TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM" : 6 Documents clear
Landasan Ontologi Ilmu Pengetahuan

Malli, Rusli

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.003 KB)

Abstract

AbstrakMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi. Pembahasan di dalam ontologi di mulai tanpa asumsi dasar, melainkan mengandalkan kreativitas akal yaitu inspirasi, intuisi, dan ilham. Metode abstraksi digunakan ontologi untuk mencari kejelasaan tentang dunia fakta seluruhnya sampai pada pengertian fundamental. Pengetahuan fundamental yang dihasilkan oleh ontologi dapat dijadikan dasar untuk membahas kembali asumsi dasar yang oleh ilmu pengetahuan telah dianggap mapan kebenarannya.Kata Kunci: Ontologi dan Ilmu PengetahuanAbstract               The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. The discussion in ontology starts without basic assumptions, but relies on resourceful creativity, namely inspiration, intuition, and inspiration. Abstraction methods are used ontologies to find clarity about the world of facts all arrive at a fundamental understanding. Fundamental knowledge produced by ontology can be used as a basis for revisiting the basic assumptions that science has assumed are established. Keywords: Ontology and Science

Strategi Guru Kelas dalam Menghadapi Peserta Didik yang Malas Belajar

Warif, Muhammad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.799 KB)

Abstract

Abstrak Guru merupakan seseorang yang tugasnya mengajar, membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar. Guru adalah merupakan suatu jabatan khusus dalam dunia pendidikan, dia termasuk salah satu sumber belajar yang utama karena dari sanalah siswa/peserta didik memperoleh bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Profesionalisme seorang guru di peroleh lewat pendidikan khusus keguruan atau latihan dan pengalaman. Kemudian menurut  Undang-Undang  Sistem  Pendidikan  Nasional  Guru adalah  tenaga  kependidikan  yang  berkualifikasi  sebagai  guru,  dosen,  konselor,  pamong praja, widyaiswara, tutor, instruktur, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Sejalan dengan itu guru menurut Undang-Undang tentang guru ditegaskan bahwa :Guru adalah pendidik prefesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.(Undang-Undang RI,  2003;2).Profil guru ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan karena tuntutan uang belaka tidak membatasi tugas dan tanggung jawabnya tidak sebatas dinding sekolah.Masyarakat juga jangan hanya menuntut pengabdian guru, tetapi kesejahteraan guru pun perlu diperhatikan. Guru dengan kemuliaannya dalam menjalankan tugas tidak mengenal lelah, hujan dan panas bukan rintangan bagi guru yang penuh dedikasi dan loyalitas untuk turun ke sekolah agar dapat bersatu jiwa dalam perpisahan raga dengan siswa. Raga guru dan siswa boleh berpisah, tapi jiwa keduanya tidak dapat dipisahkan (dwitunggal). Oleh karena itu dalam benak guru hanya ada satu kiat bagaimana mendidik siswa agar menjadi manusia dewasa susila yang cakap dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa di masa yang akan datang.(Djam’an dkk, 2007).Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilaku sehari-hari. Kata Kunci: Strategi, Guru, Peserta Didik, Malas, Belajar   Abstract                The teacher is someone whose job is teaching, guiding and directing children to learn. The teacher is a special position in the world of education, he is one of the main learning resources because from there students / students receive guidance, teaching and training. The professionalism of a teacher is obtained through special teacher training or training and experience. Then according to the National Education System Law Teachers are qualified teaching staff as teachers, lecturers, counselors, civil service, widyaiswara, tutors, instructors, and participate in organizing education. In line with that the teacher according to the Law on Teachers emphasized that: The teacher is a professional educator with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, evaluating, and evaluating students in early childhood education, formal education, basic education, and secondary education. (Republic of Indonesia Law, 2003; 2). The ideal teacher profile is a person who devotes himself based on the calling of the soul, the call of conscience, not because the demands of money alone do not limit his duties and responsibilities are not limited to the walls of the school. teacher, but the welfare of the teacher also needs attention. Teachers with their glory in carrying out tasks that are tireless, rainy and hot are not a hindrance for teachers who are full of dedication and loyalty to go to school to be able to unite their souls in physical separation with students. The body of the teacher and students may separate, but the souls of the two cannot be separated (duvies). Therefore, in the minds of teachers there is only one tip on how to educate students to become capable adult human beings who are capable and useful for religion, religion and nation in the future (Djam'an et al., 2007). Personality competency is a competency related to the teacher's own personal behavior which later must have noble values so that reflected in everyday behavior. Keywords: Strategy, Teacher, Students, Lazy, Learning

Kreativitas dalam Pembelajaran

Muslimin, Abdul Azis, Mutakallim, Mutakallim

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.818 KB)

Abstract

AbstrakAdapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kreativitas dalam pembelajaran yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Adapun metodologi penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitiannya field research dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara tepat inovasi dosen yang dapat merangsang kreativitas belajar mahasiswa PAI, khususnya kelas VI.A tahun akademik 2014/2015 yang menjadi sasaran penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview atau wawancara mendalam. Adapun hasil penelitian yaitu kreativitas dalam pembelajaran menumbuhkan semangat mahasiswa dengan menerapkan sistem pembelajaran berbasis penggunaan teknologi seperti lap top dan auto fokus dalam presentasi, dosen menekankan bahwa mahasiswa harus bisa dan terampil pembuatan power. Adapun kendala-kendala dalam pembelajaran terkait media yaitu kurangnya auto fokus sebagai media yang sangat  penting dan masalah teknis lainnya selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Kreativitas dan Pembelajaran Abstract The purpose of this study is to find out the creativity in learning carried out by lecturers and students in Islamic Education Department at Muhammadiyah University of Makassar. The research methodology used is the type of research in field research with descriptive analysis methods that aim to accurately describe the innovations of lecturers who can stimulate the learning creativity of PAI students, especially VI.A class 2014/2015 academic year is the target of research. The method of data collection is done by in-depth interviews or in-depth interviews. The results of the study are creativity in learning fosters student enthusiasm by applying technology-based learning systems such as lap top and auto focus in presentations, lecturers emphasizing that students must be able and skilled in making power point. The obstacles in learning related to media are lack of auto focus as a very important medium and other technical problems during the learning process. Keywords: Creativity and Learning

Perkembangan Sosio-emosional pada Masa Awal Anak

Abdullah, Ahmad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.902 KB)

Abstract

Abstrak  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi.Salah satu aspek paling penting dari perkembangan emosi anak adalah pembentukan konsep diri, atau identitasnya, yaitu perasaannya tentang siapa dirinya dan apa hubungannya dengan orang lain. Kecenderungan paling mencolok pada anak-anak, kesadaran diri yang berkembang adalah pergeseran dari atribut fisik konkret ke karakteristik yang lebih abstrak. Pergeseran ini jelas dalam karakteristik yang ditekankan anak-anak ketika diminta untuk menggambarkan diri mereka sendiri Kata Kunci: Sosio-emosional dan Anak Abstract The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. One of the most important aspects of the child,s emotional development is the formation of his self-conscet, or identity-namely, his senseof who he is and what his relation to other people is. The most conspicuous trend in children,s growing self-awareness is a shift from concrete physical attributes to more abstract characteristic. This shift is apparent in those characteristics children emphasize when asked to describe themselves Keywords: Sosio-emosional and Child

Evaluasi Program Mutu Pelaksanaan Pembelajaran pada Tahapan Transactions (Suatu Pendekatan Model Stake’s Countenance Evaluation)

Ferdinan, Ferdinan, Nurhayati, Nurhayati

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.155 KB)

Abstract

  AbstrakPenelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan jenis penelitian kombinasi (mixed methods). Pendekatan penelitian, yaitu: pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas, dan Kasubdit SDM Universitas dan yang menjadi responden yaitu 32 Ketua Prodi dan 70 Ketua Tingkat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi dokumentasi, dan lembar observasi. Penilaian untuk setiap aspek evaluasi dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tinggi, sedang, dan rendah.  Pengambilan keputusan dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tercapai, kurang tercapai, dan tidak tercapai. Penelitian evaluasi ini memberikan beberapa kesimpulan,  yaitu gambaran pelaksanaan pembelajaran di Unismuh Makassar pada tahapan proses (transactions) menunjukkan bahwa: 1) penguasaan dosen dalam menyusun dan menyiapkan administrasi perkuliahan dari 7 subaspek  yang dievaluasi  terdapat 6 subaspek  telah memenuhi kriteria objektif dan 1 subaspek yang kurang tercapai yaitu kemampuan dosen dalam menyusun buku ajar, 2)) penguasaan dosen dalam pelaksanaan perkuliahan menunjukkan bahwa dari 15 subaspek yang dievaluasi 13 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek yang belum terpenuhi yaitu dosen tidak memberikan sanksi kepada mahasiswa yang terlambat 30 menit dalam mengikuti perkuliahan dan dosen belum menyampaikan materi kuliah dengan berbasis IT, 3) interaksi dosen dengan mahasiswa dalam perkuliahan, dari 4 subaspek yang dievaluasi semuanya telah memenuhi standar objektif, dan 4) kemampuan dosen dalam melakukan evaluasi hasil perkuliahan  menunjukkan bahwa dari 12 subaspek yang dievaluasi terdapat  10 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek kurang terpenuhi. Kata Kunci: Evaluasi, Mutu Pembelajaran dan TransactionsAbstract                This study is an evaluation study using mixed methods. Research approach, namely: case study approach. The data sources of this study consisted of the Chancellor, Deputy Chancellor I, Chairperson of the Quality Assurance Agency, Chair of the Faculty Quality Assurance Unit, and the Head of Sub-directorate of Human Resources of the University and respondents, namely 32 Chairmen of Study Programs and 70 Chairmen. Data collection techniques are interviews, documentation studies, and observation sheets. Assessments for each aspect of evaluation are categorized into three levels: high, medium, and low. Decision making is categorized into three levels: achieved, less achieved, and not achieved. This evaluation study provides several conclusions, namely the description of the implementation of learning in Unismuh Makassar at the stages of transactions shows that: 1) the mastery of lecturers in preparing and preparing lecture administration from 7 sub-aspects evaluated, there are 6 sub-aspects that meet objective criteria and 1 sub-aspect is lacking achieved, namely the ability of lecturers in preparing textbooks, 2)) mastery of lecturers in lecturing shows that out of 15 sub-aspects evaluated 13 sub-aspects have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects that have not been fulfilled, namely lecturers do not sanction students who are 30 minutes late in attending lectures and lecturers have not delivered IT-based lecture material, 3) lecturer and student interaction in lectures, of the 4 sub-aspects evaluated all met objective standards, and 4) lecturers' ability to evaluate lecture results showed that from 12 sub the evaluated aspects have 10 sub-aspects that have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects have not been fulfilled.Keywords: Evaluation, Learning Quality and Transaction

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasi Belajar PAI

Wahyuni, Wahyuni

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.35 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi dilapangan mengenai pengaplikasian serta efektivitas model pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club (Keliling Kelompok) khususnya pada mata pelajan pendidikan Agama  yang di laksanakan di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Jenis penelitian ini adalan PTK deskriptif ( Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) yang dilakukan dengan tiga siklus. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentati. Hasil `penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian diperoleh Pada pra siklus, evaluasi hasil awal yang dicapai oleh siswa masih rendah yaitu 6,6% dengan rata-rata 50,95. Kemudian pada siklus I pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 36,6% dengan rata-rata 65,33, sedangkan pada siklus II pencapaian ketuntasan belajar sebesar 50% dengan rata-rata 70,33. dan pada akhir siklus III pencapaian ketuntasan belajar sebesar 77% dengan rata-rata 78, Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa penerapan model pembelajaran tipe round club (keliling kelompok)   dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PAI sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Round Club, Motivasi, dan Hasil BelajarAbstrackThis thesis examines the implementation of cooperative learning model round club to increased motivation and learning outcomes of students in class VIII A of subject PAI in SMP Negri 20 Antang Makassar. In this thesis discussed about how the teacher becomes a facilitator in exercising their round type of learning model cooperative on the subjects  of religious education.The purpose of this research is describe the events that occurred in the field of the application as well as the efectivity of learning models cooperative round –type club, especially on the subjects of religious education in SMP Negri 20 Antang Makassar.The method of research is using descriptive PTK method (penelitian tindakan kelas) , consisted of planning, acting, observing, and reflecting performed with three cycles. The data collected by using the techniques of observation, interviews and documentation. The results of research using data analysis techniques by collecting data, reducing the data and take conclusions. The results obtained by pre-cycle evaluation of the results achieved by students is still low at 6.6% with average score 50.9, then in the first cycle students achievement in classical learning completeness of 36.6% with an average score 65.33, in the second cycle their mastery learning achievement of 50% with an average score 70.33, and at the end of or the third cycle their mastery learning achievement of 77% with an average score 78, these can be concluded that the application of learning round-type club in the implementation of teaching and learning activities PAI as part of an effort to improve motivation and learning in SMP Negri 20 Antang be able to improve their result of learning specially PAI Keywords: Round Club Cooperative Learning Model, Motivation, and Learning Outcomes

Page 1 of 1 | Total Record : 6