cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
RIHLAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE" : 5 Documents clear
Peran Ayatullah Khomeini dalam Revolusi Islam di Iran 1979 Sujati, Budi
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.7756

Abstract

Khomeini was a great scholar and leader of the Iranian Islamic Revolution. Khomeini's role in the Revolution was a struggle that never ceased to overthrow Shah Reza Pahlevi. The fall of the monarchy to the Islamic Republic of Iran system made Khomeini the most influential actor in the eruption of the Islamic revolution in Iran. This certainly has an impact on Iran's development until now. This paper outlines the role of ulama in the occurrence of a revolution. His role was to invite the public to oppose Shah's policies through political lectures both on the pulpit and on tapes. His influence in mobilizing the community to make opposition to the Shah Pahlevi supported by intellectuals and ulama made Khomeini's influence on the revolution so great. The research uses the library research approach (Library Resereach) with historical study methods.Khomeini merupakan seorang ulama dan pemimpin besar Revolusi Islam Iran. Peran Khomeini dalam Revolusi adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti untuk menumbangkan Shah Reza Pahlevi. Jatuhnya sistem monarki ke sistem Republik Islam Iran menjadikan Khomeini menjadi aktor yang paling berpengaruh terhadap meletusnya revolusi Islam Iran. Hal ini tentunya memberi dampak bagi pekembangan Iran hingga sekarang. Tulisan ini menguraikan peran ulama dalam terjadinya sebuah revolusi. Perannya adalah mengajak masyarakat untuk menentang kebijakan Shah melalui ceramah politik baik itu di mimbar maupun di kaset. Pengaruhnya dalam menggerakan masyarakat untuk melakukan oposisi terhadap Shah Pahlevi dengan ditopang kaum intelektual dan ulama menjadikan pengaruh Khomeini terhadap revolusi sangat begitu besar. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (Library Resereach) dengan metode studi historis.
Manajemen Krisis Ramadah Umar bin Khattab Perspektif Sejarah Ekonomi Islam Nur Aflaha, Ardhina
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.9371

Abstract

This article discusses about crisis management ramadah of Umar bin Khattab radiallahu anh from the perspective of Islamic economic history. Crisis ramadah is a crisis and around the hijaz area in 17-18 hijri. At that time the economic impact of the Islamic people was largely affected by famine,the ground became black,dead cattle and prices ar soaring. Even trading activities can not do what they used to do. Ramadah has happened because of rain not falling which caused trade activities to be disrupted and because of rampant adultery and the unjust judge. Umar bin Khattabradhiallahu anh did a lot of change to his policies at that time. The metode of research use in this research is library research, the researcher was gatherin written source in this research.  Tulisan ini membahas tentang Manajemen Krisis Ramadah Umar bin Khattab radiallahu anh. Krisis ramadah merupakan krisis yang terjadi pada daerah Hijaz dan sekitranya antara tahun 17-18H. Pada masa itu ramadah sangat berdampak pada perekonomi umat Islam dikarenakan penduduk kelaparan, tanah berwarna hitam, hewan-hewan ternak mati dan harga melambung tinggi.Bahkan aktivitas perdagangan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Ramadah terjadi dikarenakan hujan tidak turun yang menyebabkan kekeringan, terjadinya wabah pes yang menyebabkan aktifitas perdagangan terganggu dan dikarenakan perzinahan yang merajalela serta hakim yang bertindak dzolim. Umar bin Khattab radhiallahu anh melakukan banyak perubahan pada kebijakannya pada masa itu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, di mana penulis mengumpulkan sumber-sumber tertulis dalam penelitian ini.
Menelusuri Potensi Obyek Wisata Sejarah Kota Makassar Arif, Muhammad
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.9383

Abstract

One of the cities in Indonesia that still has historic buildings is Makassar city, which is the capital of the South Sulawesi Province. The Minister of Culture and Tourism's regulation states that there are 19 historical buildings in Makassar City as tourist attractions, in this case the author only lists and explains six historical tourism objects in the city of Makassar as a basis for motivating visitors to come for a tour. The utilization of historic buildings as tourism products is one way out of these buildings can continue to survive with the increasing number of modern facilities around it. The utilization of historic buildings as tourist attractions also has a tough challenge, besides having to have an economic impact on the community, it also requires conservation measures. Salah satu kota di Indonesia yang masih memiliki bangunan bersejarah adalah kota Makassar, merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Peraturan mentri Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan bahwa terdapat 19 bangunan bersejarah di Kota Makassar sebagai daya tarik wisata, dalam hal ini penulis hanya mencantumkan dan menjelaskan enam obyek wisata sejarah di kota Makassar sebagai dasar motivasi pengunjung untuk datang berwisata. Pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai produk pariwisata merupakan salah satu jalan keluar bangunan-bangunan tersebut dapat terus bertahan dengan semakin banyaknya fasilitas modern di sekelilingnya. Pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai daya tarik wisata juga memiliki tantangan yang berat, karena selain harus membawa dampak ekonomi bagi masyarakat juga memerlukan langkah-langkah pelestarian.
Islam dan Pengaruhnya dalam Ritual Pa’dinging-dinging di Desa Adat Tenro Selayar (Perspektif Sejarah Lisan) Misbah, Misbahuddin
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.9421

Abstract

This study is a historical research that attempts to re-examine the events that occurred in the past. In this study, the authors used two special methods, documentation and interviews. In addition, the approach used in this study is a multidisciplinary approach; history, sociology, anthropology and psychology. The results of this study concluded that the Paingding-dinging tradition had been around long before Islamization occurred in Selayar. On the other hand, in carrying out the ritual practices, the customs of the of Islam are deeply rooted; like Islamic clothing (the use of skullcap and hijab) as well as prayers which are read in old manuscripts are prayers addressed to Allah, the Almighty, with the accompaniment of praise to the Prophet Muhammad. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang berusaha menelaah kembali peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Dalam penelitian ini, penulis mempergunakan dua metode dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa keberadaan tradisi Pa’dinging-dinging telah ada jauh sebelum terjadi Islamisasi di Selayar. Di sisi lain, pada pelaksanaan praktek ritual adatnya sendi-sendi ke-Islaman; seperi pakaian Islami (penggunaan kopiah dan hijab) juga do’a yang dibacakan dalam manuskrip tua merupakan do’a yang ditujukan kepada Allah swt dengan iringan pujian kepada Nabi Muhammad saw.
Relasi dan Legitimasi Raja Dengan Ulama dalam Sistem Pemerintahan Islam di Bone Rahmawati, Rahmawati
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.9373

Abstract

 This article discusses the relationship and legitimacy of the king as the highest authority of the kingdom with the ulama in the Islamic government system in the kingdom of bone. For clarity in this study, the author uses historical and anthropological studies as "scalpels" to find the desired information. The results of the study showed that between the king and the ulama indeed built a harmonious relationship, the king as the ruler of the region and the ulama as religious authorities. This was seen at least in two respects, namely: first the ulama as an advisor to the king in the government, second kinship ties through marriage. In addition, although the election of the king was built on the line of "mangkau" or original blood, "to manurung" the king as the holder of the highest legitimacy still coordinated with the ulama as an advisor for the election of a new king.Artikel ini membahas tentang relasi dan legitimasi Raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi kerajaan dengan klien (ulama) dalam sistem pemerintahan Islam pada kerajaan Bone. Untuk mencapai titik terang dalam kajian ini, penulis menggunakan telaah historis dan antropologi sebagai pisau bedah dalam mencari informasi yang diinginkan. Hasil penelitian ini terungkap bahwa antara raja dan ulama memang terbangun relasi dan harmonis antara raja sebagai penguasa wilayah dengan ulama sebagai otoritas keagamaan. Hal ini dapat dilihat sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, posisi ulama sebagai penasehat raja dalam pemerintahan. Kedua, hubungan kekerabatan melalui pernikahan. Selain itu, meskipun pemilihan raja dibangun atas garis keturunan mangkau atau berdarah asli dari to Manurung raja sebagai pemegang legitimasi tertinggi tetap berkoordinasi dengan ulama sebagai penasehat dalam hal pemilihan raja baru.

Page 1 of 1 | Total Record : 5