TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM" : 10 Documents clear
PEMIKIRAN PENDIDIKAN MULLA SHADRA

bawa, Dahlan lama

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.337 KB)

Abstract

Perkembangan pemikiran Islam di dunia semakin berkembang pesat. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam pemikiran pendidikan Islah adalah Mullah Shadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra terkenal dengan pemikiran pendidikannya atau yang populer disebut filsafat Al-Hikmah Al Muta’aliyah (Filsafat Transendental).  Jenis penelitian ini adalah penelitian pustakan, yaitu mengkaji tulisan-tulisan Mulla Shadra yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan islam. Secara ontologis, pemikiran dan analisis  Mulla Shadra didasarkan pada tiga hal, yaitu: Pertama, Ashalah al-wujud (prinsipianitas eksistensi) Seperti filosof-filosof muslim sebelumnya, Shadra berusaha menjawab masalah mahiyyah (kuiditas/esensi), dan wujud (eksistensi). Perbandingan antara eksistensi-esensi Shadra menyatakan eksistensi bersifat positif, pasti, tertentu dan nyata. Kedua, Tasykik (gradasi wujud) Jika para filosof peripatetik itu menganggap wujud setiap benda berbeda dari wujud yang lain, walaupun prinsipial dalam hubungannya dengan mahiyah, maka bagi Mulla Shadra wujud adalah realitas tunggal yang muncul dalam gradasi (tahap) yang berbeda. Ketiga, Gerak Substansial (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Shadra berpendapat bahwa gerak tidak hanya terjadi pada empat kategori aksiden: kuantitas, kualitas, posisi dan tempat.Kata Kunci: Pemikiran, Pendidikan The development of Islamic thought in the world is growing rapidly. One Of the influential figures hearts Islam Education Thought was Mullah Sadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra thought education or a popular use is called the philosophy of Al-Hikmah Al muta'aliyah (transcendental philosophy). Type of this research is library research., assess namely writings relates with Mulla Sadra thought Islamic Education  Operates ontological, Mulla Sadra Thought and analysis is based on three things are: First, Ashalah al-being (prinsipianitas Existence) Like the earlier Muslim philosophers, Sadra tried Answering problems mahiyyah (kuiditas / essence), and forms (Existence). comparison between Existence essence Sadra states are positive, certainly, Specific and Realistic. Second, Tasykik (gradation form) IF IT Peripatetic philosopher considers form Benda any different of another form, although prinsipial hearts conjunction with mahiyah, Then For Mulla Sadra form is sole Reality Appears hearts gradation (Phase) the differentiate. Third, substantial motion (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Sadra argued that the motion does not only happen in the four categories of accidents: quantity, quality, position and place.  Keywords: Development , Education

PENGARUH MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA DAN DISIPLIN GURU

Muthaharah, St

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.312 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis pengaruh Model Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap peningkatan Kinerja dan Disiplin Guru. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriftif kuantitatif, yang beralokasi di Kelurahan Ereng-Ereng Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh sebanyak 20 subjek. Teknik pengumpulan data melalui observasi, koesioner, interview, dan dokumentasi. Analisis data dengan langkah-langkah berupa validitas, realibilitas, uji normalitas, linearitas dan uji hipotesis dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana dengan SPSS 17 for Windows.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka nilai signifikansi yang diperoleh 0,000, sedangkan nilai resquare menunjukkan 0,53 artinya terdapatpengaruh model kepemimpinan kepala madrasah terhadap peningkatan kinerja dan disiplin guru di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Muhammadiyah Ereng-Ereng Kabupaten Bantaeng sebesar 53%. Adapun 47 % kinerja dan disiplin guru dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.Kata kunci: Model Kepemimpinan, Kepala Madrsah, Kinerja dan Disiplin GuruThe purpose of this study is to find and analyze the effect Principals Leadership Model to increase performance and Discipline Teachers). This type of research is descriptive quantitative, which is located in Ereng-ereng District of Tompobulu Bantaeng.  Sampling technique that saturated sample of 20 subjects. Technique of collecting data through observation, questioner, interview, and documentation. Analysis of data by measures such as validity, reliability, test for normality, linearity and hypothesis testing using simple linear regression formula with SPSS 17 for Windows. Based the results of the data analysis, the significant value gained 0,000, while the value of r square shows 0 , 53 means that ifluence headmaster leadership model to the improved performance and discipline of teachers in Madrasah Aliyah boarding school KH. Ahmad Dahlan Muhammadiyah Ereng-ereng, Bantaeng by 53%. As for the 47% performance and teachers discipline inflenced by other factors.Keywords: Leadership Model, Head Master of Madrasah, Work Performance and Teachers Discipline

SISTEM PEMBINAAN HALAQAH TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SANTRI DI MARKAZ TAHFIDZ ALQURAN AL-BIRR

Nashir, Ahmad, Halib, Abdul

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.76 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daya ingat hafalan quran pondok pesantren dan emosional quetient para alumni setelah kembali kemasyarakat”dan untuk mengetahui Penelitian ini adalah merupakan penelitian (Field Research). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data yang digunakan dengan jalan mengadakan penelitian secara langsung kelokasi yang menjadi tempat  penelitian. Untuk melengkapi data penelitian digunakan instrnment penelitian observasi, wawancara, dokumentasi, sehingga data terkumpul dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,“Sistem Pembinaan Halaqah di Markaz Tahfidz Alquran Al-birr sudah diterapkan dan sudah menjadi program tahfidz Al-birr Malino yang diterapkan sejak dulu dan berjalan sampai saat ini” dimana dalam sistem pembinaan dalam menghafal Alquran yaitu, “sistem tahsin, sistem privat dan sistem mandiri” dan “faktor-faktor yang mendukung yaitu, mampu memahami ilmu tajwid dan mudah melafaskannya, kemauan santri itu sendiri, berkat dorongan dan motivasi orangtua, serta tidak jauh dari bimbingan ustdaz/pembina tahfidz”Kata Kunci: Pembinaan Halaqah, Kecerdasan Emosional  The purpose of this study is to investigate the recall memorizing the Quran of students at boarding school and graduated emotional quotient after returning the society "and to know it. This is a research study (Field Research). The method used is to use the data collection methods used to conduct the research directly to location as the place to study. To complement the research data used instrument observational studies, interviews, documentation, so that the data is collected and analyzed. The results showed that the "System Development Halaqah in Markaz Tahfidz Qur'an Al-birr has been implemented and is already a program Tahfidz Al-birr Malino applied since the first and walked up to the moment" in which the coaching system in memorizing the Qur'an that, "the system tahsin, system of private and self-contained system "and" the factors that support that is, able to understand the science of tajwid and easy to pronounce it, the willingness of the students themselves, thanks to the encouragement and motivation of parents, and not far from the guidance ustdaz / builder Tahfidz" Keywords: Halaqah Coaching, Emotional Intelligenc

PENILAIAN KINERJA MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Ferdinan, Ferdinan

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.396 KB)

Abstract

Penilaian kinerja guru (PKG) dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan, dan prestasi kerjanya.  Pendekatan penilaian diantaranya penilaian berfokus pegawai, penilaian berdasar perilaku, penilaian berdasar hasil yang dicapai, penilaian global. Hasil penilaian kinerja dapat digunakan oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk melakukan refleksi terkait dengan tugas dan fungsinya dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat.Tujuan penialaian kinerja kepala sekolah yaitu memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah dalam melaksanakan fungsifungsi manajerial dan supervisi/pengawasan pada sekolah yang dipimpinnya. Aspek yang dinilai dalam penilaian kinerja kepala sekolah mencakup tiga dimensi yakni komitmen terhadap tugas, pelaksanaan tugas, dan hasil kerja. Instrumen yang digunakan dalam penilaian kinerja adalah skala penilaian (rating scale).  Kata Kunci: Kinerja, Pendidikan Agama Islam ABSTRACT           Teachers evaluation (PKG) can be interpreted as an attempt to gain an overview of the knowledge, skills, values and attitudes of teachers in carrying out its duties and functions, shown in appearance, actions, and work performance. Valuation approaches including employee-focused assessment, behavior-based assessment, an assessment based on the results achieved, the global assessment. Performance evaluation results can be used by teachers, principals, and supervisors for reflection related to the duties and functions in order to provide services to society. Objective evaluation performance of the principal is to obtain data on the implementation of the basic tasks, functions and responsibilities of principals in carrying out the functions managerial and supervisory / oversight at the school. Aspect considered in the assessment of the performance of the principal includes three dimensions, namely commitment to the task, task execution, and results. Instrument used in the performance evaluation is the assessment scale (rating scale). Keyword: Work Performance, Islamic Education

STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KH. AHMAD DAHLAN

Mawardi, Amirah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.816 KB)

Abstract

Jenis Penelitian yaitu  penelitian  kualitatif menggunakan  pendekatan  sosiologis dan historis. Selain itu juga pendekatan fenomenologis, karena itu data yang dikumpulkan lebih banyak merupakan data-data kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subyek penelitian, misalnya perilaku persepsi, motivasi dan lain-lain. Berdasarkan sasaran penelitian untuk mendapatkan data kualitatif,maka digunakan beberapa metode pengumpulan data kualitatif antara lain: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan    instrumen/alat penelitian berupa pedoman obsevasi,pedoman wawancara dan catatan dokumentasi. Muhammadiyah telah berkiprah khususnya dibidang pendidikan sejak lahirnya tahun 1912 untuk kemajuan bangsa indonesia antara lain: membangun sistem pendidikan islam moderen, memperbarui paham islam, memperbarui alam pikiran ke arah kemajuan atau kemoderenan, gerakan al-maa’un (penyantu-nan) dan penolong kesengsaraan umum, membentengi umat islam dalam berbagai ancaman luar, memodernisasi kehidupan masyarakat dan mempelopori kemajuan perempuan islam ke ruang public. Kata Kunci: Studi Pemikiran, Pendidikan Type of study is a qualitative study using sociological and historical approach. In addition, the phenomenological approach, because the more data collected is qualitative data, the research aims to understand the phenomenon of what is experienced research subjects, such as the behavior of perception, motivation and others. Based on the research objectives to obtain qualitative data, then used some qualitative data collection methods include: observation, interviews and documentation. In this study the authors collected data using an instrument / tool of research in the form of guidelines for observation, interview and record documentation. Muhammadiyah has been acting especially in the field of education since its inception in 1912 to the nation's progress Indonesia, among others: building a modern Islamic education system, update the understanding of Islam, renew the mind in the direction of progress or modernity, the movement of al-maa'un (penyantu-nan) and helper woes Generally, fortify Muslims in various external threats, modernize public life and pioneered the advancement of women Islam into public space. Keywords: Thinking Studies, Education

PERAN MUHAMMADIYAH ( KONSEP PENDIDIKAN, USAHA-USAHA DI BIDANG PENDIDIKAN, DAN TOKOH)

Rusydi, Rajiah

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.757 KB)

Abstract

Muhammadiyah ialah gerakan Islam, Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, didirikan oleh KH. A. Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Miladiyah di Kota Yogyakarta.Tujuan Muhammadiyah, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Usaha dan kegiatan Muhammadiyah dapat dikelompokkan ke dalam empat bidang, yakni: 1). Bidang Keagamaan, yang meliputi memberikan tuntunan dan pedoman dalam bidang aqidah, ibadah, akhlak dan mu’amalah 2).Bidang pendidikan, yang meliputi pendidikan yang beroerientasi kepada perpaduan antara sistem pendidikan umum dan sistem pesantren 3). Bidang social   kemasyarakatan, yang meliputi kegiatan dalam bentuk amal usaha rumah sakit, poliklinik, apotik dan panti asuhan anak yatim 4). Bidang partisipasi politik, di mana Muhammadiyah partisipasi politik Muhammadiyah dalam bentuk beramar ma’ruf nahi mungkar dan memberikan panduan etika, moral dan akhlakul karimah terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan masyarakat.Kata Kunci: Peran Muhammadiyah, Konsep Pendidikan Muhammadiyah is Islamic movements. Amar Makruf Nahi Munkar, Islam aqidah and derived from the Qur'an and Sunnah, founded by KH. A. Dahlan on the 8th of Dhulhijjah 1330 H coincides with the date of November 18th, 1912 Miladiyah in Yogyakarta. The purpose of  Muhammadiyah are enforce and uphold the religion of Islam to realize a community of Islam truthfully. Muhammadiyah efforts and activities can be grouped into four areas, namely: 1). Religious field, which includes giving guidance and guidelines in the field of faith, worship, morals and mu'amalah 2). Education program, which includes education oriented to mix between general education system and schools system 3). The fields of social community, which includes activities in the form of charitable efforts of hospitals, polyclinics, dispensaries and orphanage 4). Field of political participation, where Muhammadiyah political participation in the form ma'ruf nahi unjust and provide guidance on ethical, moral and akhlakul karimah against the policies of the government and society.Keywords: Role of Muhammadiyah, Concept of Education

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS METODE DISKUSI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS)

Muh, Baharuddin

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.831 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan efektivitas belajar di perguruan tinggi (studi kasus; diskusi sebagai upaya untuk meningkatkan siswa berpikir kritis di Universitas Muhammadiyah Makassar). Kemampuan diskusi sebagai upaya untuk meningkatkan mahasiswa berfikir kritis, sedangkan menciptakanketerampilan untuk mengantisipasi perubahan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur, wawancara dan observasi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode diskusi pembelajaran adalah salah satu metode yang disukai. Karena dalam model pembelajaran abstracles, dosen harus profesional dalam mengembangkan metode diskusi untuk mengekspresikan kemampuan mereka, berpikir kritis, menilai perannya dalam diskusi, melihat masalah dari pengalaman dan pelajaran sendiri pelajari. Berdasarkan temuan faktual penelitian ini, ditemukan diskusi sebagai siswa sangat membutuhkan pemeriksaan kritis yang tepat untuk meningkatkan kompetensi dan mahasiswa profesional.Kata Kunci: Efektfitas Belajar, Diskusi ABSTRACTThis research is aimed to    develop the effectiveness of learning in college ( A case study methods discussion as an attempt to improve the critical thingking students Muhammadiyah Univercity of Makassar). The ability of discussion as an attempt to improve the critical thingking students, whereas creating skill to anticipate the global change. This research applied qualitative description approach with literature study method, interview and observation students muhammadiyah university og makassar. The results of this study indicate that the discussion method of learning is one method favored. In this way due to the learning organization abstracles lecturers should be professional in developing the method of discussion to express their ability, critical thinking, assessing its role in the discussion, looking at the problem from his own experiences and lessons learned. Based on the factual findings of this study, it was found the discussion as students desperately need critical examination is right for increased competence and professional students.  Keywords: Learning Affectivities, Discussion

PRINSIP-PRINSIP DAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Bahtiar, Abd Rahman

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.046 KB)

Abstract

Prinsip-prinsip belajar dapat digunakan untuk mengungkapkan batas-batas kemungkinan dalam pembelajaran, sehingga guru dapat melakukan tindakan yang tepat. Selain itu dengan teori dan prinsip-prinsip pembelajaran, guru juga dapat memiliki dan mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan belajar peserta didik.  Berbagai bentuk model pembelajaran yang ada, memungkinkan guru PAI dapat berinovasi menciptakan sendiri model pembelajaran yang akan digunakan. Pemanfaatan model pembelajaran sebenarnya dimaksudkan untuk membantu agar kegiatan pembelajaran lebih efektif mencapai tujuan dan efisien. Sayangnya, masih ada yang beranggapan bahwa penggunaan berbagai model pembelajaran hanya menambah pekerjaan guru yang waktunya telah habis untuk mengejar target kurikulum. Anggapan demikian sebenarnya tak perlu terjadi.Kata Kunci: Prinsip, Model PembelajaranLearning principles can be used to reveal the limits of possibility in learning, so teachers can take appropriate action. In addition to the theory and principles of learning, teachers can also have and develop the attitude necessary to support the promotion of learners. Various forms of existing learning model allow teachers PAI can innovate to create its own model of learning that will be used. Utilization learning model is meant to help make learning activities more effectively and efficiently achieve the objectives. Unfortunately, there are those who believe that the use of different learning models only add jobs teachers that time is running out to meet the curriculum targets. The presumption thus did not need to happen.Keywords: Principles, Learning Model

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF HADITS

Fattah, Abdul

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.639 KB)

Abstract

Pendidikan karakter adalah menanamkan karakter tertrtu sekaligus ,memberikan benih agar peserta didik mampu menumbuhkan karakter khasnya pada saat menjalani kehidupan di masyarakat. Dengan menjalani sejumlah gagasan atau model karakter tidak akan membuat peserta menjadi kratif, namun membutuhkan sebuah konsep yang matang mampu menumbuhkan karekter siswa. Salah satu konsep pendidikan karakter yang telah lama dibuat oleh Rasulullah lewat Hadits-haditsnya. Konsep pendidikan karakter yang digambarkan dalam hadist Rasulullah sangat penting untuk di kembangkan dan dipelajari. Adapun kualitas hadis tentang konsep pendidikan karakter adalah dari sanad maka hadis bersatus sahih li zatihi, demikian juga dari sahih segi matan. Sementara konsep pendidikan karakter dalam hadits ada dua. Pertama, pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karenanya pengaruh keluarga sebagai tempat pendidikan  pertama  bagi  sang  anak harus berupa orang-orang yang baik pula. Kedua,dalam  pandangan Islam, manusia lahir  di   dunia  ini  membawa fitrah,potensi, kemampuan dasar, atau pembawaan (hereditas).  Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Perspektif Hadits ABSTRACTCharacter education is to instill certain character at once, giving the seeds so that learners are able to cultivate its distinctive character at the time into the life of the community. By taking some ideas or models will not make the character become creative participants, but requires a mature concept was able to grow the character of students. One concept of character education that have long been made by the Prophet through the Hadith-hadith. The concept of character education that is described in the hadith the Prophet is very important to be developed and studied. As for the quality of the hadith about the concept of character education is of sanad become Shahih li zatihi, as well as valid in terms of honor. While the concept of character education in the hadith there are two. First, the establishment of which is based on the exemplary character will reap goodness for himself and others. Therefore, the influence of family as the first school for the children should be good ones anyway. Secondly, in the view of Islam, man is born in this world bring the nature, potential, basic abilities, or nature (heredity).  Keyword: Character Education, Hadith Perspektif

KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA

Malli, Rusli

TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.993 KB)

Abstract

Munculnya fenomena paham keislaman yang amat beragam, tentunya memilki latar belakang kemunculannya, batasan dan ciri-ciri dari masing-masing gerakan pemikiran Islam yang muncul di Indonesia. Masing-masing mempunyai corak dan wajah yang cukup beragama. Dari corak tersebut perlu diketahui dan dipelajari. Adapun jenis penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan sosiologi Agama dan sejarah yang akan mengungkap beberapa konsep pemikiran Islam kontemporer di Indonesia. Perkembangan pemikiran islam di Indonesia semakin berkembang dengan lahirnya beberapa tokoh-tokoh pemikirin islam diantaranya K. H. Ahmad Dahlan, Abdur Rahman Wahid (Gus Dur), Nur Khalid Majid, Fazlur Rahman, Muslim Hassan Hanafi, Adonis, Mahmud Muhammad Thaha, Nash Hamid Abu Zaid, Muhammad Syahrur, dengan berbagai pemikiran yang berbeda-beda. Adapun perkembangan dan konsep pemikiran Islam di Indonesia ada empat (4) yaitu: 1. Pemikiran Islam Fundamentali. 2. Neo Tradisionalis. 3. Neo Modernis. dan 4. Liberalis.Kata Kunci: Konsep Pemikiran Islam, Pendidikan Kontemporer The emergence of the phenomenon of Islamic understanding are very diverse, of course, have the background of its emergence, extent and characteristics of each movement of Islamic thought which emerged in Indonesia. Each has a complexion and facial pretty religious. Based the feature needs to be known and studied. The type of this research is literature review using a sociological approach to religion and history that will reveal some of the concepts of contemporary Islamic thought in Indonesia. The development of Islamic thought in Indonesia is growing with the birth of some of the figures Islamic thought among KH. Ahmad Dahlan, Abdur Rahman Wahid (Gus Dur), Nur Khalid Majid, Fazlur Rahman, Muslim Hassan Hanafi, Adonis, Mahmoud Muhammad Taha, Nash Hamid Abu Zaid, Muhammad Shahrur, with a variety of different ideas. The development and the concept of Islamic thought in Indonesia there are four (4): 1. Islamic Thought Fundamentally. 2. Neo Traditionalist. 3. Neo Modernists and 4. Liberals.Keywords: Concepts Of Contemporary Islamic, Contemporer Of Education

Page 1 of 1 | Total Record : 10