cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Geosaintek
Articles
74
Articles
Identifikasi Hidrogeologi Situs Candi Dan Petirtaan Jolotundo Menggunakan Inversi Metode VLF-EM

Putra Sukandar, Eka Cahya ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Widodo, Amien ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.564 KB)

Abstract

Situs sejarah dan budaya menjadi salah satu peninggalan penting yang perlu dijaga, termasuk di dalamnya situs petirtaan Jolotundo yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pengetahuan akan sistem hidrogeologi akan membantu melestarikan dan menjaga suplai air di situs petirtaan. Metode Very Low Frequency - Electromagnetic(VLF-EM) dipilih untuk memetakan sistem hidrogeologi dan aliran air di wilayah tersebut. Metode ini dipilih karena dapat memetakan wilayah yang jenuh air dengan memanfaatkan nilai resistivitas dari material di wilayah pengukuran. Jumlah lintasan yang diambil sebanyak 6 lintasan dengan spasi yang digunakan bervariasi yakni sepanjang 1 meter, 1,5 meter, serta 5 meter. Nilai resistivitas target sebesar 0-10 Ohm.meter yang merupakan rentang resistivitas dari air. Terdapat anomali yang diidentifikasi sebagai aliran air yang teridentifikasi pada lintasan 2, 3, 4, dan 5. Adapun aliran air tersebut terbentuk dari akuifer dengan tipe akuifer tertekan. Batuan penyusun sistem hidrogeologi daerah penelitian terdiri atas batuan tuff, aglomerat, serta breksi gunung api. Batuan aglomerat berfungsi sebagai batuan penyusun akuifer dari sistem hidrogeologi, sedangkan batuan tuf berfungsi sebagai batuan pembatas, yang menjebak air sehingga tidak keluar dari akuifer. Interpretasi pada penampang hasil pengolahan menunjukkan adanya 2 jalur aliran air dimana aliran pertama berada sejalajr dengan lintasan pertama sementara aliran kedua berada di sebelah timur laut dari aliran pertama. Keadalaman dari kedua aliran tersebut berturut-turut yakni sedalam 20 meter serta 6 meter. Adapun arah kedua aliran tersebut yakni barat laut-tenggara dimana aliran yang ke dua merupakan aliran yang diindikasikan menyuplai air di situs petirtaan Jolotundo. Dugaan ini dikuatkan dengan posisi situs yang berada tepat di bawah aliran ke dua.

Pemodelan 3D Kecepatan Gelombang P Dengan Metode Double Difference Dan Tomografi Travel Time Untuk Identifikasi Patahan (Studi Kasus Patahan Palu- Koro)

Shelawisata, Hanna Gustini ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Nur Rochman, Juan Pandu Gya ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.617 KB)

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempabumi di Indonesia. Sumber gempabumi berasal dari patahan aktif di daratan Sulawesi Tengah, salah satunya adalah Patahan Palu-Koro. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model 3D kecepatan gelombang P dan untuk mengidentifikasi zona patahan di daerah penelitian menggunakan metode double difference dan tomografi travel time dengan memanfaatkan data gempabumi lokal. Hasil relokasi hiposenter dengan metode double difference menggunakan program hypoDD adalah irisan penampang vertikal yang melewati patahan Palu-Koro menunjukkan kedalaman patahan tersebut berkisar 3–27 km. Metode Coupled Velocity Hypocenter menggunakan program Velest 3.3 dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model 1D kecepatan gelombang P. Model 1D kecepatan gelombang P yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah nilai kecepatan antara 3.28 km/s hingga 9.07 km/s pada rentang kedalaman 0 – 36 km. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan nilai kecepatan antara 5 km/s hingga 9 km/s pada area yang dilewati ray tracing. Relokasi hiposenter dengan metode double difference memiliki kecenderungan berkumpul membentuk cluster yang dapat diindikasikan patahan berada di sekitar cluster. Model 1D kecepatan gelombang P diperoleh mengalami peningkatan nilai pada beberapa lapisan. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan ray tracing melewati jalur tercepat dan memiliki high velocity yang berasosiasi dengan batuan magmatik di sekitar patahan Palu-Koro

Aplikasi Metode Multichannel Analysis Of Surface Wave (MASW) Sebagai Evaluasi Tapak Lokal Surabaya

Indanartha, Novien Ghoziana ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Widodo, Amien ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.287 KB)

Abstract

Keberadaan sesar aktif baribis-kendeng fold-thrust zone di Surabaya dapat berisiko menyebabkan adanya potensi gempa bumi. Mayoritas wilayahnya merupakan endapan aluvium. Tingkat kerusakan dan bahaya gempabumi sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi lokal. Beberapa kasus gempabumi yang telah terjadi menunjukkan bahwa kerusakan lebih parah terjadi pada dataran alluvial dibandingkan dengan daerah perbukitan. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi tapak lokal yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana dengan menganalisis seluruh potensi bahaya pada suatu daerah secara lengkap. Evaluasi tapak lokal dilakukan dengan mengukur parameter dinamis tanah yang merupakan respon tanah terhadap gempa bumi yaitu kecepatan gelombang geser (Vs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemodelan nilai Vs serta kondisi tapak lokal Surabaya. Penelitian dilakukan di 45 titik di surabaya dengan metode multichannel analysis of surface wave karena ketepatan dan resolusi yang tinggi pada struktur dekat permukaan. Penelitian ini menggunakan 24 geophone yang disusun memanjang dengan jarak 4 m dan jarak offset 5 m. Akuisisi dilakukan dengan 5 kali shot dan dilakukan dengan durasi stacking count 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vs30 Surabaya sebesar 176 m/s – 294 m/s merupakan kategori kelas C dan D berdasarkan Eurocode8. Sebaran hasil pemodelan nilai Vs yang rendah yaitu 100-200 m/s mengalami penebalan dari arah Barat menuju ke Utara dan dari arah Timur ke Selatan menujukkan nilai Vs yang rendah pada kedalaman 0-30 m. Beradasarkan hasil pengolahan dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas daerah Surabaya khususnya daerah Utara lebih berisiko terhadap efek gempa bumi.

Aplikasi Metode Seismik Refraksi Untuk Lintasan Terowongan Studi Kasus Wilayah “SMBR”

Zakariah, Lutfi ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Widodo, Amien ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Nefrizal, Nefrizal ( PT Elnusa Tbk )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.727 KB)

Abstract

Metode seismik refraksi telah banyak digunakan untuk rekayasa bawah permukaan dalam mengidentifikasi struktur dan stratigrafi dengan memanfaatkan perbedaan elastic properties pada batuan. Pada penelitian seismik refraksi diterapkan untuk analisa bawah permukaan dalam penentuan jalur terowongan. Terowongan yang direncanakan melewati perbukitan di wilayah SMBR sangat penuh dengan resiko geologi seperti adanya struktur dan zona weathering layer. Panjang lintasan akuisisi ini sepanjang 1800 m dengan 38 titik tembak. Dari hasil pengolahan data diperoleh 3 buah lapisan, Lapisan pertama adalah soil atau tanah residual dengan rentang velocity 300-1200 m/s, pada lapisan kedua terdapat sandstone dengan rentang nilai velocity 1800 – 3100 m/s dan pada lapisan ketiga terdapat lapisan siltstone dengan rentang 2400-4400 m/s. Selain itu terdapat struktur berupa patahan pada meter ke -1105. Berdasarkan data bor sampai kedalaman 50 m dominan terdapat sandstone sehingga sering terjadi lose. Dengan mengetahui kondisi bawah permukaan diharapkan proses konstruksi menjadi lebih efektif dan menurunkan risiko kecelakaan kerja.

Perhitungan Volume Stockpile Menggunakan Metode Cut And Fill Sebagai Upaya Penyelamatan Aset di Kabupaten Semarang

Hartadi, Joko ( Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, UPN "Veteran" Yogyakarta ) , Nurwatik, Nurwatik ( Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, UPN "Veteran" Yogyakarta )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.152 KB)

Abstract

Batubara merupakan sumber energi paling melimpah yang dimiliki Indonesia. Menyadari fenomena tersebut, pemerintah mencanangkan program peralihan sumber energi dari minyak bumi menjadi batubara untuk dapat dimanfaatkan oleh sektor industri sebagai upaya penghematan penggunaan BBM. Proses pengolahan batubara diawali dari penambangan pada pit kemudian penimbunan di stockpile.Lokasi stockpile salah satunya berada di pesisir utara Kabupaten Semarang. Berada di salah satu area yang rawan terhadap kenaikan permuakaan air laut, membuat stockpile  menjadi tenggelam ketika air laut pasang. Oleh karena itu sebagai upaya penyelamatan dari hilangnya status hak terhadap stockpile tersebut, kegiatan penimbunan perlu dilakukan. Metode penimbunan yang dilakukan adalah pemetaan volume  galian/timbunan (Cut/Fill). Perhitungan volume timbunan didasarkan   dari  pengukuran beda tinggi   pada  spotheight  di area penelitian dengan metode grid volumes. Perhitungan volume timbunan pada penelitian ini dilakukan dengan dua alternatif elevasi lokal. Hasil perhitungan menunjukkan volume timbunan  berdasarkan elevasi pondasi  pabrik  meubel lebih besar daripada elevasi pondasi pabrik  Sido Muncul.

Rancang Bangun Alat Pengukuran Suseptibilitas Dan Penampilan Karateristik Magnetik Batuan

Rizkiawan, Muhammad Aldo ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Bahri, Ayi Syaeful ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.52 KB)

Abstract

Pengukuran suseptibilitas magnetik di bidang geofisika dan petrofisika pada umumnya membutuhkan biaya yang mahal dan proses yang kompleks. Namun semenjak berkembangnya teknologi mikrokontroler dalam kalangan masyarakat sipil, perkembangan teknologi ini dapat membantu pengukuran suseptibilitas magnetik batuan di bidang geofisika. Suseptibilitas magnetik merupakan suatu sifat material untuk dapat di magnetisasi, suatu material dengan nilai suseptibilitas tertentu dapat diklasifiskan menjadi paramagnetik, diamagnetik atau ferromagnetik. Telah dilakukan rancang bangun alat pengukur suseptibilitas dan penampilan karakteristik kemagnetan dengan memanfaatkan mikrokontroler Arduino, ADC 16 bit, dan program Matlab. Pengukuran dilakukan dengan cara menggulung 250 putaran kawat pada sampel yang akan memberikan medan magnet eksternal bagi sampel sehingga terbentuk medan induksi pada sampel, sampel pada material ini adalah udara, batang besi tidak murni, sulfur, tanah berpasir, dan tanah humus. Didapatkan hasil suseptibilitas udara sebesar 0,0233, besi sebesar 1,505, sulfur sebesar -0,02, tanah berpasir sebesar 0.06, dan tanah humus sebesar -0,005. Hasil yang telah diolah menunjukan ketidakpastian pada nilai suseptibilitas sebesar 10-2 hingga 10-3 yang dipengaruhi oleh lingkungan pengukuran. Terbentuk pula grafik B terhadap H yang dapat menunjukan secara garis besar karakteristik magnetik material tersebut.

Application Of Microseismic Monitoring In Underground Block Caving Mine

Prahastudhi, Septian ( Geoengineering Division, PT Freeport Indonesia ) , Muttaqi, Achmad ( Geoengineering Division, PT Freeport Indonesia ) , Sitorus, Eric ( Geoengineering Division, PT Freeport Indonesia ) , Riyanto, Erwin ( Geoengineering Division, PT Freeport Indonesia ) , Gumilang, Farid ( Geoengineering Division, PT Freeport Indonesia )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.483 KB)

Abstract

Induced mine activities could make impact to the rock’s stability. Block cave mine has some area where development of the progressing cave line and heading are disturbing and having risk to harm people working in the surrounding area. Rock mass in massive solid rock generates movement in order acting the stress that applied in the environment. Local movement in the mine where it’s caused by blasting – artificial source or passively occurs when the rock finds its stability is generating acoustic P and S waves. Microseismic monitoring system has been applied in the active mine area to ensure a safety production. This paper describes an application of real time microseismic monitoring system in underground mine operation to support a safety production.

Pemetaan Zona Bijih Emas Epitermal Sulfidasi Rendah Menggunakan Metode Resistivitas 2D Dan Polarisasi Terinduksi

Septadi, Bimakurnia ( Departemen Teknik Geofisika, FTSLK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ) , Naufaldi, Fakhriar ( Departemen Teknik Geofisika, FTSLK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ) , Andradit, Fikrizan ( Departemen Teknik Geofisika, FTSLK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ) , Widodo, Amien ( Departemen Teknik Geofisika, FTSLK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ) , Ismanto, Arief ( PEMETAAN ZONA BIJIH EMAS EPITERMAL SULFIDASI RENDAH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2D DAN POLARISASI TERINDUKSIPT GSM J-Resources Nusantara )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.488 KB)

Abstract

Prospek Biku merupakan salah satu wilayah di Gorontalo yang memiliki potensi mineral emas. Pemetaan geofisika menggunakan metode geolistrik resistivitas dan polarisasi terinduksi digunakan untuk mengetahui persebaran litologi yang ada di bawah permukaan. Hasil pemetaan dipermukaan menunjukkan Batuan Breksi hidrotermal dan intrusif riodasit dengan alterasi silika klorit-silika argilik mengandung mineralisasi emas yang tinggi. Resistivitas digunakan untuk mengetahui persebaran litologi sementara polarisasi terinduksi untuk melihat alterasi yang menyertainya. Berdasarkan hasil pengolahan data, litologi breksi hidrotermal memiliki nilai resistivitas antara >150 – 250 Ωm dengan nilai chargeability antara 4-8 ms yang teralterasi silika argilik. Litologi intrusif riodasit degan rentang nilai > 350 Ωm dan sering ditemukan kontak langsung dengan breksi hidrotermal dengan alterasi silika – silika klorit maupun silika argilik dengan nilai chargeability hingga 12 ms berasosiasi dengan patahan.

Identifikasi Arah Persebaran Sedimentasi Menggunakan Analisis Mikrotremor Studi Kasus Kawasan Sumur Tua Kecamatan Wringinanom, Gresik

Muhammad, Putra P fikri ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Riyantiyo, Nizar ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Noor, Muhammad ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Warnana, Dwa Desa ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Syaifuddin, Firman ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Lestari, Wien ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , Rochman, Juan Pandu Gya Nur ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ) , hilyah, anik ( Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan kebumian (FTSLK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.66 KB)

Abstract

Jawa timur bagian utara merupakan daerah prospek dalam industri Minyak dan Gas Bumi. Sebagai zona RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Subala). Cekungan Jawa Timur utara memiliki kerangka geologi didominasi oleh graben, half-graben, dan sesar lain akibat fase rifting pada periode ekstensional  zaman  Paleogen  dan  arah  sedimentasi  berawal  sisi  utara  cekungan,  seiring  terbentuknya gunung api hasil subduksi lempeng dibagian selatan maka sedimen terendapkan dari bagian selatan cekungan. Secara regional terdapat potensi reservoar yang terbentuk dari batuan pasir dan karbonat. Berlatarbelakang sumur tua yang terletak di desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Indikasi awal daerah tersebut memiliki petroleum system sehingga, penelitian bertujuan mengidentifikasi arah persebaran sedimen dalam tinjauan awal eksplorasi kembali pada daerah tersebut. Data yang digunakan adalah data primer pengukuran metode mikrotremor berdimensi 36.000 m2  (122 titik)  selama 6 hari, dengan frekuensi natural 4-8 Hz.

Potensi Air Tanah Di Bagian Beach Ridge Daerah Labuhan Bajau Dan Sekitarnya, Kabupaten Simeuleu Berdasarkan Analisis Pengukuran Geolistrik

Gemilang, Wisnu Arya ( Loka Penelitian Sumber Daya Kerentanan Pesisir, Balitbang KP, KKP ) , Kusumah, Gunardi ( Loka Penelitian Sumber Daya Kerentanan Pesisir, Balitbang KP, KKP ) , Rahmawan, Guntur Adhi ( Loka Penelitian Sumber Daya Kerentanan Pesisir, Balitbang KP, KKP )

Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.388 KB)

Abstract

Akuifer yang terdapat di wilayah pesisir sangat berkaitan dengan bentuk lahan serta mula jadi lingkungan pengendapannya sehingga akan berbeda-beda di tiap-tiap wilayah pesisir. Wilayah pesisir Labuhan Bajau, Teupah Selatan Kabupaten Simeulue, yang memiliki bentukan morfologi beach ridge atau beting gisik. Bentukan morfologi tersebut digunakan sebagai kawasan pemukiman dan aktifitas laut, sehingga diperlukannya penelitian identifikasi potensi air tanah di bagian beach ridge. Pendugaan keberadaan potensi airtanah pada daerah penelitian menggunakan geofisika dengan metode Geolistrik 2D konfigurasi Pole-Dipole untuk pendugaan keberadaan akuifer di bentukan morfologi beach ridge.Hasil interpretasi data geolistrik berupa profil penampang resistivitas bawah permukaan sebanyak 2 lintasan menunjukkan adanya prospek airtanah yang terperangkap pada sistem akuifer lapisan endapan alluvial pantai. Keberadaan akuifer terdapat pada kedalaman 0 - < 30m dari permukaan tanah dengan litologi berupa material lepas berupa batupasir berukuran sedang hingga kasar.