Savana Cendana
Published by Universitas Timor
Savana Cendana (Journal of dryland agriculture conservation) is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of Savana Cendana is 2477-7927.
Articles
63
Articles
Cendawan Patogen pada Beberapa Varietas Jagung di Kabupaten Timor Tengah Utara

Hausufa, Albertus, Rusae, Aloysius

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.44 KB)

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan yang penting karena jagung merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Benih salah satu komponen penting dalam keberhasilan peningkatan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang berasosiasi pada benih jagung, dilakukan bulan April sampai bulan Mei 2017 di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Identifikasi patogen dilakukan dengan karakterisasi morfologi, selain itu dilakukan pengujian daya berkecambah benih dan potensi tumbuh maksimum dengan metode UKDdp. Benih yang digunakan adalah varietas Lokal Putih kecil, varietas lokal putih besar dan hibrida, berasal dari beberapa daerah berdasarkan ketinggian tempat  yakni Eban 1000 mdpl, Mamsena 400-800 mdpl, Wini 100-200 mdpl. Hasil identifikasi didapatkan dua genus yaitu Aspergillus sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus sp3 dan Fusarium sp, serangan cendawan Aspergillus sp1 tertinggi pada varietas lokal kecil 7,78% dan ketinggian tempat T2 (Wini), Fusarium sp tertinggi pada varietas jagung hibrida 40,00% dan ketinggian tempat tertinggi pada T1 (Eban) 8,67%. Pengujian daya kecambah benih pada ketiga varietas berkisar antara 16,44%-26,00%. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Penggunaan Kombinasi Kompos Teh dan Arang Kusambi terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus Sp)

Banu, Apolinarius, Tefa, Anna

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.998 KB)

Abstract

Bayam hijau merupakan salah satu sayuran daun terpenting di Asia dan Afrika. Pupuk yang sangat baik bagi pertumbuhan bayam adalah pupuk organik. Pupuk organik yang dikenal salah satunya adalah teh kompos yang dapat dikombinasikan dengan arang kusambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh kompos dan arang kusambi terhadap pertumbuhan bayam hijau. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah arang kusambi yang terdiri dari tiga level, yaitu kontrol, 5 t/ha, 10 t/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi teh   kompos yang terdiri dari tiga level, yaitu: kontrol, 1:5, 1:10. Teh kompos diberikan setiap minggu semenjak tanaman berumur 7 sampai 28 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2017 di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang kusambi 5 t/ha dan teh kompos dengan konsentrasi perbandingan 1:5 secara nyata memberikan hasil tanaman terbaik yaitu pada bobot segar tanaman (122,30 g) dan bobot segar tajuk (106,24 g). ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Jenis Teh Kompos dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Mungo (Vigna mungo (L.) Hepper) Var. Lokal Timor

Kamlasi, Miryam, Ceunfin, Syprianus, Lelang, Maria Afnita

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.742 KB)

Abstract

Kacang mungo ini berasal dari India dan telah dibudidaya dari zaman kuno serta merupakan salah satu kacang yang sangat berharga di India dan Pakistan. Kacang mungo di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Amanatun Utara dikenal dengan nama ‘fue metan’. Seiring dengan perkembangan zaman hasil produksi fue metan semakin menurun bahkan hampir punah karena hanya segelintir petani yang masih menjaga, menyelamatkan dengan terus membudidayakan jenis kacang ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis teh kompos dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang mungo. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial 4 × 3 dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis teh kompos terdiri dari empat aras yaitu kontrol, teh kompos daun kerinyu, teh kompos daun gamal, teh kompos daun kerinyu + daun gamal dan faktor kedua adalah jenis mulsa organik terdiri dati tiga aras yaitu kontrol, mulsa organik dari rumput, mulsa organik dari serbuk gergaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kompos mampu meningkatkan indeks panen sebesar 26-37% dari kontrol. Pemberian mulsa pada tanah meningkatkan kadar lengas tanah mengindikasikan daya ikat air tanah lebih baik sehingga mampu meningkatkan berat biji per tanaman. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Takaran Arang Sekam Padi dan Bokashi Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.)

Cunino, Ignatio Ivanlendi, Taolin, Roberto I. C. O.

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.436 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran arang sekam padi dan bokashi cair terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun serta mengetahui takaran arang sekam padi dan bokashi cair yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil mentimun yang optimum. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah takaran arang sekam padi yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa arang sekam padi atau 0 t/ha, 5 t/ha dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah takaran bokashi cair yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa bokashi cair atau 0 ml, 2 ml dan 4 ml. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi antara takaran arang sekam padi dan bokashi cair hanya terjadi terhadap suhu tanah 35 HST. Takaran arang sekam padi berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 14 HST, berat per buah, berat buah per tanaman, jumlah buah per petak, berat segar berangkasan dan indeks panen. Takaran bokashi cair berpengaruh nyata terhadap berat buah per petak panen I dan total panen, berat segar berangkasan dan berat kering berangkasan. Pemberian arang sekam padi 5 t/ha memberikan hasil terbaik berupa 55694 buah setiap hektar dengan berat 16,250 ton. Pemberian bokashi cair 4 ml per tanaman memberikan hasil 53333 buah setiap hektar dengan berat 16,931 ton. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Efek Model Tumpangsari dan Pengaturan Barisan Jagung terhadap Evaluasi Keuntungan Hasil Jagung dan Kacang Nasi Kultivar Lokal Timor dalam Tumpangsari

Ceunfin, Syprianus

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.278 KB)

Abstract

Menurunnya produksi hasil pertanian saat ini menjadi salah satu tantangan bagi peneliti-peneliti pertanian karena lahan pertanian semakin sempit serta tingginya luas lahan tidur. Salah satu cara tepat meningkatkan produksi lahan dan tanaman adalah dengan memanfaatkan ruang antara tanaman baik pada tanaman semusim maupun tanaman umur panjang. Salah satu ruang yang memungkinkan untuk membudidayakan tanaman kacang nasi adalah sela antar tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek model tumpangsari dan pengaturan barisan tanam jagung terhadap hasil dan evaluasi keuntungan hasil jagung dan kacang nasi kultivar lokal Timor dalam sistem tumpangsari. Perlakuan dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 3×2+kontrol dan diulang 3 kali, faktor pertama adalah model tumpang sari yang terdiri dari tiga aras yaitu tumpangsari sela; dan tumpangsari Salome (model Timor ); tumpangsari gabungan dan faktor kedua adalah pengaturan barisan tanam jagung: Single Row; Doblerow. Parameter yang diamati adalah berat biji jagung per petak (t/ha), berat biji kacang nasi per petak (t/ha), total LER, total ATER, Agresivitas tanaman, Rasio Kompetisi tanaman. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan Analisis Anova Rancangan Acak Kelompok Faktorial kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi terhadap berat kering biji jagung per petak, total LER, total ATER, dan rasio kompetisi jagung. Tumpangsari memberikan hasil ≥1, yang berarti menguntungkan pada perlakuan model tumpangsari maupun pada pengaturan barisan tanaman.. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Penyakit Bukan Utama Tanaman Gandum di Kabupaten Timor Tengah Utara

Rusae, Aloysius

Savana Cendana Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.54 KB)

Abstract

Gandum (Triticum spp.) adalah tanaman serealia, memiliki kandungan gizi  yang cukup tinggi. Wilayah Timor Tengah Utara mempunyai prospek bagi pengembangan  gandum. Keberadaan patogen pada pertanaman gandum belum diamati dan diidentifikasi karena belum pernah dilakukan penanaman gandum di daerah tersebut. Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui penyakit-penyakit lain yang menyerang tanaman gandum apabila diintroduksi ke Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah penanaman gandum, pengamatan penyakit dan identifikasi penyakit bukan  utama. Varietas gandum yang ditanam adalah varietas Dewata, Selayar dan Nias. Pengamatan  terhadap  kejadian dan keparahan penyakit dilakukan setiap 4 minggu. Identifikasi patogen dilakukan dengan  karakterisasi morfologi dengan bantuan kunci identifikasi. Penelitian laboratorium untuk identifikasi penyakit dilakukan di Laboratorium Mikologi Tumbuhan, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor. Penyakit lain yang menginfeksi tanaman gandum adalah busuk pucuk Fusarium, bercak daun, hawar malai Curvularia dan Helminthosporium, dan daun terpilin. Persentase  kejadian keempat penyakit tersebut sangat rendah. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Pengaruh Model Tumpangsari dan Pengaturan Jarak Tanam Kacang Nasi (Vigna angularis L.) Kultivar Lokal terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)

Neo, Fransiskus Xaverius, Ceunfin, Syprianus

Savana Cendana Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.577 KB)

Abstract

Tanaman jagung dan kacang nasi adalah dua jenis tanaman yang cocok diterapkan  pada pola tumpangsari.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pertumbuhan dan hasil jagung dalam pola tanam tumpangsari; 2) model tumpangsari terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung; dan 3) pengaturan jarak tanam yang baik dalam pola tanam  tumpangsari jagung dan kacang nasi. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, pada bulan Desember 2016 sampai Maret 2017, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah model tumpangsari  yang terdiri dari tiga aras yaitu tumpangsari standar nasional (sistem sela), tumpangsari salome (model timor) dan gabungan. Faktor kedua adalah pengaturan Jarak tanam yang terdiri dari dua aras yaitu single row dan doble row. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara model tumpangsari dan pengaturan jarak tanam terhadap parameter pengamatan berat kering biji per petak, berat kering biji per hektar. Tanaman jagung yang ditumpangsarikan dengan kacang nasi pada perlakuan model tumpangsari salome dengan pengaturan jarak tanam doble row menghasilkan berat kering biji per petak paling tinggi yaitu sebesar 269,31 g dan 0,89 t/ha.

Pengaruh Model Defoliasi Daun Jagung dan Jumlah Benih terhadap Hasil Jagung dan Kacang Nasi pada Sistem Tumpangsari Salome (Kearifan Lokal Timor)

Ceunfin, Syprianus, Humoen, Maria Ursula, Boyfala, Sonya M. A., Seran, Apriana H., Lelang, Adrianus

Savana Cendana Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.972 KB)

Abstract

Sistem tumpangsari yang dilakukan di pulau Timor khususnya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) masih sangat tradisional yaitu dengan menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda spesies dalam lubang tanam yang sama. Sistem ini biasanya disebut dengan Salome atau satu lubang rame-rame. Sistem tumpangsari salome tentunya memiliki kelemahan yaitu terjadi persaingan secara vertikal maupun secara horizontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model defoliasi dan jumlah benih terhadap hasil jagung dan kacang nasi serta untuk mengetahui Land Equivalend Racio (LER) dalam sistem tumpangsari salome. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial 6 x 4 + monokultur yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah model defoliasi daun jagung, Tanpa defoliasi, defoliasi batang atas 50% dari tongkol, defoliasi batang atas 100% dari tongkol, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun 100% dari pangkal hingga daun bendera, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun dari daun bendera hingga tongkol, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun dari daun pangkal hingga tongkol. Faktor kedua adalah perbandingan jumlah benih jagung umur genjah kultivar lokal timor dan benih kacang nasi tipe tegak, satu jagung satu kacang, satu jagung dua kacang, dua jagung satu kacang, dua jagung dua kacang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model defoliasi daun jagung dan jumlah benih mempengaruhi hasil jagung secara signifikan tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil kacang nasi dan tumpangsari salome menghasilkan nilai total LER>1. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Identifikasi Senyawa Aktif Kulit Batang Ampupu (Eucalyptus alba Reinw. Ex. Blume) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Fusariummoniliforme

Metboki, Bernadina

Savana Cendana Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.926 KB)

Abstract

Produksi jagung yang rendah di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Pengendalian jamur dengan menggunakan bahan kimia sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan usaha pengembangan  fungisida nabati yang ramah lingkungan, misalnya dengan menggunakan ekstrak kulit batang ampupu. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek anti jamur dari ekstrak kulit batang ampupu terhadap pertumbuhan jamur Fusarium sp. yangmenyebabkan busuk tongkoljagung. Pengujian hambatan pertumbuhan Fusarium sp. oleh ekstrak kulit batang ampupu dilakukan di laboratorium dengan metode sumur difusi pada media PDA. Ekstrak dengan konsentrasi 1,5%, 3,0%, 4,5% di masukkan dalam sumur difusi pada setiap petri. Identifikasi senyawa aktif menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara in vitro ekstrak kasar kulit batang ampupu dengan konsentrasi 1,5%, 3,0%, dan 4,5% mampu menghambat pertumbuhan jamur Fusarium moniliformedengan diameter zona hambatan  masing-masing adalah 0,18 mm, 1,85 mm, 2,01 mm. peningkatan konsentrasi ekstrak yang diberikan menyebabkan  zona hambatan yang terbentuk lebih besar. Sebelas senyawa dalam ekstrak methanol kulit batang ampupu diketahui berpotensi sebagai anti jamur  yaitu Ethylbenzene, o-Xylene, ALPHA.-PINENE,DELTA.3-Carene, Azulene(CAS)Cyclopentacycloheptene, Tetradecane(CAS)n-Tetradecane, 2,6-Diisopropylnaphthalene, 7,9-Di-tert-butyl-1-oxaspiro(4,5)deca-6,9-dien, Hexadecanamide, 9-Octadecenamide, (Z)-(CAS)OLEOAMIDE, 1,2-Benzenedicarboxylicacid,mono(2-ethylhexyl). Â©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.

Identifikasi Cendawan Patogen pada Beberapa Varietas Benih Padi Sawah Berdasarkan Model Penyimpanan

Amteme, Kresentia, Tefa, Anna

Savana Cendana Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.746 KB)

Abstract

Benih dikatakan sehat, apabila benih yang digunakan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit salah satunya adalah cendawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis cendawan patogen yang menginfeksi benih padi. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Biologi Universitas Timor sejak bulan Maret – Mei 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari tiga varietas yakni Ciherang, IR dan Siputih. Faktor kedua terdiri dari model penyimpanan yakni penyimpanan dalam karung plastik, sokal dan kaleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiga varietas dan model bahan pengemas benih tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap daya berkecambah. Persentase potensi tumbuh maksimum antara varietas siputih (97,33) berbeda secara nyata dengan varietas IR (72,00) dan pada model benih yang disimpan dalam karung plastik (94,22) berbeda secara nyata dengan benih yang disimpan dalam sokal (68,88). Hasil identifikasi ditemukan lima cendawan dari genus Aspergillus sp.1 dan sp.2, Altenaria, Curvularia, Fusarium dan Rhizopus yang menginfeksi benih sehingga menurunkan daya berkecambah. Tingkat serangan cendawan berbeda-beda pada varietas dan model penyimpanan. Kelima cendawan patogen yang ditemukan, dua cendawan diantaranya yaitu Aspergillus dan Fusarium menginfeksi benih dengan tempat penyimpanan yang berbeda lebih rendah, untuk mengurangi tingkat infeksi cendawan Altenaria, Curvularia dan Rhizopusdapat diberi perlakuan fungisida. ©2018 dipublikasikan oleh Savana Cendana.