TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 58 Documents
KOHESIVITAS BUDAYA SIRI’ MASYARAKAT PESISIR KOTA MAKASSAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PENDIDIKAN

Nashir, Ahmad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 01 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.636 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kohesivitas budaya siri’ masyarakat pesisir Kota Makassar dalam perspektif hukum Islam dan pendidikan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Untuk melengkapi data penelitian digunakan instrumen penelitian observasi, wawancara, dokumentasi, sehingga data terkumpul dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam ajaran Islam, siri’ sangat dijunjung tinggi dan dijaga karena siri atau malu adalah bagian dari iman. Masyarakat Makassar terutama dalam masyakat Tanjung Bunga Kota Makassar, budaya Siri Makassar masih dipertahankan dari generasi ke generasi dan masih diterapkan dalam masyarakat, tapi secara umum budaya siri Makassar mulai bergeser dengan pengaruh budaya modernisasi dan globalisasi serta perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin pesat dan merubah perilaku masyarakat sedikit demi sedikit. Ditinjau hukum Islam, dalam mempertahankan lima aspek dalam syariat baik dalam hal agama merupakan perhatian yang sangat besar dalam keluarga, dan masyakat sehingga dalam proses pernikahan dalam konteks masyarakat Makassar dalam proses pelamaran dalam pernikahan, salah satu item pertanyaan adalah pemahamannya terhadap agama. Ditinjau dari pendidikan,  disiplin adalah harkat, martabat dan harga diri yang  merupakan refleksi dari ketinggian siri’.  Kata Kunci: Budaya Siri, Hukum Islam dan Pendidikan ABSTRACT This study aims to determine the cultural cohesiveness of siri 'coastal community of Makassar City in the perspective of Islamic law and education. This research is qualitative descriptive. To complement the research data used observation research instruments, interviews, documentation, so the data collected and analyzed. The results show that, in Islamic teachings, siri 'is highly esteemed and guarded because siri’ or shame is part of the faith. Makassar society, especially in the community of Tanjung Bunga Makassar city, Makassar Siri’’ culture is still maintained from generation to generation and still applied in society, but generally Makassar siri’ culture began to shift with the influence of modernization culture and globalization and the rapid development and technological progress and change the behavior Community little by little. In terms of Islamic law, in maintaining the five aspects of the Shari ‘a in terms of religion is a very big concern in the family, and the community so that in the process of marriage in the context of Makassar society in the process of marriage in the marriage, one of the question items is his understanding of religion. Judging from education, discipline is the dignity, dignity and self-esteem which is a reflection of siri’ height '.  Keywords: Siri Culture, Islamic Law and Education

PERJUMPAAN TRADISI ISLAM DALAM SARAK SEBAGAI UNSUR PANGNGADAKKAN (IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI KEARIFAN LOKAL)

Malli, Rusli

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 02 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.675 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pokok mengenai Nilai-nilai pendidikan Islam yang merujuk pada tiga komponen ajaran Islam yang telah disebutkan yakni iman sebagai landasan akidah, ibadah, dan akhlak. Ketiganya ini, sarat pula dengan unsur sarak yang senantiasa menjadi sasaran dan perhatian khusus pendidikan Islam baik melalui jalur informal, formal dan nonformal. Oleh karena itu penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan secara khusus yakni (1) bagaimana relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dengan sarak sebagai unsur pangngadakkang pada suku Makassar. (2) bagaimana implikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam sarak sebagai unsur pangngadakkang di kalangan suku Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yakni metode penelitian yang memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian secara faktual dan sistimatis mengenai faktor-faktor, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang dimiliki untuk melakuakan akumulasi dasar-dasarnya saja. Pendapat lainnya menyatakan bahwa penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian untuk melakukan eksplorasi dan memperkuat prediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Kata Kunci : Nilai-nilai Islam dan Pangngadakkang ABSTRACTThis study aims to answer the main issued concerning the values of Islamic education which refers to the three components of Islamic teachings that has been mentioned namely faith as the foundation of faith, worship, and morals. All three of these, loaded with the element of sarak which always be the target and special attention of Islamic education both through informal, formal and nonformal channels. Therefore this research was trying to answer the question specifically namely (1) how to the relevance of Islamic education values with sarak as pangngadakkang element on Makassar tribe. (2) how to the implications of the values of Islamic education in sarak as pangngadakkang among Makassar tribe. This research used descriptive qualitative method, that was research method which gives description about factual and systematic situation and happenings about factors, properties, and relationship between phenomena to do baseball accumulation only. Another opinion states that qualitative descriptive research was a study to explore and strengthen the prediction of a symptom that applied on the basis of data obtained in the field. Keywords: Islamic Values and Pangngadakkang

ASESMEN KEBUTUHAN BELAJAR ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR

Ds, Nurhaeni

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 02 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.139 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kebutuhan belajar  anak jalanan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, Fokus penelitian ini adalah identifikasi kebutuhan belajar anak jalanan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Subjek penelitian ini adalah 30 orang anak jalanan. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan teknik dokumentasi. Pengolahan dan analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan belajar yang dirasakan oleh anak jalanan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar cukup bervariasi, setidaknnya terdapat 20 jenis kebutuhan belajar, yaitu kebutuhan belajar membaca, menulis, dan berhitung, membaca Al-Qur’an, menjahit pakaian wanita, menjahit pakaian laki-laki,   servis sepeda motor, servis handphone, merangkai kembang dari plastik, membuat kue-kue, servis komputer, Las/teknisi melas, bernyanyi, bahasa Inggris, berjualan, mengemudi/sopir, duko mobil/motor, servis mobil, seni lukis/menggambar, servis AC, servis kulkas, dan servis radio dan televise. Dari 20 kebutuhan belajar yang dirasakan oleh anak jalanan terdapat  5 kebutuhan belajar yang mendapat skala perioritas pertama yaitu kebutuhan belajar membaca, menulis dan berhitung, membaca Al-Qur’an, servis sepeda motor, servis handphone, dan servis komputer. Kata Kunci: Kebutuhan belajar, Anak JalananABSTRACTThis study aims to reveal learning needs of street children in Tamalanrea, Makassar. The type of research is descriptive qualitative, the focus of research is the identification of learning needs of street children in Tamalanrea, Makassar. The subject of research is 30 street children. Technique Data collection are  interview and documentation technique. Processing and data analysis use qualitative and quantitative descriptive analysis. The results show that the learning needs perceived by street children in Tamalanrea, Makassar are varied, at least there are 20 types of learning needs, namely reading, writing and counting, Holy Qur’an, sewing women's clothes, sewing men's clothes, motorcycle service, mobile phone service, stringing flower of plastics, cookies cakes, computer service, welding technician, singing, English language, selling, driving, spray paint (car or motorcycle), car service, painting/drawing, Air Conditioner Service, refrigerator service, radio and television service. From 20 learning needs perceived by street children, there are 5 learning needs that get first priorities scale are reading, writing, counting, holy Qur’an, motorcycle service, mobile phone service, computer service of Learning Needs. Keywords: Learning Needs, Street Children     

PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN AL-QURAN DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM

Alamsyah, Alamsyah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 01 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.612 KB)

Abstract

ABSTRAKSikap Al Qur’an terhadap Pluralitas agama begitu jelas dan merupakan sunnatullah. Pluralisme agama merupakan kenyataan historis yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Pluralitas agama dalam Islam itu diterima sebagai kenyataan sejarah yang sesungguhnya diwarnai oleh adanya pluralitas kehidupan manusia itu sendiri, baik pluralitas dalam berpikir, berperasaan, bertempat tinggal maupun dalam bertindak. Oleh karena itu konsep pluralisme  agama menurut Al-Quran apakah dapat di implementasikan dalam pendidikan Islam.  Penelitian ini dikaji dalam bentuk kajian Pustaka (Librari riserch) dengan metode kualitatif dengan pendekatan Tafsir tematik. Di dalam Al-Quran bayak ayat yang membenarkan tentang pluralitas Agama namun Pluralisme Agama tidak dibenarkan karena pemahaman Pluralisme Agama menurut orang Orientalis adalah semua agama itu sama, namun konsep Al-Qur’an Pluralitas adalah membenarkan adanya agama yang lain tetapi konsep kebenaran menurut Al-Qur’an Agama yang paling benar adalah Islam. Namun implementasi pendidikan Islam  menurut Al-Qur’an, islam mengajarkan konsep Ukhuwah Islamiyah, dimana didalamnnya ada Ukhuwah Al- U’budiyah dan Ukhuwah Al-Insaniyah yaitu persaudaraan sesama Makhluk dan persaudaraan sesama manusia. Kata Kunci: Pluralisme, Al-quran dan Implementasi Pendidikan Islam ABSTRACT The attitude of the Qur'an to the Plurality of religion is so clear and is the sunnatullah. Religious pluralism is a historical reality that no one can deny. The plurality of religions in Islam is accepted as a historical reality which is actually colored by the plurality of human life itself, whether plurality in thinking, feeling, living or acting. Therefore, the concept of religious pluralism according to the Quran can be implemented in Islamic education. This research is studied in the form of literature review (Librarian research) with qualitative method with thematic Tafsir approach. In the Qur'aan there is a verse that justifies the plurality of Religion but Religious Pluralism is not justified because the understanding of Religious Pluralism according to the Orientalists is all the same religion, but the concept of Al-Qur'an Plurality is to justify the existence of another religion but the concept of truth according to Al- Qur'an The most true religion is Islam. But the implementation of Islamic education according to Al-Qur'an, Islam teaches the concept of Ukhuwah Islamiyah, where therein Ukhuwah Al-U'budiyah and Ukhuwah Al-Insaniyah are the brotherhood of fellow Beings and brotherhood of fellow human beings. Keywords: Pluralism, Al-Quran and Implementation of Islamic Education

Sociocultural Approach Dalam Pembinaan Keluarga Muslim Komunitas Pemulung

Muchtar, Muh. Ilham, Juhanis, Hasan

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.801 KB)

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah penelitian survey (lapangan) dengan pendekatan  kualitatif dengan mengeksploitasi data dilapangan dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran tentang bagaimana ‘Model Pendekatan Sosiokultural dalam Pembinaan Keluarga pada Komunitas Pemulung TPAS Tamangapa di Kota Makassar. Dalam konteks pembinaan keluarga, khususnya pada komunitas tertentu, model pendekatan sosiokultural sangat penting. Karena setiap kelompok masyarakat memiliki budaya sebagai karya mereka sekaligus sebagai pengikat kebutuhan mereka. Pendekatan sosiokultural dalam pembinaan keluarga Islam, misalnya, lebih bersifat akomodatif terhadap nilai budaya tertentu secara inovatif dan kreatif tanpa menghilangkan aspek substansial keagamaan. Model pendekatan sosiokultural sangat tepat digunakan pada Komunitas Pemulung atau dalam bahasa Makasssar disebut Payabo yang bermukim dan melakukan aktifitas mereka di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Antang, Kelurahan  Tamangapa, Kecamatan Manggala Kota Makassar. Dimana kehidupan seseorang dimulai di dalam lingkungan keluarga. Ia bertumbuh, jadi besar dan dididik di dalam sebuah lingkungan keluarga. Orang tua mengajar anak-anaknya bagaimana mereka harus bertindak. Karena itu, pembangunan keluarga seyogyanya selalu diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kata Kunci; Sociocultural Approach, Komunitas dan Pemulung Abstract The type of this research is survey research (field) with qualitative approach by exploiting data field with descriptive analysis method which aims to give description about how 'Sosiokultural Approach Model in Family Development at TPAS Tamangapa Scavengers Community in Makassar City. In the context of family coaching, especially in particular communities, the sociocultural approach model is very important. Because every community group has culture as their work as well as binding their needs. The sociocultural approach in the fostering of Islamic families, for example, is more accommodative to certain cultural values in an innovative and creative manner without removing the substantial religious aspect. Sociocultural approach model is very appropriate to be used in Community Pemulung or in Makasssar language called Payabo who live and do their activities in the Final Disposal Place Garbage, Antang, Village Tamangapa, District Manggala Makassar City. Where a person's life begins in the family environment. It grows, gets big and is educated in a family environment. Parents teach their children how they should act. Therefore, family development should always be directed to the realization of family life as a vehicle for nursery religious values and noble values of the nation's culture. Keywords; Sociocultural Approach, Community and Scavengers

Landasan Ontologi Ilmu Pengetahuan

Malli, Rusli

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.003 KB)

Abstract

AbstrakMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi. Pembahasan di dalam ontologi di mulai tanpa asumsi dasar, melainkan mengandalkan kreativitas akal yaitu inspirasi, intuisi, dan ilham. Metode abstraksi digunakan ontologi untuk mencari kejelasaan tentang dunia fakta seluruhnya sampai pada pengertian fundamental. Pengetahuan fundamental yang dihasilkan oleh ontologi dapat dijadikan dasar untuk membahas kembali asumsi dasar yang oleh ilmu pengetahuan telah dianggap mapan kebenarannya.Kata Kunci: Ontologi dan Ilmu PengetahuanAbstract               The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. The discussion in ontology starts without basic assumptions, but relies on resourceful creativity, namely inspiration, intuition, and inspiration. Abstraction methods are used ontologies to find clarity about the world of facts all arrive at a fundamental understanding. Fundamental knowledge produced by ontology can be used as a basis for revisiting the basic assumptions that science has assumed are established. Keywords: Ontology and Science

KINERJA DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN

Pratama, Sandi, Mawardi, Amirah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 01 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.984 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang digunakan adalah Penelitian lapangan (field research), adapun lokasi penelitian bertempat di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Jumlah Populasi dalam penelitian ini 860 Orang sedangkan Sampelnya 51 Orang. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui instrument pokok  berupa kuesioner atau angket. Sedangkan observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh.  Seluruh data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif kedalam bentuk yang sesuai. Hasil Penelitian yang dilakukan, secara detail dari 48 jumlah angket yang disebar secara signifikan membuktikan bahwa Kinerja dosen Pendidikan Agama Islam sangat mempengarui efektifitas pembelajaran di Fakultas Agama Islam, Hal ini dapat dilihat dalam proses belajar mengajar, menjadi teladan dan metode-metode mengajar lainya. Dapat dilihat dari hasil tabulasi data yaitu dosen yang mengajar sesuai kurikulum 75%, Menjadi teladan 93.75%, memberikan sapaan 60.5%, penguasaan materi 81.25% , metode yang baik 72.92%, pemberian motivasi 75%, penjelasan yang baik 60.5%, penggunaan media 31.25%, pemberian jawaban 75 % dan melakukan teguran 43.75%.  Kata Kunci: Kinerja Dosen, Efektifitas Pembelajaran ABSTRACT The research used is field research (field research), while the location of research located at the Faculty of Islamic Studies Muhammadiyah University of Makassar. The population in this study 860 people whiles the sample 51 people. Primary data needed in this research is obtained through principal instrument in the form of questionnaire or questionnaire. While observation, interview and documentation is used to complete the data obtained. All the data collected then processed and analyzed by using qualitative descriptive analysis into the appropriate form. The results of the research, in detail from 48 the number of questionnaires spread significantly proved that the performance of Islamic Religious lecturers strongly affects the effectiveness of learning in the Faculty of Islam, This can be seen in the process of teaching and learning, be an example and other teaching methods. Can be seen from the data tabulation of lecturers who teach according to the curriculum 75%, Being an example of 93.75%, giving 60.5% greeting, mastery of material 81.25%, good method 72.92%, 75% motivation, good explanation 60.5%, media usage 31.25 %, Giving 75% answer and 43.75% strike. Keywords: Lecturer Performance, Effectiveness of Learning

KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

samsuriadi, samsuriadi

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 02 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.423 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kebijakan pendidikan di indonesia. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terkait kebijakan pendidikan islam diindonesia, Kebijakan di orde baru, kebijakan ditengah reformasi dan Pesantren di Tengah Pusaran Pendidikan Nasional Kata Kunci: Kebijakan, Pendidikan Islam ABSTRACTThe method used in this research was descriptive qualitative method. Descriptive research was a study that aims to describe the education policy in Indonesia. While the source was taken from several scientific books published with the intention of being a reference source. The Technique of data collection in this study was Library Studies, Interviews and Observations. The results of this study indicate the related Islamic education policy in Indonesia, the policy in the new order, the policy amid the reformation and Pesantren in the Central rotation National EducationKeywords: The policy, Islamic Education

PENDIDIKAN KARAKTER; GARANSI PERADABAN BERKEMAJUAN

Muchtar, Muh. Ilham

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 02 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.94 KB)

Abstract

ABSTRAKPendidikan berkarakter moral adalah kunci untuk perbaikan sosial dan kemajuan peradaban bangsa yang menjunjung tinggi integritas nilai dan kemanusiaan. Bangunan sebuah peradaban sesungguhnya terletak pada manusia-manusianya. Manusialah yang membangun sebuah peradaban. Manusia pula yang mempertahankan dan menjadikannya tetap hidup, bukan bangunan atau struktur fisiknya. Kehancuran dan kemundurannya pun demikian. Maka, sejatinya pendidikan karakter disebut efektif apabila telah mencapai tujuan untuk menjadikan manusia yang mempunyai karakter; kemampuan sosial (social skill), pengembangan kepribadian (personal improvement) dan pemecahan masalah secara komprehensif (comprehensive problem solving). Manusia-manusia seperti ini hanya bisa lahir dari sistem pendidikan yang Islami yang tidak hanya mendidik akal dan keterampilan, tetapi juga mendidik jiwa. Konsep inilah yang akan menjadi garansi peradaban berkemajuan.Kata Kunci: Karakter, Social Skill, Improvement, problem solving ABSTRACTMoral Character Education is key to social improvement and nation of progress civilization that uphold the integrity and humanity. The real building civilization based on their human. Human build a civilization. Human also hold and keep it alive, not the building or stucture physical. Its destruction and decline are so. Then, Character education is actually effective when it has achieved the goal to make people who have the character; social skill, personal improvement and comprehensive problem solving. The human like this can only be born from an Islamic educational system that not only educate mind and skill, but also educate the soul. This concept will be the Guaranty of Progress Civilization.Keywords: Character, Social Skill, Improvement, Problem Solving

MENJADI PENDIDIK YANG TERDIDIK

Sumiati, Sumiati

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 01 (2017): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.603 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Di manapun di dunia ini terdapat masyarakat manusia, dan di sana pula terjadi pendidikan. Walaupun pendidikan merupakan gejala umum dalam kehidupan masyarakat, namun perbedaan pandangan hidup, perbedaan falsafah hidup yang dianut oleh masing-masing bangsa atau masyarakat menyebabkan adanya perbedaan penyelenggaraan termasuk perbedaan tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu bangsa atau masyarakat. Kegiatan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari yang hendak dicapainya. Bagi manusia pendidikan merupakan suatu keharusan, karena manusia lahir dalam keadaan tidak berdaya, ia sangat membutuhkan bantuan dan bimbingan orang lain untuk dapat berdiri sendiri. Di samping itu manusia lahir tidak langsung dewasa yang mengidentifikasikan manusia dengan moral yang berlaku, dan manusia yang bertanggung jawab, manusia yang sanggup mempertanggungjawabkan segala konsekuensi dan perbuatannya. Oleh karena itu, perbuatan mendidik merupakan perbuatan yang mempunyai tujuan, ada suatu yang ingin dicapai dengan perbuatan tersebut. Orang tua menyuruh anaknya melaksanakan shalat lima waktu, melatih anaknya melaksanakan saum pada bulan ramadhan, melarang anaknya kencing di sembarang tempat dan sambil berdiri, menyekolahkan anaknya dan lain-lain, semuanya itu memiliki maksud dan tujuan yang ingin dicapai, khususnya bagi anaknya. Kata Kunci: Pendidik, Terdidik ABSTRACT Education is a universal activity in human life. Everywhere in the world there is human society, and there is also education. Although education is a common phenomenon in the life of the community, the differences in life views, differences in the philosophy of life adopted by individual nations or societies lead to different organizational differences, including differences in educational goals to be achieved by a nation or society. Educational activities cannot be separated from what they want to achieve. For human education is a must, because humans are born in a state of helpless, he urgently needs the help and guidance of others to be able to stand on their own. In addition man is born indirectly mature which identifies man with the prevailing morals, and responsible man, man who is able to account for all consequences and actions. Therefore, the act of educating is a purposeful act, there is something to be achieved with the action. Parents asked their children to perform the five daily prayers, to train their children to carry out fasting in Ramadan month, to forbid their children to urinate in any place and to stand up, send their children to school and others, all of which have a purpose and goal to be achieved, especially for their children. Keywords: Educator, Educated