cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
ISLAMUNA: Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : -
Core Subject : Education,
Islamuna: Jurnal Studi Islam (ISSN: 2407-411X; E-ISSN: 2443-3535) is a double-blind peer-reviewed journal published binnually by Postgraduate Program of Madura State Islamic Institute (Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. It specializes in Islamic studies which are the results of fieldwork and conceptual ideas research from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
MODEL PEMBENTUKAN KECERDASAN MORAL SPIRITUAL SISWA SMP PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN Hadi, Saiful
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.82 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.656

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kebijakan pengembangan kecerdasan moral spiritual di SMP Plus Nurul Hikmah, proses pem-bentukan kecerdasan moral spiritual, dan keberhasilan pembentu-kan kecerdasan moral spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, diketahui bahwa kebijakan pengem-bangan kecerdasan moral spiritual dilakukan dengan menyiapkan kebijakan kurikulum integratif (antara kurikulum nasional, muatan lokal, dan kurikulum kelembagaan). Proses pembentukan kecer-dasan moral spiritual dilakukan aktifitas keagamaan yang sangat ketat dan padat agar terjadi penguatan pengetahuan dan pengalaman keagamaan pada anak didik. Keberhasilan pembentukan kecerdasan moral spiritual siswa terlihat dari rendahnya pelanggaran disiplin, perilaku keagamaan yang kuat, dan terwujudnya budaya akhlak karimah.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Hanafi, M.
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.682 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.572

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan agama Islam. Ada empat asas dalam pengembangan kurikulum yaitu asas filosofis, sosiologis, organisatoris dan psikologis. Selain itu, terdapat empat pendekatan dalam pengembangan kurikulum di antaranya, yaitu pendekatan subjek akademik, pendekatan humanistic, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi social. Untuk mening-katkan mutu PTAI, maka kurikulum yang diterapkan perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan asas-asas pengembangan kurikulum di atas. Pengembangan kurikulum PTAI harus berbasis kompetensi, agar lulusannya memiliki kompetensi handal sesuai bidang garapannya.
MATERI AJAR FIQH MUNAKAHAT DI MADRASAH ALIYAG Ika Rahmawati, Sarini
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.695 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.562

Abstract

Pelaksanaan perkawinan di Indonesia diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974, PP No. 9 Tahun 1975, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Ketentuan-ketentuan dalam peraturan tersebut sepa-tutnya menjadi pedoman dan petunjuk pelaksanaan perkawinan ba-gi setiap muslim di Indonesia. Maka dari itu, sepatutnya aturan-atu-ran tersebut diketahui sejak dini oleh generasi muda muslim yang kelak akan melaksanakan perkawinan. Pemahaman tentang ketentu-an perkawinan tersebut di antaranya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah. Materi tentang perkawinan is-lami di sekolah/madrasah lebih dikenal dengan fiqh munakahat, yang diajarkan di Madrasah Aliyah kelas XI semester 2.
INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW Kosim, Mohammad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.801 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.651

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA Maisaroh, Maisaroh
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.367 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.665

Abstract

Islam sebagai ajaran yang komprehensif telah meng-ajarkan kepada umatnya akan HAM. Hal ini tercermin dalam tujuan disyari’atkannya Islam untuk memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara kehormatan atau keturunan, dan memelihara harta. Tujuan tersebut senada dengan pengertian HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang bersifat universal yang wajib dihor-mati serta dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Sehingga Islam dan HAM adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan bersumber pada al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran agama Islam. Dunia Barat juga memiliki konsep tentang HAM dengan formulasi HAM PBB yang bersifat sekular sehingga menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan umat Islam, yaitu pandangan yang menolak secara total konsep HAM PBB, pandangan yang menerima total HAM PBB, serta pandangan yang terakhir dengan pandangan yang ambigu.
MANUSIA DAN AGAMA Arif, Solehan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.443 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.659

Abstract

Kajian tentang manusia dapat dilihat dari berbagai perspektif dan disiplin ilmu, seperti ilmu antropologi, ilmu filosofi, ilmu sosiologi, ilmu psikologi, dan ilmu al -Qur‟an. Tulisan ini mengetengahkan tentang manusia menurut pandangan Islam. Islam berpandangan bahwa manusia itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur materi dan non materi. Ada empat kata yang digunakan al-Qur‟an untuk menunjuk manusia, yaitu al-basyar, al-insān, al-nās, dan banī ādam. Manusia merupakan makhluk yang paling mulia dan sangat unik. Manusia dianugerahi berbagai potensi dan petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Manusia memiliki potensi dasar yang dapat membedakan dengan makhluk lainnya, yaitu akal, qalbu, dan nafsu. Dalam kehidupan di dunia, selain sebagai hamba Allah, manusia juga diberi tugas men-jadi khalifah di bumi serta mengelola dan memelihara alam.
ASWAJA DAN NKRI: Upaya Mempertahankan NKRI melalui Aswaja Anam, Hairul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.747 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.568

Abstract

Sedikitnya, hingga kini NKRI masih diliputi 5 tantangan: kemiskinan, lemahnya penegakan hukum, karakter kekerasan bebe-rapa ormas Islam, kesenjangan pemanfaatan dalil naqli dan dalil ‘aqli, dan gerakan Wahabi. Kelima tantangan tersebut dapat dimini-malisasi melalui aktualisasi nilai-nilai Aswaja berupa tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus, keadilan), dan tasamuh (toleran). Upaya aktualisasi tersebut tentu harus ditopang dengan spirit utama dalam dakwah Islam, yaitu menyemai perda-maian dan penegakan akhlak yang mulia. Ditambah lagi pemanfaatan media massa dan teknologi informatika secara berkesinambungan.
ISLAM DAN MODERNISME Suaidi, Sholeh
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.291 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.558

Abstract

Modernisasi bukanlah sesuatu hal yang substansial untuk ditentang kalau masih mengacu pada ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama universal yang tidak akan membelenggu manusia untuk bersikap maju, akan tetapi harus berpedoman kepada Islam. Dalam Islam yang tidak dibenarkan adalah Westernisasi, yaitu total way of life di mana faktor yang paling menonjol adalah sekularisme, sebab sekulraisme selalu berkaitan dengan ateisme dan sekularisme itulah sumber segala imoralitas. Inti dari modernisasi yang kemudian menjadi esensial dan sejalan dengan ajaran agama Islam adalah rasionalisasi yakni usaha untuk menundukkan segala tingkah laku kepada kalkulasi dan pertimbangan akal. Rasionalisasi pada selanjutnya akan mendorong ummat Islam untuk bisa bersikap kritis dan meninggalkan taqlid yang dikecam dalam Islam. Dengan demikian, pada dasarnya modernisasi bukanlah sebuah esensi yang bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam.
ETIKA BELAJAR PUTRA KIAI DI PONDOK PESANTREN (Studi Kasus di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep) Muzayin, Muzayin; Kuswandi, Iwan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.842 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.655

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang etika belajar di pesantren secara umum serta etika belajar putra kiai yang mondok di pesantren, khususnya di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep. Jenis dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif lapangan, dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan doku-mentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa etika belajar di pesantren dilandasi oleh kepercayaan yang utuh, kesadaran yang tinggi, ke-mauan dan usaha yang keras, dan hidayah Allah Swt. Adapun etika belajar putra kiai yang mondok di TMI Al-Amien Prenduan, me-reka memiliki kemauan yang keras untuk berdisiplin dan belajar, didukung oleh aturan disiplin di TMI yang dijalankan tidak pan-dang bulu, membuat para putra kiai sangat takut untuk melanggar. Selain itu, putra kiai yang mondok di TMI tetap memiliki etika yang baik kepada para gurunya, karena bagi mereka guru laksana orang tua.
MENELAAH KEMBALI IJTIHAD DI ERA MODERN Rahem, Abdur
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.785 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.661

Abstract

Ijtihad merupakan salah satu sumber hukum Islam se -telah al-Qur‟an, al-Hadits, Ijma‟, dan Qiyas. Ijtihad di era modern merupakan kebutuhan untuk menjawab permasalahan yang terus bermunculan yang hukumnya tidak terurai jelas dalam sumber hu-kum utama, al-Qur‟an dan al-Hadits. Kendati merupakan kebu-tuhan, ijtihad tidak bisa dilakukan semua orang. Hanya ulama yang memenuhi syarat yang bisa melakukan ijtihad. Ketatnya syarat berijtihad sampai memunculkan kesan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Padahal sejak masa Sahabat hingga saat ini, fenomena ijtihad masih cukup dinamis. Namun, tingkatan mujtahid pun be-ragam tergantung kemampuan mereka dalam menggali hukum dari sumber utamanya.

Page 1 of 10 | Total Record : 91