Filter by Year
Suska Journal of Mathematics Education
ISSN : -     EISSN : -
Articles
56
Articles
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Pada Materi Segiempat Kelas VII

Efuansyah, Efuansyah -, Wahyuni, Reny -

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

This research aims to produce authentic assessment instruments in mathematics learning materials plan geometry class VII in terms of aspects of validity and practicality as well as to determine the potential effect. This study uses research development methods (development research) type of formative research involving 32 seventh grade students of SMP Negeri 24 Palembang. In this study a series of instruction developed through several stages of self evaluation, expert reviews and one-to-one, small group, and field tests. This research produces authentic assessment on the material properties of the material, the circumference and area of a rectangle. This study includes a series of learning consists of two activities on properties and circumference & area of a rectangle. The results of the development of authentic assessment instruments shows that with them knowing that they are assessed by three aspects (cognitive, affective, and psychomotor) students are very enthusiastic to learn, able to work on the problems with a good, brave respond and put forward the idea of both written and verbal are associated with a square long.

Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Lingkaran Pada Kelas VII-B Mts Assyafi’iyah Gondang

Bagus, Candra

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Penelitian  kualitatif  ini bertujuan untuk  menganalisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal.  Penelitian ini dilakukan di kelas VII-B MTs Assyafi’iyah Gondang. Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide-ide matematika yang dapat berupa diagram, tabel, grafik, simbol matematika, model matematika, kata-kata, dan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan representasi visual, representasi persamaan atau ekspresi matematis, dan representasi kata atau teks tertulis dalam menyelesaikan soal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes,wawancara, dan dokumentasi. Representasi sebenarnya bukan menunjukkan kepada hasil atau produk yang diwujudkan dalam konfigurasi atau konstruk baru dan berbeda, tetapi proses berfikir yang dilakukan untuk dapat mengungkap dan memahami konsep, operasi, dan hubungan-hubungan matematik dari suatu konfigurasi. Artinya, proses representasi matematik berlangsung dalam dua tahap yaitu secara internal dan eksternal. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis sangat penting dan dibutuhkan oleh siswa dalam memahami materi yang dierikan dan menyelesaikan soal, jika kemamuan representasi matematis kurang maka menyebabkan kurangnya pemahaman siswa dalam materi yang diberikan sehingga siswa susah memahami dan mengerjakan soal yang disediakan.

Perbedaan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa antara Model Eliciting Activities dan Discovery Learning

Asmara, Riska, Afriansyah, Ekasatya Aldila

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap materi pembelajaran menjadikan siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan hendaknya berpusat pada siswa, agar siswa memiliki kebebasan untuk memperdalam materi dengan pemahamannya sendiri. Dua model pembelajaran yang berpusat pada siswa dipilih sebagai solusi dalam mengatasi rendahnya kemampuan komunikasi matematis yaitu Model Eliciting Activities dan Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa antara yang mendapatkan pembelajaran Model Eliciting Activities dengan yang mendapatkan pembelajaran Discovery Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 15 Garut. Sampel dipilih secara acak sebanyak dua kelas yaitu kelas X MIPA 8 sebagai kelas eksperimen I yang berjumlah 32 orang siswa dan kelas X MIPA 7 sebagai kelas eksperimen II yang berjumlah 30 orang siswa. Kelas eksperimen I yaitu kelas yang mendapatkan pembelajaran Model Eliciting Activities dan kelas eksperimen II yaitu kelas yang mendapatkan pembelajaran Discovery Learning. Instrumen penelitian yang digunakan Instrumen tes kemampuan komunikasi matematis berupa soal uraian (Pretest dan Posttest) dan instrumen non tes berupa angket. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa antara yang mendapatkan pembelajaran Model Eliciting Activities dengan yang mendapatkan pembelajaran Discovery Learning. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada kelas Model Eliciting Activities berada pada intepretasi sedang dan kelas Discovery Learning berada pada interpretasi rendah. Respon siswa terhadap pembelajaran Model Eliciting Activities dan pembelajaran Discovery Learning menunjukkan respon yang baik.

KUALITAS HASIL BELAJAR STATISTIKA SISWA MTs YANG DIBELAJARKAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING

Nuralam, Nuralam Nuralam

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

High and low acquisition of students' mathematics learning outcomes is influenced by internal and external factors. External factors of concern are related learning approaches so students are easy to learn mathematics. There is a tendency for the role of students to be more passive and teachers to be more active in the process of learning mathematics. This condition results in low acquisition of mathematics learning outcomes. One alternative solution is to teach students through the problem posing approach, so as to contribute to the involvement of students in learning mathematics. The purpose of this study was to find out: (1) statistics learning outcomes of students taught through the problem posing approach were higher than those taught through direct learning approaches and (2) student responses after the statistical learning process with a problem posing approach. This study uses a quasi-experimental study with a control group only design post test design. The population is students of MTsS Darul Hikmah Aceh Besar grade VIII and the sample was total sampling. Data were collected by statistical learning outcomes and response questionnaires. Data analysis techniques used t test for test data and response questionnaire data through analysis of average score criteria. Based on the results of the analysis of the test data obtained that tcount >ttable is 2,45  >  1,70. From the results of the questionnaire data the average score was 3.29. It was concluded that the statistical learning outcomes of students taught through the problem posing approach were higher than those taught through direct learning approaches. And the student response questionnaire after the statistical learning process with the problem posing approach in the very positive category

Efektifitas Bahan Ajar Mata Kuliah Matematika Diskrit Berbasis Konstruktivisme

Siregar, Majidah Khairani

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis konstruktivisme yang valid, praktis dan efektif pada mata kuliah matematika diskrit. Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku kerja matematika diskrit berbasis konstruktivisme. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan yang terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap Pendefenisian, tahap Perancangan dan tahap Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar dinyatakan valid oleh validator, yang artinya bahan ajar valid dan sudah dapat digunakan oleh mahasiswa yang mengambil matakuliah Matematika Diskrit di STKIP Ahlussunnah. Dan hasil analisis validasi RPKPS termasuk dalam kategori valid, artinya RPKPS yang digunakan sudah sesuai dengan bahan ajar yang digunakan. (2) Analisis hasil angket diperoleh dalam kategori praktis, yang artinya  bahan ajar mudah digunakan. 3) Analisis hasil  tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil ujian mahasiswa berada pada tingkat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar sudah valid praktis dan efektif

Profil Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal pada Mata Kuliah Kalkulus Diferensial berdasarkan Gaya Kognitif dan Habits of Mind

Nufus, Hayatun, Ariawan, Rezi

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah kalkulus differensial berdasarkan gaya kognitif dan habits of mind. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester 3 jurusan Pendidikan Matematika FTK UIN Suska Riau semester ganjil 2017/2018 yang sedang menempuh mata kuliah kalkulus peubah banyak. Intrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar GEFT untuk mengidentifikasi gaya kognitif, lembar angket habits of mind untuk memperoleh informasi tentang habits of mind mahasiswa, serta lembar tes soal kemampuan berpikir koneksi matematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari teknik tes dan teknik nontes. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah differensial terbagi atas tiga jenis kesalahn, yaotu kesalahan fakta, operasi dan prinsip serta kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan prinsip.

Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi

Kusaeri, Kusaeri

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori pemrosesan informasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMAN favorit di kota Surabaya kelas XIMIA-4. Subjek penelitian dipilih berdasarkan skor Tes Kemampuan Matematika (TKM) dan masukan dari guru bidang studi matematika. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari masing-masing dua siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa menerima informasi atau stimulus berupa soal matematika melalui sensory register dengan indra penglihatan dan pendengaran. Kemudian terjadi attention setelah siswa membaca soal dan muncul perception saat memahami soal. Perception terjadi ketika siswa melakukan retrieval konsep yang dibutuhkan dari long term memory untuk menyelesaikan masalah. Perbedaan saat melakukan retrieval pada masing-masing siswa yaitu siswa yang berkemampuan matematika tinggi mengalami lupa atau forgotten lost terhadap suatu konsep tertentu. Sedangkan siswa yang berkemampuan matematika sedang mengalami kesalahan atau retrieval failure dalam menjelaskan konsep terkait pengertian sudut elevasi. Sedangkan bagi siswa yang berkemampuan matematika rendah sering mengalami kesalahan dan lupa dikarenakan konsep-konsep yang dibutuhkan di short term memory tidak tersimpan dengan baik oleh long term memory.

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Pembelajaran Team Assisted Individual Siswa Kelas VII-1 SMP 32 Pekanbaru

Poritas, P.

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

As a mathematics teacher who taught class VII at SMP N 32 Pekanbaru. Researchers feel responsible for students' failures in learning. In class VII-1 where researchers teach, there are problems that need to be resolved, including the activities and student learning outcomes of mathematics that are very low. Some students are passive and do not want to ask if they have difficulty in learning mathematics. The students scores who reach KKM ≥ 80 is 43.8%. Based on these problems, it is necessary to improve the activities and mathematics learning outcomes of students through the cooperative learning model type Team Assisted Individualization Class VII-1 SMP N 32 Pekanbaru in 2018. The research method used is Classroom Action Research. Activities carried out include planning, implementation, observation, and reflection. The activity data is collected through observations at the end of each cycle. Data analysis using qualitative and quantitative. The results of Classroom Action research, namely from the learning outcomes in the first cycle students who complete learning from meetings 1, 2 and 3 on average are 66.7% in the second cycle increased to 87.1% up by 20.4% Learning incompleteness students are due to their lack of concrete abilities, therefore need guidance and attention from the teacher, from these results indicate that indicators of learning outcomes 75% of students who get a value of 80 have been reached in cycle 2.

Habits of Mind Calon Guru Matematika dalam Pemecahan Masalah Matematis

Dzulfikar, Ahmad

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Habits of mind had the impact toward mathematical problemsolving skills, especially for the pre-service teacher who will facilitate the development of their studentsâ mathematical problem solving skills in the future. This qualitative descriptive study aimed to analyze mathematical problem solving habits of mind of the pre-service teacher. 22 undergraduate students were the research subject that was chosen by purposive sampling technique. The research instrument was habits of mind scale, interview guide, and mathematical problemsolving test. The study found that level of mathematical problem solving habits of mind of the pre-service teacher was apprentice and practitioner. Based on the indicators, habits of thinking flexibly had the largest frequency of subject who had novice level. Whereas, flexibility in choosing and using strategy determined whether the subject could solve the problem or not. This research hypothesized that this condition was affected by prior mathematical ability. Therefore, future research and development of mathematical problem solving habits of mind of the pre-service teacher were needed.

KECERDASAN EMOSIONAL GURU MATEMATIKA DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA

Yassar, Meilinda Manda

Suska Journal of mathematics Education Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

ABSTRACT: In the current era, education is not only focused on the academic teacher, but a teachers personality is also very aware of. In realizing quality education, emotional intelligence can be used as an important thing to acquire knowledge for an educator to improve his quality as a teacher. The task of a math teacher is tough, a teacher must have a pedagogic and academic competence, personal competence and social competence. The competence of the four competencies kepribadianlah critical note, because most math teachers in Indonesia lacks emotional intelligence. This is caused by the material and metedologi given LPTK and teacher training institutions associated with personal competence remains low. If emotional intelligence is developed and trained math teachers well, the personality of the teacher will mature and are emotionally intelligentÂ  that professionalism ofÂ Â Â  math teacher can be achieved. To that end, the math teacher is expected to have all the necessary competence, in order to achieve quality education and make the learning process successfully.ABSTRAK: Pada zaman sekarang, pendidikan tidak hanya terfokus kepada akademik seorang guru saja, namun kepribadian seorang guru pun sangat diperhatikan. Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kecerdasan emosi dapat dijadikan satu hal yang penting untuk memperoleh ilmu pengetahuan bagi seorang pendidik untuk meningkatkan kualitasnya sebagai guru. Tugas seorang guru matematika memang berat, yaitu seorang guru harus mempunyai kompetensi pedagogik dan akademik, kompetensi kepribadian, serta kompetensi sosial. Dari keempat kompetensi tersebut kompetensi kepribadianlah yang sangat diperhatikan, karena sebagian guru matematika di Indonesia kurang memiliki kecerdasan emosional. Hal ini disebabkan oleh materi dan metedologi yang diberikan LPTK dan lembaga pembinaan guru yang terkait dengan kompetensi kepribadian masih terbilang rendah. Apabila kecerdasan emosional guru matematika dikembangkan dan terlatih dengan baik, maka kepribadian seorang guru tersebut akan matang dan memiliki emosi yang cerdas sehingga keprofesional guru matematika pun dapat dicapai. Untuk itu, guru matematika diharapkan mempunyai setiap kompetensi yang diperlukan, guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan membuat proses belajar mengajar berhasil.