cover
Filter by Year
Jurnal Endurance
Jurnal Endurance Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Kopertis Wilayah X.
Articles
153
Articles
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Dismenore pada Remaja Putri SMP PGRI Pekanbaru

Wahyuni, Rika Sri ( LPPM Akbid Internasional Pekanbaru ) , Oktaviani, Witri ( Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dysmenorrhea is a state of pain in the pelvic region at the beginning of menstruation due to prostaglandin substance production. Pain usually decreases after menstruation, but in some women it is still felt during the menstrual period. 54.89% recorded the incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia and the remainder of secondary dysmenorrheal. Many teenage girls are often absent at school and do not undergo daily activities as they must, 14% of them because they have dysmenorrhea.. One risk factor of dysmenorrhea body mass index is lean and fat. This study aims to determine the relationship of body mass index with dysmenorrhoea. This research is quantitative with cross sectional analytic design using primary data. The samples used were 61 young women taken using Proportionate Stratified Random Sampling technique. The results of the analysis of dysmenorrheal events obtained 86.9% of adolescent girls experienced the incidence of dysmenorrhoea and 13.1% not dysmenorrhoea. Chi square test showed no correlation between body mass index and dysmenorrhoea. The conclusion obtained by majority of respondents has normal BMI and majority have dysmenorrhoea but between the two variables there is no relationship. Dismenore merupakan suatu keadaan nyeri didaerah panggul pada saat awal menstruasi karena produksi zat prostaglandin. Rasa nyeri biasanya berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita masih dirasakan selama periode menstruasi. Tercatat 54,89% kejadian dismenore primer di Indonesia dan sisanya kajadian dismenor sekunder. Banyak remaja putri yang sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari sebagaimana metinya, 14% diantaranya disebabkan karena mereka mengalami dismenore. Salah satu faktor resiko terjadinya dismenorea indeks massa tubuh yang kurus dan gemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan dismenorea. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik crosssectional yang menggunakan data primer. Sampel yang digunakan sebanyak 61 orang remaja putri yang diambil dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisis IMT diperoleh 62,3%  remaja putri dengan indeks massa tubuh normal, 32,8% kurus dan 4,9% gemuk. Hasil analisis kejadian dismenore diperoleh 86,9%  remaja putri mengalami kejadian dismenorea dan 13,1% tidak dismenorea. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan indeks massa tubuh dengan dismenorea. Kesimpulan yang diperoleh mayoritas responden memiliki IMT normal dan mayoritas mengalami dismenorea tetapi antara kedua variable tidak ada hubungan.

Evaluation Of Drugs Use With Who Prescribing Indicator In Kuta Primary Health

Satrya Dewi, Dewa Ayu Putu ( Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali ) , Arimbawa, Putu Eka ( Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali ) , Jaelani, Abdul Khodir ( Akademi Kebidanan Indragiri )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Government of Indonesia has a lot of intervention for rationalizing drug use of all levels of health services including Primary Health Care. One of the programs of rational use of drugs at Primary Health Care is monitoring and evaluation of drug use conducted by pharmacist. The purpose of this research was to evaluate the rationality of drug usein Kuta Primary Health Care that review from WHO prescribing indicators and knowing the difference percentage of rationality of drug use between Kuta Primary Health Care. This research used cross sectional design research conducted in Kuta Primary Health Care on October 2017. Data analyzed using descriptive analysis and Kruskall-Wallis test. The average number of drug prescribed per en counter was 2.9. The percentage of drugs prescribed by generic drugs was 85.91percent. The percentage prescribed of encounters in which an antibiotic on ARI non Pneumonia was 29.94 pecent  and percentage prescribing antibiotic drugs in a non-specific diarrhea was 23.84 percent. The percentage prescribed of encounters injection was 0 percent. On the basic of the finding of this study the prescribed practices for polypharmacy, generic prescribing, and antibiotic shows deviation from the standard recommended by WHO and Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia. These finding suggested increase health workers knowledge through scientific meetings or Focus Group Disscution (FGD) that can support a rational use of drugs in the Primary Health Care. Pemerintah Indonesia telah banyak melakukan intervensi untuk merasionalkan penggunaan obat dari segala tingkat pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas. Salah satu program Penggunaan Obat Rasional (POR) di Puskesmas adalah monev penggunaan obat yang dilakukan oleh farmasis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi rasionalitas penggunaan obat di Puskesmas Kecamatan Kuta ditinjau dari indikator peresepan (% peresepan obat generik, % persentase antibiotik, % peresepan injeksi) dan mengetahui perbedaan persentase rasionalitas penggunaan obat antar Puskesmas Kecamatan Kuta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada Puskesmas Kuta I, Kuta II, dan Kuta Utara pada bulan Oktober 2017. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Kruskall-Wallis. Analisis deskriptif dari tenaga kesehatan menunjukkan bahwa, profesi Apoteker masih langka di Puskesmas Kecamatan Kuta yaitu hanya ada di Puskesmas Kuta 1 per November 2018. Hasil penelitian tiap parameter pada Puskesmas Kecamatan Kuta tidak ada yang memenuhi target kriteria POR dari target Dirjen Binfar kecuali parameter peresepan injeksi. Rata-rata obat tiap pasien adalah 2,9, % peresepan obat generik adalah 85,91%, % peresepan obat antibiotik pada ISPA non Pneumonia adalah 29,94%, % peresepan obat antibiotik pada diare non spesifik adalah 23,84%, dan % peresepan injeksi adalah 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa Puskesmas Kecamatan Kuta masih mengalami masalah polifarmasi dan penggunaan antibiotik berlebihan. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan melalui pertemuan ilmiah atau Focus Group Disscution (FGD) yang dapat mendukung penggunaan obat yang rasional di Puskesmas.

Hubungan Perilaku Komsumsi Jajanan Pada Pedagang Kaki Lima Dengan Kejadian Diare

Dyna, Fitri ( STIKes Payung Negeri Pekanbaru ) , Putri, Veni Dayu ( STIKes Payung Negeri Pekanbaru ) , Indrawati, Dwi ( STIKes Payung Negeri Pekanbaru )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

School age is the children in the age range 6-12 years. School age children need adequate food in quantity and quality in order to have a good nutritional status. School age children generally spend a quarter of their time in schools, and with the large number of child activities tend to forget the meal times. Children who are not habitual breakfast at home and parents habits give allowance to children is the factor precipitating the emergence of unhealthy street snack behavior in schools. Children often buy snack and choose the kind of haphazard with the low quality of food service and food ingredients. The result of consuming unhealthy foods will cause diarrhea due to interference on digestive’s children. The goal of this research is to know the relation of consumption street snack behavior with diarrhea in children of school age. This is a quantitative research which is used correlation design. This research was conducted in SD Negeri 141 Pekanbaru with 71 children as respondents. The result of this research obtained that school age who behave street snack is about 53 respondents (74.6%) and 28 respondents (39.4%) get effect of diarrhea. The chi square test results obtained the P Value 0.01, this means that there is a relationship of consumption street snack behavior with diarrhea. It’s expected to school authority to observe and monitor the street snack that commercial at school’s surroundings. Anak usia sekolah merupakan anak yang berada pada rentang usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas agar memiliki status gizi yang baik. Anak usia sekolah umumnya menghabiskan seperempat waktunya disekolah, dengan banyaknya aktivitas anak cenderung melupakan waktu makan. Kebiasaan anak yang tidak sarapan dirumah ditambah dengan kebiasan orang tua memberikan uang jajan kepada anak merupakan faktor pencetus munculnya perilaku jajan tidak sehat disekolah. Anak sering membeli jajan sembarangan dan memilih jenis makanan yang menarik dengan kualitas jajanan yang rendah serta bahan makanan yang kurang baik.Akibat dari mengkomsumsi makanan yang tidak sehat akan menimbulkan gangguan pada pencernaan anak yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku komsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain korelasi. Penelitian dilakukan di SD Negeri 141 Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 71 responden . Hasil penelitian didapatkan bahwa anak usia sekolah yang berperilaku jajan makanan terbuka 53 responden (74,6%), dan yang mengalami diare sebanyak 28 responden (39,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai P Value 0,01 artinya terdapat hubungan perilaku komsumsi jajanan pada pedagang kaki lima dengan kejadian diare. Diharapkan pihak sekolah untuk mengawasi aneka jajanan yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah.

Perbedaan Kadar Brain Derived Neurotropic Factor Neonatus Dari Ibu Hamil Normal Dan Anemia Defisiensi Besi

Mardiah, Ainal ( Universitas Andalas ) , Amir, Arni ( Universitas Andalas ) , Friadi, Andi ( Universitas Andalas ) , Nasrul, Ellyza ( Universitas Andalas )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Iron deficiency anemia is anemia caused by iron deficiency in the blood. Maternal iron deficiency affects the low iron reserves in neonates and it also influences on Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF)  which affects cognitive function. The purpose of this study was to determine the difference mean of BDNF in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency. The design of this research was Cross Sectional design. This research was conducted in Community Health Center of Lubuk  Buaya, Ambacang Community Health Center, Community Health Center of Ikur Koto Health Center and Biomedical Laboratory of Andalas University on February 2017 to April 2018. There were 42 pregnant women was selected as sample e of this research. The samples were chosen by Consecutive Sampling. Then, the sample is divided into two groups: normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency anemia. BDNF are examined by the ELISA. Next, the data were analyzed by using T test. The levels of BDNF neonates in normal pregnant group was 3.65(ng/ml) and the anemia pregnant group was 1.74(ng/ml) (p <0.05). There was significant difference of BDNF levels in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency anemia. The conclusion of this study is there is a difference of average BDNF in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam darah. Defisiensi besi  maternal berdampak pada rendahnya cadangan besi pada neonatus dan berdampak terhadap ekspresi Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) yang berpengaruh pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya, Puskesmas Ambacang, Puskesmas Ikur Koto dan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas pada bulan Februari 2017 – Juli 2018. Sampel Penelitian adalah ibu hamil sebanyak 42 orang yang dipilih secara Consecutive Sampling, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu hamil normal dan ibu hamil anemia defisiensi besi. BDNF diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisa menggunakan uji T test. Kadar BDNF neonatus pada ibu kelompok normal adalah 3,65(ng/ml) dan kelompok ibu anemia adalah 1,74(ng/ml) (p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna kadar BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu anemia defisiensi besi.

MILD Terhadap Perilaku Pasien Diabetes Mellitus Di Kelurahan Maharani Rumbai Bukit Pekanbaru

Yanti, Sri ( Stikes Payung Negeri Pekanbaru ) , Putri, Veni Dayu ( STIKes Payung Negeri Pekanbaru ) , Fitriani, Iyang Maisi ( STIKes Payung Negeri Pekanbaru )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The increasing prevalence of Diabetes Mellitus (DM) and its complications will give impact on the quality of life of the community. DM patient care is very closely related to lifestyle settings. Changes in healthy lifestyles in community require education of health workers. While education related to improvements in motivation and lifestyle changes in preventing the occurrence of DM complications is still not running to its full potential. This research aims to know the influence of Motivational Interviewing Lifestyle Diabetes (MILD) against the readiness of DM patient behavior changes. This research is one of the application of educational and counseling techniques independently and collaboration for nurses in order to prevent the occurrence of wound DM. Its application needs a proper guideline and the right process. This quantitative research was conducted in Kelurahan Maharani Working Area Puskesmas Rumbai Bukit Pekanbaru. The population was 23 people with purposive sampling. The result of Chi Square test, there is influence of MILD technique on the readiness of patient behavior change DM (p value: 0.000 <α: 0.05). Expected this research can be used as a guide in conducting self-care intervention nursing DM patients. Further research need to be done by involving medical teams such as doctors, nutritionists and labs, and also addition of larger samples with different designs.Meningkatnya prevalensi Diabetes Mellitus (DM) dan komplikasinya akan memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Perawatan pasien DM sangat berkaitan erat dengan pengaturan gaya hidup. Perubahan gaya hidup sehat di masyarakat membutuhkan edukasi dari tenaga kesehatan. Sementara edukasi terkait perbaikan motivasi dan perubahan gaya hidup dalam mencegah terjadinya komplikasi DM masih belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivational Interviewing Lifestyle Diabetes (MILD) terhadap kesiapan perubahan perilaku pasien DM. Penelitian ini merupakan salah satu penerapan teknik edukasi dan konseling secara mandiri dan kolaborasi bagi perawat dalam rangka mencegah terjadinya luka DM. Penerapannya membutuhkan suatu panduan dan proses yang tepat. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di Kelurahan Maharani Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Pekanbaru. Populasi adalah sebanyak 23 orang denganpurposive sampling. Hasil analisis bivariat uji Chi Square diketahui ada pengaruh teknik MILD terhadap kesediaan perubahan perilaku pasien DM (p value: 0.000 < α: 0.05). Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai panduan dalam melakukan intervensi mandiri keperawatan pasien DM. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang melibatkan tim medis lain seperti dokter, laboran dan ahli gizi, serta penambahan jumlah sampel yang lebih besar dengan desain yang berbeda.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Di Kota Padang

Anggraini, Dessy ( Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi ) , Semiarty, Rima ( Universitas Andalas ) , Rasyid, Rosfita ( Universitas Andalas ) , Khambri, Daan ( RSUP Dr.M.Djamil Padang )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Breast cancer is known as carsinoma mammae that malignant tumor growing in breast tissue. Patient of breast cancer will being have in the change of body shape, psychology (such as depression and anxiety level), socializing, sexual and daily activities. That is will affected to quality of life of patients (QOL). This study aims to determine the factors that affect the quality of life of breast cancer patients in the city of Padang West Sumatra. This research uses analytics design with cross sectional approach. The number of samples are 34 patients with total sampling technique which adjusted to inclusion and exclusion criteria. Data processing use univariat and bivariat method. The result showed that responden characteristic of breast cancer in padang city has average ages around 52,58±10,323 years old with the oldest is 74 years old and the youngest is 33 years old. The average height of respondents 153,77±5,346cm, the level of education is SMA and University (38,5%), the respondents’ job of this research are mostly unemployment (65,4%),  the most stadium level is II and III which is 12 people each other (46,2%). Overall the quality of life of breast cancer sufferer in padang city from 2014-2017 was mostly excellent (15.4%), good (46.2%), moderately good (42.3%) and moderate (7.7% ). However, the symptoms was complained by the respondents are fatique (38,9%) and nausea (80,8%). It can be concluded that age, job, education level, bodymass index and stadium are not related to quality of life of breast cancer respondents in Padang city of West Sumatra. Kanker payudara disebut juga carcinoma mammae yaitu tumor ganas yang tumbuh pada jaringan payudara. Penderita kanker payudara akan mengalami perubahan fisik, psikologis (seperti tingkat depresi dan kecemasan), fungsi sosial, seksual serta aktifitas sehari-hari. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas hidup atau quality of life (QOL) penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita kanker payudara di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 34 penderita, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden kanker payudara di kota Padang rerata umur responden adalah 52,50±10,332 tahun dengan usia tertua 74 tahun dan termuda 33 tahun. Tinggi badan responden penelitian rerata adalah 153,77±5,346cm. Tingkat pendidikan responden adalah SMA dan Perguruan Tinggi masing-masing 10 orang (38,5%). Pekerjaan responden penelitian ini adalah tidak bekerja 17 orang (65,4%), tingkat stadium terbanyak adalah stadium II dan III yaitu masing-masing 12 orang (46,2%). Kualitas hidup keseluruhan penderita kanker payudara di Kota Padang tahun 2014-2017 sebagian besar masuk dalam skala sangat baik (15,4%), baik (46,2%), agak baik (42,3%) dan sedang (7,7%). Namun gejala yang dikeluhkan responden adalah fatique sering pada 10 orang (38,9%), dan nause selalu pada 21 orang (80,8%). Dapat disimpulkan bahwa umur , pekerjaan, tingkat pendidikan, indeks masa tubuh dan stadium berpengaruh terhadap kualitas hidup responden kanker kanker payudara di Kota Padang Sumatera Barat.

Analisis Pelaksanaan Pengodean Tindakan Medis Pasien JKN Di RSI Siti Rahmah Padang

Mardiawati, Dewi ( STIKES DHARMA LANDBOUW PADANG ) , Leonard, Devid ( STIKES DHARMA LANDBOUW PADANG )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Claim process proposed by a hospital, there were still returned claim documents verification of BPJS, in which medical treatment codes were not corrected.The problem was that in implementation of coding application could influence the health cost service.A goal of the research was to expose the problem of coding application in medical treatment through analysis process of input and output factors. A kind of the research was qualitative with case study approach. This research was conducted at Islamic Hospital of Siti Rahmah of Padang from February to July 2017.The research informants were about 6 persons taken with a technique of purpose sampling. The analysis of result data were from detailed interview sourced from coding data reduction to be transcription. Category of providing data, interpretation. The research result showed that  medical treatment disturbance of coding implementation was not clearness of doctor’s writing as icon of medical diagnose and incomplete resume sent. Computer coding system  was not maximal because of the new  medical record officers. Hospital officer added the strength in policy regulation  in human resources through increasing life skill such as training. The policy strength must be fixed regulation rewards and sanction for medical recorder not fulfilling the un accurate data. Besides, socialization from medical record unit about importance of medical diagnose treatment furthermore it relates with an implementation of SOP through regular watch.Pada proses pengajuan klaim di rumah sakit masih terdapat berkas yang dikembalikan verifikator BPJS, salah satu penyebab dikarenakan kode tindakan medis tidak tepat. Permasalahan pelaksanaan tindakan pengodean dan tindakan medis dapat mempengaruhi tarif pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi permasalahan pelaksanaan pengodean tindakan medis dengan menganalisis faktor input, proses dan output. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di RSI Siti Rahmah Padang dari bulan Februari sampai Juli 2017. Informan peneltian ini berjumlah 6 orang diambil dengan teknik purposive sampling, Analisis data hasil wawancara mendalam dengan tahap transkripsi, reduksi, coding, kategori, penyajian dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan yang menghambat kelancaran pelaksanaan pengodean tindakan medis adalah ketidak jelasan tulisan dokter sebagai penegak diagnosa dan tindakan medis serta ketidak lengkapan pengisian resume. Pengodean disistem komputerisasi belum maksimal karena petugas koding masih baru. Sebaiknya rumah sakit melakukan penguatan input, dibidang SDM dengan meningkatkan keterampilan melalui pelatihan. Penguatan kebijakan melalui regulasi dan sanksi tegas bagi SDM yang tidak mengisi rekam medis dengan baik dan benar, serta perlu sosialisasi tentang pentingnya pengisian diagnosa tindakan medis sesuai kaidah ICD 9 CM dan Penguatan fungsi manajemen dalam pelaksanaan pengodean tindakan medis terutama berkaitan dengan SOP pelaksanaan melalui kegiatan pengawasan secara berkala.

Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Matrilinial Dalam Merawat Klien Perilaku Kekerasan Di Kota Padang

Nora, Rista ( Universitas Andalas )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Clients with violent behavior desperately need the support from the family continuously both internal and external family. Reduced support from external families will cause a heavy burden for internal families in caring for clients of violent behavior. The family’s burden that has had by family sach as objective  and objective burden. This research aims to explore in depth the experience of matrilineal families in caring for clients of violent behavior Padang. This research uses qualitative method with phenomenology approach. Data were obtained by in-depth interviews of eight participants. Interview results were analyzed by Collaizi method. The results of the research were five main themes, namely the response felt by the family, the burden experienced, the support of the family, the expectation of the family and the fate. It is expected that health services and health cadres, especially community mental health cadres, can provide information to the community about mental disorders and how to subscribe, so that the stigma in the community for clients and families is reduced in the hope that clients and families can be accepted by the community Klien dengan perilaku kekerasan sangat membutuhkan dukungan dari keluarga secara terus menerus baik keluarga internal maupun eksternal. Berkurang nya dukungan dari keluarga eksternal akan menimbulkan beban yang berat bagi keluarga internal dalam merawat klien perilaku kekerasan. Beban yang dialami keluarga seperti beban objektif dan sobjektif. Partisipan pada penelitian ini sebanyak delapan orang, partisipan merupakan keluarga inti dan bersuku minang. Penelitian ini bertujuan  untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman keluarga matrilinial dalam merawat klien perilaku kekerasan di kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap delapan partisipan. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian yaitu terdapat lima utama tema yaitu respon yang dirasakan keluarga, beban yang dialami, dukungan keluarga, harapan keluarga dan kepasrahan menerima kondisi pasien. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan dan kader kesehatan khususnya kader kesehatan jiwa komunitas agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang gangguan jiwa dan cara penanggannya, sehingga stigma dimasyarakat untuk klien dan keluarga berkurang dengan harapan klien dan keluarga bisa diterima ditengan masyarakat

Pengawasan Orangtua Terhadap Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak

Sunita, Indian ( STIKes Al-Insyirah Pekanbaru ) , Mayasari, Eva

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gadgets have a variety of appealing, varied, interactive and flexible features and apps that add to the appeal of everyone, from elderly, young, teen and even kids. Gadgets have many benefits in human life if used properly and appropriately, but the gadgets also negatively affect children especially if used without parental supervision. This study aims to determine the parental control of the impact of the use of gadgets in children in early childhood and kindergarten Taruna Islam Pekanbaru. The approach taken in this research was a quantitative approach by distributing questionnaires to parents containing questions about the monitoring and impact of the use of gadgets in children. The results of statistical tests known there is a significant relationship between parental supervision of the impact of gadget users with p value 0.05. In this study found a significant relationship between parental supervision with the impact of gadgets on children in early childhood and Kindergarten Taruna Islam Pekanbaru. Gadget memiliki berbagai fitur dan aplikasi menarik, bervariasi, interaktif dan fleksibel sehingga menambah daya tarik bagi setiap orang, baik dari kalangan lansia, muda,remaja bahkan anak-anak. Gadget memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia jika digunakan dengan baik dan tepat, tetapi gadget juga memberikan dampak negatif khususnya bagi anak jika digunakan tanpa pengawasan orangtua. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengawasan orangtua terhadap dampak penggunaan gadget pada anak di PAUD Dan TK Taruna Islam Pekanbaru. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuisioner kepada orang tua yang berisi pertanyaan tentang pengawasan dan dampak penggunaan gadget pada anak. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua terhadap dampak pengguna gadget dengan p value 0.05. Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua dengan dampak pengguaan gadget pada anak di PAUD Dan TK Taruna Islam Pekanbaru.

Determinan Kejadian Ca Mammae Di Poli Rawat Jalan Bedah Rsud Dr. Achmad Mochtar

Sulung, Neila ( STIKes Fort De Kock Bukittinggi ) , Yananda, Rizki ( STIKes Fort De Kock Bukittinggi ) , Adriani, Adriani ( STIKes Fort De Kock Bukittinggi )

Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Endurance
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cancer is one of the leading causes of death worldwide. In Indonesia every year 1: 3 women per 1000 population are affected by breast cancer. Breast cancer is a cancer that attacks most women. The incidence of breast cancer is currently estimated at 39 per 100,000 population in 2008. The purpose of this study was to determine the factors associated with the risk of female breast cancer in surgical outpatient poly patients at Dr. Achmad Mochtar, Bukittinggi City. This study uses descriptive analytic method with a case control approach. The sampling technique in this study was accidental sampling. The sample in this study were all women diagnosed with breast cancer, amounting to 50 cases and 50 controls with data processing through computerization. The instrument used in this study is a questionnaire. Data analysis was performed using Chi-Square test (α = 0.05). The results showed that the factors associated with the incidence of breast cancer were genetic (p = 0.009), menarche (p = 0.014), menopause (p = 0.016), hormonal contraception (p = 0,045), obesity (p = 0,043), and high food fat (p = 0.028).  Conclusions of the study are factors related to the risk of breast cancer incidence are genetic, menarche, menopause, hormonal contraception, obesity and high-fat foods. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Di Indonesia setiap tahun 1:3 wanita per 1000 penduduk terserang kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Angka kejadian kanker payudara saat ini diperkirakan 39 per 100.000 penduduk pada tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kanker payudara wanita pada pasien poli rawat jalan bedah di RSUD Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua wanita yang terdiagnosis kanker payudara, berjumlah 50 kasus dan 50 kontrol dengan pengolahan data melalui komputerisasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah genetik (p=0,009), menarche (p=0,014;), menopause (p=0,016), kontrasepsi hormonal (p=0,045), obesitas (p=0,043), dan makanan tinggi lemak (p=0,028). Simpulan penelitian adalah faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian kanker payudara adalah genetik, menarche, menopause, kontrasepsi hormonal, obesitas dan makanan tinggi lemak.