Pharmauho
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : -
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho" : 7 Documents clear
Study of Physical Characteristic and Equivalence between Generic and Branded Name of Phenylbutazone Tablet Akib, Nur Illiyyin; Husnaeni, Husnaeni; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.497 KB)

Abstract

Physical characterization and equivalence testing of generic and branded names of phenylbutazone tablets have been done. The information about quality of generic drugs is expected to increase the use of generic drugs by health practitioners and public. Dissolution test carried out by in vitro had correlation with bioequivalence by in vivo test. Sample of dissolution testing were generic (G) and branded (A and B) names of 200 mg phenylbutazone tablets. Physical characteristic test performed by uniformity weight test, hardness and disintegration time. Dissolution test were conducted by using basket and spectrophotometry ultra violet method in 200-400 nm wavelength. The result of uniformity weight of generic drug and branded drug was 352,02 mg and 352,82 mg, the hardness of generic was 9,58 kgf and branded was 9,50 kgf, and disintegration test result of generic was 16,1 minutes and branded was 3 minutes. The result of dissolution testing were dissolution profile and dissolved concentration at 30 minutes that compared to qualify of USP XXXII. Relative bioavailability testing of generic to A brand was 101.580 and generic to B brand was 105.275. Based on statistical test, there was no significant different or pharmaceutical equivalent. The generic tablets were equivalent to A and B branded names tablets with similar factors 82.120 and 74.271.Keywords: Equivalence, Dissolution, Salbutamol tablet; generic name, branded name
Skrining Bakteri Penghasil Enzim β-Siklodekstrin Glukosil Transferase (β-CGTase) dari Tanah Jatinangor Rostinawati, Tina; Lestari, Hilda Shinta
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.04 KB)

Abstract

Siklodekstrin merupakan oligosakarida yang bernilai tinggi serta memiliki manfaat dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Dari ketiga jenis siklodesktrin yang paling banyak digunakan dalam bidang farmasi adalah β-siklodekstrin. Produksi β-siklodekstrin dihasilkan oleh enzim β-Siklodekstrin Glukosil Transferase (β-CGTase) dengan mengubah pati menjadi β-siklodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bakteri penghasil enzim β-CGTase dari tanah Jatinangor dan pati yang memberikan aktivitas enzim terbaik. Metode yang digunakan dalam skrining menggunakan media Horikoshi dengan indikator fenolftalein. Hasil positif ditandai dengan adanya yellow hollow zone di sekitar pertumbuhan bakteri. Dari hasil skrining sampel tanah beberapa daerah di Jatinangor diperoleh 5 isolat bakteri yang menghasilkan β-CGTase. Kelima bakteri tersebut diidentifikasi merupakan genus Bacillus. Untuk pati yang memberikan aktivitas CGTase terbesar adalah pati sagu. Pengujian aktivitas enzim dari isolat terbesar (Bacillus TRU) dengan menggunakan pati sagu memberikan aktivitas sebesar 26,23 U/mL.Kata kunci: CGTase, β-CGTase, β-siklodekstrin, bacillus
Potensi Ekstrak Daun dan Batang Katola (Arcangelisia flava L. Merr) Sebagai Antimikroba Yamin, Yamin; Hasnawati, Hasnawati
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.981 KB)

Abstract

Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit dan kematian yang sering terjadi di negara berkembang seperti Indonesia.Infeksi dapat disebabkan oleh mikroba patogen. Pengobatan infeksi menggunakan antimikroba yang tidak tepat menimbulkan resistensi, untuk mengatasi masalah ini memerlukan solusi dengan memanfaatkan tanaman yang memiliki potensi kuat sebagai antimikroba. Salah satu tanaman yang digunakan secara empiris sebagai antimikroba adalah katola (Arcangelisia flava L. Merr). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antimikroba daun dan batang katola terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis ATCC 6233, Escherichia coli ATCC 35218, Salmonella typhi YCTC, Shigella dysenteriae dan jamur Candida albicans ATCC 10231, mengetahui kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) terhadap bakteri dan jamur, mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung pada daun dan batang katola, sera mengetahui golongan senyawa aktif sebagai antibakteri. Metode yang digunakan meliputi difusi agar untuk uji aktivitas antimikroba, KHM serta KBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol katola memiliki potensi sebagai antimikroba terhadap B. subtilis ATCC 6233, E. coli ATCC 35218, S. typhi YCTC, S. dysenteriae dan C. albicans ATCC 10231. Nilai KHM ekstrak batang terhadap seluruh bakteri pada konsentrasi 1000 ppm dan nilai KBM pada konsentrasi 1500 ppm. Hasil uji skrining fitokimia pada batang dan daun menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid dan tanin.
Pengaruh Basis Kaolin dan Bentonit Terhadap Sifat Fisika Masker Lumpur Kombinasi Minyak Zaitun (Olive Oil) dan Teh Hijau (Camelia sinensis) Fauziah, Dewi Winni
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.605 KB)

Abstract

Masker merupakan salah satu jenis kosmetik perawatan yang cukup dikenal dan banyak digunakan sebagai perawatan kulit wajah. Pada formulasi masker, basis lumpur seperti kombinasi kaolin dan bentonit cukup sering digunakan. Masker lumpur banyak diminati dikalangan masyarakat saat ini karena memiliki manfaat dalam mengangkat kotoran, melembabkan kulit serta mendetoksifikasi kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh  penggunaan basis kaolin dan bentonit sebagai basis lumpur terhadap sifat fisika sediaan masker wajah kombinasi minyak zaitun dan teh hijau. Pada penelitian digunakan minyak zaitun dan teh hijau sebagai zat aktif masker dengan konsentrasi masing-masing 10%. Kaolin dan bentonit yang digunakan sebagai basis memiliki variasi konsentrasi pada setiap formula secara berturut-turut yaitu F1 35% dan 0,5%, F2 30% dan 1%, F3 25% dan 1,5%, F4 20% dan 2%. Sediaan dari masing-masing formula dilakukan  uji evaluasi meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, dan uji hedonik. Hasil penelitian dari setiap formula menunjukkan bahwa variasi konsentrasi basis kaolin dan bentonit memberikan pengaruh pada sifat fisika masker. Hasil evaluasi dari setiap formula dapat disimpulkan bahwa formula 1 merupakan formula terbaik dengan konsentrasi kaolin 35% dan bentonit 0,5%.Kata Kunci: Masker lumpur, minyak zaitun, teh hijau, kaolin, bentonit
Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antioksidan Mardikasari, Sandra Aulia; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Juswita, Endeng
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antioksidan. Daun jambu biji adalah salah satu tanaman di sulawesi tenggara yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak etanol daun jambu biji diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% yang kemudian didelipidasi dengan pelarut non polar n-heksan. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang digunakan dalam sediaan lotion adalah konsentrasi inbisi 50% ekstrak terhadap radikal bebas yaitu 10xIC50; 20xIC50;  dan  30xIC50. Evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion dilakukan sebelum dan sesudah cycling test. Metode cycling test merupakan metode yang digunakan untuk melihat kestabilan fisik dari lotion yang dilakukan selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik sediaan lotion meliputi pengamatan organoleptik, pengujian homogenitas, pengukuran pH, pengukuran viskositas, dan uji daya sebar. Evaluasi kestabilan sebelum cycling test menunjukkan bahwa keseluruhan formula lotion yang dibuat sebelum cycling test adalah stabil yaitu Konsistensi  kental dan homogen; pH berkisar antara 6,55-6,8 (sesuai dengan SNI untuk pH kulit); daya sebar sediaan berkisar antara 4,7-6,9; dan viskositas berkisar antara 2200-4000 (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion). Sedangkan setelah cycling test menunjukkan bahwa formula lotion tidak stabil secara fisik dengan konsistensi sediaan yang berubah menjadi cenderung lebih cair, viskositas sediaan mengalami penurunan, pH sediaan mengalami penurunan yang signifikan (p-value<0,05), serta daya sebar sediaan yang meningkat secara signifikan (p-value<0,05) setelah cycling test.Kata Kunci: jambu biji, lotion, stabilitas fisik, cycling test
Perbandingan Hasil Penetapan Kadar Vitamin C pada Buah Kiwi (Actinidia deliciousa) dengan Menggunakan Metode Iodimetri dan Spektrofotometri UV-Vis Mulyani, Elly
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.042 KB)

Abstract

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel. Sumber vitamin C adalah buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Buah kiwi mengandung vitamin c yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan hasil kadar vitamin C dalam buah kiwi dengan menggunakan metode iodimetri dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis vitamin C pada buah kiwi dengan menggunakan metode iodimetri tingkat kandungan 0,040%, sedangkan kandungan vitamin C pada buah kiwi  dengan  metode  menggunkan  spektrofotometri  UV-Vis  menghasilkan  kadar 0,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan kadar vitamin C yang didapat dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis lebih tinggi   dengan metode iodimetri.Kata Kunci : Vitamin C, Buah Kiwi, Iodimetri, Spektrofotometri UV-Vis.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Komba-Komba (Eupatorium odoratum) Berbunga Putih dan Berbunga Kuning Sebagai Antinyamuk Armadany, Fery Indradewi; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng; Fiyana, Ayu Sasta; Novi, Novi
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.583 KB)

Abstract

Komba-komba (Eupatorium odoratum) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak terdapat di daerah Sulawesi Tenggara dan memiliki khasiat sebagai penolak  nyamuk (repellant). Terdapat dua jenis tumbuhan yang dikenal sebagai komba-komba, yaitu komba-komba berbunga putih dan komba-komba berbunga kuning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan berbunga kuning dan untuk mengetahui aktivitas antinyamuknya. Daun komba-komba diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian didelipidasi menggunakan n-heksan. Ekstrak terdelipidasi diidentifikasi metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia secara kualitatif menggunakan reagen spesifik. Sedangkan uji aktivitas antinyamuk ekstrak terdelipidasi menggunakan konsentrasi 5%, 6%, dan 7% untuk menentukan daya proteksinya selama 6 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan jenis metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun komba-komba berbunga putih dan kuning sama, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin tinggi aktivitas antinyamuk yang dihasilkan. Ekstrak daun komba-komba berbunga kuning dan berbunga putih memiliki aktivitas antinyamuk yang sama, dimana ekstrak 7% memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk sediaan karena memiliki aktivitas awal 100% dan aktivitas hingga jam ke-6 sebesar 73%.Kata kunci: antinyamuk, Eupatorium odoratum, komba-komba, metabolit sekunder 

Page 1 of 1 | Total Record : 7