cover
Filter by Year
Muslim Heritage
Articles
53
Articles
KONSTRUKSI HADIS PENDIDIKAN SHOLAT DALAM TINJAUAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Aristyasari, Yunita Furi

Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILLENIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.834 KB)

Abstract

Abstract: Worshipful education especially prayer is one of the important aspects for the insight of noble character. Therefore, Rasulullah Saw. as a moral messenger in his hadith ordered the prayer for kids from the age of seven and allowed to hit them if they do not carry it out at the age of ten. However, prayer education is only limited to knowing and practicing without the value of being. It is indicated by the decline of morality or character of the nation, thus, the expected prayer function has not been fully achieved yet. Moreover, hitting punishment as which was permitted by the Prophet Muhammad in his hadith cannot be realized and it becomes a boomerang for educators because it is considered as violence. This study aims to review those problems by using educational philosophy approach. The result of the studies showed that the selection of prayer material is a blending of essentialism, neo-scholasticism, and pragmatism approach. The method of punishment is relevant to the approach of idealism, perennials, essentialism, and behaviorism. Both materials and methods in the hadith of prayer education are not against the philosophy of Pancasila. They are manifested of the Pancasila philosophy.Abstrak: Pendidikan shalat adalah salah satu aspek penting bagi terwujudnya akhlak mulia sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan sistem pendidikan nasional. Karena itu, Rasulullah Saw. sebagai penyempurna akhlak dalam salah satu hadisnya memerintahkan shalat sejak usia tujuh tahun dan membolehkan memukul jika tidak melaksanakannya di usia sepuluh tahun. Namun, pendidikan shalat selama ini hanya sebatas knowing (pengetahuan) dan doing (praktik) tanpa disertai penghayatan nilai (being). Hal ini ditunjukkan dengan masih merosotnya akhlak atau karakter bangsa. Dengan demikian, fungsi shalat yang diharapkan belum tercapai sepenuhnya. Di samping itu, hukuman memukul dalam rangka mendidik yang dibolehkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadisnya tidak bisa terealisasi dan justru menjadi boomerang bagi para pendidik karena dianggap oleh masyarakat sebagai kekerasan. Dari kajian yang dilakukan melalui pendekatan filsafat pendidikan, pemilihan materi shalat merupakan perpaduan dari filsafat esensialisme, neoskolatisisme, pragmatisme, dan esensialisme. Metode hukuman relevan dengan perpaduan filsafat idealisme, perenialisme, esensialisme, dan behaviorisme. Baik materi dan metode dalam hadis pendidikan shalat tidak bertentangan dengan filsafat Pancasila. Justru keduanya adalah wujud dari pengamalan filsafat tersebut sehingga hadis pendidikan shalat tersebut bersifat relevan dan tetap aktual.

STUDI KORELASI KECERDASAN INTERPERSONAL, INTRAPERSONAL DAN KECERDASAN EMOSI

Rochmahwati, Pryla, Afifah, Mufidatul

Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILLENIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between three variables, namely, interpersonal, intrapersonal and emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year.  It employed correlational research design. The population of this present research was 125 students of the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo and it assigned 94 students as sample by using proportinate random sampling technique. The data was collected through questionnaire. It utilized multiple correlations formula by using SPSS 16 for Windows as data analysis. The findings showed that there is significant correlation of interpersonal and intrapersonal intelligence on emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year and its value was 0.75.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat korelasi kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 siswa. Dengan menggunakan teknik proportinate random sampling diperoleh 94 siswa sebagai sampel.  Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik korelasi berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan interpersonal  dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017 dengan nilai korelasi sebesar 0,75.

Studi Analisis Laporan Keuangan dan Return Saham Pada Perusahaan di Jakarta Islamic Index Sebagai Pijakan Berinvestasi

Prasetia, Yusi Septa

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.753 KB)

Abstract

Abstract: Due to the advancement of economic era, inflation is an entity that cannot be avoided. However, in order to elude the reducing of the currency purchasing power as an effect of e inflation is by investing. An alternative way for investment is by purchasing shares of companies listed on the Indonesian Share Exchange. In fact, it require smart selection of Shares Company which provide growth returns above inflation. This study aims to scrutinize the companys shares as a basis for investment through the analysis of financial statements and share returns. This research employed qualitative descriptive method by using purposive sampling technique and it took seven companies as the research object. Then it analyzed the corporate financial statements for the period of 2011-2016 by using the liquidity ratio, solvency ratio and profitability ratio approach while in analyzing share returns, the researcher employed realized return approached. The finding showed that not all companies have a good performance or provide a positive return. The companies which is considered appropriate for investment meets the following requirements, namely, firstly, it has an average liquidity ratio above one and it increases in the subsequent year. Secondly, it has a solvency ratio of less than one and it consistently decreases. Thirdly, it has an increased level of profitability in each year. Fourthly, it has a linear price progress with the companys performance. Fifthly, it distributes dividends annually. The Sixth is the investment return is above inflation value. The seventh requirement is the investment return above the deposit interest rate.Abstrak: Pada era perekonomian saat ini, inflasi merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihilangkan. Walaupun demikian, untuk menghindarkan berkurangnya daya beli mata uang karena inflasi adalah dengan melakukan investasi. Salah satu alternatif untuk berinvestasi ialah berinvestasi pada saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tetapi dengan banyaknya jumlah perusahaan di Bursa Efek Indonesia maka dibutuhkan alternatif pemilihan saham perusahaan yang mampu memberikan pertumbuhan return di atas inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah saham perusahaan sebagai dasar berinvestasi melalui analisis laporan keuangan dan return saham. Berdasarkan penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan tujuh perusahaan yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan tujuh perusahaan kemudian di analisis laporan keuangan perusahaan periode 2011-2016 dengan menggunakan pendekatan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas sedangkan return saham menggunakan penedekatan realized return. Berdasarkan metode ini menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan mempunyai kinerja yang baik dan tidak semua perusahaan memberikan return yang positif. Berdasarkan sampel perusahaan dengan menggunakan dua alat analisis laporan keuangan dan return saham menunjukkan bahwa perusahaan yang layak dijadikan investasi adalah perusahaan yang memenuhi karakteristik berikut, pertama, mempunyai rasio likuiditas rata-rata di atas satu dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kedua, mempunyai rasio solvabilitas lebih kecil dari satu dan konsisten mengalami penuruanan. Ketiga, mempunyai tingkat profitabilitas yang meningkat dari tahun ke tahun. Keempat, mempunyai pergerakan harga yang linier dengan kinerja perusahaan. Kelima, perusahaan membagikan dividen setiap tahunnya. Keenam, return investasi di atas nilai inflasi. Ketujuh, return investasi di atas bunga deposito.

Usaha BMT Hasanah dan BMT IKPM Gontor Dalam Mengembangkan Produk Pembiayaan Syariah

Futaqi, Faruq Ahmad

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.165 KB)

Abstract

Abstract: This article aims to explore the efforts of BMT Hasanah and BMT IKPM Gontor in developing the sharia financial products as an attempt to avoid riba. it has been agreed upon its proscription by ulama. In financial transactions, riba> appears in the form of interest that has been prohibited and it is unlawful. This statement occurs in the DSN-MUI. In fact, the existence of interest in the community remains a serious problem in Islamic financing because it is rooted in the community. Several Sharia financial institutions still apply the interest system in its loan. The research result showed that BMT Hasanah and BMT IKPM Gontor is an institution implementing the system of Islamic financing through the concept of the purchasing and musha> rakah (profit sharing) finance. Both BMT face the challenge in the developing applicable sharia products. They applied different model in the designing the forms of application for financial productsin order to accommodate the Sharia statement as well as the public who have less knowledge about sharia finance. Furthermore, there are some several similarities and differences in the financial products. In relation to the condition of the community, the process of determining the profit sharing reference, the determination of margin and the interest are considered ascending in the decisionof the product of financing the purchasing and musha> rakah.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menggali upaya BMT Hasanah dan BMT IKPM Gontor dalam mengembangkan produk pembiayaan syari’ah sebagai upaya menghidari riba. Riba> telah disepakati keharamannya oleh para Ulama’. Dalam transaksi keuangan riba> muncul dalam skema bunga yang telah difatwakan haram oleh para Ulama’. Fatwa ini muncul dalam produk fatwa DSN-MUI. Namun, perwujudan bunga dimasyarakat tetap menjadi masalah serius dalam pelaksanaan pembiayaan syariah dikarenakan sudah mendarah daging dalam masyarakat. Banyak lembaga keuangan syariah yang masih menerapkan sistem bunga dalam pinjaman. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, yaitu; BMT Hasanah dan BMT IKPM Gontor merupakan lembaga yang menerapkan sistem pembiayaan syariah melalui konsep pembiayaan jual beli dan pembiayaan musha>rakah (bagi hasil). Tantangan perwujudan dan pengembangan produk syariah yang aplikatif merupakan hal yang harus diselesaikan oleh kedua BMT ini. Nyatanya, dalam desain dan pengembangan aplikasi produk pembiayaan kedua lembaga ini mempunyai pola-pola tersendiri. Hal ini dalam rangka mengakomodasi fatwa syariah sekaligus kondisi masyarakat yang belum paham keuangan syariah. Dalam produk pembiayaan terdapat beberapa persamaan dan perbedaan didalamnya. Terkait dengan kondisi masyarakat, proses penentuan acuan bagi hasil dan penentuan marjin serta bayang-bayang bunga menjadi beberapa hal yang muncul dalam penentuan produk pembiayaan jual beli dan pembiayaan musha>rakah.   USAHA BMT HASANAH DAN BMT IKPM GONTOR DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK PEMBIAYAAN SYARI’AH

Eksistensi Uang Elektronik Sebagai Alat Transaksi Keuangan Modern

Tazkiyyaturrohmah, Rifqy

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.304 KB)

Abstract

Abstract: This article aims to examine the transformation of money as a means of modern financial payment. In the viewpoint of finance, electronic money is considered sufficient as a requirement of an object that can be functioned into money because it is easily to be stored, carried and not damaged straightforwardly. In Indonesia, electronic money payment have increased significantly. Indonesian Bank reported that the total electronic payment is 1.64 billion rupiah at November 2017. It increased 98% compare to November 2016. I employed descriptive analysis method. The findings showed that the development of startup business in Indonesia also affects on the increasing of electronic money transactions, such as online transportation Go-Jek or Grab. The competition between Grab and Go-Jek is not only about the business of the transport network, but also the competition of electronic money as the main business support of those company. They are struggling to develop their electronic money service, Grab through GrabPay and Go-Jek through Go-Pay. By targeting the mobile community, electronic money products from these two startup companies attract public interest. Indonesian Bank itself continues to encourage the use of electronic non-cash transactions. Several companies especially banking sectors apply electronic money in order to improve the convenience of the electronic money customers. Bank Indonesia also continuously strives to develop the system and rules on electronic financial transactions. Thus, it is expected that public society select electronic money transactions as a tool of payment for the advancement of the global economy in the digital age.Abstrak: Artikel ini bertujuan mengkaji mengenai transformasi uang sebagai alat transaksi keuangan modern. Dalam konsep keuangan, uang elektronik sudah mencukupi sebagai syarat suatu benda yang dapat difungsikan menjadi uang. Seperti mudah disimpan, mudah dibawa, tidak mudah rusak dan lain-lain. Di Indonesia transaksi uang elektronik telah mengalami peningkatan yang signifikan, per-November 2017 saja BI mencatat volume dan nilai transaksi uang elektronik dengan total nominal transaksi Rp.1,64 triliun atau naik 98% dibanding November 2016. Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan artikel ini yaitu berkembangnya bisnis startup di Indonesia juga mempengaruhi transaksi uang elektronik semakin meningkat, seperti transportasi online Go-Jek ataupun Grab. Persaingan antara Grab dan Go-Jek tidak hanya seputar bisnis jaringan tranportasi saja, namun juga persaingan uang elektronik sebagai pendukung bisnis utama perusahaan. Grab melalui GrabPay dan Go-Jek melalui Go-Pay berjuang mengembangkan layanan uang elektronik mereka. Dengan menyasar masyarakat mobile, produk uang elektronik dari dua perusahaan startup  ini cukup diminati masyarakat. Bank Indonesia sendiri terus mendorong penggunaan dan penerapan transaksi non tunai dengan uang elektronik. Sudah banyak perusahaan perbankan maupun perusahaan lainnya seperti jasa menggunakan uang elektronik, dan untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna uang elektronik. Bank Indonesia juga terus berupaya melakukan pengembangan dan perbaikan terkait sistem maupun aturan tentang transaksi keuangan elektronik. Dengan demikian diharapkan transaksi uang elektronik terus menjadi pilihan masyarakat sebagai instrumen transaksi pembayaran demi kemajuan perekonomian global di era digital.

Legal Standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Dalam Perkara Ekonomi Syari’ah di Pengadilan Agama

Azizah, Siti

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.819 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze legal standing restraints of LPK authorized by law to litigate in the Religious Courts in sharia economic cases and to explain the reasons and legal considerations of the judges of Religious Courts of Madiun in the decision of case number: 403 / Pdt. G / 2014 / PA.Mn. This research employed a qualitative approach by systematically describing the right of Consumer Protection Institution of Sharia Institution and legal consideration of judges of Religious Court of Madiun  in case verdict number: 403 / Pdt.G / 2014 / PA.Mn then it analyzed thoroughly to find the legal standing of the Consumer Protection Institution in the case of sharia economy in the Religious Courts.The findings showed that Article 46 verse (1) letter c of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection is associated with the main principle in Law No. 7 of 1989 related to the subject of law is the applicability of the Islamic personality has authorized LPKSM to propose a sharia economic case in the Religious Courts in the framework of protecting consumers in certain terms and conditions. The next findingis that the judges of the Religious Court of Madiun deemed the legal standing that has been guaranteed by the law, in consideration of the non-acceptance of cases  by LPKSM merely because of defects in the power of attorney made by consumers to LPKSM.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan batasan legal standing LPK yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk berperkara di Pengadilan Agama dalam perkara ekonomi syariah dan mengetahui serta menjelaskan alasan dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn. Peneletian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menguraikan secara sistematik tentang hak gugat Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Lembaga  syariah  dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn kemudian menganalisanya dengan seksama sehingga menghasilkan temuan mengenai legal standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat dalam perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama. Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan bahwa Pasal 46 ayat (1) huruf c UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dikaitkan dengan prinsip utama dalam UU No 7 Tahun 1989 terkait dengan subyek hukum adalah berlakunya  asas personalitas keislaman telah memberikan kewenangan kepada LPKSM untuk mengajukan perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama dalam rangka perlindungan terhadap konsumen dengan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Temuan berikutnya, majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun  tidak mempertimbangkan negative terhadap legal standing yang telah mendapat jaminan undang-undang, dalam pertimbangan tidak diterimanya perkara yang diajukan oleh LPKSM semata-mata karena ada cacat dalam surat kuasa yang dibuat konsumen kepada LPKSM.

Proyeksi Potensi Pengembangan Pariwisata Perhotelan Dengan Konsep Syariah

Fitriani, Hanik

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.351 KB)

Abstract

Abstract: The Islamic-based economic sector has recently increased significantly. It includes culinary, Islamic finance, insurance, fashion, cosmetics, pharmaceutical, entertainment, and tourism sectors. They occupy the concept of halal in every its product. One of the economic sector of Islam which has growth significantly is lifestyle products in the syariah tourism sector. The tourism business is certainly very closely related to the accommodation business, particularly the hospitality commerce. This study aims to scrutinize the projection of Tourism Potential Development which applied Sharia concepts in Indonesia. The results of this present study indicates that: firstly, sharia hotels is an accommodation service adheres to the principles of Islamic teaching guidelines. Secondly, `some authorities stated that the development of sharia hotels in Indonesia is still dawdling, although the Indonesian Ulema Council (MUI) has issued requirement standard for syariah labeling to the hospitality business. However, the form and stage for management of this sharia system is still uncertain. As a result, many sharia hotel businessmen are intended to implement their own concept and do not legalize it. This lead to the low quality of management. It is suggested that sharia hotels should be supported by such Sharia Supervisory Board.Abstrak: Sektor ekonomi berbasis Islam akhir-akhir ini meningkat secara signifikan, Sektor tersebut diantaranya kuliner, keuangan Islam, industri asuransi, fashion, kosmetik, farmasi, hiburan, dan pariwisata. Dimana keseluruhan sektor itu mengusung konsep halal dalam setiap produknya. Sektor ekonomi Islam yang telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam produk lifestyle di sektor pariwisata adalah pariwisata syariah. Industri pariwisata tentunya sangat berhubungan erat dengan bisnis akomodasi, khususnya bisnis perhotelan. Penelitian ini bertujuan menelaah tentang Proyeksi Potensi Pengembangan Pariwisata Perhotelan Dengan Konsep Syariah Di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, hotel syariah merupakan suatu jasa akomodasi yang beroperasi dan menganut prinsip- prinsip pedoman ajaran Islam. Kedua, menurut penulis perkembangan hotel syariah di Indonesia masih terlalu lambat bahkan dapat dikatakan stagnan, meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan standarisasi label syariah kepada bisnis perhotelan, namun bentuk dan tahapan pengurusan format syariah ini masih belum jelas adanya. Dampaknya, banyak pebisnis hotel syariah yang lebih mengimplementasikan konsep hotel syariah mereka dengan berdasarkan aturan-aturan Islam, dan tidak melegalkan bisnis mereka sehingga kualitas pengelolaan dan pengoperasiaannya kadang masih belum maksimal oleh karena itu, hotel syariah sebaiknya didukung oleh semacam Dewan Pengawasan Syariah (DPS).

Fluktuasi Biaya Haji Dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar: Perspektif Investasi Syariah

Hidayati, Arina

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.984 KB)

Abstract

Abstract: Haji fee always fluctuated from time to time due to changes in economic conditions. The study compared fluctuations Haji Cost of Year 1998-2017 in the currency Rupiah, US Dollar and Gold Dinar to determine the stability of Hajj Cost fluctuations from year to year as consideration of financial planning in preparation for Hajj and other long-term needs as a form of investment sharia. The research method in this study is qualitative descriptive method. Data collected from the Presidential on Fees Hajj of the Year 1998-2017, the data exchange in the BI and the price of the dinar in geraidinar.com then process the data in the form of a non descriptive statistics. From the discussion of research on the fluctuation of the Year 1998-2017 Haji fee in Rupiah, US Dollar and the Dinar result that the US dollar is more stable than the amount, is more stable than Rupiah Dinar and Dinar value and purchasing power of the most volatile than Rupiah and US Dollar. Dinar most encouraged to be the choice of savings in preparing for Hajj fees and other long-term funding needs, poor second to the US Dollar and Rupiah ranked third. Islamic investment safest long term is in dinars, as it has a value and purchasing power of the most stable, followed by the US dollar and the rupiah is recommended only used in everyday financial transactions in the short term.Abstrak: Biaya Haji senantiasa mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan kondisi perekonomian. Penelitian ini membandingkan fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam satuan mata uang Rupiah, Dolar AS dan Dinar Emas untuk mengetahui stabilitas fluktuasi Biaya Haji dari tahun ke tahun sebagai bahan pertimbangan perencanaan keuangan dalam rangka persiapan Ibadah Haji dan kebutuhan jangka panjang lainnya sebagai bentuk investasi syariah. Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari Kepres tentang Biaya Haji dari Tahun 1998-2017, data nilai tukar mata uang di BI dan harga dinar di geraidinar.com kemudian mengolah data dalam bentuk non statistik deskriptif. Dari pembahasan penelitian terhadap fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar diperoleh hasil bahwa Dolar AS lebih stabil daripada Rupiah, Dinar lebih stabil daripada Rupiah dan Dinar memiliki nilai dan daya beli paling stabil daripada Rupiah dan Dolar AS. Dinar paling dianjurkan menjadi pilihan tabungan dalam mempersiapkan Biaya Haji dan kebutuhan dana jangka panjang lainnya, urutan ke dua Dolar AS dan Rupiah diurutan ketiga. Investasi syariah jangka panjang paling aman adalah dalam Dinar, karena memiliki nilai dan daya beli paling stabil, disusul Dolar AS dan Rupiah dianjurkan hanya digunakan dalam transaksi keuangan sehari-hari dalam jangka pendek.

Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Mustahik Pada LAZISNU Ponorogo

Ansori, Teguh

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.984 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of productive zakat funds for the empowerment of mustahik in LAZISNU Ponorogo. The management of zakat funds should be supported by the role of professional amil, therefore the community can take the advantage on its impact of social-economic side. Potential zakat funds for the purpose of the community empowerment is reducing poverty. This qualitative descriptive research is intended to explain the distribution system of productive zakat funds in LAZISNU Ponorogo. The result showed that there are two forms of zakat funds distribution, namely consumptive and productive distribution. The first form of zakat distribution can be defined as providing zakat funds to mustahik without its empowerment. While the productive zakat distribution   is the provision of zakat funds to mustahik and its empowerment. It can be done through several activities, namely, the provision of venture capital as well as the budget for education and training. Finally, it can be concluded that accurate data collection can be carried out by submitting proposal by candidates of mustahik to LAZISNU then they are identified by amil. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan dana zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik pada LAZISNU Ponorogo. Pengelolaan dana zakat harus didukung dengan peranan amil yang profesional agar dampak zakat secara sosial ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana zakat yang potensial dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga distribusi dana zakat yang telah terkumpul tidak sembarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk memdeskripsikan sistem distribusi dana zakat produktif di LAZISNU Ponorogo. Dalam hal distribusi dana zakat ada dua kriteria, yakni konsumtif dan produktif. Distribusi zakat konsumtif adalah memberikan dana zakat kepada mustahik tanpa di ikuti pemberdayaan mutahik. Sementara distribusi zakat produktif adalah pemberian dana zakat kepada mustahik yang diikuti dengan pemberdayaan. Sifat pemberdayaan yang dilakukan bisa untuk pemberian modal usaha, juga bia dalam bentuk ketrampilan yang diwujudkan biaya pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini berkesimpulan pendataan yang akurat dengan cara pengajuan proposal oleh calon mustahik kepada LAZISNU dan identifikasi mustahik oleh amil.

Implikasi Pariwisata Syariah Terhadap Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Ramadhany, Fitratun, Ridlwan, Ahmad Ajib

Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.094 KB)

Abstract

Abstract: Tourism is one of the sectors that contribute in improving the economy of a country. Currently, tourism is becoming a trend of sharia tourism in which its operation in accordance with Islamic sharia. The existence of a new sector of sharia tourism is expected to have an impact on the increase in income and welfare of the community. The level of peoples welfare is measured by how much income levels are earned. This study aims to determine the impact of the existence of Islamic tourism to increase income and welfare of society in Lombok by using qualitative research methods. From the results of research conducted in the Department of Tourism and tourist sites by using three techniques of data collection that is observation, interviews, and documentation can be concluded that overall Islamic tourism has a positive impact on the increase of income society and affect the welfare of the community it self.Abstrak: Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Saat ini pariwisata yang tengah menjadi tren yaitu pariwisata syariah yang mana pengoperasiannya sesuai dengan syariah islam. Adanya sektor baru yaitu pariwisata syariah diharapkan akan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat diukur dari seberapa besar tingkat pendapatan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi dari adanya pariwisata syariah terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Lombok dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Dinas Pariwisata dan lokasi wisata dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pariwisata syariah memiliki implikasi yang positif terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat dan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat itu sendiri.