Pharmauho
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : -
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho" : 8 Documents clear
Potensi Daun Jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn) Sebagai Antibakteri Yamin, Yamin; Ruslin, Ruslin
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.418 KB)

Abstract

Daun jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn) telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, diantaranya untuk mengobati infeksi kulit. Meskipun demikian, aktivitas  antibakteri tanaman ini belum dibuktikan secara ilmiah. Jakang diketahui mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, asetofenon, lignin dan antrakuinon. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi fraksi metanol sebagai antibakteri dari daun jakang. Penyarian dilakukan secara maserasi dengan menggunakan metode penyarian bertingkat, yakni dari non polar (petroleum eter), semipolar (kloroform) dan polar (metanol). Aktivitas antibakteri ekstrak kemudian diuji terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922 dengan metode difusi. Ekstrak yang aktif selanjutnya difraksinasi dengan kromatografi cair vakum, eluat dikelompokkan berdasarkan kesamaan bercak kromatografi lapis tipis. Fraksi yang diperoleh diuji aktivitasnya dengan metode difusi agar, dan diperoleh diketahui data bahwa esktrak metanol memiliki 4 (empat) fraksi, dimana 3 (tiga) fraksi aktif sebagai antibakteri pada bakteri Staphylococus aureus ATCC 25923.Kata kunci: Daun jakang, Muehlenbeckia platyclada, fraksi metanol, antibakteri
Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Ekstrak n-heksan Klika Anak Dara (Croton oblongus Burm F.) Haeria, Haeria; Sukri, Sukri; Sukri, Muhammad
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.729 KB)

Abstract

Penelitian tentang fraksinasi dan identifikasi senyawa ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa dari hasil fraksinasi ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) dan bagaimana profil hasil fraksinasi dari ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.). Hasil penelitian menghasilkan 3 gabungan fraksi yang disebut sebagai fraksi A, fraksi B dan fraksi C. Fraksi A positif mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid, fraksi B positif mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan fenol, sedangkan fraksi C positif mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Hasil identifikasi menunjukkan hasil fraksinasi ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) positif mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan fenolik.Kata Kunci: Fraksinasi, identifikasi, KLT, Croton oblongus
Formulasi Nanopartikel Kurkumin dengan Teknik Gelasi Ionik Menggunakan Kitosan, Tripolifosfat dan Natrium Alginat serta Uji Stabilitasnya Secara In Vitro Suryani, Suryani; Wahyuni, Wahyuni; Ariastika, Dian; Rahmanpiu, Rahmanpiu
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.888 KB)

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa obat yang memiliki potensi cukup besar sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba dan antikarsinogenesis, namun terkendala oleh sifat kurkumin yang sukar larut dalam air sehingga menyebabkan rendahnya bioavailibilitas di dalam sirkulasi sistemik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan formulasi kurkumin dalam bentuk nanopartikel menggunakan polimer kitosan, suatu derivat dari kitin yang dapat diperoleh dari limbah cangkang kepiting maupun udang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi nanopartikel kurkumin dengan teknik gelasi ionik menggunakan kitosan, tripolifosfat (TPP) dan natrium alginate serta mengevaluasi stabilitas nanopartikel secara in vitro. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan meliputi uji efisiensi penjerapan, penentuan ukuran partikel dan zeta potensial menggunakan alat Particle Size Analyzer dan pengamatan morfologi menggunakan alat Transmission Electron Microscopy (TEM). Stabilitas nanopartikel kurkumin secara in vitro menggunakan cairan lambung buatan dan cairan usus buatan dan hasilnya diperoleh dengan menghitung pelepasan kurkumin dari nanopartikel. Hasil penelitian menunjukkan formula nanopartikel paling baik mengandung komposisi kurkumin 0,01%; kitosan 0,02%; tripolifosfat 0,01%; dan natrium alginat 0,02%. Efisiensi penjerapan kurkumin dalam nanopartikel berkisar 86,60% - 93,21%, ukuran partikel rata-rata 693,8 nm dan zeta potensial +15,13 mV. Hasil pengamatan morfologi memperlihatkan partikel berbentuk bulat dengan permukaan yang tidak rata. Nanopartikel diketahui lebih stabil di dalam cairan usus buatan dibandingkan dalam cairan lambung buatan. Hal ini mengindikasikan nanopartikel kurkumin sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat yang efektif.Kata kunci : nanopartikel kurkumin, kitosan, gelasi ionik, natrium alginat, stabilitas
Penentuan Aktivitas Siklisasi-β Siklodekstrin Glukosiltransferase Wild Type, H43K, P84Y, Y93F, Y188L, dan S468F dari Bacillus sp. A2-5a terhadap Pati Terlarut Rostinawati, Tina; Sumirtapura, Yeyet Cahyati; Elfahmi, Elfahmi; Retnoningrum, Debbie Soefie
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.148 KB)

Abstract

Siklodekstrin (CD) merupakan oligosakarida yang terdiri atas enam sampai delapan glukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4 glikosida (CD-α, -β dan -γ). Molekul ini memiliki kemampuan membentuk kompleks inklusi dengan suatu molekul ”tamu” (guest) yang bersifat hidrofobik. CD membentuk cincin yang rongganya bersifat hidrofob namun permukaan luarnya bersifat hidrofil sehingga memungkinkan molekul tamu yang tidak larut air untuk berkompleks di dalam rongganya. Senyawa ini diaplikasikan secara luas pada berbagai industri farmasi, bioteknologi, makanan, kimia, tekstil,  pertanian dan juga untuk perlindungan lingkungan. CD dihasilkan melalui reaksi enzimatis siklodekstrin glikosiltransferase (CGTase) terhadap pati sebagai substrat. CGTase yang berasal dari Bacillus sp. A2-5a (BA2-5a) merupakan CGTase-β yang menghasilkan CD-β sebagai produk utamanya dengan sebagian kecil CD-α dan selebihnya CD-γ. Pada penelitian sebelumnya telah dihasilkan CGTase BA2-5a mutan melalui substitusi asam amino pada posisi 43, 84, 93, 188 dan 468 yang menghasilkan CGTase BA2-5a H43K, P84Y, Y93F, Y188L dan S468F. Pada penelitian ini ditentukan aktivitas siklisasi-β CGTase BA2-5a wild type dan CGTase mutan H43K, P84Y, Y93F, Y188L dan S468F. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas siklisasi-β CGTase wild type dan pengaruh substitusi asam amino pada posisi 43, 84, 93, 188 dan 468 terhadap aktivitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siklisasi-β CGTase wild type, CGTase H43K, CGTase P84Y, CGTase Y93F, CGTase Y188L dan CGTase S468F adalah 5,01; 2,14; 2,78; 1,77; 0,62; dan 3,37 unit/ml. Pada penelitian ini juga ditentukan aktivitas spesifik CGTase wild type, CGTase H43K, CGTase P84Y, CGTase Y93F, CGTase Y188L dan CGTase S468F sebagai berikut : 65,6; 41,2; 53,8 29,1; 11,0; dan 57,6 (unit/mg). Substitusi asam amino pada CGTase BA2-5a menunjukkan penurunan aktivitas siklisasi-β.Kata kunci: BA2-5a, CGTase wild type, substitusi, CGTase mutan, aktivitas siklisasi-β
Studi In Silico Senyawa 2-amino-5-(3-(4-hydroxy-3,5-dimethoxy-benzoyl)guanidino)pentanoic acid dan Turunannya sebagai Inhibitor Phospodiesterase-5 Ruslin, Ruslin; Febriantara, Syam; Yamin, Yamin
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.809 KB)

Abstract

Perkembangan penemuan senyawa kandidat obat selama beberapa dekade memiliki perkembangan yang pesat. Salah satu teknik pengembangan yang efektif adalah metode In Silico. Dengan memanfaatkan simulasi, pengembangan obat inhibitor Phospodiesterase-5 dapat dilakukan untuk tujuan terapi pada pasien disfungsi ereksi. Leonurin, senyawa yang didapatkan dari tanaman deungdeureunam memiliki khasiat afrodisiaka. Turunan senyawa yang salah satunya 2-amino-5-(3-(4-hydroxyl-3,5-dimethoxybenzoyl)guanidino) pentanoic acid dikembangkan untuk melihat kerjanya dalam menghambat Phospodiesterase-5 secara in silico. Senyawa diuji dengan membandingkannya dengan sildenafil, obat inhibitor Phospodiesterase-5 yang telah diakui WHO. Senyawa dibentuk menggunakan software ChemBioDraw, HyperChem, kemudian ditambatkan dengan ArgusLab 4.0.1 dengan molekul Phospodiesterase-5 yang didapatkan dari situs penyedia PDB. Dari studi In Silico diketahui 10 turunan senyawa memiliki ∆G masing-masing sebesar -6.95155 kcal/mol, -7.84975, -7.87837 kcal/mol, -7.42338 kcal/mol, -7.54449 kcal/mol, -7.94204 kcal/mol, -7.68970 kcal/mol, -8.19100 kcal/mol, -8.107 kcal/mol, -7,93392 kcal/mol. Sildenafil sendiri memiliki nilai ∆G sebesar -8,57159 kcal/mol. Sildenafil masih memiliki kerja yang lebih baik dibandingkan dengan ∆G terkecil dari 10 turunan senyawa dengan selisih sebesar 0,38059 kcal/mol.Kata kunci : In Silico, Penambatan Molekuler, Leonurin, Afrodisiaka, Desain Obat
Optimasi Formula Tablet Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocotum Ruiz & Pav) dengan Metode Kempa Langsung Menggunakan Desain Faktorial Sugiyono, Sugiyono; Iftitah, Aqib Ossa Eldurr; Windriyati, Yulias Ninik
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.778 KB)

Abstract

Ekstrak daun sirih merah (Pipercrocotum, Ruiz &Pav) memiliki khasiat salah satunya adalah sebagai mukolitik. Ekstrak dalam sediaan tablet dipengaruhi eksipien dan metode pembuatan. Avicel PH 102 sebagai bahan pengisi-pengikat dan Explotab sebagai bahan penghancur dapat dikombinasikan dalam tablet dengan metode kempa langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formula optimal tablet daun sirih merah dengan metode kempa langsung menggunakan desain faktorial. Ekstrak dibuat secara perkolasi dengan etanol 70%.Tablet ekstrak daun sirih merah dibuat dalam 4 formula dengan eksipien Avicel PH 102-Explotab   (F1 : 20%-2%, F2 : 90%-2%, F3 : 20%-8%, F4 : 90%-8%) dari bobot ekstrak menggunakan metode kempa langsung. Dilakukan optimasi menggunakan Design Expert version 8.0.6.1. Formula optimum divalidasi dan dianalisis menggunakan uji One sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Avicel PH 102 dan Explotab memberikan pengaruh meningkatkan kekerasan serta menurunkan kerapuhan dan waktu hancur. Interaksi keduanya memberikan pengaruh dalam menurunkan kekerasan serta meningkatkan kerapuhan dan waktu hancur. Formula optimum dengan kombinasi Avicel PH 102 sebesar 75,5% dan Explotab sebesar 2% terbukti valid.Kata kunci: Avicel, Explotab, Desain Faktorial, Kempa Langsung, Daun Sirih Merah.
Studi Etnomedisin Obat Tradisional Lansau Khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Ihsan, Sunandar; Kasmawati, Henny; Suryani, Suryani
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.904 KB)

Abstract

Suku Muna di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki ramuan obat tradisional tersendiri yang khas yaitu Lansau yang bahan bakunya tersebar di seluruh Pulau Muna dan makna dibalik Lansau diambil dari nilai falsafah hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunan ramuan tradisional Lansau yang terdiri dari 44 macam jenis tanaman sebagai obat tradisional khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara dari segi manfaat, jenis dan bagian tanaman yang digunakan, serta kandungan filosofis dibalik penggunaan jumlah dan macam tumbuhan obat. Metode penelitian bersifat survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan, serta studi literatur. Untuk identifikasi tanaman Lansau dilakukan determinasi tanaman di Herbarium Bogoriense Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor. Penelitian ini dilakukan di Raha dan Desa Wabintingi Kabupaten Muna dari bulan Juli-November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan macam tumbuhan obat yang digunakan terkait erat dengan nilai filosofis spiritual masyarakat Muna yang diambil dari tradisi tasawuf Islam. Sebagian besar bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun. Bentuk sediaan Lansau adalah dekok dengan cara direbus di tungku. Pengambilan tanaman dilakukan pagi hari sebelum jam 9 pagi. Jenis tanaman sebanyak 44 macam dapat disubstitusikan dengan tanaman lain yang berkhasiat sejenis menurut pengetahuan tabib/Masyarakat Muna.Kata Kunci: Etnomedisin, Obat Tradisional, Lansau, Suku Muna
Uji Toksisitas Akut Infusa Kulit Batang Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Irnawati, Irnawati; Haqqa, La Ode Izzatil; Reymon, Reymon; Karmila, Karmila
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.539 KB)

Abstract

Uji toksisitas akut dirancang untuk menentukan efek toksik suatu senyawa yang akan terjadi dengan waktu yang singkat dan dengan pemberian takaran tertentu.  Kulit batang ubi kayu merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional   yang berkhasiat sebagai obat cacing.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi toksik akut infusa kulit batang ubi kayu terhadap larva udang yang dinyatakan dalam LC50. Digunakan hewan uji 210 ekor larva udang (Artemia salina Leach) yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan. Tiap kelompok terdiri dari 10 ekor dengan 3 kali pengulangan. Konsentrasi infusa dalam media yang berisi larva udang  berturut-turut adalah 2750 µg/mL, 1500 µg/mL, 1000 µg/mL, 750 µg/mL, 500 µg/mL, 250 µg/mL, dan kontrol negatif. Pengamatan dilakukan selama 24 jam terhadap larva yang mati setelah pemberian larutan uji. Nilai LC50 infusa kulit batang ubi kayu ditentukan dengan analisis probit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa persentasi kematian larva udang setelah pemberian infusa kulit batang ubi kayu  secara berturut-turut adalah 90%, 73,3%, 60%, 50%, 40%, 30%, dan presentasi kematian kelompok kontrol 0%. Hasil dari analisis probit menunjukan nilai LC50 dari infusa kulit batang ubi kayu sebesar 873,775 µg/mL, sehingga infusa kulit batang ubi kayu dikategorikan dalam tingkat toksisitas sedang.Kata kunci: toksisitas akut, kulit batang, ubi kayu, BSLT, LC50

Page 1 of 1 | Total Record : 8