Savana Cendana
S3
Sinta Score
Published by Universitas Timor
ISSN : 24777927     EISSN : -
Savana Cendana (Journal of dryland agriculture conservation) is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of Savana Cendana is 2477-7927.
Articles
63
Articles
Pengaruh Takaran dan Frekuensi Aplikasi PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.).

Naihati, Yohanes F., Taolin, Roberto I. C. O., Rusae, Aloysius

Savana Cendana Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh takaran dan frekuensi aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan juga mengetahui takaran dan frekuensi aplikasi PGPR yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang terbaik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah takaran PGPR yang terdiri dari tiga aras yakni 25 g, 50 g dan, 75 g. Faktor yang kedua adalah frekuensi aplikasi yang terdiri dari tiga aras yakni tanpa penyiraman (kontrol), satu kali penyiraman dan, dua kali penyiraman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara takaran dan frekuensi aplikasi PGPR terjadi pada semua parameter pertumbuhan dan hasil selada yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat trubus baik segar maupun kering, berat akar baik segar maupun kering, berat tanaman baik segar maupun kering, berat tanaman per petak baik segar maupun kering dan indeks panen. Aplikasi PGPR sebanyak dua kali dengan takaran 25 g memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang terbaik. Â©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Bagian Setek dan Lama Perendaman Ekstrak Daun Kelor terhadap Pertumbuhan Bibit Sirih Daun (Piper betle L.)

Humoen, Maria Imelda

Savana Cendana Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagian setek dan lama perendaman dalam ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan bibit sirih daun serta memperoleh bagian setek dan lama perendaman dalam ekstrak daun kelor yang memberikan pertumbuhan bibit sirih daun yang terbaik. Dua bagian setek, pucuk dan tengah direndam dalam ekstrak kelor selama 1, 3 dan 5 jam dan dilakukan dalam sebuah percobaan pot yang disusun menurut rancangan acak kelompok faktorial dengan tujuh ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari–April 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kefamenanu, TTU, NTT, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan setek yang berasal dari bagian tengah dengan lama perendaman 3 jam menghasilkan pertumbuhan bibit sirih yang paling baik, laju pertumbuhan tunas (0,24 g/minggu), laju asimilasi bersih (0,0044 g/cm2/minggu), Rasio tajuk akar (5,01 g) bobot kering tunas (1,76 g). ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

Usboko, Aloysius, Lelang, Maria Afnita, Neonbeni, Eduardus Yosef

Savana Cendana Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang buncis serta mendapatkan jenis dan dosis pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil, dilaksanakan pada bulan Desember 2016–Februari 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor Kelurahan Sasi, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yakni faktor pertama adalah jenis pupuk kandang, terdiri dari pupuk kandang sapi, pupuk kandang babi, pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang, terdiri dari 5 t/ha, 10 t/ha, 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara jenis dan dosis pupuk kandang. Pemberian jenis pupuk kandang babi dengan dosis 15 t/ha dapat memberikan pertumbuhan tertinggi, yakni pada akhir vegetatifnya mencapai tinggi 56,78 cm dan hasil tertinggi berupa, jumlah polong per tanaman terbanyak (39 polong), jumlah polong segar per petak terbanyak (235 polong), polong segar per tanaman terberat (240 g), dan polong segar per petak terberat (1,28 kg). ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Takaran Pupuk Guano dan Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Lahan Kering pada Dataran Menengah

Naben, Patrisius, Raharjo, Krisantus Tri Pambudi

Savana Cendana Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk guano dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang merah pada dataran menengah, di kebun percobaan Faperta Universitas Timor pada bulan Februari – April 2017, menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 x 3 diulang 3 kali. Faktor pertama takaran guano yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa guano, guano 5 t/ha dan guano 10 t/ha sedangkan faktor kedua takaran biochar yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa biochar, biochar 5 t/ha dan biochar 10 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk guano dengan biochar. Pemberian guano 10 t/ha secara nyata meningkatkan kadar lengas tanah (17,62%), luas daun (8.595 cm2), jumlah bintil akar (175,11), bobot kering akar (0,70 g), rasio tajuk akar (16,24), jumlah polong pertanaman (2,86), jumlah biji per polong (2,86), bobot kering biji (7,24 g) dan bobot biji per petak (1,17 t/ha) dengan presentase peningkatan hasil sebesar 31,1%. Peningkatan level pemberian Biochar tidak menunjukkan beda nyata antar level perlakuan, tetapi cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Aplikasi PGPR dan Jenis Pestisida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Naikofi, Yunitha Maria, Rusae, Aloysius

Savana Cendana Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi aplikasi PGPR dan jenis pestisida yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 3 aras yaitu, tanpa PGPR, penyiraman 1 minggu sekali, penyiraman 2 minggu sekali. Faktor kedua jenis pestisida  dengan 3 aras yakni tanpa pestisida,  pestisida ekstrak daun sirih dan pestisida hayati. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara aplikasi PGPR dan jenis pestisida terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Aplikasi PGPR hanya berpengaruh nyata terhadap berat kering akar sedangkan jenis pestisida hanya berpengaruh terhadap berat kering trubus. Aplikasi PGPR dengan frekuensi dua minggu sekali menghasilkan selada setiap petak paling berat (253,71 g), sedangkan jenis pestisida yang menghasilkan selada setiap petak paling berat adalah pestisida hayati (198,38 g). ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Teh Kompos dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Hara dan Agen Ketahanan Tanaman

Berek, Arnoldus Klau

Savana Cendana Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teh kompos akhir-akhir ini menarik perhatian para peneliti dan praktisi pertanian organik karena berfungsi ganda sebagai sumber unsur hara dan sekaligus sebagai biopestisida terutama bagi pengembangan pertanian organik karena terbatasnya pilihan dalam pengendalian penyakit. Riset tentang teh kompos sebagai biopestisida berkembang sangat pesat, sementara hasil riset mengenai fungsi teh kompos sebagai sumber unsur hara masih terbatas, sehingga review ini lebih diarahkan kepada fungsi yang terakhir. Secara lebih spesifik, tujuan review ini adalah untuk mengkaji esensi teh kompos sebagai sumber hara, diawali dari kualitas kompos sebagai bahan baku, tujuan pengadukan (brewing) di dalam proses pembuatan, dilanjutkan dengan metode aplikasi, efektivitas teh kompos sebagai sumber hara dan diakhiri dengan pemikiran riset ke depan. Kualitas kompos ditentukan terutama oleh kematangan dan stabilitas kompos. Kualitas dan efektivitas teh kompos sebagai sumber unsur hara sangat tergantung terutama kepada kualitas kompos, pengadukan, metode aplikasi dan faktor abiotik. ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Jenis Sulur dan Jumlah Ruas terhadap Pertumbuhan Sirih Buah Asal Desa Tunmat Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka (Piper betle, L)

Tae, Sesilia Niis, Ceunfin, Syprianus, Lelang, Maria Afnita

Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sulur dan jumlah ruas terhadap pertumbuhan sirih buah asal desa Tunmat, kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial. Faktor pertama adalah jenis sulur, yang terdiri dari sulur panjat dan sulur tanah. Faktor kedua adalah jumlah ruas yaitu 3 ruas, 5 ruas, dan 7 ruas yang diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terjadi interaksi antara perlakuan jenis sulur dan jumlah ruas pada parameter pengamatan jumlah tunas cabang 90 HST, dan jumlah daun 90 HST. Jenis sulur tanah yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 7 menghasilkan jumlah tunas cabang, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun paling tinggi. Jenis sulur panjat yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 5 tidak terjadi interaksi namun memberikan hasil tanaman sirih buah tertinggi pada parameter luas daun, berat segar daun dan berat segar total. ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pertumbuhan Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri pada Berbagai Media

Fallo, Gergonius

Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri merupakan cendawan perusak bahan pangan yang ditemukan pada saat bahan pangan belum dipanen atau setelah bahan pangan dipanen. Pertumbuhan ketiga cendawan ini sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung pada media tumbuh.  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan  Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri pada beberapa media untuk isolasi dan identifikasi. Ketiga cendawan tersebut ditumbuhkan pada media yang berbeda yaitu Chloramphenicol Peptone Agar (DCPA), Dichloran 18% Glycerol Agar (DG18), Czapek Yeast Extract Agar (CYA), Czapek Yeast Extract Agar 20% Sucrose (CY20S), Malt Extract Agar (MEA), dan 25% Glycerol Nitrate Agar (G25N) dan diinkubasi pada suhu +  280C. Pengamatan koloni dilakukan setiap 2 x 24 jam, 4 x 24 jam, dan 6 x 24 jam selanjutnya diameter isolat diukur. Hasil isolasi pertumbuhan dan panjang diameter koloni  dari A. Flavus (61 mm) dan E. Chevalieri (45mm) diketahui dapat tumbuh baik pada  media DG18, sedangkan F. verticillioides (46 mm) tumbuh baik di media DCPA. Sementara pada media identifikasi  A. Flavus (80 mm) dapat tumbuh baik pada media CY20S, sedangkan  E. Chevalieri (40 mm) dapat tumbuh baik pada  media G25N dan CY20S. Koloni   F. verticillioides (62 mm)  dapat tumbuh baik di media CYA dan CY20S. Â©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Takaran Guano dan Konsentrasi Teh Kompos terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

Neonbeni, Eduardus Yosef, Seran, Ambrosius

Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran guano dan konsentrasi  teh kompos yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi bagi kacang hijau (Vigna radiata, L.) varietas unggul lokal Fore Belu. Guano 0 t/ha, 1 t/ha, 2 t/ha dan 3 t/ha sebagai pupuk akar diberikan yang dikombinasikan dengan teh kompos konsentrasi 1:5 (bokasi 1 kg diekstrak dengan 5 liter air) dan 1:10 (bokasi 1 kg diekstrak dengan 10 liter air) yang disemprotkan melalui daun. Perlakukan disusun menurut Rancangan Acak kelompok faktorial yang diulang dalam empat blok. Teh kompos diberikankan melalui daun dan akar setiap minggu semenjak kacang hijau berumur 14 hari hingga 42 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan (diameter batang, panjang akar, luas daun) dan hasil kacang hijau (berat biji kering) tertinggi diperoleh dari pemberian guano 2 t/ha. Pemberian teh kompos  konsentrasi 1:5 secara signifikan menurunkan serangan karat daun yang mengindikasikan adanya peningkatan  ketahanan kacang hijau terhadap penyakit. ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Identifikasi Hama dan Aplikasi Bioinsektisida pada Belalang Kembara (Locusta migratoria L) sebagai Model Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Sorgum

Nik, Nikolas, Rusae, Aloysius, Atini, Blasius

Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Tanaman ini memiliki  daya adaptasi agroekologi yang luas dan tahan terhadap kekeringan, serta  memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Namun pengembangan tanaman ini tidak berjalan dengan baik karena hama belalang kembara menjadi salah satu faktor penghambat dalam produksinya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  dalam pengendalian hama terpadu maka perlu digunakan Metarizhium anisopliae, L sebagai salah satu upaya pengendalian hama belalang kembara (Locusta migratoria, L) sehingga dapat mengurangi populasinya. ©2017 dipublikasikan oleh Savana Cendana.