cover
Filter by Year
Media Pharmaceutica Indonesiana
Published by Universitas Surabaya
Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) is a journal focusing on pharmaceutical aspects. MPI is dedicated to update and support the development of information and knowledge on pharmaceutical fields. This journal is published twice a year (June and December).
Articles
39
Articles
Aktivitas Inhibisi Enzim Alfa-glukosidase dari Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) secara In vitro

Yuniarto, Ari, Selifiana, Nita

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.005 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia.Salah satu obat yang dapat digunakan untuk menangani diabetes mellitus, khususnya untuk diabetesmellitus tipe II adalah akarbosa. Akarbosa dapat digunakan pada pasien dengan kadar gula post-prandialyang tinggi. Akarbosa bekerja dengan mekanisme menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase di dalamusus. Penghambatan yang terjadi pada enzim alfa-glukosidase menyebabkan penundaan absorpsi dan digestiglukosa. Maka, kenaikan kadar gula post-prandial dapat dicegah. Namun, penggunaan obat sintetik antidiabetesseperti akarbosa dalam jangka waktu panjang dapat memberikan beberapa efek samping, khususnyagangguan pada sistem saluran pencernaan. Oleh karena itu, penggunaan obat bahan alam sebagai terapialternatif dapat dipertimbangkan untuk digunakan. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki potensisecara empiris sebagai antidiabetes adalah bangle (Zingiber cassumunar). Penelitian ini bertujuan untuk mengujiaktivitas penghambatan terhadap enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol rimpang bangle. Hasil IC50yang didapatkan dari uji aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase adalah 98,31 μg/ml. IC50 akarbosasebagai pembanding adalah 36,17 μg/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, dapat disimpulkanbahwa ekstrak etanol rimpang bangle memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dan dipertimbangkanlebih lanjut sebagai kandidat obat antidiabetes, khususnya untuk mengobati diabetes mellitus tipe II.

Efektivitas Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi Ke-3 Dibandingkan Fluroquinolon Terhadap Pasien Infeksi Saluran Kemih di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Baso, F F, Perwitasari, D A, Risdiana, I

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.742 KB)

Abstract

Salah satu penyakit infeksi yang banyak dijumpai di rumah sakit adalah infeksi salurankemih. Pemilihan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan resistensi dan multipelresistensi mikroba terhadap antibiotik yang berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas,dan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan perbandinganlama rawat inap antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-3 dan fluoroquinolon di instalasi rawatinap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan kohort retrospektifpada pasien ISK periode Januari 2015 – Desember 2017. Semua data pasien yang memenuhi kriteriainklusi diambil dari catatan rekam medis pasien. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 66 pasienISK, 90,9% didominasi oleh perempuan dan 53% didominasi oleh kelompok berumur >60 tahun.Kedua golongan antibiotik tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap luaran terapi muntah(p=0,178), nyeri pinggang (p=1,000), nyeri berkemih (p=0,587), dan lama rawat inap (p=0,364). Sedangkankedua golongan antibiotik menunjukkan perbedaan bermakna terhadap luaran terapi suhubadan (p=0,001) dan lekosit urin (p=0,001). Antibiotik golongan fluoroquinolon memiliki rata-ratalama rawat inap lebih cepat 5,42 hari dibandingkan golongan sefalosporin generasi ke-3. Efektivitasantara kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) terhadap suhu badan danlekosit urin, namun kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p>0,05) terhadapluaran terapi muntah, nyeri pinggang, nyeri berkemih, dan lama rawat inap.

Studi Farmakokinetika Teofilina Setelah Pemberian Oral Dosis Tunggal Tablet Teofilina dan Aminofilina Lepas Kendali pada Subyek Normal

Parfati, Nani, Chandra, Jenny, Sia, Tan Kiauw, Queljoe, Doddy de, Kardjito, Thomas

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.627 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari farmakokinetika dari teofilina setelahpemberian oral dosis tunggal tablet teofilina dan aminofilina lepas kendali pada subyek normal. Ta–blet teofilina (dosis 300 mg) dan aminofilina (dosis 350 mg) lepas kendali diberikan dalam bentukoral dosis tunggal, pada pria normal (20-30 tahun, 50-75 kg), tidak merokok, dengan fungsi paruparu,hati, ginjal dan jantung normal. Kadar teofilina serum ditentukan dengan metode FlourescencePolarization Immunoassay (FPIA). Parameter farmakokinetika yang diamati meliputi: t maks, Cpmaks, AUC, tetapan laju absorpsi (Ka) dan eliminasi (K) serta t ½ eliminasi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa profil kurva kadar teofilina serum terhadap waktu untuk tablet teofilina (AUC=97,56μg/ml jam, Cp maks=5,83 μg/ml, Ka=0,209 jam-1, t maks=4 jam, K=0,080 jam-1, dan t½=8,87 jam)dan aminofilina (AUC=121,93 μg/ml jam, Cp maks=6,70 μg/ml, Ka=0,239 jam-1, t maks=6,8 jam,K=0,061 jam-1, dan t½=11,51 jam) lepas kendali sesuai dengan profil farmakokinetika sediaan lepaskendali pada umumnya.

MYOPATHY ADVERSE DRUG REACTION ASSOCIATED WITH LANSOPRAZOLE: A CASE REPORT

Karina, Lidya, Cahyadi, Hanny

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.425 KB)

Abstract

Proton pump inhibitor has been reported to cause myopathic adverse drug reactions in severaloverseas countries. Unfortunately, this case has never been raised and has not received much attentionin Indonesia. A case about myopathy associated with lansoprazole in 48-years old man has been recently reportedin Indonesia. Assessment methods used were time series data collection followed by causality analysisusing Naranjo Scale. The results of analysis revealed a Naranjo Scale of 9, which was interpreted as definite.This report concluded that lansoprazole could triggered myopathy adverse drug reaction in some sensitivepatient. The mechanism presumably through inhibition of H+K+-ATPase in other tissue which can leaddestruction of myofibril and leakage of calcium, pottasium, phosphate, myoglobin, creatine phosphokinase,lactate dehydrogenase, and aspartate transaminases from the muscle. This case report aims to remindhealth professionals to pay more attention at possible myopathy adverse drug reactions in the use of lansoprazoleand other proton pump inhibitors, so that more serious adverse drug reactions could be prevented.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN Coleus Scutellarioides

Melisa, Novalia, Hartianti, Idan, Prakoso, Valentio F, Teruna, Hilwan Y, Hendra, Rudi

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.317 KB)

Abstract

Coleus scutellarioides merupakan salah satu tanaman yang digunakan untuk mengobati berbagaijenis penyakit di Indonesia. Pada penelitian ini, daun segar diekstraksi dengan pelarut yang berbeda(metanol, etil asetat, diklorometana, dan n-heksana). Semua ekstrak diuji aktivitas antioksidannya denganmenggunakan radikal bebas DPPH. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak diklorometana memiliki aktivitasantioksidan yang paling tinggi, diikuti dengan ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 masing-masing29,26 dan 67,22 μg/mL. Ekstrak metanol dan n-heksana menunjukkan aktivitas antioksidan yang lemahdengan nilai IC50 > 500 μg/mL. Selain itu, uji toksisitas juga dilakukan pada ekstrak menggunakan BrineShrimp LethalityTest (BSLT). Hasil menunjukkan ekstrak n-heksana memiliki toksisitas yang tinggi diikutidengan ekstrak diklorometana, etil asetat, dan metanol dengan nilai LC50 masing-masing 41,59; 59,93;312,61; dan >500 μg/mL. Oleh karena itu, dapat disimpulkan tanaman ini mengandung senyawa yangmemiliki aktivitas antioksidan dan memiliki toksisitas yang baik sebagai uji pendahuluan antikanker.

Pengembangan Model Hewan Coba Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Induksi Diet Tinggi Fruktosa Intragastrik

Wulansari, Devyani Diah, Wulandari, Devyana Dyah

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.459 KB)

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir banyak dikembangkan model hewan diabetes mellitus untukmemahami patogenesis, komplikasi, dan pengaruh genetik yang meningkatkan risiko diabetes mellitustipe 2, baik dengan menggunakan bahan kimia maupun dengan modifikasi secara genetik termasuk tikusknockout transgenik, umum, dan knockout spesifik jaringan. Dalam penelitian ini model hewan diabetesmellitus tipe 2 dikembangkan melalui metode pendekatan konsumsi gula pada manusia dengan mengacupada karakteristik kondisi diabetes mellitus tipe 2, penyebab atau mekanisme yang mendasari, serta pertimbangankeuntungan dan kerugian bagi para peneliti dalam penelitian diabetes. Penelitian ini menggunakan32 ekor hewan coba, diadaptasikan selama 14 hari kemudian dibagi dalam 4 kelompok yaitukelompok kontrol, kelompok perlakuan yang diberi larutan fruktosa 2, 5, dan 9 g/kgBB selama 56 hari.Hasil uji komparasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05) padavariabel dosis fruktosa dan gula darah puasa akhir. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberianfruktosa secara intragastrik jangka panjang dapat memicu kenaikan glukosa darah puasa pada tikus.

Penggunaan Analgesik untuk Perawatan Paliatif Pasien Kanker di Poli Paliatif Puskesmas di Kota Surabaya

Herawati, Fauna, Pratiwi, Vina Fitriana

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 2 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.177 KB)

Abstract

Gejala paling umum dan menyedihkan pada pasien kanker adalah nyeri. Oleh karena itu telah dilakukanpenelitian yang bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan analgesik dan mengevaluasi tingkatkualitas hidup pasien kanker setelah mendapatkan perawatan paliatif dengan alat ukur nyeri berupa kuesionerBrief Pain Inventory (BPI) dan kuesioner Indonesian Barrier Quetionnaire (IBQ). Penelitian ini adalah noneksperimentaldengan rancangan penelitian cross sectional. Pasien kanker diberikan alat ukur nyeri dan kuesionerpada saat datang ke Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil penggunaan analgesik padapasien kanker sudah sesuai dengan pedoman bebas nyeri WHO yaitu step 2 pengobatan untuk nyeri ringan hinggasedang dengan obat yang digunakan kombinasi antara kodein dan parasetamol. Kualitas hidup pasien kankeryang telah menerima perawatan paliatif sudah cukup baik, diukur menggunakan alat ukur untuk penilaiannyeri, BPI, terlihat bahwa nyeri yang dirasakan adalah nyeri ringan dengan hasil penilaian 0,8322 serta diukurmenggunakan kuesioner IBQ dapat terlihat hambatan yang terjadi adalah kecil dengan hasil penilaian 0,432.

Optimasi dan Karakterisasi Pengeringan Ekstrak Buah Mengkudu dengan Penambahan Bahan Pengering Synthetic Amorphous Silica

Oktaviyanti, Nina Dewi, Avanti, Christina, Yulianto, Fajar Tri

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 1 No 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.525 KB)

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah lama digunakan di Indonesia dan seluruh duniasebagai obat tradisional dan suplemen. Proses ekstraksi dari buah mengkudu menghasilkan ekstrakkental yang kurang dapat diterima oleh masyarakat karena bau dan konsistensinya. Oleh karena itu,perlu adanya alternatif proses pengeringan dari ekstrak kental menjadi ekstrak kering yang tetapdapat menjaga kualitas, efektifitas, dan keamanan dari produk akhirnya. Penelitian ini bertujuan untukmengkarakterisasi dan menentukan penambahan Synthetic Amorphous Silica (SAS) yang palingefektif sebagai bahan pengering pada proses pengeringan ekstrak buah mengkudu. Parameter yangdianalisis meliputi karakteristik fisik dan kimia. Penambahan SAS terhadap ekstrak dengan perbandingan1:2 menunjukkan hasil yang paling efektif terhadap kandungan lembab yaitu 3,20 % ± 0,07.Hasil tersebut selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan parameter uji lainnya yaitu sifat alir, distribusiukuran partikel, bobot jenis, profil KLT dan ternyata seluruh hasil dari parameter tersebut sesuaidengan ketentuan. Ekstrak kering hasil pengeringan dengan SAS perbandingan 1:2 memberikankecepatan alir sebesar 11,11 ± 0,2092 g/detik, jumlah fines sebanyak 10,20%, dan kompresibilitassebesar 12,18% ± 0,02.

Pengaruh Co-Process Superdisintegran Crospovidone- Croscarmellose Sodium (1:3) pada Sediaan Orally Disintegrating Tablet Atenolol-β-Siklodekstrin

Parfati, Nani, Rani, Karina Citra, Saputra, I Wayan Gede Arie

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 1 No 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.117 KB)

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan bentuk sediaan yang dikembangkan untukmempercepat waktu hancur, meningkatkan kepatuhan pasien dan efek terapi obat. ODT dirancangmemiliki sifat mudah hancur pada rongga mulut kurang dari 1 menit, sehingga geriatri tidak memerlukantambahan air untuk membantu menelan dan cocok untuk penderita geriatri. Pada penelitianini dilakukan formulasi sediaan ODT dengan pembentukan kompleks inklusi atenolol-β-siklodekstrindengan penambahan superdisintegran co-process crospovidone-croscarmellose sodium (1:3) menggunakanmetode cetak langsung. Evaluasi pembuatan ODT terdiri dari uji pre-kompresi dan postkompresi.Hasil pembuatan ODT atenolol-β-siklodekstrin juga diuji statistik dari segi waktu pembasahan,rasio penyerapan air, waktu hancur, waktu dispersi in vitro, dan parameter disolusi (AUC,%ED, dan Kr). Penambahan co-process superdisintegran menunjukkan waktu pembasahan 44,45 ±2,76 detik; rasio penyerapan air 26,27 ± 1,1%; waktu hancur 38,07 ± 4,56 detik; dan waktu dispersiin vitro 73,83 ± 2,71 detik. Hasil Uji disolusi didapatkan nilai AUC 3983,40 ± 189,60; ED 66,39 ±3,16%; dan Kr 0,0778 ± 0,04. Campuran fisik menunjukkan waktu pembasahan 44,87 ± 3,33 detik;rasio penyerapan air 27,76 ± 1,35%; waktu hancur 38,28 ± 5,32 detik; dan waktu dispersi in vitro83,20 ± 2,67 detik. Hasil uji disolusi didapatkan nilai AUC 3916,20 ± 235,80; ED 65,27 ± 3,93%; danKr 0,0655 ± 0,03. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat bahwa penambahan superdisintegranco-process menunjukkan hasil yang tidak berbeda bermakna dengan campuran fisik.

Pengembangan Formula dan Uji Stabilitas Fisik-pH Sediaan Gel Facial Wash yang Mengandung Ekstrak Etanol Kulit Kayu Kesambi

Eugresya, Gabriela, Avanti, Christina, Uly, Stella Agustina

Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) Vol 1 No 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.648 KB)

Abstract

Kesambi (Schleichera oleosa (L.) Oken.) merupakan tanaman khas provinsi Nusa TenggaraTimur. Pada esktrak etanol kulit kayu Kesambi terbukti mengandung triterpenoid yang berfungsi sebagaiantimikroba dalam melawan gram negatif dan positif. Sediaan facial wash sebagai pembersih wajahmerupakan produk yang umum digunakan pada kehidupan sehari-hari, namun dengan karakteristikekstrak etanol kulit kayu kesambi dan karakteristik formula standard facial wash yang berbeda akanmenjadi tantangan dalam memformulasikannya menjadi sebuah produk yang stabil. Pada penelitian inidikembangkan 9 formula (formula 1 s.d formula 9) facial wash yang mengandung ekstrak etanol kulit kayukesambi yang dievaluasi organoleptis dan viskositasnya. Selanjutnya ditentukan 3 formula terbaik yaituformula 7, 8, dan 9 untuk diuji stabilitas dipercepat menggunakan climatic chamber pada suhu 40 ± 2˚C dankelembaban relatif 75 ± 5% dengan titik pengamatan pada hari ke-0, 8, dan 30 sebanyak tiga replikasi. Tigaformula dievaluasi berdasarkan organoleptis, viskositas, tingkat busa, daya sebar dan pH selama uji stabilitas.Selain itu, dilakukan modifikasi pada konsentrasi gelling agent pada formula yang dirancang, yaitu 0,5%;0,7%; dan 0,8%. Berdasarkan uji stabilitas yang dilakukan, ketiga formula terbaik mengalami peningkatansignifikan pada parameter viskositas dan penurunan pada daya sebar akibat penguapan air yang terjadipada sediaan selama 30 hari penyimpanan, namun ketiga formula tersebut memiliki pH yang stabil, dimanapH sediaan tidak berubah secara bermakna setelah 30 hari penyimpanan. Namun ketiga formula dapatmempertahankan busa selama 30 hari penyimpanan. Perbedaan konsentrasi gelling agent berpengaruhterhadap viskositas yang dihasilkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan formula7 adalah formula terbaik berdasarkan parameter organoleptis, viskositas, tingkat busa, daya sebar, dan pH.