TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM" : 6 Documents clear
Sociocultural Approach Dalam Pembinaan Keluarga Muslim Komunitas Pemulung

Muchtar, Muh. Ilham, Juhanis, Hasan

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.801 KB)

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah penelitian survey (lapangan) dengan pendekatan  kualitatif dengan mengeksploitasi data dilapangan dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran tentang bagaimana ‘Model Pendekatan Sosiokultural dalam Pembinaan Keluarga pada Komunitas Pemulung TPAS Tamangapa di Kota Makassar. Dalam konteks pembinaan keluarga, khususnya pada komunitas tertentu, model pendekatan sosiokultural sangat penting. Karena setiap kelompok masyarakat memiliki budaya sebagai karya mereka sekaligus sebagai pengikat kebutuhan mereka. Pendekatan sosiokultural dalam pembinaan keluarga Islam, misalnya, lebih bersifat akomodatif terhadap nilai budaya tertentu secara inovatif dan kreatif tanpa menghilangkan aspek substansial keagamaan. Model pendekatan sosiokultural sangat tepat digunakan pada Komunitas Pemulung atau dalam bahasa Makasssar disebut Payabo yang bermukim dan melakukan aktifitas mereka di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Antang, Kelurahan  Tamangapa, Kecamatan Manggala Kota Makassar. Dimana kehidupan seseorang dimulai di dalam lingkungan keluarga. Ia bertumbuh, jadi besar dan dididik di dalam sebuah lingkungan keluarga. Orang tua mengajar anak-anaknya bagaimana mereka harus bertindak. Karena itu, pembangunan keluarga seyogyanya selalu diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kata Kunci; Sociocultural Approach, Komunitas dan Pemulung Abstract The type of this research is survey research (field) with qualitative approach by exploiting data field with descriptive analysis method which aims to give description about how 'Sosiokultural Approach Model in Family Development at TPAS Tamangapa Scavengers Community in Makassar City. In the context of family coaching, especially in particular communities, the sociocultural approach model is very important. Because every community group has culture as their work as well as binding their needs. The sociocultural approach in the fostering of Islamic families, for example, is more accommodative to certain cultural values in an innovative and creative manner without removing the substantial religious aspect. Sociocultural approach model is very appropriate to be used in Community Pemulung or in Makasssar language called Payabo who live and do their activities in the Final Disposal Place Garbage, Antang, Village Tamangapa, District Manggala Makassar City. Where a person's life begins in the family environment. It grows, gets big and is educated in a family environment. Parents teach their children how they should act. Therefore, family development should always be directed to the realization of family life as a vehicle for nursery religious values and noble values of the nation's culture. Keywords; Sociocultural Approach, Community and Scavengers

Pembinaan Guru Pai Dalam Membiasakan Siswa Melaksanakan Shalat Berjamaah

Is, Sitti Satriani

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.781 KB)

Abstract

AbstrakTeknik yang digunakan dalam Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki dan menggambarkan keadaan, kondisi, Guru Pai Dalam Membiasakan Siswa Melaksanakan  Shalat  Berjamaah. Kegiatan bimbingan sholat tersebut dilakukan setiap hari 30 menit sebelum memulai proses pembelajaran diawali dengan membaca surat-surat pendek, sampai murid tersebut mahir dengan bacaan solat serta beberapa hafalan surat-surat pendek. Selain itu untuk memotifasi upaya yang dilakukan guru agama dalam meningkatkan motivasi siswa dalam membiasakan sholat berjamaah adalah dengan membuat berapa stiker di setiap sudut sekolah tentang pentingnya melaksanakan sholat berjamaah. Kata kunci: Guru Pai, Siswa dan Sholat BerjamaahAbstract The technique used in this research type is descriptive qualitative research . Descriptive research is research that aims to investigate and describe the circumstances, conditions, Guru Pai Allowing Students Carry In Salah Berjamaah. Activity guidance prayer is done every day 30 minutes before starting the learning process begins with reading letters pende k, until the student is proficient with reading solat and some memorized short letters. In addition to motivate efforts made religious teachers in improving students' motivation in getting used to praying together is to make how many stickers in every corner of the school about the importance of performing congregational prayers . Keywords: Teacher PAI, Students and Sholat Berjamaah

Kedudukan Akal dalam Islam

Amin, Muhammad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.05 KB)

Abstract

Abstrak Allah swt., menganugerahkan akal kepada seluruh manusia yang merupakan kelebihan manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengan menggunakan akalnya manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Tetapi segala yang dimiliki manusia sudah tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada batas-batas yang tidak boleh dilewati. Meskipun Islam sangat memperhatikan dan memuliakan akal, tetapi tidak menyerahkan segala sesuatu kepada akal, bahkan Islam membatasi ruang lingkup akal sesuai dengan kemampuannya, karena akal terbatas jangkauannya, tidak akan mungkin bisa menjangkau hakekat segala sesuatu. Maka Islam menundukkan akal terhadap Wahyu dan Sunnah Nabi saw., artinya di dalam segala hal wahyu dan sunnah harus di dahulukan.  Kata kunci:  Kedudukan  Akal,  IslamAbstractAllah swt., Conferring reason to all human beings who are superior human beings compared to His other creatures. By using the wisdom of man can make things that can ease their affairs in the world. But everything that man has is of course there are limitations so there are boundaries that should not be passed. Although Islam is very concerned and glorifies the intellect, it does not surrender everything to the intellect, even Islam limits the scope of reason according to its ability, because the reason is limited in its reach, it will not be possible to reach the essence of all things. So Islam subjects reason to the Revelation and the Sunnah of the Prophet , meaning in all things the revelation and the sunnah should be first. Keywords:   The position of Intellect , Islam

Pola Pembelajaran Agama Islam

Mujizatullah, Mujizatullah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.02 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Pola pembelajaran PAI di Universitas Muhammadiyah Makassar dan Pare-Pare , dengan mengoprasinalkan metode Kualitatif deskriktif. Pengumpulan data di lakukan dengan Wawancara, observasi dan dokumentasi, Hasil penelitian menemukan bahwaKurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan AIK Al Islam dan Kemuhammadiyahan) di Unismuh Makassar dan Unismuh Pare-Pare; keduanya sama berdasarkan kurikulum perguruan Tinggi yang telah ditetapkan. Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 Kepmendidnas No.045/U/2002 .pola pembelajaran AIK antara Unismuh Makassar dengan Unismuh Pare-Pare memiliki persamaan dari sisi kurikulum (Tujuan, Struktur, Materi )Perbedaan hanya dari segi strategi/ pendekatan  dan metode. Karakteristik Unismuh Pare-Pare Dakwah Kultural  dan Makassar Dakwah Komunitas. Faktor pendukung out put nya mempunyai potensi dan peluang berdakwah di masyarakat. Faktor penghambat rujukan nya kaku  tidak fleksibel  wajib karena hanya berdasarkan Putusan Majelis Tarjih.  Maka, penting pihak Universitas Muhammadiyah mengambil rujukan mata Kuliah Akidah dalam hal ini Ibadah terutama praktek  shalat menggunakan rujukan selain putusan Tarjih,  sehingga wawasan mahasiswa lebih luas dan tidak menanamkan pemahaman yang fanatik terhadap Muhammadiyah saja,  yang menebabkan wawasan mahasiswa sempit dalam beribadah dan mengklaim dirinya saja yang paling benar. Kata Kunci: Pola, Pembelajaran dan  Studi Islam Abstract This study aims to look at how the learning pattern PAI and Muhammadiyah University Makassar Pare-Pare, with mengoprasinalkan deskriktive Qualitative methods. The data collection is done by interview, observation and documentation, research found that curriculum Islamic Religious Education (PAI) and AIK Al Islam and Kemuhammadiyahan) in Unismuh Makassar and Unismuh Pare-Pare; both based curriculum Higher education has been determined. Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 Kepmendidnas No.045/U/2002. Competence is defined as "a set of intelligent action, the full responsibility of a person as a condition to be considered capable by the public in carrying out tasks in certain occupations". Related to the autonomy of universities in developing curricula, KKNI (Criteria for National Qualifications Indonesia, Association of Prodi PAI Muhammadiyah universities, learning patterns AIK between Unismuh Makassar with Unismuh Pare-Pare in common in terms of the curriculum (Objectives, Structures, Materials) The difference is only in terms strategies / approaches and methods. Unismuh characteristics of Pare Pare and Makassar Cultural Propagation Dakwah Community. Factors supporting its output has the potential and the opportunity to preach in community. Faktor its reference resistor required rigid inflexible because only by the Legal Affairs Committee Decision. Thus, an important part of University of Muhammadiyah take referrals eyes Lecture creed in this case Worship particularly the practice of prayers using references other than the decision of the Legal Affairs Committee, so that the knowledge the students a broader and does not cultivate an understanding of fanatic Muhammadiyah, which menebabkan insight into students narrow in worship and truth claimed that himself alone the most correct. Keywords: Pattern, Learning and Islamic studies

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa

Mumtahanah, Mumtahanah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.47 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga yang menjadi instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Adapun instrumen yang penulis gunakan dalam mengumpulkan data di lapangan sesuai dengan obyek pembahasan dalam penelitian ini adalah penulis melakukan observasi, interview, dan dokumentasi. Guru memiliki sebagian tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan, ketika anak dilimpahkan kepada guru di sekolah. Tidak peduli anak dari keluarga mana yang dilimpahkan. Guru adalah orang tua siswa di sekolah. Sebagai orang tua disekolah memang seharusnya guru bertanggung jawab terhadap perkembangan siswanya baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Terlebih bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki tugas untuk tidak sekedar mentransfer pengetahuan saja namun juga berperan memberikan pengajaran dan bimbingan berkaitan dengan akhlak siswa. Berkaitan dengan ahklak atau contoh yang baik, maka Allah SWT telah memberikan gambaran mengenai ahklak Nabi Muhammad SAW. Karena dalam kehidupan, seorang manusia sejak lahir selalu berbuat dan bertindak, berfikir, berperasaan, merasa dan berhubungan dengan orang lain.  Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Perilaku MenyimpangAbstractThis study uses a qualitative approach, so that the main instrument in this study is the researchers themselves. The instruments that the authors use in collecting data in the field in accordance with the object of discussion in this study is the authors make observations, interviews, and documentation. Teachers have some parental responsibility to provide education, when children are bestowed to teachers at school. No matter which child of the family is bestowed. Teachers are parents of students at school. As a parent in school, teachers should be responsible for the development of their students in terms of cognitive, affective and psychomotor. Especially for Islamic Religious Education Teachers (PAI) who have the task to not just transfer knowledge but also play a role to provide teaching and guidance related to morality students. Relating to ahklak or a good example, then Allah SWT has given a picture of the Prophet Muhammad's ahklak. Because in life, a human from birth always acts and acts, thinks, feels, feels and relates to others. Keywords: Islamic Religious Education, Deviant Behavior

Pelaksanaan Progam Tahfidz Al Qur’an (Studi Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Sulawesi Selatan)

Ferdinan, Ferdinan, Ibrahim, Muhammad

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 01 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.586 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah  Gombara Sulawesi Selatan dan mengetahui hasil capaian program pendampingan tahfidz al-Qur’an  di Pesantren Muhammadiyah  Darul Arqam   Gombara Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, metode yang digunakan, yaitu metode dokumentasi dan wawancara.  Adapun populasi dan sampel penelitian ini yaitu: Santri, Pembina, dan direktur Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Sulawesi Selatan Adapun hasil penelitian ini yaitu: Pelaksanaan program pendampingan tahfidz al-Qur’an Pesantren Darul Arqam   Muhammadiyah Gombara Sulawesi Selatan, yaitu: dilaksanakan secara internal pesantren, dilaksanakan dengan kerja sama AMCF dan Pesantren yang ada di Solo. Hasil capaian program pendampingan tahfidz al-Qur’an Pesantren  Darul Arqam   Muhammadiyah Gombara Sulawesi Selatan, yaitu Program Tahfidz Al- Qur’an 30 juz diselesaikan dalam waktu 2 – 3 tahun dengan asumsi 10 juz pertahun (tergantung kepada kemampuan santri) dimana sambil menghafal Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil, setiap santri juga mempelajari ilmu aqidah dasar, fiqh harian, sirah (sejarah), adab dan sunna, hadits, nahwu, shorof, tafsir dan terjemah Qur’an. Kata Kunci: Program tahfidz al-Qur’an, Pesantren Abstract This study aims to find out the implementation of the program tahfidz al-Qur'an in Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara South Sulawesi and know the achievements of program accompaniment tahfidz al-Qur'an in Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara South Sulawesi. The type of this research is qualitative research, the method used, the method of documentation and interview. The population and sample of this research are: Santri, Pembina, and director of Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara South Sulawesi The results of this study are: Implementation of guidance program tahfidz al-Qur'an Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara South Sulawesi, namely: implemented internally boarding , implemented by cooperation AMCF and Pesantren in Solo.The results of the program accompaniment tahfidz al-Qur'an Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara South Sulawesi, the Program Tahfidz Al-Qur'an 30 juz completed within 2-3 years assuming 10 juz per year (depending on the ability of students) where while memorizing Al -Qur'an with tajwid and tartil, every santri also learn basic aqidah, fiqh daily, sirah (history), adab and sunna, hadith, nahwu, shorof, interpretation and translation of Qur'an.Keywords: Pfogrz tahfidz al-Qur'an, Pesantren

Page 1 of 1 | Total Record : 6