EMARA Indonesian Journal of Architecture
ISSN : 24607878     EISSN : 24775975
MARA Indonesian Journal of Architecture merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan masa terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun. Yang menjadi pokok bahasan EMARA Indonesian Journal of Architecture adalah kajian evaluasi, kajian teori/literatur, dan hasil pemikiran kritis yang meliputi: Desain Arsitektur, Desain Lingkungan dan Tata Kota, Arsitektur Lingkungan dan Prilaku, Permukiman Berkelanjutan, Struktur dan Konstruksi Bangunan serta Manajemen Proyek. Emara Indonesian Journal of Architecture is a journal published by Department of Architecture, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya with 2 (two) issue periods in a year. What become the subject of Emara Indonesian Journal of Architecture are the evaluation studies, literature studies, and the critical thinking papers that include: Architectural Design, Environmental Design and Urban Planning, Architecture Environment and Behavior, Settlement Planning, Structure and Building Construction and Project Management.
Articles 70 Documents
ANALISA KEKUATAN TAHANAN LATERAL SAMBUNGAN KAYU-BETON

Suriani, Efa

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.042 KB)

Abstract

Perkiraan kekuatan tahanan lateral pada sambungan kayu beton menggunakan alat sambung Lag-screw atau sekrup kunci akibat beban lateral sangat diperlukan dalam desain konstruksi sambungan. Hal tersebut diperlukan agar diketahui perilaku sambungan sehingga kegagalan sambungan dapat diprediksi. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tahanan lateral dilakukan pengujian geser sambungan dengan pembebanan monotonik dan model analisa mengadopsi dari model EYM (European Yield Model). Kayu yang digunakan: Toona sureni (berat jenis 0,45), Swietenia mahagoni (berat jenis 0,51) dan Artocarpus heterophyllus (berat jenis 0,54) dan mutu beton aktual 15,93 MPa. Sekrup kunci dipakai diameter 8 mm (panjang 130 mm), ring penutup diameter 22,8 mm, dan fischer S14. Hasil penelitian menunjukkan persentase tahanan lateral (metode 5% offset) antara prediksi dengan eksperimen adalah 36,40% sampai 48,15%. Hasil ini memperlihatkan tahanan lateral prediksi dengan persamaan tahanan lateral EYM cukup mendekati dari hasil tes.

Transformasi Bentuk Fisik pada Tipologi Fasade Masjid Jami’ Malang

A’yun, Qurrotul

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.964 KB)

Abstract

Masjid Jami’ Malang merupakan masjid yang mengalami perubahan bentuk tipologi secara dinamis. Secara arsitektural, Masjid Jami’ Malang mengakomodasi beberapa tipologi sekaligus, yaitu tipologi yang menjadi ciri universalitas dari sebuah masjid, serta tipologi yang menjadi ciri lokalitas dari daerah setempat. Padahal masjid pada umumnya hanya mengakomodasi 1 (satu) jenis tipologi saja. Bagaimana Masjid Jami’ Malang dapat menggabungkan beberapa tipologi fasade dan mentransformasikannya ke dalam bentukan-bentukan yang baru inilah, yang menjadi menarik untuk dikaji.  Penelitian dilakukan melalui sejumlah kajian literatur dengan pustaka-pustaka yang relevan, serta diperkuat dengan observasi langsung terhadap obyek. Metode yang digunakan untuk mengkaji hal tersebut ialah metode deskriptif analisis. Hasil kajian menyatakan bahwa penggabungan bentuk antara ciri universalitas dan lokalitas, dilakukan dengan cara menampilkan atap kubah (dome), iwan, arches serta minaret secara bertahap sebagai ciri universalitas masjid dunia, dengan tetap mempertahankan atap tajug, serta penggunaan material kayu sebagai ciri kelokalitasan daerah.

EVALUASI JEMBATAN DI SUNGAI BOYONG YOGYAKARTA PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI 2010

Widiastuti, Mega Ayundya

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.079 KB)

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu dari 129 gunungapi aktif di Indonesia yang sering meletus. Pada 26 Oktober 2010 Gunung Merapi mengalami erupsi kembali. Bencana ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan bencana serupa dalam lima periode waktu sebelumnya yakni tahun 1994, 1997, 1998, 2001 dan 2006. Dampak lanjutan erupsi Gunung Merapi yaitu lahar dingin, berpotensi merusak bangunan-bangunan yang terdapat di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,seperti jembatan. Salah satu sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi adalah sungai Boyong dimana hilir alur sungai ini melintasi tengah kota Yogyakarta yang dilintasi 19 jembatan, 8 jembatan melintasi sungai Boyong dan 11 jembatan melintasi sungai Code yang merupakan bagian dari sungai Boyong sebagai induk sungainya. Oleh karena itu penting untuk dilakukan evaluasi kondisi existing jembatan pasca erupsi Gunung Merapi.Adanya keterbatasan dana yang disediakan oleh Pemerintah dalam upaya memulihkan fungsi dan kondisi jembatan dalam satu alur sungai, menjadi penyebab perlunya penyusunan skala prioritas, guna menentukan jembatan yang harus ditangani/diperbaiki terlebih dahulu

Kajian Perilaku Geser Balok Beton Ringan Busa Dengan Penambahan Agregat Pasir Pozzolan

Riadi, Hafiz, Abdullah, Abdullah

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.874 KB)

Abstract

Pada penelitian ini diuji 4 buah balok Beton Ringan Busa (BRB) berukuran 15 x 30 x 220 cm yang direncanakan mengalami gagal geser. Variabel yang diteliti adalah variasi jarak sengkang; 20 cm, 25 cm dan tanpa sengkang. Sebagai pembanding, dipersiapkan balok beton bertulang yang sama tapi menggunakan beton normal. Baik untuk tulangan utama maupun tulangan sengkang digunakan tulangan ulir. Mutu leleh baja yang digunakan untuk tulangan pokok adalah 415 MPa dan 359 MPa untuk tulangan sengkang. Diameter tulangan tekan digunakan 2 diameter 12,6 mm dan 4 diameter 15,6 mm untuk tulangan tarik, sedangkan tulangan sengkang digunakan diameter 7,6 mm. Pasir pozzolan yang digunakan didatangkan dari Krueng Raya Kecamatan Mesjid Raya. Agregat pasir pozzolan yang digunakan yang lolos saringan #4,76 mm. Hasil pengujian dibandingkan dengan balok beton konvensional. Hasil penelitian menunjukkan nilai kapasitas geser balok untuk masing-masing variasi jarak tulangan sengkang adalah, untuk balok dengan jarak sengkang 20 cm, kapasitas gesernya = 71,5615 kN; balok dengan jarak sengkang 25 cm, kapasitas gesernya = 63,4626 kN; untuk balok beton busa tanpa sengkang, kapasitas gesernya = 31,0673 kN. Sedangkan untuk balok beton konvensional dengan jarak sengkang 25 cm, kapasitas gesernya = 74,2019 kN.Balok Beton Ringan Busa, pasir pozzolan, perilaku geser, pola retak, kapasitas geser

KAJIAN SUSTAINABLE DESIGN PADA SAVILL BUILDING

Hapsari, Oktavi Elok

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.957 KB)

Abstract

Beberapa periode terakhir perkembangan disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture design) yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Penerapan sustainable design pada bangunan dapat dilakukan dari bentuk disain, penggunaan material berupa sumber daya terbarukan, serta dampak bangunan terhadap lingkungan disekitarnya. Objek yang dikaji kali ini adalah Savill Building yang mendapatkan penghargaan The Woods Award pada tahun 2006. Savill Building merupakan bangunan dengan dinding transparan yang memiliki struktur gridshell lengkung yang kompleks berbahan utama kayu dan baja. Bangunan  yang terletak pada tapak bergelombang ini tampil secara tegas. Pengolahan disain dan lanskap yang baik membuat Savill Building tampak mencolok tetapi masih memiliki kesinambungan dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya. Bangunan ini tidak hanya berungsi sebagai fasilitas umum ramah lingkungan, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung. Dengan adanya kajian terhadap Savill Building, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sustainable design dan menjadi referensi dalam perancangan arsitektur khususnya bagi perancangan arsitektur di Indonesia.

IDENTIFIKASI ISU STRATEGIS PENATAAN KAWASAN BERBASIS PENDAPAT MASYARAKAT

Syariah, Arfiani

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.043 KB)

Abstract

Perubahan paradigma pembangunan dari sistem terpusat ke daerah cukup memberikan porsi penting bagi masyarakat untuk ikut andil di dalam kegiatan perencanaan pengembangan sebuah kawasan. Untuk dapat memberikan peran secara efektif, masyarakat dituntut untuk memahami isu-isu strategis atas potensi dan permasalahan lokal yang ada untuk kemudian diangkat dalam bagian kegiatan perencanaan pembangunan. Penemuan Isu – isu strategis yang ada akan ditindaklanjuti dengan perumusan indikasi program penataan bangunan dan lingkungan/ perancangan kawasan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, penyebaran kuesioner dan kemudian dilakukan Focus Group Discussion (FGD). Analisis yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menampilkan tabel kesepahaman atas isu strategis penataan kawasan. Lokasi studi yang diambil yakni berada di Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan yang memenuhi kriteria sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan aspek ekonomi. Dari hasil kajian ini, selain bertujuan menemukan isu strategis penataan kawasan studi, diharapkan juga dapat menambah wacana tentang proses identifikasi isu strategis penataan kawasan berbasis masyarakat dan sumberdaya lokal.

Inovasi Sambungan Mekanis Menggunakan Clamp Baja Untuk Tulangan Beton

Parmo, Parmo, Tavio, Tavio

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.037 KB)

Abstract

Pertumbuhan perkotaan di Indonesia beberapa waktu terkakhir cenderung lebih mengarah pada overground space. Hal ini disebabkan karena populasi penduduk perkotaan mengalami peningkatan yang signifikan dan tidak sebanding dengan lahan yang tersedia. Banyaknya bangunan tinggi dan gedung pencakar langit juga menandai fenomena tersebut. Namun, bangunan tinggi dan gedung pencakar langit memiliki potensi terhadap bahaya gempa bumi, lebih lagi Indonesia adalah termasuk wilayah yang rawan terjadi gempa bumi. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa dua hal pokok yang perlu diperhatikan adalah kekuatan dan daktilitas. Kemampuan berdeformasi dan kekuatan pada sambungan antar tulangan menjadi pertimbangan dalam desain struktur tahan gempa. Dari hasil pengujian tarik clamp baja untuk sambungan mekanik tulangan D13 diperoleh yield strength 270.69 Mpa, ultimate tensile strength 351.45 Mpa dan beban maksimum 4757 kg serta elongation 40%. Sedangkan untuk sambungan mekanik tulangan D16 diperoleh yield strength 217.80 Mpa, ultimate tensile strength 327.605 Mpa dan beban maksimum 6717 kg serta elongation 32%. Pada penelitian ini digunakan 2 (dua) buah clamp baja. Namun, untuk memeperoleh hasil yang lebih baik perlu penambahan jumlah clamp dan peningkatan kualitas material clamp baja.

GAMBARAN PERSEPSI LANSIA TERHADAP KUALITAS HUNIANNYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN PSIKOSOSIAL

Ratodi, Muhamad

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.764 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah adalah meningkatnya angka lansia terlantar dari tahun ke tahun. Pemerintah dengan program Panti Werdha merupakan salah satu alternatif solusi bagi isu lansia terlantar. Akan tetapi terbatasnya jumlah dan daya tampung panti ditambah dengan kondisi bangunan fisiknya yang belum dirancang sesuai dengan kebutuhan lansia disinyalir akan memicu dampak negatif bagi kesehatan para lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang persepsi lansia akan kualitas huniannya dan hubungannya dengan kondisi kesehatan psikososial para lansia. Penelitian dilaksanakan di PSTW Budi Sejahtera dengan 65 orang penghuninya yang telah memenuhi kriteria inklusi sebagai responden penelitian. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 53.8% responden berpendapat kualitas hunian mereka dalam kategori kurang baik, dengan 36.9% menilai kurang untuk kondisi drainase ,  30.8% responden berpendapat kondisi akses ke hunian dalam kondisi yang kurang baik dan  27.7% responden merasa kurang nyaman dengan kondisi kloset yang ada saat ini.  Korelasi positif antara persepsi kualitas hunian dengan kondisi kesehatan psikososial lansia juga muncul dan dikategorikan ke dalam hubungan sedang. Kesimpulan: kualitas hunian bukanlah menjadi faktor utama yang berhubungan dengan kondisi kesehatan psikososial lansia, akan tetapi diperlukan perhatian yang spesifik dalam merancang sebuah hunian bagi kelompok usia lanjut agar hunian itu sendiri mampu mengakomodir kebutuhan sosial dan aktifitas fisik lansia secara optimal, sehingga pada akhirnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan derajat kesehatan para penghuninya.

Media Rekam Jejak Tahapan Pra Desain dengan Poster : Meningkatkan Kinerja dan Luaran pada Studio Perancangan Arsitektur

Nugrahini, Fibria Conytin

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.637 KB)

Abstract

Proses pra desain yang meliputi pentahapan dari pengamatan, analisis dan pemrograman, merupakan proses mencari dan mendata informasi yang sifatnya terarah dan lebih pasti dari pada proses desain pada studio perancangan. Kegiatan pra desain menurut pengamatan penulis selama ini di studio perancangan/di kelas  seringkali kurang optimal dikarenakan kinerja dan kreativitas mahasiswa dalam proses ini tergolong rendah. Hal ini menyebabkan luaran yang dihasilkan dari proses pra desain kurang maksimal selain tidak terdokumentasikan/ tidak punya rekam jejak yang baik.  Tulisan ini bertujuan untuk memberikan ide kreatif pada studio perancangan dengan menggunakan poster sebagai media rekam jejak tahapan pra desain. Tulisan ini merupakan penelitian tindak kelas berupa hasil pengembangan kegiatan pra desain dengan inquiry method menggunakan poster sebagai media rekam jejak pada studio perancangan arsitektur.  Metode penelitian meliputi pengamatan dan penilaian hasil luaran pra desain mahasiswa, serta pengisian kuisioner oleh mahasiswa. Pengamatan luaran poster diberikan penilaian berdasar beberapa kriteria. Pengisian kuisioner sifatnya menguji kelayakan media poster dalam meningkatkan kinerja dan luaran dilihat dari proses dan pengalaman mahasiswa. Karena merupakan penelitian tindak kelas maka penelitian ini dibatasi pada kelas studio dimana penulis melakukan perkuliahan dan bimbingan studio. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja mahasiswa dalam pencarian materi, pengamatan, bahan analisis, maupun pemrograman dalam penggunaan media rekam jejak yaitu poster. Selain itu mahasiswa  merasa puas dan  lebih kreatif memvisualisasikan ide-ide mereka dalam tahapan pra desain dengan menggunakan media poster.

PARAMETER HIDROLOGI DAN HIDROGEOLOGIS PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SEBAGAI LANDASAN DALAM PERENCANAAN RUANG

Junaidi, Rahmad

EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.965 KB)

Abstract

Indonesia mulai merasakan dampak pemanasan global (global warming) yang telah dibuktikan dengan terjadinya perubahan musim, di mana musim kemarau menjadi lebih panjang serta bencana alam yang terjadi. Hal tersebut seiring dengan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dengan kondisi kritis. Beberapa bencana yang terjadi di Indonesia telah memberikan dorongan perencanaan ruang yang memperhatikan kaidah-kaidah konservasi, baik konservasi tanah maupun konservasi air yang bertujuan agar terwujudnya keseimbangan lingkungan, sehingga pertumbuhannya tidak menyebabkan bencana. Tujuan dari kajian ini yaitu mendapatkan prosedur penataan ruang berdasar parameter hidrologi dan hidrogeologis suatu DAS.Pengetahuan tentang hubungan siklus hidrologi dalam suatu DAS dijadikan sebagai landasan dalam perencanaan ruang. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam merancang pola perencanaan ruang serta dapat dijadikan sistem pendukung dalam pengambilan keputusan (decision support systems) untuk perencanaan RTRW yang mengacu pada konservasi tanah dan air.