yaitu seluruh populasi diambil sebagai sampel. Untuk mendapatkan gambaran pola konsumsi beras dilakukan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 masyarakat Desa Babotin Maemina mulai beralih dari pola konsumsi pangan non beras ke beras. Rata-rata konsumsi beras dari 228 KK di Desa Babotin Maemina adalah 24,43 kg/kapita/bulan dengan rata-rata harga beras di tingkat konsumen Rp9.951,00. Harga beras dan jumlah tanggungan keluarga secara nyata berpengaruh terhadap konsumsi beras sedangkan pendapatan konsumen, tingkat pendidikan dan selera tidak berpengaruh terhadap konsumsi beras. Jika harga beras meningkat satu rupiah maka permintaan akan beras akan menurun sebesar 0,512 kg dan setiap penambahan satu orang sebagai tanggungan keluarga maka konsumsi beras akan meningkat 0,749 kg.

Strategi Pengembangan Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong di Kelompok Tani Nekmese di Desa Usapinonot Kecamatan Insana Barat

Liu, Frederikus Nofrianto

AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Agar usaha ternak sapi potong yang berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi para anggota kelompok tani maka perlu ditentukan strategi pengembangan usaha yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) gambaran kelompok tani usaha penggemukan ternak sapi potong; 2) mengetahui strategi pengembangan usaha penggemukan ternak sapi potong di kelompok tani Nekmese, Desa Usapinonot, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai April 2018. Untuk mengetahui tujuan pertama digunakan analisis deskriptif. Sedangkan untuk mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan sapi potong digunakan matriks SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, alternatif strategi S-O yang dirumuskan yaitu i) meningkatkan jumlah ternak sapi potong untuk memenuhi kebutuhan pasar; ii) mengoptimalkan kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha penggemukan ternak sapi potong; dan iii) ciptakan suatu wadah yang dapat menampung dan mengelola sendiri modal usaha kelompok. Alternatif strategi W-O yang dirumuskan yaitu i) mengembangkan dan meningkatkan kemampuan SDM peternak dalam berusaha ternak sapi potong; dan ii) membuka peluang jaringan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam hal pengembangan usaha maupun pemasaran ternak. Alternatif strategi S-T yang dirumuskan yaitu i) mengadakan pelatihan pengenalan pakan dan waktu pengambilan pakan serta pemberian pakan; dan ii) pengadaan pelatihan mengenai penggunaan obat-obatan dan pemberian kekebalan tubuh serta sanitasi yang aman bagi ternak sapi potong. Alternatif strategi W-T yang dirumuskan yaitu i) mengadakan pelatihan dan pemberdayaan kepada peternak dan SDM petugas teknis peternakan di desa; dan ii) melakukan pembinaan atau pelatihan-pelatihan kepada peternak untuk meningkatkan dan mempertahankan bobot badan maupun kualitas ternak sapi potong.

Analisis Pendapatan Usaha Agroindustri Minyak Kelapa Murni oleh Kelompok Wanita Tani Fau’ana di Desa Taekas

Bana, Antonius

AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Agroindustri adalah bagian dari agribisnis yang memproses dan mentransformasikan hasil pertanian menjadi barang setengah jadi yang langsung dipakai dan bahan agroindustri yang digunakan dalam proses produksi selanjutnya. Pengembangan agribisnis kelapa berperan penting untuk peningkatan produktivitas dan sekaligus peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) proses pembuatan minyak kelapa murni; 2) pendapatan agroindustri minyak kelapa murni pada kelompok wanita tani Fau,ana di Desa Taekas Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Taekas Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU sejak bulan November sampai Desember 2017. Penentuan pemilihan sampel dilakukan secara sensus yaitu seluruh anggota kelompok wanita tani Fau’ana dengan demikian total pengusaha atau pelaku yang di ambil sebagai sampel sebanyak 20 orang. Untuk mengetahui gambaran usaha minyak kelapa murni digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui pendapatan digunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agroindustri minyak kelapa murni yang dilaksanakan di Desa Taekas masih dilakukan secara alami, tanpa menggunakan alat modern, secara umum tahapan kegiatan meliputi persiapan alat dan bahan, proses pembuatan, dan pemasaran. Total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani selama satu tahun sebesar Rp4.865.750,00 sedangkan total produksi minyak kelapa murni sebesar 784 botol, sehingga menghasilkan total penerimaan sebesar Rp19.600.000,00. Total pendapatan agroindustri minyak kelapa murni sebesar Rp14.734.250,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.227.850,00 per bulan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur

Fallo, Yosefina Marice, Tenaya, I Made Narka, Agung, I Dewa Gede

AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usahatani padi sawah yang merupakan sumber utama pendapatan petani di Kecamatan Biboki Moenleu yang masih bersifat semi komersial, produksi padi sawah yang dihasilkan tidak semuanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga tetapi sebagian untuk di konsumsi. Upaya peningkatan produksi padi sawah dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya faktor produksi, lingkungan, serta faktor sosial ekonomi. Pada kenyataannya petani belum sepenuhnya memanfaatkan lahan secara baik, sehingga masih tersisa lahan tidur padahal air bukanlah menjadi kendala. Dalam setahun petani dapat melakukan dua kali penanaman. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Moenleu, Desa Oepuah, Oepuah Utara, dan Oepuah Selatan. Obyek penelitian adalah petani padi sawah sebanyak 200 responden. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah, untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh secara parsial antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor produksi utama satu dan faktor produksi utama dua yaitu: luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu, dan faktor produksi pendukung dua yaitu: yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah adalah sangat nyata. Faktor produksi utama satu yakni luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah. Sedangkan, yang lainnya tidak berpengaruh.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Kain Tenun Songket (Lotis) di Desa Oabikase Kecamatan Insana Barat

Sonbay, Yudith Maria

AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembuatan kain tenun songket serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga kain tenun songket di Desa Oabikase Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Juli 2017. Penentuan sampel dilakukan secara Purposive sampling dengan pertimbangan responden memproduksi kain tenun songket pada tahun 2016,  sehingga dari 80 KK yang memproduksi kain tenun songket di Desa Oabikase diambil 50 responden. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif kualitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan kain tenun songket terdiri dari penggulungan benang, mengurutkan benang (Non), Naet dan menenun (Tenu). Secara simultan faktor harga produk saingan, pengalaman menenun, pendidikan formal, besaran permintaan, biaya produksi berpengaruh nyata pada harga kain tenun, dengan memiliki nilai sebesar Fhitung = 38,09 > Ftabel 2,09 pada taraf kepercayaan 10%. Secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh pada harga kain tenun songket pada taraf kepercayaan 10% adalah faktor harga produk saingan dengan nilai thitung sebesar 1,80 > nilai ttabel sebesar 1,30, faktor besaran permintaan dengan nilai thitung sebesar 1,35 > nilai ttabel sebesar 1,30 dan faktor biaya produksi dengan nilai thitung sebesar 9,97 > nilai ttabel sebesar 1,30.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat

Kehik, Metriana Hoar

AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani jagung; dan 3) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2017. Teknik penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik acak sederhana sehingga dari 415 yang berusahatani jagung diambil 80 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi metode deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten TTU dilakukan melalui tahapan 1) persiapan lahan; 2) pemilihan benih jagung; 3) penanaman; 4) pemeliharaan; dan 5) panen dan pasca panen. Produksi jagung digunakan untuk konsumsi (19,69%), sebagian dijual (40,08%), bibit (3,81%), lain-lain (37,14%). Modal yang dikeluarkan untuk berusahatani jagung selama satu musim tanam sebesar Rp15.200.000,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung sebesar Rp42.180.000,00 dari hasil penjualan jagung dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp527.250,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp26.980.000,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar  Rp530.575,00. Secara simultan variabel modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, pendidikan berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani jagung pada α = 5%. Secara parsial variabel yang berpengaruh nyata yaitu luas lahan, pendidikan, tenaga kerja, jumlah penjualan sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah benih, dan umur. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Selada Air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti

Akoit, Yohanes

AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani selada air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU pada bulan April 2017 sampai bulan Agustus 2017. Penentuan sampel dengan metode simple random sampling dengan cara menggunakan rumus slovin dimana jumlah sampel yang digunakan adalah 51 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani selada air di Desa Popnam dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 3-15 are. Tahapan usahatani yang dilakukan di lokasi penelitian antara lain persiapan  lahan, pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Faktor  modal, luas lahan, bibit, tenaga kerja, pengalaman usahatani dan pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi selada air. Secara parsial faktor tenaga kerja dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi selada air, sedangkan variabel modal, luas lahan, bibit, dan pengalaman usahatani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani selada air. 

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Terong Ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana

Tanik, Jefrianus

AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui gambaran usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana , Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A  Kecamatan Insana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan September 2017. Teknik penentuan sampel dilakukan mengunakan teknik sampel jenuh/sensus .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi: metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Tahapan usahatani terong ungu yang dilakukan di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A meliputi: Persiapan lahan, Pemilihan benih, Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan, Panen dan pasca panen. Input yang digunakan yakni: luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman berusahatani, pendidikan dan tanggungan keluarga. Hasil penelitian menyatakan bahwa usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A menggunakan pola tanam tumpang sari. Produksi terong ungu dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu luas lahan dan benih sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi  usahatani terong ungu yaitu tenaga kerja, pengalaman berusahatani,pendidikan dan tanggungan keluarga.

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Kabupaten Timor Tengah Utara

Nalle, Frederic Winston

AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kabupaten TTU merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste. Kondisi daerah yang berada di lintas batas antar negara ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dalam mendongkrak perekonomian wilayah karena berada pada jalur perdagangan antar dua buah negara. Akan tetapi fakta dari berbagai indikator makro ekonomi menunjukan bahwa selama tahun 2007-2012 dengan melihat data PDRB pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami trend positif tidak berkorelasi kuat atau berbanding terbalik (negatif) dengan penurunan angka kemiskinan, pengangguran, angka indeks pembangunan manusia yang makin membaik dan juga masih tingginya ketimpangan pendapatan yang terpresentasekan lewat ukuran indeks wiliamson. Sehingga salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah Kabupaten TTU sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah adalah pengetahuan dan pemahaman akan potensi daerah yang dimiliki dalam upaya mewujudkan pertumbuhan yang inklusif. Metode yang dipergunakan dalam rangka menjawab rumusan masalah penelitian ini adalah dengan menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif dan Kualitatif. Dimana, Analisis Tipologi Klasen mengukur pemetaan tipologi daerah Kab. TTU dalam wilayah Provinsi NTT dan juga tipologi sektoral dalam melihat hubungan antara pertumbuhan dengan penyerapan tenaga kerja tiap sektornya. Selanjutnya, untuk menjawabi strategi pembangunan pengembangan sektor yang dapat mendorong terwujudnya pertumbuhan inklusif maka digunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan   matriks   tipologi klassen, dapat ditarik kesimpulan bahwa selama periode analisis (2007 -2012) Kabupaten TTU terkategori sebagai daerah berkembang dan secara keseluruhan dari 9 sektor ekonomi pembentuk PDRB, yang berada dalam kuadran sektor unggulan dan merupakan sektor yang dapat mendorong terwujudnya pembangunan inklusif di Kabupaten TTU adalah sektor pertanian. Akan tetapi tingginya pertumbuhan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja justru menyimpan ragam persoalan kemiskinan pada pelaku usaha tani itu sendiri. Mengindikasikan bahwa, pertumbuhan sektor pertanian masih bersifat eksklusif disebabkan karena adanya gejala disparitas kepemilikan faktor produksi yang timpang. Ketimpangan faktor produksi ini dilihat dari tiga aspek mendasar dalam pembangunan pengembangan sektor pertanian antara lain; Tingginya disparitas kepemilikan lahan, rendahnya aksebilitas pasar dan rendahnya aksebilitas teknologi.