TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 58 Documents
Pengembangan Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik

Yakub, Yakub

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.53 KB)

Abstract

AbstrakHasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan pendidikan agama Islam telah dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 6 Kota Makassar dalam pembentukan karakter peserta didiknya. Pengembangan ini dilakukan melalui: Pertama, pengembangan pendidikan agama Islam dipengaruhi oleh faktor konstruksi pendidikan agama Islam, dan implementasinya. Kedua, konfigurasi karakter peserta didik melalui formula sosiologis, psikologis, dan keterpaduan sistem. Ketiga,  kontribusi pengembangan pendidikan agama Islam terhadap peningkatan respon masyarakat, peningkatan prestasi peserta didik, dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Kata Kunci: Pengembangan, Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Peserta Didik AbstractThe results showed that the development of Islamic religious education has been carried out bay SMA Muhammadiyah 6 Makassar in shaping the character of their students. The development was done through: First, the development of Islamic religious education was influenced by the construction of Islamic religious education, and implementation. Second, the comfiguration of the character of students through the formula of sociological,  psychological, and integration of the system. Third, the development of Islamic religious education contributed to the improvement of public response, an increase in learners’ achievements, and improving the quality of education services. Keywords: Development, Islamic Education, Character Formatian, Students

Pengaruh Kualifikasi Akademik dan Prestasi Akademik Dosen Terhadap Mutu Pembelajaran

Mawardi, Amirah, Ondeng, Syarifuddin, Hanafy, Muh. Sain, Yaumi, Muhammad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.06 KB)

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metodologis bercorak positivistic dan pendekatan ilmiah yang meliputi pendekatan pedagogis, psikologis, dan sosiologis. Responden dalam penelitian ini adalah dosen unismuh Makassar yang berjumlah 83 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive(Purposive Sampling) Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan koesioner. Teknik pengolahan data dilakukan melalui analisis deskriptik dan analisis linear berganda. Hasil penelitian  yang diperoleh  adalah : 1) Tingkat Kualifikasi akademik Dosen di Unismuh  Makassar berkategori baik dengan indicator jenjang pendidikan (74,7%), penguasaan materi (79,55), metode (73,1%), media dan sumber belajar (92,8%), dan kemampuan interaksi edukasi dalam proses belajar mengajar (98,8%)  2) Tingkat Prestasi Akademik Dosen di Unismuh Makassar berdasarkan indikator. kemampuan lisan, kemampuan tulisan, keterampilan , dan kemampuan pemecahan masalah berada pada kategori  sedang. 3) Mutu Pembelajaran di Unismuh Makassar berdasarkan indicator input, proses, out put dan outcome berada pada kategori tinggi. 4) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kualifikasi akademik terhadap mutu pembelajaran di unismuh Makassar terbukti dari nilai signifikansi 0, 502< 1,66 yang artinya H1 ditolak dan H0 diterimah. 5) terdapat pengaruh yang signifikan prestasi akademik dosen terhadap mutu pembelajaran dengan nilai  0,003< 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterimah.dengan demikian terdapat pengaruh antara 2 (dua) variable. 6) Terdapat pengaruh antara kualifikasi Akademik dan Prestasi akademik Dosen secara bersama sama terhada mutu pembelajaran di Unismuh Makassar . hal ini terlihat dari  F hitung yang diperoleh sebesar 6, 130 sedang F tabel sebesar 3,11. Ini menyatakan bahwa F hitung>F tabel,  berarti nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas (0,03< 0, 05) yang berarti bahwa kualifikasi akademik dan perstasi akademik  Dosen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran di Unismuh Makassar. Kata Kunci: Pengaruh kualifikasi, Prestasi Akademik, Mutu PembelajaranAbstractThe type of this study is quantitative research with a positivistic methodological and scientific approach that includes pedagogical, psycological, and sociological approaches. The respondents of this study consisted of 83 Unismuh Makassar Lecturers. The sample was taken by purposive sampling technique. The data collection methods used were observation, documentation and questionnaires. The data was analyzed by using descriptive and multiple linear analysis.            The result of the study showed: 1) the academic qualification level of lecturers in UNISMUH Makassar in good category with education level indicators (74.7%), mastery of material (79.55), teaching method (73.1%), media and learning resources (92.8%), and educational interaction skills in the teaching and learning process (98.8%). 2) The Academic Achievement of lecturers in Unismuh Makassar based on indicators; oral and writing ability, skills, and problem solving abilities are in the medium category. 3) The Learning Quality in Unismuh Makassar based on input, process, output and outcome are in high category. 4) There is no significant effect of academic qualification on the learning quality in Unismuh Makassar as evidenced by the significance value of 0,502< 1,66 which means H1 is rejected and H0 is accepted. 5) There is a significant effect of lecturers’ academic achievement on the learning quality with a value of  0,003< 0,05, which means that H0 is rejected and H1 is accepted. Therefore, there are the influences between two variables. 6) There is an effect between Academic qualifications and Academic Achievement of lecturers are jointly affected by the quality of learning in Unismuh Makassar. This can be seen from the F count obtained for 6.130 while F table is 3.11. This reveals that F count > F table which means that the lecturers’ academic qualifications and achievement have a significant effect on the quality of learning in Unismuh Makassar. Keywords: Effect of qualitifications, Academic Achievement, Learning Quality

Implementasi pembelajaran PAI dengan pendekatan Model Team Teaching (Tim Mengajar) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Rusdi, Rusdi, Nashir, Ahmad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.045 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui perencanaan pembelajaran team teaching. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran team teaching. 3) untuk mengetahui Perstasi Belajar Siswa Di SDIT AL-Fityan School Gowa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi  sebagai metode mengumpulkan data. Kemudian aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Implementasi pembelajaran team teaching berpedoman pada RPP dan Silabus, guru bidang studi berkolaborasi dengan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam yang sama-sama mengajar dalam satu level atau kelas lain dalam menyusun RPP menentukan metode serta media yang akan digunakan yang disesuaikan dengan materi yang  akan diajarkan. 2) Pelaksanaan pembelajaran team teaching menggunakan jenis semi team teaching sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda, perencanaan materi dan metode yang digunakan juga disepakati bersama oleh guru team teaching. 3) Prestasi belajar siswa merupakan hasil evaluasi yang digunakan delam mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan berbagai jenis evaluasi untuk melihat peningkatan hasil belajar dari setiap evaluasi yang diberikan. Kata Kunci: Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Team Teaching (Tim Mengajar), prestasi belajarAbstract This study aims: 1) to determine team teaching lesson plans. 2) to find out the implementation of team teaching learning. 3) to find out student achievement at SDIT Al-Fityan School Gowa. This study is a qualitative by using an observation, interviews and documentation as a method of collecting data. Then, the activity in analyzing data is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate: 1) Implementation of team teaching learning is guided by Lesson Plans and Syllabus, subject matter teachers collaborate with Islamic Education subject teachers who both teach in one level or another class in preparing lesson plans to determine methods and media to be used that are tailored to the material that will taught. 2) The implementation of team teaching learning using a semi-team teaching type a number of teachers taught the same subjects in different classes, the material planning and methods used were also agreed upon by the team teaching teacher. 3) Student learning achievement is the result of evaluations used in measuring student learning outcomes by using various types of evaluations to see the improvement in learning outcomes from each evaluation given.      Keywords: Implementation of Islamic Education Learning (PAI), Team Teaching, Learning Achievement.

Peranan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Munirah, Munirah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.966 KB)

Abstract

AbstrakDalam proses pembelajaran di sekolah baik guru maupun siswa, pasti mengharapkan agar mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa berhasil dalam belajarnya, dan siswa mengharapkan guru dapat mengajar dengan baik, sehingga mereka memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Dalam kenyataan, harapan  itu tidak selalu terwujud, masih banyak siswa yang tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Kesulitan dalam belajar siswa merupakan suatu gejala yang selalu dihadapi oleh guru, karena guru bertanggung jawab untuk mengatasinya, kesulitan belajar ialah suatu keadaan dimana siswa kurang mampu menghadapi tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran sehingga proses dan hasilnya kurang memuaskan. Ini terjadi karena kemampuan siswa untuk melakukan tugas yang tidak seimbang dengan tuntunan pembelajaran. Ada siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan rendah, bahkan ada pula siswa yang gagal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kenyataan ini, menunjukkan bahwa masih banyak guru yang menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pembelajaran di kelas. Kesulitan dalam belajar merupakan suatu bentuk gangguan faktor fisik dan psikis yang mendasar yang meliputi pemahaman atau gangguan bahasa, lisan atau tulisan yang dengan sendirinya muncul berbagai kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis atau membuat perhitungan matematika. Termasuk juga kelemahan motorik ringan, gangguan emosional akibat keadaan ekonomi, budaya atau lingkungan yang tidak menguntungkan. Selanjutnya untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami oleh siswa madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) maka digunakan metode wawancara dengan guru yang terkait dengan permasalahan yang ada. Adapun kesulitan belajar yang dialami siswa MIN Turikale Kabupaten Maros yang merupakan hasil pengamantan dan hasil wawancara dengan beberapa guru yang ada di sekolah tersebut adalah kesulitan dalam mata pelajaran matematika yaitu berhitung, kemudian kesulitan memahami soal yang diberikan baik itu soal tertulis maupun soal pertanyaan yang ditanyakan langsung oleh guru dan kesulitan yang lainnya adalah terkadang siswa masih sangat sulit untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri.Kata Kunci: Peranan, Guru, Mengatasi ,Kesulitan, Belajar AbstractIn the learning process at schools both teachears and students , surely expect to achieve the best results. The teacher expects that the students succeed in their learning, and students expect the teacher to be able to teach well, in order to they obtain satisfying learning outcame. In reality, the hope is not always realized. There are still many students who don’t get satisfactory result. The difficulties in student learning is a symptom that is always faced by the teacher because the teacher is responsible for dealing with it. The learning difficulties are a situation where students are less able to face the demands that must be made in the learning process, in order that the process and results are less satisfying. This happens because the students’ ability to perform tasks that are not balanced with the guidance of learning. There are students who get high and low scores, some students even fail to achieve learning goals. This fact shows that there are still many teachers who face a number of abstacles in the learning process in the classroom. The difficulties in learning are a form of interference with basic physical and psychological factors which include language or verbal comprehension and impairment which naturally arises various imperfect abilities for listening, thinking, speaking, reading, writing or making mathematical calculations. Also includes mild motor weakness, emotional disturbaces due to unfavorable economic, Colorado or environmental conditions. Furthermore, to find out the learning difficulties experienced by public Madrasah Ibtidaiyah (MIN) students, the method of teachers is used which is related to existing problems. The learning difficulties experienced by students of MIN Turikale, Maros Regency, which were the result of observation and the results of interviews with several teachers in the school were difficulties in math subject, namely counting, then difficulty understanding the questions given both written questions and the question asked directly by the teacher and the other difficulties are sometimes students are still very difficult to express their own opinions.  Keywords: Role, Teacher, Overcoming, Difficulty, Learning

Rasionalisme Descartes dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam Muhammad Abduh

Fikri, Mursyid

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.747 KB)

Abstract

Abstrak Peneitian ini bertujuan mengupas tentang paham rasionalisme yang dicetuskan Rene Descartes dan Implikasinya terhadap Pemikiran Pebaharuan Islam Muhammad Abduh. Rasionalisme Rene Descartes merupakan paham yang muncul ditengah kungkungan gereja Kristiani yang dikenal dengan masa skolastik. Paham ini lebih menekankan pada penggunaan akal (rasio) untuk memperoleh sebuah pengetahuan. Tentunya sebagai hasil filsafat, paham rasionalisme sangat berperan penting pada perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, Penulis mencoba mengaitkan dan menampilkan Implikasi antara pemikiran Rasionalisme descartes dan pemikiran pembaharuan dalam islam. Adapun hasil penelitian ini penulis melihat adanya benang merah antara dasar rasionalisme descartes dan pemikiran muhammad abduh bahwa keduanya menjadikan akal sebagai alat untuk melakukan penalaran terhadap suatu kebenaran. Kata kunci : Rasionalisme Descartes, Implikasinya, Pemikiran Pembaharuan         Muhammad  Abduh AbsractThis study aims to explore the understanding of rationalism triggered by Rene Descartes and its implications for Islamic Reformation Muhammad Abduh. Rene's Reneisme Descartes is an understanding that emerged amidst the confines of the Christian church known as the scholastic period. This emphasis is more on the use of reason (ratio) to gain a knowledge. Certainly as a result of philosophy, the notion of rationalism is very important role in the development of other sciences. The method used in this research is descriptive qualitative method, the author tries to link and display the implication between Rationalism thinking descartes and thinking of renewal in Islam. The results of this study the authors see the existence of a common thread between the foundations of descartes rationalism and thought muhammad abduh that both make sense as a tool to make reasoning against a truth. Keywords: Rationalism Descartes, Implication, Thinking Renewal Muhammad Abduh

Perkembangan Sosio-emosional pada Masa Awal Anak

Abdullah, Ahmad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.902 KB)

Abstract

Abstrak  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi.Salah satu aspek paling penting dari perkembangan emosi anak adalah pembentukan konsep diri, atau identitasnya, yaitu perasaannya tentang siapa dirinya dan apa hubungannya dengan orang lain. Kecenderungan paling mencolok pada anak-anak, kesadaran diri yang berkembang adalah pergeseran dari atribut fisik konkret ke karakteristik yang lebih abstrak. Pergeseran ini jelas dalam karakteristik yang ditekankan anak-anak ketika diminta untuk menggambarkan diri mereka sendiri Kata Kunci: Sosio-emosional dan Anak Abstract The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. One of the most important aspects of the child,s emotional development is the formation of his self-conscet, or identity-namely, his senseof who he is and what his relation to other people is. The most conspicuous trend in children,s growing self-awareness is a shift from concrete physical attributes to more abstract characteristic. This shift is apparent in those characteristics children emphasize when asked to describe themselves Keywords: Sosio-emosional and Child

Evaluasi Program Mutu Pelaksanaan Pembelajaran pada Tahapan Transactions (Suatu Pendekatan Model Stake’s Countenance Evaluation)

Ferdinan, Ferdinan, Nurhayati, Nurhayati

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.155 KB)

Abstract

  AbstrakPenelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan jenis penelitian kombinasi (mixed methods). Pendekatan penelitian, yaitu: pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas, dan Kasubdit SDM Universitas dan yang menjadi responden yaitu 32 Ketua Prodi dan 70 Ketua Tingkat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi dokumentasi, dan lembar observasi. Penilaian untuk setiap aspek evaluasi dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tinggi, sedang, dan rendah.  Pengambilan keputusan dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tercapai, kurang tercapai, dan tidak tercapai. Penelitian evaluasi ini memberikan beberapa kesimpulan,  yaitu gambaran pelaksanaan pembelajaran di Unismuh Makassar pada tahapan proses (transactions) menunjukkan bahwa: 1) penguasaan dosen dalam menyusun dan menyiapkan administrasi perkuliahan dari 7 subaspek  yang dievaluasi  terdapat 6 subaspek  telah memenuhi kriteria objektif dan 1 subaspek yang kurang tercapai yaitu kemampuan dosen dalam menyusun buku ajar, 2)) penguasaan dosen dalam pelaksanaan perkuliahan menunjukkan bahwa dari 15 subaspek yang dievaluasi 13 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek yang belum terpenuhi yaitu dosen tidak memberikan sanksi kepada mahasiswa yang terlambat 30 menit dalam mengikuti perkuliahan dan dosen belum menyampaikan materi kuliah dengan berbasis IT, 3) interaksi dosen dengan mahasiswa dalam perkuliahan, dari 4 subaspek yang dievaluasi semuanya telah memenuhi standar objektif, dan 4) kemampuan dosen dalam melakukan evaluasi hasil perkuliahan  menunjukkan bahwa dari 12 subaspek yang dievaluasi terdapat  10 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek kurang terpenuhi. Kata Kunci: Evaluasi, Mutu Pembelajaran dan TransactionsAbstract                This study is an evaluation study using mixed methods. Research approach, namely: case study approach. The data sources of this study consisted of the Chancellor, Deputy Chancellor I, Chairperson of the Quality Assurance Agency, Chair of the Faculty Quality Assurance Unit, and the Head of Sub-directorate of Human Resources of the University and respondents, namely 32 Chairmen of Study Programs and 70 Chairmen. Data collection techniques are interviews, documentation studies, and observation sheets. Assessments for each aspect of evaluation are categorized into three levels: high, medium, and low. Decision making is categorized into three levels: achieved, less achieved, and not achieved. This evaluation study provides several conclusions, namely the description of the implementation of learning in Unismuh Makassar at the stages of transactions shows that: 1) the mastery of lecturers in preparing and preparing lecture administration from 7 sub-aspects evaluated, there are 6 sub-aspects that meet objective criteria and 1 sub-aspect is lacking achieved, namely the ability of lecturers in preparing textbooks, 2)) mastery of lecturers in lecturing shows that out of 15 sub-aspects evaluated 13 sub-aspects have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects that have not been fulfilled, namely lecturers do not sanction students who are 30 minutes late in attending lectures and lecturers have not delivered IT-based lecture material, 3) lecturer and student interaction in lectures, of the 4 sub-aspects evaluated all met objective standards, and 4) lecturers' ability to evaluate lecture results showed that from 12 sub the evaluated aspects have 10 sub-aspects that have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects have not been fulfilled.Keywords: Evaluation, Learning Quality and Transaction

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasi Belajar PAI

Wahyuni, Wahyuni

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.35 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi dilapangan mengenai pengaplikasian serta efektivitas model pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club (Keliling Kelompok) khususnya pada mata pelajan pendidikan Agama  yang di laksanakan di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Jenis penelitian ini adalan PTK deskriptif ( Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) yang dilakukan dengan tiga siklus. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentati. Hasil `penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian diperoleh Pada pra siklus, evaluasi hasil awal yang dicapai oleh siswa masih rendah yaitu 6,6% dengan rata-rata 50,95. Kemudian pada siklus I pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 36,6% dengan rata-rata 65,33, sedangkan pada siklus II pencapaian ketuntasan belajar sebesar 50% dengan rata-rata 70,33. dan pada akhir siklus III pencapaian ketuntasan belajar sebesar 77% dengan rata-rata 78, Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa penerapan model pembelajaran tipe round club (keliling kelompok)   dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PAI sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Round Club, Motivasi, dan Hasil BelajarAbstrackThis thesis examines the implementation of cooperative learning model round club to increased motivation and learning outcomes of students in class VIII A of subject PAI in SMP Negri 20 Antang Makassar. In this thesis discussed about how the teacher becomes a facilitator in exercising their round type of learning model cooperative on the subjects  of religious education.The purpose of this research is describe the events that occurred in the field of the application as well as the efectivity of learning models cooperative round –type club, especially on the subjects of religious education in SMP Negri 20 Antang Makassar.The method of research is using descriptive PTK method (penelitian tindakan kelas) , consisted of planning, acting, observing, and reflecting performed with three cycles. The data collected by using the techniques of observation, interviews and documentation. The results of research using data analysis techniques by collecting data, reducing the data and take conclusions. The results obtained by pre-cycle evaluation of the results achieved by students is still low at 6.6% with average score 50.9, then in the first cycle students achievement in classical learning completeness of 36.6% with an average score 65.33, in the second cycle their mastery learning achievement of 50% with an average score 70.33, and at the end of or the third cycle their mastery learning achievement of 77% with an average score 78, these can be concluded that the application of learning round-type club in the implementation of teaching and learning activities PAI as part of an effort to improve motivation and learning in SMP Negri 20 Antang be able to improve their result of learning specially PAI Keywords: Round Club Cooperative Learning Model, Motivation, and Learning Outcomes