cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
RIHLAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2017): Rihlah" : 10 Documents clear
ISLAM DI JEPANG Syahraeni, Andi
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.961 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4163

Abstract

Sikap keberagamaan warga Jepang semakin meningkat dan bersikap lebih toleran terhadap keberadaan warga asing yang beragama lain. Mereka bebas melakukan ibadahnya. Ada berbagai macam pendapat tentang awal pertemuan Jepang dengan Islam, pada masa Restorasi Meiji lah terdapat suatu pertemuan antara Islam dan Jepang. Yaitu dengan masuknya berbagai macam buku terjemahan tentang kehidupan Nabi Muhammad saw. Yang lainnya adalah peristiwa Erthugrul (kapal perang Turki), Perkembangan Islam di Jepang dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara pernikahan dan dakwah. Dalam hal perkawinan, wanita tertarik kepada Islam karena mereka menginginkan kebebasan dan Islam memberikan mereka (wanita) kemerdekaan sebab mereka tidak akan menjadi budak lelaki manapun. Islam juga melawan agresi moral yang menyerang wanita. Kesucian dan kehormatan wanita dilindungi. Islam melarang hubungan haram. Semua ini menarik perhatian para wanita. Sedangkan dalam hal dakwah, para pelajar dan pekerja di berbagai bidang membentuk suatu komunitas ataupun berbagai organisasi Selain membentuk komunitas atau organisasi mereka juga mendirikan berbagai masjid dan mushala untuk melakukan ibadah dan berdakwah. Perkembang Islam di Jepang begitu lamban, hal ini dikarenakan masyarakat Jepang sangat terikat dengan kebiasaan dan adat istiadatnya serta kecenderungan pembangunan negara Jepang yang materialistik.
WALI SONGO DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA Susmihara, Susmihara
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.5 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4168

Abstract

Kedatangan Islam di Nusantara dibawa oleh para pedagang dan ulama-ulama, mereka datang dari Arab, Persia maupun India, penyebarannya adalah berada pada jalur-jalur dagang internasional pada saat itu. Pendidikan Islam dilakukan dalam bentuk khalaqah di rumah-rumah pedangang ataupun ulama maupun dengan tauladan. Walisongo dalam penyebaran Islam di Jawa sangat berhasil karena mampu mengislamisasikan wilayah Jawa. Lembaga pendidikan yang digunakan adalah pesantren. Keberhasilannya didukung oleh pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kultur masyarakat Jawa.  
PERKEMBANGAN ISLAM DI PAKISTAN Asriyah, Asriyah
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.78 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4164

Abstract

Bibit Islam di Pakistan tidak dapat dilepaskan dari sejarah kedatangan Islam di bumi India yang mayoritas penduduknya bergama Hindu. Islam terus menyusup dan berkembang dari waktu ke waktu sehingga melahirkan komunitas Muslim India. Kejayaan Islam di India mencapai puncaknya pada waktu berdiri Kerajaan Mughal. Kuatnya ide mendirikan negara tersendiri bagi umat Islam India selalu terinspirasi adanya Islam sebagai sebuah ideologi yang harus ditegakkan. Hasil penlusuran menunjukkan bahwa Negara Islam Pakistan berdiri aakibat perjuangan yanng gigih politisi umat Islam India yang berhasil diwujudkan di tangan Muhammad Ali Jinnah.Pakistan dikenal oleh dunia luar akan keislamannya. Pakistan menjadi sumber inspirasi peradaban Islam, karena  di sana telah lahir kekayaan intelektual Islam dengan kelahiran kaum nasionalis, tradisional fundamntalis dan kaum modernis. Tokoh Islam penting dunia yang dimiliki Pakistan adalah Muhammad Iqbal, Muhammad Ali Jinnah, Abu A`la al-Maududi dan Fazlurahman.
DINAMIKA ISLAM DAN POLITIK KERAJAAN BONE SEBELUM DAN SETELAH MEMELUK ISLAM Rahmawati, Rahmawati; Reni, Andi
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.293 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4169

Abstract

Tulisan ini membahas tentang dinamika Islam dan politik kerajaan Bone Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Islam ditinjau dari aspek politik kerajaan Bone sebelum dan setelah Islam berkembang. Jenis penelitian ini adalah field research dan menggunakan beberap a pendekatan, seperti historis, dan politik. Adapun pengumpulan data dalam tulisan ini diperoleh melalui buku-buku karya ilmiah. Dari tulisan ini terungkap bahwa secara historis keberadaan kerajaan Bugis pada masa sebelum dan setelah Islam berkembang dipengaruhi oleh sistem politik  penjajah Hindia-Belanda dan juga Jepang yang menjadikan Bone sebagai Koloninya. Dalam dinamika politik Islam yang dilakukan oleh penjajah setidaknya menghasilkan dua situasi .Yang pertama kedatangan penjajah awalnya untuk menguasi ekonomi kemudian berkembang menjadi usaha untuk menghimpun pasukan dengan mengangkat raja-raja sehingga dibentuklah Bondgenoot Schappelijke Landen dan Gouvernement Landen. Yang kedua, pada masa penjajahn Jepang muncul elit baru yakni yang dipengaruhi oleh kelompok Barat dan beriorentasi pada Islam dengan mendirikan berbagai sarana pendidikan berbasis Islam. Memasuki masa kebangkitan Islam pada kerajaan Bone berbagai macam protes terhadap penjajah mulai berdatangan dengan melibatkan tokoh agama seperti ulama dan juga kaum priyai yang membawa pendidikan pada erah baru yakni pendidikan tanpa batas tanpa melihat perbedaan golongan.  
METODOLOGI PENULISAN SUNAN AL-TURMUZ}I Barsihannor, Barsihannor
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.585 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4165

Abstract

Ima>m al-Turmuz}i is a famous Islamic scholar in hadits area who has collected hadits in his book called Sunan al-Turmudzi. In addition, he also released many written works that we are still able to read and study parts of them for the moment. Imam al-Turmuzi has got many appreciations from Islamic scholars either in the form of comment or praise because of his hadits which are considered having good standard and quality. Some Islamic scholars, however, criticize his book for including several d}a>if hadits. Imam al-Turmu>z}i wrote terminology abwa>b and ba>b in its collation methodology.  He also introduced the terminology hadits hasan in his book al-Ja>mi.
Sampul dan Daftar Isi daftar isi, sampu
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.987 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4170

Abstract

sampul dan daftar isi
SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM Nasruddin, Nasruddin
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.585 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4159

Abstract

Kaum Ahmadiyah meyakini bahwa wahyu jenis ketiga, yang disebut juga wahyu kenabian (wahyu nubuwat), telah mencapai kesempurnaan pada diri Nabi Muhammad saw., nabi terakhir, sedangkan wahyu dalam jenis yang pertama dan kedua tidak akan berkesudahan. Allah terus berfirman. dijelaskan bahwa cara Allah berkomunikasi kepada manusia melalui tiga cara, yakni dengan wahyu, dari balik tirai, dan dengan mengutus utusan. Cara pertama, secara teknis disebut ilham (isyarat yang cepat yang masuk ke dalam kalbu), cara kedua disebut kasyaf, ru’yah (visiun), cara ketiga disebut wahyu matluw (wahyu yang dibacakan oleh Malaikat Jibril). Wahyu jenis ketiga ini hanya diberikan kepada para nabi utusan Allah, sedangkan wahyu dalam jenis pertama dan kedua, yang disebut juga sebagai wahyu ghairu matluw atau wahyu khafi. Sedangkan Al-Banna berhasil menuangkan pemikiran-pemikiran Ikhwan secara mudah, ketika ia merumuskan tentang rukun baiat Al Ikhwan al Muslimun. Nasionalisme menurut al Banna adalah keharusan bekerja serius untuk membebaskan tanah air dari penjajah. Sedangkan Harum Yahya Menentang Marxisme, komunisme dan filsafat materialistis. Dia menekankan pentingnya menyanggah teori evolusi dan Darwinisme. Menuduh kaum Zionis melakukan rasisme dan menegaskan bahwa Zionisme dan Freemasonry telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap sejarah dan politik dunia. Namun belakangan, ia menjelaskan bahwa kecamannya secara khusus ditujukan pada Zionis yang ateis, dan ia menganjurkan toleransi terhadap Yahudi yang tidak ateis. 
KONTRIBUSI ABU BAKAR TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM Dahlan, Muhammad
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.775 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4166

Abstract

Abu Bakar memberikan pertimbangan tentang kariteria pengganti Nabi.  mengajukan dua tokoh Quraisy, Umar bin Khattab dan  Abu Baidah bin Jarrah, untuk dipilih salah satunya. Orang-0rang Ansar sangat terkesan dengan penjelasan Abu Bakar dan tampak berharap kepadanya, namun segera Umar bin Khattab berdiri dan mengajukan Abu Bakar sebagai pengganti Nabi. Pasalnya, bahwa Abu Bakar jauh lebih tepat dari pada dirinya. Sebab, menurutnya, Abu Bakar adalah orang kepercayaan Nabi, jika beliau uzur menjadi imam shalat, maka Abu Bakar diminta untuk menggantikannya. Atas dasar itu, hadirin tidak keberatan menerima Abu Bakar sebagai Khalifah. Abu Bakar menjabat sebagai khalifah selama dua tahun. Dalam masa pemerintahan tersebut, ia melanjutkan misi ekspedisi Usama bin Zaid yang telah dipersiapkan Rasulullah pada masa hidupnya, mengambalikan kaum muslimin dalam ajaran Islam yang benar dan memerangi kaum murtad, mengumpulkan Alqur’an dalam satu mushaf, dan mengirim pasukan ke Irak dan Syam untuk menyebarkan ajaran Islam.
KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Khidri, Muhammad
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.641 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4162

Abstract

Pemimpin dalam perspektif hadis Nabi secara khusus, bukan semata-mata orang yang memiliki jabatan atau kedudukan pada suatu lembaga, instansi, dan atau organisasi tertentu. Akan tetapi pemimpin adalah setiap individu yang sejak lahirnya memiliki wilayah kepemimpinan sekalipun hanya dalam skala yang kecil.  Kriteria kepemimpinan yang ideal berdasarkan hadis-hadis Nabi saw. paling tidak memenuhi 5 unsur, yaitu seorang pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang seperti jiwa suku Quraisy, professional dalam artian menempatkan pemimpin pada posisi yang dikuasainya. mampu melaksanakan tugas di mana Nabi saw. tidak memberikan posisi kepada Abu Zarr yang terkenal keadilan, tetapi dikhawatirkan tidak dapat mengimplementasikan tugas-tugasnya di lapangan, kepemimpinan sesuai dengan aspirasi rakyat dan merupakan hasil musyawarah, hanya saja terkadang musyawarah tidak dilakukan karena ada sesuatu kemaslahatan besar yang ingin dicapai. Kepemimpinan tersebut harus dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah.
KEKHALIFAAN UMAR IBN KHATTAB (13-23 H/ 634-644 M) Intan, Salmah
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.337 KB) | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4167

Abstract

ketika Umar menjabat sebagai khalaifah, ia menata sistem pemerintahannya dengan memberikan keadilan dan kejujuran kepada masyarakat serta meletakkan dasar-dasar negara yang bersifat demokratis karena Umar beranggapan bahwa rakyat mempunyai hak atau kesempatan untuk campurtangan di dalam pemerintahan. Selain itu selama sepuluh tahun pemerintahan Umar (13 H/ 634 M-23 H/ 644 M) ekspansi sistem pemerintahan Umar sebagian besar ditandai oleh penaklukan-penaklukan untuk melebarkan pengaruh Islam ke luar Arab. Selain itu, Umar dalam menyempurnakan sistem pemerintahan yang telah dijalankan Abu Bakar sebelumnya, mengadakan pembaruan signifikan dalam bidang administrasi negara. Umar meminta kepada tokoh-tokoh sahabat senior (al-sabiqun al-awwalun) untuk tidak meninggalkan kota Madinah. Umar membutuhkan tenaga mereka untuk memberikan masukan-masukan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10