cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Healthy Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 24078441     EISSN : 25020749     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal ini mencakup masalah kesehatan secara individu maupun komunitas. Jurnal ini terbit 6 bulanan sekali atau 2 kali setahun pada periode Agustus-Januari dan Februari-Juli
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FOOD BORNE DISEASE PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) INPRES 3 TONDO KOTA PALU Herman, Herman; Napirah, Muh. Ryman; Sherlina, Sherlina
Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.127 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Food borne disease adalah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganisme atau racun. Kejadian food borne disease seperti diare, typhoid, dan infeksi cacing masih cukup rentan terhadap anak usia sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor perilaku hidup bersih dan sehat yang berhubungan dengan kejadian food borne disease pada anak di SDN Inpres 3 Tondo Kota Palu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yaitu 64 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebersihan diri dengan kejadian food borne disease (ρ = 0,000), ada hubungan kebersihan makanan dan minuman dengan kejadian food borne disease (ρ = 0,002), dan ada hubungan kesehatan lingkungan dengan kejadian food borne disease (ρ = 0,000).Kesimpulan: Pengawasan terhadap anak sekolah dasar oleh guru maupun orang tua sangat penting dalam menjaga kebersihan diri, kebersihan makanan dan minuman, serta kesehatan lingkungan.   Kata Kunci : Hidup Bersih, Sehat, Food Borne Disease.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD AMPANA KABUPATEN TOJO UNA-UNA Nurhaida, Siti; Sudirman, Sudirman
Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.801 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kasehatan mengalami perubahan, pada awal perkembangannya, rumah sakit adalah lembaga yang berfungsi sosial, tetapi dengan adanya rumah sakit swasta, menjadikan rumah sakit lebih mengacu sebagai suatu industri yang bergeraak dalam bidang pelayanan kesehatan dengan melakukan pengelolaan yang berdasar pada manajemen badan usaha. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Ampana Kabupaten Tojo Una Una. Metode: Jenis Penelitian ini adalah merupakanSurvey Analitik dengan pendekatan cross sectional Study. Lokasi Penelitian ini di RSUD Ampana Kabupaten TojoUna-Una dan waktu penelitian pada bulan Juli 2014, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square (x²). Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa di RSUD Ampana,ada hubungan yang bermakna antara Kehandalan dengan kepuasan pasien dengan nilai p = 0,002. Ada hubungan bermakna antara Ketanggapan dengan kepuasan pasien dengan nila p = 0,020. Tidak ada hubungan yang bermakna antara jaminan dengan kepuasan pasien dengan nilai p = 0,051. Ada hubungan bermakna antara Empati dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,005. Dan ada hubungan bermakna antara Bukti langsung dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan Bagi Dokter, Perawat dan Petugas kesehatan lainnya yang bertugas di Rumah Sakit untuk lebih meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan seperti dalam halnya variabel dalam penelitian ini. Kata Kunci :        Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, RumahSakit.
EFEKTIFITAS ABU SEKAM PADI DAN ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU SUPER AFIFAH KOTA PALU Budiman, Budiman; Amirsan, Amirsan
Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.98 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masih dilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan air dan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Limbah yang dapat dihasilkan dari produksi tahu terdiri dari limbah padat dan cair. Limbah padat biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara limbah cair langsung dibuang kelingkungan. Limbah cair industri tahu yang dibuang ke badan air penerima tanpa pengolahan merupakan salah satu sumber pencemar terhadap perairan yang menyebabkan kematian biota aquatik sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Tujuan: Untuk melihat efektifitas abu sekam padi dan arang aktif dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada limbah cair industri tahu Super Afifah. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment, dengan rancangan penelitian Non-randomized Control Group Pretest-Postest Design. Penelitian ini berlokasi di dua tempat, yaitu industri tahu Super Afifah dan UPT Laboratorium Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan telah dilaksakan pada bulan September 2013. Hasil: Analisis kondisi awal pada limbah cair industri tahu Super Afifah menunjukkan kadar BOD yang masih tinggi, yaitu sebesar 333,2 mg/l, dan COD sebesar 666,4 mg/l. Dari hasil penelitian menggunakan analisis statistik dengan Uji T, diketahui bahwa arang aktif lebih efektif dibandingkan dengan abu sekam padi dalam menurunkan kadar BOD pada limbah cair industri tahu Super Afifah, dengan nilai Mean = 2,9383 untuk perlakuan menggunakan arang aktif, dan nilai Mean = 3,1167 untuk perlakuan menggunakan abu sekam padi. Sedangkan untuk kadar COD diperoleh nilai Mean = 5,8733 untuk perlakuan menggunakan arang aktif, dan nilai Mean = 6,2683 untuk perlakuan menggunakan abu sekam padi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan agar pemilik/pengelola industri tahu dapat melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap limbah yang dihasilkan dari poses produksi sebelum dibuang agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.   Kata Kunci : Abu Sekam Padi, Arang Aktif, BOD, COD, dan Limbah Cair Industri Tahu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS AREA KAWASAN TANPA ROKOK DI PONDOK PESANTREN NURUL FALAH KAWATUNA KOTA PALU Jufri, Muhammad; Awali, Nazliani
Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.3 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Di Indonesia daerah yang telah menerapkan kawasan tanpa rokok ini adalah Jakarta, Bogor, Palembang dan disusul Yogyakarta. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Pengawasan Pembina Kepada Santri, Disiplin Santri, Sanksi yang diberikan Kepada Santri dengan efektivitas kawasan tanpa rokok di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna Kota Palu. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study yaitu antara variabel independent dengan variabel dependent dikumpulkan pada waktu bersamaan.Pengumpulan data dilakuakan dengan dua jenis data yaitu data primer  dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang ada di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna Kota Palu, sejumlah 92 orang Santri. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu seluruh populasi menjadi responden berjumlah 92 orang. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara Pengawasan Pembina kepada Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok dimana nilai P = 0,008(P = < 0,05). Tidak ada hubungan antara Disiplin Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok dimana nilai P = 0,020P = < 0,05). Dan ada hubungan antara Sanksi yang diberikan kepada Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok hasil dimana nilai P = 0,001(P = < 0,05). Penelitian Ini menyarankan kepada pihak Pondok Pesantren untuk memberikan penyuluhan dan meningkatkan pengawasan yang dilakukan oleh pembina, meningkatkan disiplin santri dan memberikan sanksi kepada santri yang tidak mengindahkan peraturan dilarang merokok, sehingga terwujud lingkungan  kawasan tanpa rokok yang efektif.   Kata Kunci : Pengawasan pada Santri, Disiplin Santri, Sanksi pada Santri, Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok.
HUBUNGAN ANTARA PENDAMPING PERSALINAN, UMUR DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI KLINIK KESEHATAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS MABELOPURA KECAMATAN PALU SELATAN SULAWESI TENGAH Musahib, Abd. Halim; Waskito, Fajar; Syamsi, Nur
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.352 KB)

Abstract

Abstrak LatarBelakang: Di Dunia, dua ratus juta perempuan hamil dengan berbagai risiko kehamilan dijumpai setiap tahun. Komplikasi yang disebabkan faktor risiko dalam masa kehamilan sebesar 40%, salah satunya adalah kecemasan. Beberapa faktor penyebab kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan adalah usia, paritas, pendamping persalinan dan pengetahuan tentang persalinan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan pendamping ibu hamil dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Metode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 59 orang yang dipilih menggunakan accidental sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa faktor adanya pendamping persalinan secara statistik mempunyai hubungan bermakna untuk terjadinya kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan (CI 95%, p = 0,000), sedangkan faktor usia dan jumlah paritas secara statistik tidak mempunyai hubungan bermakna (CI 95%, p = 0,378 dan p = 0,115) Kesimpulan: Pada ibu hamil menjelang persalinan, pendamping persalinan merupakan faktor risiko untuk terjadinya kecemasan, sedangkan usia dan jumlah paritas ibu tidak merupakan faktor risiko untuk terjadinya kecemasan.   Kata kunci : Kecemasan, ibu hamil, Usia, Paritas, Pendamping persalinan
KARAKTERISTIK PENDERITA HERNIA INGUINALIS YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU TAHUN 2012 Sesa, Indri Mayasari; Efendi, Asri Ahram
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.83 KB)

Abstract

Abstrak Hernia inguinalis merupakan kasus bedah terbanyak setelah appendisitis. Biaya yang besar diperlukan dalam penanganannya dan juga menyebabkan hilangnya tenaga kerja akibat lambatnya pemulihan dan angka rekurensi. Tahun 2004 di Indonesia, hernia inguinalis menempati urutan ke-8 dengan jumlah 18.145 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita hernia inguinalis yang dirawat inap. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan data sekunder rekam medik tahun 2012. Subjek yang diteliti yaitu penderita hernia inguinalis yang dirawat inap dengan besar sampel 80 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian diperoleh dari 80 sampel didapatkan kelompok umur penderita hernia inguinalis tertinggi adalah kelompok umur > 60 tahun (35%), pekerjaan terbanyak yaitu wiraswasta sebanyak 23 orang (28,8), jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 79 orang (98,8%). Kekambuhan sebanyak 1 orang (1,2%) dan yang tidak kambuh berjumlah 79 orang (98,8%). Hernia inguinalis lateralis dextra sebanyak 43 orang (53,8 %) dan hernia inguinalis reponibel sebanyak 66 orang (82,5 %). Tindakan operasi sebanyak 76 orang (95%). Keadaan keluar rumah sakit yang membaik sebanyak 76 orang (95%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi sebanyak 2 orang (2,5%) dan 70 orang (87,5%) yang tidak memiliki penyakit penyerta. Benjolan di lipatan paha hilang muncul merupakan keluhan utama terbanyak sebanyak 29 orang (36,2%) . Kata Kunci :   Hernia Inguinalis, Benjolan di Lipatan Paha, Hernia Reponibel, Hernia Inkarserata.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA BOBALO KECAMATAN PALASA KABUPATEN PARIGI MOUTONG TAHUN 2013 Sudirman, Sudirman; Krisna, Ari
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.791 KB)

Abstract

Abstrak Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (Protozoa) dari Genus plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Di Indonesia saat ini, masih terdapat 80% Kabupaten/Kota masih termasuk kategori endemis malaria dan sekitar 45% penduduk bertempat tinggal di daerah yang beresiko tertular malaria. Di Provinsi Sulawesi Tengah jumlah kasus pada tahun 2011 sebanyak 84.653 kasus. Di kabupaten Parigi Moutong jumlah kasus pada tahun 2011 sebanyak 701 kasus. Untuk Desa Bobalo jumlah kasus pada tahun 2011 sebanyak 6 kasus meningkat menjadi 93 kasus pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Malaria di Desa Bobalo Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong”. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 69 orang, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan keluar rumah dengan kejadian penyakit malaria, yaitu ρ = 0,001 atau ρ ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara keberadaan daerah rawa dengan kejadian penyakit malaria, yaitu ρ = 0,000 atau ρ ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria, yaitu ρ = 0,000 atau ρ ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian penyakit malaria, yaitu ρ = 0,036 atau ρ ≤ 0,05. Perlunya upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat menerapkan upaya-upaya pencegahan penyakit malaria.   Kata Kunci : Malaria, Desa Bobalo.
HUBUNGAN DISIPLIN DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) UNDATA PALU Arifuddin, Adhar; Napirah, Muh. Ryman
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.747 KB)

Abstract

Abstrak Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kedisiplinan diartikan jika karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaan dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Beban kerja adalah kemampuan tubuh pekerja dalam menerima pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian menggunakan metode Proportional Stratified Random Sampling berjumlah 99 responden. Hasil penelitian ini di uji secara statistik dengan uji Chi-square dengan taraf kepercayaan 95% (ρ<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan disiplin kerja dengan kinerja perawat (ρ=0,004) dan beban kerja berhubungan dengan kinerja perawat (ρ=0,030) di ruang rawat inap RSUD Undata Palu. Diharapkan pihak RSUD Undata Palu untuk lebih memperhatikan disiplin kerja perawat dan tugas yang diberikan kepada perawat sesuai dengan kapasitas atau kemampuan sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci : Disiplin, Beban Kerja, Kinerja Perawat.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANAGAISAKI Rahman, Abd.; Nur, A. Fahira
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.394 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang :Di Indonesia penyakit ISPA sering berada pada urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu, ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2005 menempatkan pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia yaitu 22,3% dari seluruh kematian bayi. Pada survei yang sama menyebutkan bahwa sebanyak 23,6% kematian pada balita disebabkan oleh penyakit pneumonia, yang merupakan proporsi terbesar dari seluruh penyebab kematian pada balita Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan faktor lainnya dengan kejadian penyakit ISPA pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Managaisaki.. Metode Penelitian :Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study ( potonglintang), sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan tekhnik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak mengalami penyakit ISPA yaitu 33 (55%), sebagian besar anak balita tidak diberikan ASI secara Eksklusif yaitu sebesar 41 (68,3%), sebagian besar Ibu mempunyai pengetahuan baik yaitu berjumlah 54 Ibu (90%),  dansebagian besar anak mendapatkan imunisasi secara lengkap yaitu berjumlah 45 Anak (76,3%) hasil uji statistic variable pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA sementara pengetahuan ibu tidak berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA.Kesimpulan :Terdapat hubungan bermakna antarapemberian ASI eksklusif dan status imunisasi dengan kejadian penyakit ISPA dan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dan kejadian penyakit ISPA..Saran: Bagi Puskesmas Managaisaki diharapkan adanya sosialisasi dan diseminasi kepada ibu tentang pentingnya pemberian ASI secara Eksklusif kepada bayi agar dapat memberikan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Kata Kunci : Pemberian ASI Eksklusif dan Kejadian ISPA
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN SIKAP MEMILIH MAKANAN JAJANAN DENGAN STATUS GIZI SISWA SMP NEGERI 1 PALU Laenggeng, Abd. Hakim; Lumalang, Yance
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.207 KB)

Abstract

Abstrak Anak sekolah yang mempunyai kebiasaan makan makanan jajanan, cenderung menjadi budaya dalam keluarga, kebiasaan anak yang suka makanan jajanan merupakan salah satu faktor dari keluarga yang mungkin membiasakan atau secara tak langsung mengajarkan anaknya sendiri gemar jajan karena pemberian uang jajan yang berlebihan (Susanto, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  pengetahuan gizi dan sikap memilih makanan jajanan dengan status gizi siswa SMP Negeri 1 Palu. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan  pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII dengan jumlah siswa 230 Orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 Siswa. Analisa data menggunakan uji Korelasi Ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya tingkat Pengetahuan Gizi siswa dalam kategori baik  sebesar 97,14% , dan kategori sedang sebesar  2,86%. Sikap siswa dalam memilih makanan jajanan  sebagian besar mempunyai sikap yang baik yaitu  sebesar 72,85%, sikap sedang sebesar  26,71 % dan sikap kurang sebesar 1,42%. Status Gizi siswa menunjukkan  88,57%  siswa berstatus gizi normal,  7,14%  siswa berstatus gizi gemuk, dan 4,28% siswa berstatus gizi kurus. Berdasarkan hasil uji Korelasi Ganda terdapat hubungan yang sangat rendah antara pengetahuan gizi dan sikap memilih makanan jajanan dengan status gizi siswa di SMP Negeri 1 Palu (Nilai R = 0,131) namun uji signifikan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan karena Fhitung < Ftabel, yaitu Fhitung (0,585) dan Ftabel (3.13). Diharapkan semua pihak untuk tetap menjaga higyenitas kantin para penjaja makanan jajanan di sekolah tersebut demi keamanan makanan anak sekolah. Kata Kunci : Pengetahuan Gizi, Makanan Jajanan, Status  Gizi

Page 1 of 10 | Total Record : 97