cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Savana Cendana
Published by Universitas Timor
ISSN : 24777927     EISSN : -     DOI : -
Savana Cendana (Journal of dryland agriculture conservation) is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of Savana Cendana is 2477-7927.
Articles 63 Documents
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Ukuran Polybag Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Licopercicum escelentum Mill) Bui, Florentina; Lelang, Maria Afnita; Taolin, Roberto I. C. O.
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan membuktikan komposisi media tanam dan ukuran polybag yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terbaik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang merupakan campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yakni 1:2:3, 2:1:3 dan 3:2:1. Faktor yang kedua adalah ukuran polybag yang terdiri dari tiga aras yakni 15 x 20 cm, 20 x 20 cm dan 20 x 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara komposisi media tanam dan ukuran polybag hanya terjadi pada tinggi tanaman 14 HST dan berat buah per tanaman panen III. Komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap diameter batang 28 HST dan 42 HST, berat buah per tanaman panen I, panen II dan panen III, berat segar maupun kering berangkasan. Sedangkan ukuran polybag berpengaruh nyata terhadap suhu tanah setiap waktu pengamatan, tinggi tanaman 14 HST dan 28 HST, diameter batang 28 HST, luas daun, berat per buah, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman panen I, panen II, panen III dan total panen, berat segar maupun kering berangkasan dan berat kering akar. Media tanam dengan komposisi 1:2:3 memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yakni 964,5 g dibandingkan komposisi media tanam 2:1:3 dan 3:2:1. Penggunaan polybag dengan ukuran 20 x 25 memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yaitu 1.022,7 g dibandingkan ukuran polybag 15 x 20 dan 20 x 20. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Dosis Pupuk Mitra Flora dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Banu, Heriberta; Taolin, Roberto I. C. O.; Lelang, Maria Afnita
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair Mitra Flora dan ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan hasil sawi serta mengetahui dosis  pupuk cair Mitra Flora dan ekstrak daun kelor yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk Mitra Flora terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk cair Mitra Flora, 60 ml/tanaman, 120 ml/tanaman. Faktor kedua adalah ekstrak daun kelor terdiri dari tiga  aras yaitu tanpa ekstrak daun kelor, 75 ml/tanaman, 150 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi pengaruh interaksi antara pupuk Mitra Flora dan ekstrak daun kelor terhadap semua parameter yang diamati, demikian juga pengaruh utama masing-masing faktor perlakuan baik dosis pupuk Mitra Flora maupun ekstrak daun kelor juga tidak terjadi terhadap semua parameter yang diamati. Dosis pupuk Mitra Flora 60 ml per tanaman merupakan dosis yang optimum yang memberikan hasil sawi seberat 149,1 g per tanaman. Dosis ektrak daun kelor 150 ml per tanaman memberikan hasil sawi terbaik seberat 153 g per tanaman. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.) Tefa, Petrus; Taolin, Roberto I. C. O.; Lelang, Maria Afnita
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman  terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan bibit sengon laut yang optimum. Penelitian  mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis kompos yang terdiri dari tiga aras yaitu kontrol atau 0 g per polybag, 30 g per polybag dan 40 g per polybag. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga aras yaitu dua kali sehari, satu kali sehari dan dua hari sekali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap semua parameter. Dosis kompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman setiap waktu pengamatan, diameter batang setiap waktu pengamatan, berat segar bibit dan berat kering bibit. Frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 60 HSS dan 90 HSS, tinggi tanaman 30 HSS, diameter batang 30 HSS dan 60 HSS. Dosis kompos 30 g per polybag adalah dosis optimum bagi pertumbuhan bibit sengon sedangkan penyiraman dua kali sehari adalah frekuensi penyiraman yang tepat bagi bibit sengon. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Takaran Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kedelai (Glysine max (L.) Merril) Leki, Wendalinus; Lelang, Maria Afnita; Taolin, Roberto I. C. O.
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung yang ditumpangsarikan dengan beberapa varietas kedelai. Percobaan lapangan telah dilakukan di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timordengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 × 3 diulang dalam 3 blok. Faktor yang diteliti adalah takaran pupuk kandang sapi yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk, 30 t/ha dan 40 t/ha. Faktor kedua adalah varietas kedelai yang terdiri dari tiga aras yaitu Davros, Willis dan Lokal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara takaran pupuk kandang sapi dan varietas kedelai terhadap semua parameter yang diamati.Takaran pupuk kandang sapi berpengaruh secara nyata terhadap suhu tanah 75 HST, kadar lengas 50 HST, diameter batang 25 HST, jumlah biji per baris, berat kering 100 biji, berat kering biji per petak dan indeks panen. Varietas kedelai berpengaruh secara nyata terhadap jumlah baris per bulir, jumlah biji per baris dan berat kering biji per petak.Pupuk kandang sapi 40 t/ha merupakan takaran yang lebih baik dan kedelai varietas Lokal lebih cocok untuk ditumpangsarikan dengan jagungpulut dengan hasil jagung 1,0 t/ha dan kedelai 0,7 t/ha. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Manehat, Stefanus Jones; Taolin, Roberto I. C. O.; Lelang, Maria Afnita
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk kandang serta mendapatkan jenis pupuk kandang dan dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang terbaik. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang babi dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah dosis pupuk yang terdiri dari tiga aras yaitu 5 t/ha, 10 t/ha dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi hanya terjadi pada parameter jumlah biji per polong dan berat kering berangkasan sedangkan parameter lainnya tidak terjadi interaksi antara perlakuan jenis dan dosis pupuk kandang. Jenis pupuk kandang berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 14 HST dan panjang polong, sedangkan dosis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 28 HST dan 42 HST serta jumlah polong per tanaman. Pemberian pupuk kandang babi memberikan hasil tertinggi pada kacang hijau yakni 1,43 t/ha, sedangkan dosis pupuk kandang 10 t/ha memberikan hasil tertinggi pada kacang hijau yakni 1,58 t/ha. Pemberian pupuk kandang babi dengan dosis 10 t/ha dapat mencapai hasil kacang hijau 1,91 t/ha. ©2016 dipublikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk Kandang Babi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Nokas, Yandri; Taolin, Roberto I. C. O.; Lelang, Maria Afnita
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhwaktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang kedelai sekaligus mendapatkan waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil kacang kedelai. Penelitian  mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah waktu aplikasi pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu -7 HST, -14 HST dan -21 HST. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu 5 t/ha, 10 t/ha dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kedelai. Waktu aplikasi hanya berpengaruh secara nyata terhadap diameter batang 28 HST, sedangkan dosis pupuk berpengaruh secara nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, diameter batang 42 HST, luas daun, berat kering 100 biji dan berat segar maupun berat kering berangkasan. Pemberian pupuk kandang babi pada -14 HST adalah waktu yang tepat dan memberikan hasil kedelai 1,629 t/ha. Dosis 15 t/ha merupakan dosis yang lebih baik dan memberikan hasil kedelai 1,647 t/ha. Jika pemberian pupuk kandang babi dilakukan pada -14 HST dengan dosis 15 t/ha maka hasil kedelai mencapai 2,090 t/ha. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kultivar Terung Lokal (Solanum Melongena L.) Raharjo, Krisantus Tri Pambudi; Kefi, Theodorus
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan mulsa bertujuan untuk mempertahankan suhu tanah, kelembaban tanah, kandungan bahan organik, mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan, meningkatkan penyerapan air, dan menekan pertumbuhan gulma, sehingga dapat tersedia kondisi lingkungan yang optimum bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu diduga beberapa kultivar lokal memiliki tanggapan berbeda terhadap penggunaan mulsa. Percobaan lapangan dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil kultivar terung lokal di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, menggunakan Rancangan Petak Berjalur (Strip Plot Design) 3 x 3 diulang 3 kali. Faktor pertama adalah kultivar terung (kualoto) lokal yaitu; buah bulat kecil (fua bubu ana) , buah bulat besar (fua bubu naek) dan buah bulat panjang (fua bubu mnanu). Faktor kedua adalah Mulsa yaitu; dari alang-alang, plastik hitam, dan tanpa mulsa. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa semua kultivar terung lokal cocok pada lahan yang ditutupi mulsa alang-alang dan hasil tertinggi diperoleh terung lokal buah bulat panjang. Pada lahan tanpa mulsa, maupun yang ditutupi mulsa plastik, kultivar terung lokal buah bulat besar beradaptasi lebih baik. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Pada Benih Terhadap Keragaan Tanaman Jengger Ayam (Celosia cristata L.) Lelang, Maria Afnita; Setiadi, Adi; ., Fitria
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study the effect of gamma irradiation on the performance of the plant seed from the chickens comb (Celosia cristata L.) aims to Obtain mutant plants Celosia unique, interesting, and stable that can be used as a lucrative new varieties on the market. Getting a mutant plant that has the highest diversity in LD50. The experiment was conducted in February 2013 to April 2013. This research was conducted at the Nuclear Energy Agency (BATAN) Pasar Minggu and Development Center of Ornamental Plants Bogor Agricultural Institute (IPB), Taman Kencana, Bogor. This study uses Celosia seeds irradiated with various doses. The dose used is: 0 Gy, 10 Gy, 20 Gy, 30 Gy, 40 Gy, 50 Gy. Observations were made on the Reduction parameter Dose (RD) 50, High Plant (cm), Number Buds (buds), Flower color and Form Flowers. The results showed that the highest dose of 10 plants and 20 gy is 29 cm, while the plant height is lowest at a dose of 40 gy is 24 cm. The highest number of shoots was shown by a dose of 50 gy, gy that radiation dose 10 purplish pink flowers and red. Irradiated interest is soaring upwards but then widened to the side. ©2016 Published by Savana Cendana.
Model Penanaman dan Frekuensi Aplikasi Bio-Insektisida Sebagai Upaya Pengendalian Hama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Nik, Nikolas
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aplikasi bioinsektisida dan sistem tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil  padi sawah yang maksimal, dilaksanakan di lahan sawah Benkoko, Desa Letmafo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU pada bulan Februari  sampai Juni 2014. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) 2 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi bioinsektisida yang terdiri dari satu kali aplikasi dan dua kali aplikasi bioinsektisida. Faktor kedua adalah sistem tanam yang terdiri dari sistem legowo 2:1, sistem legowo 3:1, sistem legowo 4:1 dan sistem tegel 20 x 20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan cara tanam jajar legowo lebih cenderung meningkatkan bobot gabah kering panen dan mengurangi adanya serangan hama pada tanaman padi sawah. Penggunaan bioinsektisida 2 kali aplikasi cenderung meningkatkan hasil namun secara ekonomis 1 kali aplikasi bioinsektisida sudah cukup untuk mengurangi populasi hama. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Pemanfaatan Bakteri Probiotik untuk Menekan Infeksi Colletotrichum acutatum dan Meningkatkan Mutu Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan Tefa, Anna; Widajati, Eny; Syukur, Muhamad; ., Giyanto
Savana Cendana Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang bakteri probiotik dilakukan untuk mendapatkan jenis bakteri yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan Colletotrichum acutatum penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bakteri probiotik yang bersifat antagonis terhadap C. acutatum serta mencegah penyakit terbawa benih (seedborne diseases). Tata letak percobaan disusun menurut Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah coating benih yang terdiri dari 6 taraf yaitu kontrol /tanpa coating (c0), coating tanpa bakteri (c1), coatingBacillus sp. (c2), coating Pseudomonas sp. (c3), coating Actinomycetes sp. (c4) dan coating fungisida (c5).  Faktor kedua adalah periode simpan yaitu 0, 1 , 2, 3, 4 dan 5 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 bakteri yang bersifat antagonis terhadap C. acutatum yaitu Actinomycetes sp. (ATS6) dengan persentase hambatan 56,8%, Bacillus sp. (B48) 56,7% dan Pseudomonas sp. (P12) 46,7%. Aplikasi bakteri probiotik meningkatkan viabilitas dan kesehatan benih cabai pada periode simpan 5 bulan, pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum 80-84%, daya berkecambah 76-78,7%, benih terinfeksi pada coating Actinomycetes sp., 2,67% dan Bacillus sp., 6,7%.Bacillus sp. mengandung indole acetic acid (IAA) 91,8 ppm dan giberelin (GA3) 103,2 ppm. Actinomycetes sp. mengandung 89,6 ppm IAA dan GA3 92,5 ppm, dan Pseudomonas sp. mengandung 68,9 ppm IAA dan GA3 69,2 ppm. ©2016 dipublikasikan oleh Savana Cendana.