cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
PENA SAINS
ISSN : 24072311     EISSN : 25277634     DOI : -
Jurnal Pena Sains (p-ISSN: 2407-2311) (e-ISSN: 2527-7634) is published by Natural Science Education Study Program, University of Trunojoyo Madura as a medium to improve the creativity of lecturer, academics, practitioners, researchers, relating to the science education and science. The journal is published twice a year in April and October. Jurnal Pena Sains in collaboration with the Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS" : 8 Documents clear
REVIEW LICHEN : KARAKTERISTIK ANATOMIS DAN REPRODUKSI VEGETATIFNYA roziaty, efri
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.443 KB)

Abstract

Lichen merupakan tumbuhan yang bersimbiosis antara fungi dan alga. Lichen memili habitat hidup di pepohonan, bebatuan, tanah, atau permukaan artifisial lainnya. Lichen memiliki karakteristik morfologis yang unik yang berada diantara karakteristik baik morfologis, anatomis dan reproduksi antara alga dan fungi. Lichen yang umumnya ditemukan terbagi menjadi beberapa tipe yaitu berbentuk foliose, fruticose dan crustose serta squamulose. Reproduksi lichen terdiri dari aseksual dan seksual. Aseksual melalui pembentukan soredia, isidia dan lobules sedangkan yang seksual adalah dengan pembentukan spora askus (menyerupai Fungi Ascomycota dan Basidiomycota). Fitur anatomis lichen meliputi korteks, lapisan alga, medulla, rhizines, cilia, Cyphellae, Pseudocyphellae, Cephlodia, Photosymbiodemes. 
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISKUSI PADA POKOK BAHASAN EVOLUSI Mashfufah, Aynin; Utama, Candra
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.814 KB)

Abstract

The study of the Biology through learning strategy of Think-Talk-Write (TTW) has been implemented and tested on 30 students of XII Science-1 SMAN 1 Tanggul using one-group pretest-posttest design. The purpose of this study is developing discussion skill and learning outcomes of students. Data were analyzed by descriptive and qualitative, the results are as follows: well performed learning, the student’s learning outcome is increase, good discussion skills and most students give good response to Think-Talk-Write strategy. The conclusions of this study is that Think-Talk-Write strategy can increase discussion skill and learning outcome.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EKSPERIMEN GAYA CORIOLIS MENGGUNAKAN VIDEO Yuliana, Nena
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.643 KB)

Abstract

Fisika dipandang sebagai suatu proses dan sekaligus produk sehingga dalam pembelajarannya harus mempertimbangkan strategi atau metode pembelajaran yang efektif dan efesien yaitu salah satunya melalui kegiatan praktik. Salah satu pokok bahasan dalam fisika adalah gaya Coriolis. Gaya coriolis adalah gaya semu akibat pengaruh rotasi bumi. Pada umumnya dalam memahami konsep materi gaya Coriolis peserta didik mengalami kesulitan. Salah satu alasannya karena demonstrasi percobaan dikelas tidak jelas, alasan lain karena gambaran statis pada buku-buku fisika yang menyesatkan atau buku teks kadang- kadang membujuk pembaca seolah gaya fiktif tersebut tidak bebar-benar gaya yang ada atau gaya yang bekerja. Selain itu peserta didik yang melihat demonstrasi percobaan tersebut berada dalam sistem koordinat diam (sistem laboratorium), sedangkan gerak gaya Coriolis hanya dapat dilihat pada sistem koordinat yang dipercepat. Oleh karena itu diperlukan suatu metode eksperimen yang mudah dan menarik untuk dipahami siswa. Salah satu cara adalah dengan menggunakan suatu media pembelajaran berupa alat yang dikoneksi dengan video untuk membuktikan adanya fenomena gaya Coriolis.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STUDIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Utama, Candra; Mashfufah, Aynin
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.541 KB)

Abstract

Penelitian tentang implementasi media pembelajaran articulate studio telah dilaksanakan dan diujicobakan pada 40 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pakusari dengan desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan hasil sebagai berikut: pembelajaran terlaksana dengan sangat baik; aktivitas siswa tergolong baik; hasil belajar siswa meningkat dan siswa memberikan respon positif terhadap media pembelajaran articulate studio dan implementasinya. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi media pembelajaran articulate studio dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
KARAKTERISASI DAN KAJIAN AWAL DIFUSI LARUTAN BERWARNA DALAM SILIKA SOL-GEL BERPORI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Hadi, Wiwin Puspita
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.025 KB)

Abstract

Silika sol-gel yang berupa material rigid, tidak berwarna, dan berpori terbentuk melalui reaksi hidrolisis dan dilanjutkan polimerisasi kondensasi pada senyawa tetraethoxysilane (TEOS). Silika sol-gel banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai sensor yaitu  menempatkan suatu senyawa dengan memanfaatkan porositas silika sol-gel melalui metode adsorpsi. Adsorpsi yang terjadi diasumsikan tidak permanen dan dapat mengalami desorpsi.. Penelitian ini bertujuan mengetahui difusi larutan berwarna pada silika sol-gel dengan berbagai variasi perlakuan saat proses pembentukan silika sol-gel. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan senyawa TEOS (tetraethoxysilane) yang direaksikan dengan H2O, metanol, dan HCl untuk menghasilkan silika sol-gel dan silika sol-gel yang mengandung o-fenantrolina. Faktor pertama yang diteliti adalah penurunan berat silika sol-gel dari awal terbentuknya larutan sampai menjadi suatu material gelas pada berbagai perlakuan, meliputi perbedaan kadar air yang dinyatakan dengan R ratio dan lama pengadukan. Tahap selanjutnya adalah mengetahui adsorpsi  larutan berwarna melalui pengukuran absorbansi dengan menggunakan spektronik Genesys untuk berbagai variasi waktu dan perlakuan silika sol gel. Tahap terakhir adalah mengetahui adsorpsi silika sol-gel yang telah ditambah ligan o-fenantrolina terhadap ion besi(II). Usia silika sol-gel yang digunakan adalah 30 hari. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) semakin besar kadar air dan lama waktu pengadukan maka laju penurunan berat silika sol-gel semakin besar; (2) dengan meningkatnya kadar air dalam silika sol-gel maka R ratio semakin besar sehingga laju difusi larutan berwarna semakin cepat; (3) semakin besar lama waktu pengadukan pada proses pembentukan silika sol-gel maka laju difusi larutan berwarna pada silika sol-gel semakin kecil; (4) laju difusi larutan berwarna HCl ditambah indikator metil merah pada silika sol-gel lebih cepat daripada senyawa kompleks tris(o-fenantrolina-N,N’)besi(II) sulfat.
APLIKASI NTC UNTUK MENENTUKAN ENERGI RADIASI DENGAN PENDEKATAN HUKUM STEFAN BOLTZMANN -, Dzulklifih; Ahied, Mohammad
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.761 KB)

Abstract

Telah dilakukan perancangan dan realisasi alat pengukur energi radiasi nikel kromium dengan keluaran angka. Alat ini dapat dimanfaatkan sebagai eksperimentasi dalam percobaan radiasi benda hitam. Perangkat keras alat ini terdiri dari sensor suhu NTC, Mikrokontroler ATMega328, LCD, Arduino Uno dan Nikel Kromium. Alat ini bekerja seperti termometer yaitu mengukur derajat suhu logam pada skala celcius dan menghitung energi radiasi. Suhu logam akan terbaca oleh sensor, kemudian hambatan keluaran dari sensor akan diubah menjadi data digital oleh ADC. Data digital tersebut akan diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan ke dalam peraga. Alat ini telah terealisasi dan dapat mengukur suhu nikel kromium yang dipanaskan hingga suhu 184,64 oC dan energi radiasinya memiliki nilai sebesar 1594.29 W/m2.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY LEARNING) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Rosidi, Irsad
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.328 KB)

Abstract

Lembar Kegiatan Siswa Berorientasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) layak digunakan dalam pembelajaran dan dapat melatihkan keterampilan proses sains kepada siswa dalam penggunaan alat termometer. Hasil validasi pakar menunjukkan rerata 4,07 yang dapat dikatakan sebagai kategori layak. Sedangkan hasil pengamatan keterampilan proses sains menunjukkan rerata 3,63 yang menunjukkan siswa telah mampu menggunakan termometer dan respon siswa menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran.
Identifikasi Miskonsepsi Siswa SDN Kemayoran I Bangkalan pada Konsep Cahaya Menggunakan CRI (Certainty Of Response Index) Munawaroh, Fatimatul; Falahi, Muhammad Deny
JURNAL PENA SAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.24 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep cahaya serta mendeskripsikan profil miskonsepsi pada konsep cahaya. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskripstif. Subyek yang digunakan adalah siswa SDN Kemayoran I kelas 6 sebanyak 103 orang. Data diperoleh menggunakan tes pilihan ganda dengan alasan tertutup disertai Certainty of Response Index (CRI). Dari hasil analisis data diperoleh bahwa siswa masih banyak yang mengalami miskonsepsi pada konsep cahaya dengan rata-rata sebesar 40,20 %. Persentase tertinggi miskonsepsi terjadi pada soal mengenai proses terbentuknya warna pelangi yaitu sebesar 71,57%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8