cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JUPITER (Jurnal Perpustakaan Informasi dan Komputer)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 16935535     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
REPOSISI PUSTAKAWAN DALAM ERA TEKNOLOGI INFORMASI Cangara, Zainudin
J U P I T E R Vol 14, No 1 (2015): JUPITER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan dalam era teknolgi informasi mengalami goncangan sikap dan prilaku akibat semakinpesatnya penerapan teknologi dalam pengelolaan informasi dalam segala bentuk dan penyajiannya.Oleh karena itu pustakawan diharapkan siap menghadapi goncangan berupa prilaku, pro- dankontra TI, kecemasan, apatis, dsb. Pustakawan ataupun perpustakaan harus menyesuaikan diridengan TI dengan mempertimbangkan aspek teknologi itu sendiri, organisasi, nilai ekonomi dantidak ditinggalkan oleh stakeholders.Kata kunci: Perpustakaan, Pustakawan, Ilmu Informasi, Teknologi Informasi
PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VII.7 SMP NEGERI 1 BULUKUMBA Musa, Hamida
J U P I T E R Vol 16, No 1 (2017): JUPITER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan sekolah dan penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII.7 SMP Negeri 1 Bulukumba. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.7 SMP Negeri 1 Bulukumba tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 38 orang siswa.Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran IPA denganmodel Reciprocal Teaching dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII.7 SMP Negeri 1 Bulukumba: siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil, siswa diminta untuk mengerjakan student worksheet yang diberikan, setiap kelompok diminta untuk membuat pertanyaan terkait materi yang sedang dibahas (tahapquestion generating), setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil diskusimereka di depan kelas, siswa diberi kesempatan untuk mengklarifikasi materi yang dianggap sulit yaitu dengan bertanya kepada guru (tahap clarifying), siswa diberi soal latihan yang memuat soal pengembangan yang harus dikerjakan secara individu (tahap predicting), dan siswa diminta untuk menyampaikan kesimpulantentang materi yang dipelajari (tahap summarizing). (2) Kemampuan pemahaman konsep ipa siswa dengan menggunakan model Reciprocal Teaching dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari (a) rata-rata persentase indikator pemahaman konsep ipa kelompok pada akhir siklus II berdasarkan hasil analisis student worksheet adalah 94,38% serta (b) rata-rata persentase indikator pemahaman konsep ipa pada akhir siklus II berdasarkan analisis hasil tes adalah 85,96%.
PEMAHAMAN MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013 TERHADAP ORIENTASI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Rasman, M.
J U P I T E R Vol 13, No 1 (2014): JUPITER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerpustakan dan pustakawan berada dalam lingkaran informasi dari berbagai subjek dan alatakses-nya yang semakin hari semakin semakin membengkak kualitas dan kuantitasnya.Pengemasan informasi ini merupakan usaha dari sebuah perpustakaan atau pusat informasiuntuk mendekatkan pengguna kepada sumber-sumber informasi yang relevan, akurat, mudahdan terakses secara cepat. Namun informasi yang terkemas ini tidak akan dapat dimanfaatkansecara maksimal apabila tidak didukung oleh peran tenaga perpustakaan atau pustakawandalam mensosialisasikan dan juga melakukan pendidikan pemakai perpustakaan. Intinyaadalah proses pengemasan informasi tidak selesai begitu saja sampai pada produk terkemasdihasilkan. Akan tetapi juga pada pencapaian tujuan pengemasan informasi tersebut, yaknimemberikan informasi yang lebih baik dan menarik bagi pemustaka perpustakaan.Kata Kunci: Pendidikan Pemakai, Pengemasan Informasi, Pustakawan, OrientasiPerpustakaan, Sosialisasi Perpustakaan, Teknologi InformasiABSTRACTLibraries and librarians are in the loop of information from a wide range of subjects and theiraccess tools that are increasingly more swollen quality and quantity. Packaging information isthe business of a library or information center for the user closer to the sources of informationare relevant, accurate, easily and quickly accessible. However, this information packed willnot be fully utilized if it is not supported by the library staff or librarians role in socializingand educating library users. The bottom line is the packaging process information does not goaway until the packed product produced. But also on the achievement of objectives suchinformation packaging, which provide better information and interesting for pemustakalibrary.Keywords: User Education, Information Packaging, Librarian, Library Orientation,Socialization of Library, Information Technology
SERTIFIKASI UJI KOMPETENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALITAS DAN EKSISTENSI PUSTAKAWAN Rodin, Rhony
J U P I T E R Vol 14, No 2 (2015): JUPITER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai sertifikasi uji kompetensi sebagai upaya peningkatan profesionalitaspustakawan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kajian literatur. Bahan yang telahdiperoleh melalui kajian literatur ini dikumpulkan, ditelaah kemudian dianalisis. Berdasarkan hasilkajian yang telah dilakukan ditemukan hasil bahwa sertifikasi uji kompetensi bagi pustakawanmerupakan rangkaian yang sangat penting untuk menunjang profesionalitas pustakawan. AdaBeberapa alasan yang mendasar tentang perlunya sertifikasi pustakawan, yaitu: (a) membuatpustakawan lebih diakui oleh masyarakat, (b) memotivasi diri pustakawan untuk maju, (c) membuatpemerintah lebih memperhatikan profesi pustakawan, (d) memberikan rasa keadilan bagi pustakawan,serta (e) dapat digunakan sebagai standar minimal kemampuan pustakawan. Program sertifikasikompetensi pustakawan mempunyai tujuan di antaranya: (1) meningkatkan layanan perpustakaan,(2) memotivasi pustakawan untuk selalu meningkatkan keterampilannya, (3) meningkatkan citrapustakawan dan perpustakaan dalam masyarakat (4) panduan bagi perpustakaan atau pimpinanperpustakaan untuk seleksi pegawai dan mempertahankan pegawai yang ada, (5) mengetahuikemampuan pustakawan mana yang harus ditingkatkan ketrampilannya atau pustakawan yangharus ditingkatkan pengetahuannya, (6) meningkatkan program pendidikan perpustakaan bagipustakawan. Di sisi lain sertifikasi ini penting dalam rangka menghadapi persaingan global. Dengansertifikat kompetensi, seseorang pustakawan akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis ataskompetensi kerja yang dikuasainya, serta diharapkan bisa meningkatkan profesionalitas daneksistensinya.Kata Kunci: Sertifikasi Uji Kompetensi, Profesionalitas, Eksistensi Pustakawan
MEMBANGUN PERPUSTAKAAN DESA MENJADI PELETAK DASAR LAHIRNYA BUDAYA BACA MASYARAKAT DI PEDESAAN Alam, Syamsu
J U P I T E R Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang peranan perpustakaan desa dalam menumbuhkembangkan minat baca diwilayah pedesaan. Pengembangan perpustakaan desa bisa berbentuk perpustakaan pribadi milik wargamisalnya taman bacaan masyarakat (TBR), rumah baca, sudut baca, atau apapun namanya yangdikelola atas swakarsa dan swadaya masyarakat. Perpustakaan desa tidak terbatas kepadaperpustakaan yang terletak di pedesaan, tetapi secara luas juga mencakup semua perpustakaan yangada di wilayah desa/ kelurahan dalam sebuah kota. Perpustakaan desa bisa dipandang sebagai basispemasyarakatan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat.Membangun perpustakaan desa dengan alokasi dana desa adalah bagian dari padapembangunan masyarakat untuk mewujudkan desa mandiri dan sumber daya manusia yangberkualitas. Olehnya itu kehadiran perpustakaan desa di tengah-tengah masyarakat harusdiperjuangkan, demi untuk membangun budaya baca masyarakat dan mencapai cita-citabangsa yakni mencerdaskan kehidupan anak-anak negeri.Kata kunci : Perpustakaan desa, alokasi dana desa, budaya baca masyarakat desa
MENGENAL BUDIDAYA MENTIMUN MELALUI PEMANFAATAN MEDIA INFORMASI Amin, Andi Rusdayani
J U P I T E R Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil studi pustaka yang dikombinasikan dengan kegiatan pengamatandilapangan tentang budidaya tanaman mentimun. Sebagaimana diketahui apabila jenis tanaman iniselain bermanfaat bagi kesehatan manusia juga dapat digunakan untuk masalah kecantikan sertamengatasi beberapa jenis penyakit yang lain. Selain itu, jika dilihat dari varietasnya maka padaumumnya mentimun dapat dibagi kedalam tiga kategori diantaranya:varietas biasa, watang dan wuku.Selanjutnya, untuk melakukan budidaya tanaman mentimun yang baik maka tentu ada beberapa halyang perlu diperhatikan di antaranya: pemilihan benih apakah itu jenis benih hibrida atau nonhibrida,lahan yang cocok terutama lahan bukan bekas tanaman sefamili, waktu penanaman yang baikmisalnya pada akhir musim hujan, pemeliharaan tanaman serta pencegahan serangan hama danpenyakit yang bisa menghancurkan tanaman.Kata kunci: Biji, Ketimun
KESIAPAN PUSTAKAWAN MENGHADAPI PENERAPAN ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) TAHUN 2015 Ali, Muhammad Sabri
J U P I T E R Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu poin kesepakatan AEC (Asean Economic Community) atau Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) 2015 adalah aspek tenaga kerja terampil yang tidak lagi dibatasi dengan batas-batas negaradalam persaingan pasar tenaga kerja. Profesionalisme dan kompetensi SDM menjadi barometerdalam persaingan, termasuk di dalamnya tenaga pustakawan. Beberapa tantangan profesipustakawan di Indonesia dalam menghadapi AEC adalah adanya ketimpangan jumlah pustakawanyang masih sangat kurang dibanding dengan jumlah lembaga perpustakaan yang ada, pustakawanyang tersertifikasi masih sangat kurang, dan citra perpustakaan dan pustakawan belum terbangundengan baik. Pengembangan dan pembinaan Pustakawan yang berdaya saing menjaditanggungjawab lembaga-lembaga terkait, diantaranya Perguruan Tinggi, Perpusnas, pemerintahdaerah, organiasi profesi, lembaga sertifikasi, dan lembaga-lembaga lainnya berafiliasi dengankepustakawanan. Lembaga dan organisasi tersebut harus bersinergi memikirkan konsep yangstrategis, terpadu dan menyeluruh terhadap kebijakan pengembangan SDM perpustakaan yangberkesinambungan baik dari segi jumlah dan kualitas. Pustakawan yang memiliki keunggulankompetitif adalah pustakawan profesional dan mempunyai kompetensi, berupa tenaga kerja terampilyang produktif, inovatif, kreatif, mempunyai semangat kerja, dan loyal terhadap organisasi ataulembaga. Hal tersebut dapat diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan maupun daripengalaman kerja.Kata Kunci : AEC (Asean Economi Community), Pustakawan, Kompetensi
SAMPUL, HALAMAN BALIK SAMPUL, KATA PENGANTAR & DAFTAR ISI DAFTAR ISI, SAMPUL
J U P I T E R Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVER, HALAMAN BALIK SAMPUL, KATA PENGANTAR & DAFTAR ISI JUPITER VOLUME XIV  No.2 Tahun 2015
MENGENAL ELEKTRONIK JURNAL DAN MANFAATNYA BAGI PENGEMBANGAN KARIER PUSTAKAWAN K., Jamaluddin
J U P I T E R Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal merupakan bagian penting dari koleksi perpustakaan yang menjadi kendaraan yang palingpenting untuk komunikasi ilmiah global. E-jurnal, oleh karena itu, adalah istilah yang digunakanuntuk menggambarkan sebuah publikasi berkala yang diterbitkan dalam bentuk digital yang akanditampilkan di layar komputer. Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan media digital, e-jurnalyaitu menghemat ruang dan waktu; mudah diakses; simple dan mudah dibawa; Cost dan hargajual yang lebih terjangkau; Menggalakkan gerakan Go Green. Pemanfaatan ejurnal bagipustakawan: untuk pengembangan karier pustakawan, mudah membuat literatur sekunder sepertiIndeks, Abstrak dan semacamnya.; dapat membuat Jasa kesiagaan informasi; resensi, reviewatau tinjauan; Kumpulan naskah-naskah untuk diterbitkan atau didokumentasikan diperpustakaan. Karya-karya pustakawan tersebut diatas berfungsi untuk lebih mensosialisasipemanfaatn e-journal kepada civitas akademika.Kata kunci: e-journal, karier pustakawan
PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH Mangnga, Alias
J U P I T E R Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Kepustakawanan dan Dokumentasi Informasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu saranapendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaanharus dikembangkan sebagai salah satu institusi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskankehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadapmutu pendidikanKata kunci : Perpustakaan, Belajar mengajar