Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna.
Articles 41 Documents
PEMANFAATAN GULMA SEMAK BUNGA PUTIH (Chromolaena odorata) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKHASI DALAM RANGKA MENGATASI PENYEMPITAN PADANG PEMGGEMBALAAN DAN MENCIPTAKAN PERTANIAN TERPADU BERBASIS ORGANIK Jermias, Johanis A.; Tome, Vinni Denivita; Foenay, Tri Anggarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.347 KB)

Abstract

Dua masalah dalam bidang peternakan dan pertanian yang dihadapi oleh Kelompok Tani Moin Fe’u  dan Kelompok Wanita Tani Moin Fe’u di Kelurahan Nonbes Kabupaten Kupang adalah: 1) invasi gulma semak bunga putih di padang penggembalaan yang mengancam ketersediaan pakan hijauan bagi ternak sapi; dan 2) ketergantungan terhadap pupuk anorganik untuk usaha pertanian tanaman hortikultura. Untuk membantu menyelesaikan kedua persoalan tersebut maka telah dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memanfaatkan gulma tersebut sebagai bahan pembuat pupuk organik bokhasi bersama dengan feces sapi  dan limbah pertanian lainnya. Kegiatan ini telah dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi plot. Selanjutnya pupuk organik tersebut telah diaplikasikan pada tanaman hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah dan lahan percontohan. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: i) penurunan gulma di padang penggembalaan sehingga meningkatkan ketersediaan pakan bagi ternak sapi milik mitra yang dipelihara secara ekxtensif; ii) terciptanya pemahaman mitra akan manfaat dari gulma semak bunga putih; iii) pemanfaatan feces sapi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik; iv) penurunan tingkat ketergantungan mitra terhadap pupuk anorganik; v) keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik; vi) produk berupa pupuk organik bokhasi; vii) lahan percontohan pertanian organic; dan viii) produk pertanian organikKata Kunci: bokhasi, organik, hortikultura, semak bunga putih
PENERAPAN TEKNOLOGI IB TERNAK BABI SECARA MANDIRI DI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Leo-Penu, Cardial L.O.; Tulle, Defrys R.; Lino, Yonas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.779 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya mengoptimalisasi pemberdayaan masyarakat pinggiran kota melalui program pembibitan ternak babi yang mencakup perbaikan manajemen pemeliharaan induk-anak dan penyediaan pejantan unggul yang akan digunakan dalam pendirian pos pelayanan inseminasi buatan di kelompok tani Tunfe’u dan Nevotuan, Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, NTT. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan adalah 1) melakukan pertemuan dengan para anggota kedua kelompok tani yang juga dihadiri oleh pihak pemerintahan desa untuk mensosialisasikan rencana kegiatan pengabdian yang telah disetujui oleh DIKTI untuk dilakukan dan juga merencanakan jadwal pertemuan dan kerja; 2) Pertemuan yang membicarakan pekerjaan teknis persiapan lokasi dan pembangunan kandang ; 3) Gotong-royong membangun kandang pejantan dan kandang penampungan semen; 4) Pelatihan terstruktur dengan leboh menggunakan metode hands on training.  Secara umum kegiatan IbM dinilai berjalan dengan baik walaupun. Mitra kegiatan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan maupun kerjasama membangun kandang. Luaran yang dihasilkan antara lain 2 pos pelayan IB ternak babi yang dilengkapi dengan fasilitas 2 kandang pejantan, 2 kandang penampung, 2 dummy, 2 set perlengkapan penampungan semen dan IB dan juga paling tidak 3 orang yang terampil dalam melakukan IB. Key word: Baumata, pembibitan, pengabdian, semen, Taebenu
PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN BABI DAN PERTANIAN TERPADU DI KELOMPOK MAWAR DAN KELOMPOK LOROSAE Parera, Hermilinda; Jacob, Jois M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.199 KB)

Abstract

Kelompok Mawar dan Lorosae adalah dua kelompok tani ternak yang berada di RT III desa Manusak Kabupaten Kupang yang sebagian besar anggotanya adalah warga eks Timor-Timur. Anggota kelompok ini bermata pencaharian bertani dan beternak, dengan komoditi utama sayuran dan usaha beternak babi. Model usaha peternakan masih bersifat tradisonal sehingga peternakan masih dianggap sebagai usaha sampingan. Tujuan yang akan dicapai dari rencana implementasi IbM ini adalah: a) menjalin kerjasama dengan kelompok Lorosae dan Mawar; b) meningkatkan produktivitas ternak babi melalui perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan, seperti pembuatan kandang babi yang memenuhi standar, menerapkan pelayanan kesehatan melalui vaksinasi, pemberian obat cacing, vitamin dan pengobatan penyakit; c) pemeberdayaan kelompok dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk usaha beternak ikan air tawar melalui pembuatan kolam lele dan pembuatan pakan lele dengan teknologi ramah lingkungan; e) meningkatkan nilai ekonomis limbah peternakan melalui pembuatan bokasi; f) perbaikan manajemen usaha beternak babi dan lele melalui model pertanian terpadu. Perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak babi dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan pendapatan keluarga. Kata kunci: kelompok Lorosae dan Mawar, pertanian terpadu, ikan lele dan kesehatan ternak babi.
PEMANAFAATAN JERAMI PADI DAN PUTAK SEBAGAI PAKAN INDUK SAPI BALI DI KELOMPOK TANI KUINBES Tabun, Arnold Ch.; Toelle, Novianti N.; Sir, Rikka W.; Leo-Penu, Cardial L.O.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.459 KB)

Abstract

Kelompok tani Kuinbes berada di Desa Oeteta wilayah Kecamatan Sulamu dengan jarak lokasi dari pusat pemerintahan Kabupaten Kupang kurang yang memelihara ternak Sapi Bali dengan sistem semi intensif sehingga ternak tidak mendapat pakan sesuai dengan kebutuhan. Induk sapi Bali sangat membutuhkan pakan dengan jumlah dan mutu yang berkualitas. Jerami padi belum dimanfaatkan secara baik oleh peternak dan hanya dibakar setelah panen dan pemberian putak pada ternak sapi dalam bentuk potongan-potongan. Pengabdian ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan metode yang digunakan adalah penyuluhan, demplot (kandang, Pengawetan pakan, Pemberian pakan putak) dan bantuan mesin pengiling putak. Peningkatan pengetahuan peternakan tentang pemeliharaan ternak sapi Bali betina dengan sistem pemelihraan semi intensif, pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak dan pengawetan pakan dengan cara amoniasi dan haylase dan pemberian pakan tambahan berupa putak. Peningkatan pendapatan kelompok tani dengan produksi tepung putak.Kata Kunci: Sapi Bali Induk, Jerami padi, Amoniasi, Haylase, Putak.
PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN TERNAK DAN PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN DI DESA OELTUA KABUPATEN KUPANG Nalle, Catootjie L.; Yowi, Marlin R.K.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.183 KB)

Abstract

The long term objective of this activity is to improve the income of farmers (partner) in Dusun Binilaka, Oeltua Village, Kecamatan Taebenu District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The special target is to improve the production performance of pigs and cows of farmers the implementation of feed technology, housing by product processing. Method used is survay, extension, and plot demonstration. This activity is expected to contribute to the implementation of feed technology to improve animal performance and to solve feed shortage in dry season in and to reduce feed cost. Key words: income, feed technology, housing by product, pigs, cows
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN UNTUK MENGATASI MASALAH PAKAN TERNAK SAPI DI DESA CAMPLONG II Gaina, Cynthia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.274

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki produktivitas ternak sapi melalui pemanfaatan teknologi pembuatan pakan amoniase dan pakan suplemen, mineral blok dengan tujuan memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi terutama pada musim kemarau. Ketersediaan pakan yang mencukupi dari segi kualitas dan kuantitas mutlak dipenuhi agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi. Adapun kendala yang dihadapi oleh petani peternak desa Camplong II berupa ketergantungan peternak pada pakan hijauan ternak yang berlimpah pada musim penghujan, minimnya pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok peternak tentang pengelolaan limbah pertanian, seperti jerami padi yang sering dibuang atau dibakar namun dapat dimanfaatkan sebagai pakan berkualitas pada musim kemarau melalui penerapan teknologi amoniase. Masalah lainnya adalah ketidaktersediaan mineral sebagai suplemen tambahan pakan ternak sapi. Melihat fenomena ini, maka diperlukan upaya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi pada musim kemarau melalui pemanfaatan jerami padi dengan penggunaan teknologi amoniase dan penyediaan pakan suplemen mineral blok. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pakan amoniase dan pembuatan pakan suplemen, mineral blok. Kesimpulan yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak dalam aspek manajemen pakan dengan mengaplikasikan teknologi amoniase dan mineral blok dalam menunjang usaha peternakan sapi di desa Camplong II. Kata Kunci: Amoniase, Camplong II, Mineral Blok, Sapi
PENGOLAHAN SE’I BABI PADA KELOMPOK DARMA WANITA DI LINGKUNGAN PEMDA SABU RAIJUA. Malelak, Gemini Ermiani Mercurina; Sipahelut, Geertuida M.; Lestari, Gusti A.Y.; Raga Lay, Martina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.259

Abstract

ABSTRAKKegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melatih peserta tentang pengolahan daging babi menjadi se’i  dimulai dengan cara pemilihan bahan baku, pemilihan bahan tambahan yang akan digunakan, proses pengolahan serta cara pengemasan yang baik. Materi pelatihan ini meliputi mengolah daging babi menjadi se’i ( isi, kulit dan rusuk) untuk menyediakan diversifikasi pangan keluarga dan menyemarakkan dunia kuliner di lingkungan Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut di atas adalah melalui penyuluhan, praktek atau kegiatan percontohan cara pengolahan daging babi, kegiatan pendampingan dan evaluasi.  Peserta pelatihan adalah ibu-ibu kelompok PKK Pemda Sabu Raijua. Pemilihan jenis ternak babi, pemilihan jenis bahan tambahan,  cara pengolahan dan pengasapan se’i babi adalah materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan ini.  Hasil kerja pada kegiatan pendampingan dan evaluasi digunakan oleh tim PKK Kabupaten Sarai untuk menentukan kebijakan program-program PKK selanjutnya serta program pelatihan pengolahan hasil ternak pada tahun-tahun berikutnya. ____________________ Kata kunci: se’i isi, se’i rusuk dan se’i kulit, pelatihan
Usaha Pembibitan Ternak Babi Maulafa Foenay, Tri Anggarini Yuniwati; Koni, Theresia Nur Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.288 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan IbM  adalah meningkatkan pendapatan kelompok melalui usaha pembibitan ternak babi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, demplot,monitorinh dan evaluasi. Dalam IbM ini dilakukan beberapa kegiatan seperti perbaikan kandang, pengadaan bibit ternak, penyuluhan, pembuatan pakan,perkawinan ternak, penanganan  kelahiran ternak, penjualan anak babi.  Kegiatan ini telah berhasil, hal ini dilihat dari keikutsertaan, keaktifan serta berpengaruh pada peningkatan pendapatan kelompok binaan, karena kelompok dilatih untuk membuat pakan ternak babi sendiri maka  terjadi penghematan biaya pakan sebesar Rp. 256,500 pada mitra, bila dibandingkan dengan menggunakan pakan babi  komersial
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS TERNAK SAPI POTONG DI KELURAHAN MERDEKA KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Suek, Ferdinan Suharjono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.593 KB)

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) di Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan keterampilan anggota kelompok tani terutama berkaitan dengan sistem manajemen usaha sapi potong. Implementasi tersebut dilakukan melalui introduksi teknologi perkandangan, pengolahan dan pengawetan  pakan, pengolahan limbah ternak, penyebaran informasi sistem pemeliharaan ternak sapi, analisis usaha serta manajemen pembukuan kelompok tani. Fokus kegiatan dilakukan pada Kelompok tani Uis Kefi dan Sone Tuan dengan mengembangkan aspek partisipatif anggota kelompok tani guna percepatan transfer Ipteks. Secara teknis, pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi plot (demplot), pendampingan, dan monev. Hasil yang dicapai, meliputi :   1)   peningkatan   pengetahuan   dan pemahaman tentang manfaat kandang ternak sapi; manfaat limbah pertanian - peternakan sebagai pakan dan pupuk organik; manfaat analisis ekonomi dan pembukuan kelompok untuk pengembangan usaha di masa mendatang; 2) Peningkatan kesadaran memanfaatkan limbah pertanian-peternakan yang selama ini tidak digunakan, serta kesadaran mengandangkan ternak sapi yang selama ini diikat di bawah pohon; 3) peningkatan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembuatan kandang, pengolahan dan pengawetan pakan hijauan, serta penanganan kesehatan ternak. Luaran yang dihasilkan, antara lain : Produk silase rumput lapangan sebanyak 200 kg, Produk jerami padi fermentasi sebanyak 250 kg, Jasa tenaga pelayanan kesehatan hewan berbasis masyarakat (Yankeswan)  sebanyak 2 orang, Produk kandang sapi potong berukuran 1,8 x 2 m sebanyak 2 unit, Produk pupuk organik (Bokashi) menggunakan bahan dasar feces sapi dan arang sekam sebanyak 250 kg, Peningkatan pendapatan alternatif anggota kelompok mitra dari aktivitas pembuatan pupuk bokashi sebesar Rp.300.000,-/minggu. Manfaat kegiatan  terlihat  dari  aktivitas  anggota  kelompok  tani  yang secara mandiri menerapkan teknologi pengolahan pakan, pengawetan pakan, pengolahan limbah, guna mendukung usahatani yang digeluti sekaligus memunculkan peluang ekonomi alternatif dari hasil penjualan bokashi.
Desain Kandang Babi di Perkotaan Wea, Redempta; Aoetpah, Aholiab; Koten, Bernadete Barek
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.138 KB)

Abstract

ABSTRAK Usaha pemeliharaan babi  merupakan usaha berpotensi ekonomi  dan banyak dipelihara oleh masyarakat, namun menjadi masalah jika pemeliharaanya dilakukan pada daerah perkotaan. Solusinya adalah dibangun perkandangan yang baik.  Tujuan pengabdian adalah menghasilkan desain kandang yang dilengkapi tempat penampungan limbah yang baik di perkotaan. Metode kegiatan adalah penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan ternak babi, demplot desain perkandangan , pemberian ransum menggunakan limbah dapur dan pakan komplit sebagai contoh untuk mengetahui pertumbuhannya,  serta penyebaran kuisioner guna mengetahui dampak pelaksanaan kegiatan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan yang dilakukan diawali dengan  rapat bersama antara pemilik ternak babi dan pemerintah setempat (RT), kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan ternak babi, pembangunan kandang sesuai desain pada 3 lokasi mitra, pembangunan penampungan limbah pada 8 lokasi mitra dan masyarakat serta pembagian EM4 untuk meminimalisir bau. Dampak dari kegiatan ini adalah tersedianya kandang dan tempat penampungan limbah sehingga 100% peternak babi sudah mengalirkan limbahnya sehingga polusi bau yang ditimbulkan menjadi berkurang serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memberi makan babi dengan mencampurkan limbah dapur dan bahan pakan lainnya. Kesimpulannya, tingkat ketercapaian kegiatan 100% untuk perkandangan dan dampak polusi yang sudah berkurang menjadi 90% serta disarankan pemeliharaan  selanjutnya pada lokasi lain dan  menggunakan juga produk EM4 untuk menghilangkan bau. Kata Kunci :  Limbah dapur, Ransum, Demplot, Penyuluhan