cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MIMBAR PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Peranan Fasilitator dalam Perbincangan Kumpulan Kelas: Ke Arah Pembangunan Pelajar di Institusi Pengajian Tinggi Abiddin, Norhasni Zainal; Ismail, Azahari
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.035 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1754

Abstract

ABSTRAKSI: Perbincangan adalah pertukaran pendapat ataupun idea. Kaedah perbincangan kumpulan membolehkan pelajar berfikir secara konstruktif serta berkomunikasi dengan ahli kumpulan yang lain. Perbincangan menggalakkan pelajar untuk berinteraksi antara satu sama lain. Perbincangan menitikberatkan percakapan, pemerhatian, dan proses pendengaran. Perbincangan juga merupakan kaedah dimana pelajar dan fasilitator bertukar-tukar idea supaya mendapat pemahaman yang lebih mendalam mengenai sesuatu topik. Apabila kaedah perbincangan ini digunakan secara betul, ia merupakan cara yang baik untuk merangsang pemikiran pelajar. Terdapat pelbagai teknik perbincangan yang boleh digunakan (perbincangan panel, simposium, kajian kes, dan sebagainya). Setiap satunya mempunyai ciri-ciri yang unik. Perbincangan kumpulan boleh dijadikan salah satu teknik pengajaran didalam kelas bagi meningkatkan keyakinan pelajar dan juga pembangunan pelajar. Kecemerlangan pelajar tidak hanya tertumpu kepada pembangunan akademik sahaja, tetapi perlu dilihat dari segi sahsiah (kualiti diri dan kepimpinan). Pembangunan sahsiah amat penting dalam melahirkan pelajar yang berdisiplin, berfikir kreatif dan kritis, berkemahiran dalam berkomunikasi, serta berkemahiran dalam merancang dan membuat keputusan. Artikel ini mengupas peranan perbincangan kumpulan dalam pembangunan pelajar di institusi pengajian tinggi.KATA KUNCI: Fasilitator, perbincangan kumpulan, pelajar, pembangunan akademik, dan sahsiah diri. ABSTRACT: “The Role of Facilitator in Class Group Discussion: Towards Student Development in Higher Education Institution”. Discussion is an exchange of opinions or ideas. Group discussion methods are effective in getting the students to think constructively while interacting with the rest of the group. A true class discussion requires a student-to-student interchange of ideas. Discussion emphasizes on speaking, observing, listening process. The discussion method is one in which the trainees and the facilitator exchange their ideas in order to get a better understanding of a topic. The discussion method, when used properly, is a good way to stimulate thinking on the part of the student. There are varieties of discussion techniques that can be profitably used in conducting a training program (panel discussion, symposium, case study, etc). Each has unique characteristics and potential. Group discussion can be used as one of teaching techniques in classroom to enhance students’ confidence level and personality development. Student development must be seen not only in terms of their academic performance, but also personality (self-quality and leadership). Personality development is important to create students with high discipline level, who are able to think creatively as well as think critically, excellent in communication, and competent in planning and decision making. This article elaborates group discussion in enhancing student development in higher education institutions.KEY WORD: Facilitator, group discussion, student, academic performance, and personality development.  About the Authors: Assoc. Prof. Dato’ Dr. Norhasni Zainal Abiddin dan Assoc. Prof. Dr. Azahari Ismail ialah Pensyarah di Jabatan Pemajuan Profesional dan Pendidikan Lanjutan, Fakulti Pengajian Pendidikan UPM (Universiti Putra Malaysia), Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Alamat emel: nonieza99@gmail.comHow to cite this article? Abiddin, Norhasni Zainal & Azahari Ismail. (2016). “Peranan Fasilitator dalam Perbincangan Kumpulan Kelas: Ke Arah Pembangunan Pelajar di Institusi Pengajian Tinggi” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.69-76. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (February 2, 2016); Revised (February 20, 2016); and Published (March 11, 2016).
Info MIMBARDIK edutainment, Maret 2016 Mimbar Pendidikan, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.008 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1759

Abstract

This journal was firstly published on March 11, 2016 by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung. The MIMBAR PENDIDIKAN  is a new version journal from the old journal with the similar name that was published since 1995 to 2005. This journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the educational studies in general. The MIMBAR PENDIDIKAN journal is published twice a year i.e. every March and September. Bandung, Indonesia: March 11, 2016. Prof. Dr. Didi SukyadiEditor-in-Chief of the MIMBAR PENDIDIKAN Journal. 
Analisis Isi Pesan Nilai dalam Suratkabar Singgalang untuk Pengembangan Materi pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Moeis, Isnarmi; Indrawadi, Junaidi
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.872 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1750

Abstract

ABSTRAKSI: Media massa merupakan sarana dalam mencari informasi yang cukup dipercaya oleh masyarakat. Penelitian ini justru dilatarbelakangi oleh banyaknya guru PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) saat ini yang menugaskan siswa untuk menggunakan media massa sebagai sumber belajar. Hal ini sebagai konsekuensi pelaksanaan Kurikulum 2013, yang menghendaki siswa mengumpulkan informasi di luar buku teks.  Namun, ada yang terlewatkan dari perhatian guru, yaitu bagaimana menggali nilai dari teks yang dibaca. Penelitian ini bertujuan, pertama,  untuk membantu proses pembelajaran dengan menelaah isi berita utama suratkabar, yang memuat pesan-pesan nilai spiritual dan sosial; serta, kedua,  dapat menjadi model bagi guru dalam menggunakan media massa sebagi sumber belajar. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi analisis teks, nilai spiritual yang paling banyak ditemukan adalah “tanggungjawab” dan dibawah itu adalah “nilai keadilan”; serta nilai sosial yang terbanyak adalah “nilai tanggungjawab sosial”, dengan nilai dibawah itu adalah “kepedulian”. Oleh karena itu, pengggunaan media massa sebagai sumber belajar dalam pembelajaran PPKn perlu memperhatikan beberapa pertimbangan, seperti kualitas media, serta keterampilan dalam membaca secara kritis.KATA KUNCI: Nilai spiritual, sikap sosial, guru-siswa, media massa, dan informasi berharga. ABSTRACT: “Content Analysis on Value Message in Singgalang Newspaper for Materials Development in the Subject of Civic Education”. The mass media is a means for searching information that is credible enough for the community. This study was actually motivated by a number of teachers of PPKn (Pancasila and Citizenship Education) who are currently assigning students to use the mass media as a source of learning. This use of media is a consequence of the implementation of Curriculum 2013, which requires students to collect information from outside the textbook. However, something has been overlooked by the teachers, namely how to explore the values from the text to be read. This study aims, firstly, to help the learning process by examining the contents of newspaper headlines, which contain messages of spiritual and social values; and, secondly, produce a model for teachers in using the mass media as a source of learning. The method used is content analysis. The results showed that in terms of textual analysis, the spiritual values most commonly found are "responsibility", followed by "justice"; and the highest social value is "social responsibility", followed by value of "caring". Accordingly, the use of mass media as learning resources in teaching PPKn subject needs to take some measures, such as the quality of mass media as well as skills in reading critically.KEY WORD: Spiritual value, social attitudes, teachers-students, mass media, and valuable information.  About the Authors: Dr. Isnarmi Moeis dan Dr. Junaidi Indrawadi adalah Staf Pengajar di Program Studi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Fakultas Ilmu Sosial UNP (Universitas Negeri Padang) di Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Alamat emel penulis: aanisnarmi213@gmail.comHow to cite this article? Moeis, Isnarmi & Junaidi Indrawadi. (2016). “Analisis Isi Pesan Nilai dalam Suratkabar Singgalang untuk Pengembangan Materi pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.13-24. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (February 13, 2016); Revised (February 23, 2016); and Published (March 11, 2016).
Esther: Biblical Model for Women Leadership Role in Contemporary Nigeria Olusola, Adesanya Ibiyinka
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.364 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1755

Abstract

ABSTRACT: The paper examined critically the story of Esther in the Bible, who delivered her nation when they were being threatened with total annihilation. The patriotism, faith, prayer, and determination she combined to deliver her nation were examined. With the background story of Esther given, the paper noted that leaders of women’s groups could use Esther as a role model to rescue Nigeria from total collapse, especially now that the peace of the nation is being threatened by Boko Haram insurgency. To make this more challenging to the women folk, the paper appraised the positive contributions of some women in the pre-colonial, colonial, and post-colonial periods. The paper observed that women who were appointed to the key administrative and political positions at this period performed creditably. However, the paper observed that some women started off well, but veered off to corruption. It is, therefore, noted that the fact that some women did not play their roles correctly does not mean there could not be a change. It is against this background that the paper recommended Biblical leadership model of Esther, which is a model of determination, self-sacrifice, prayer, humility, and righteousness.  Equally, women were encouraged to use their positions to improve, although they are the less privileged in the society, and to always take advantage of any circumstance.KEY WORD: Esther, women leadership, role model, patriotism, and self-sacrifice. ABTRAKSI: “Esther: Teladan dalam Alkitab untuk Peran Kepemimpinan Perempuan di Negara Nigeria Kini”. Makalah ini mengkaji secara kritis kisah Ester dalam Alkitab, yang menyelamatkan bangsanya ketika terancam dalam kehancuran total. Patriotisme, iman, doa, dan tekad yang Esther lakukan untuk membebaskan bangsanya itu dikaji dalam penelitian ini. Dengan latar belakang cerita Ester, makalah ini mencatat bahwa pemimpin kelompok perempuan bisa menggunakan Esther sebagai model atau teladan untuk menyelamatkan Nigeria dari kehancuran total, terutama sekarang ini karena perdamaian bangsa sedang terancam oleh pemberontakan Boko Haram. Untuk menjadikan hal ini lebih menantang bagi kaum perempuan, makalah ini menilai kontribusi positif dari beberapa wanita pada zaman pra-kolonial, zaman kolonial, dan zaman pasca-kolonial. Makalah ini mengamati bahwa wanita yang ditunjuk untuk menempati posisi administrasi dan politik penting pada periode ini dapat dipercaya. Namun, makalah ini juga mengamati bahwa beberapa wanita memulainya dengan baik, tetapi kemudian melakukan penyimpangan dalam korupsi. Oleh karena itu, perlu dicatat bahwa fakta beberapa wanita tidak memainkan peran mereka dengan benar tidak pula berarti bahwa perubahan tidak mungkin. Dengan latar belakang ini, makalah merekomendasikan model kepemimpinan Esther dalam Alkitab, yang merupakan teladan dalam keteguhan, pengorbanan diri, doa, kerendahan hati, dan kebenaran. Semua perempuan didorong untuk sama-sama menggunakan posisi mereka agar lebih baik, meskipun mereka adalah orang yang kurang beruntung dalam masyarakat, dan untuk selalu mengambil keuntungan dari setiap keadaan.KATA KUNCI: Esther, kepemimpinan wanita, teladan, patriotisme, dan pengorbanan diri.About the Author: Dr. Adesanya Ibiyinka Olusola is a Lecturer at the Department of Religious Studies, Ekiti State University, Ado-Ekiti, Nigeria. For academic interests, the author is able to be contacted via mobile phone at: +2348133946799 or e-mail at: olusolaibiyinka@yahoo.comHow to cite this article? Olusola, Adesanya Ibiyinka. (2016). “Esther: Biblical Model for Women Leadership Role in Contemporary Nigeria” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.77-86. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (February 11, 2016); Revised (February 21, 2016); and Published (March 11, 2016).
Table of Content and Foreword of the MIMBAR PENDIDIKAN Journal, issue of March 2016 Mimbar Pendidikan, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.349 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1760

Abstract

This journal was firstly published on March 11, 2016 by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung. The MIMBAR PENDIDIKAN  is a new version journal from the old journal with the similar name that was published since 1995 to 2005. This journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the educational studies in general. The MIMBAR PENDIDIKAN journal is published twice a year i.e. every March and September. Bandung, Indonesia: March 11, 2016. Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D.Honorable Patron of the MIMBAR PENDIDIKAN Journal; and Rector of UPI (Indonesia University of Education) in Bandung. 
Menggerak Potensi dan Memperkasa Ekonomi Ummah: Strategi ke Arah Pembangunan Ummah yang Gemilang Mansur, Kasim
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.627 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1751

Abstract

ABSTRAKSI: Tidak dinafikan bahawa umat Islam mempunyai banyak potensi ke arah memperkasa ekonomi ummah. Umat Islam dan negara-negara Islam dianugerah oleh Allah SWT (Subhanahu Wa-Ta’ala) dengan kekayaan sumber-sumber asli yang banyak. Dari segi bilangan penduduk umat Islam yang mencecah 1.8 billion merupakan suatu sumber kekuatan kepada pengerak ekonomi ummah. Justeru itu, pembangunan modal insan dilihat sebagai strategi jangka panjang yang mapan, berdaya tahan, dan berdaya saing. Islam itu sendiri merupakan cara hidup yang lengkap dan komprehensif. Manakala sistem ekonomi Islam merupakan suatu alternatif kepada umat Islam dan negara-negara Islam sebagai asas dan dasar yang perlu dilaksanakan. Pemantapan jaringan tempatan serta penerokaan dalam pasaran global merupakan agenda yang diberi keutamaan. Sistem ekonomi Islam seharusnya diperluaskan pelaksanaannya, bukan sekadar untuk menjadi pelengkap kepada sistem ekonomi konvensional. Realiti ekonomi global yang wujud cukup untuk menjelaskan beberapa kelemahan yang terdapat dalam sistem ekonomi tersebut. Keadaan ini pastinya berbeza sekiranya dunia globalisasi pada hari ini didominasikan oleh sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi Islam lebih cenderung kepada keadilan dan kesaksamaan. Pilihan ekonomi dunia, khususnya ekonomi bagi negara-negara Islam, akan menjadi lebih progresif jika pendekatan kaedah ekonomi Islam dilaksanakan.  KATA KUNCI: Umat Islam, sistem ekonomi Islam, ekonomi global, keadilan, dan kesaksamaan. ABSTRACT: “Empowering the Potential and Economy of Islamic Society: The Strategy towards Developing a Glorious Islamic Society”. There is no denying that Muslims have a lot of potential in the economic empowerment of the Islamic society. Muslims and Islamic countries are awarded by Allah SWT (Almighty God) with a wealth of natural resources. The number of Muslim population reaching 1.8 billion is a source of strength to empowering the economy of Islamic society. Hence, the development of human capital is seen as a long-term strategy of sustainability, resilience, and competitiveness. Islam itself is a way of life that is complete and comprehensive. The Islamic economic system is an alternative to the Muslims and Islamic countries, and the basis and foundation that should be implemented. Strengthening local networks and venturing into global markets is a priority agenda. Islamic economic system should be extended implementation, not just a complement to conventional economic system. Global economic realities that exist serve only to explain that there are some weaknesses in the economic system. This situation would be different if todays globalized world were dominated by the Islamic economic system. The Islamic economic system is more inclined to justice and equality. The choice of the world economy, especially the economies of Islamic countries, will become more progressive if the approach of the Islamic economic measures are implemented.KEY WORD: Islamic society, Islamic economic system, global economic,  justice, and equality.   About the Author: Prof. Datuk Kasim Mansur, Ph.D. ialah Pensyarah di Fakulti Perniagaan, Ekonomi & Perakaunan UMS (Universiti Malaysia Sabah), Jalan UMS, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Alamat emel penulis: kmansur@ums.edu.myHow to cite this article? Mansur, Kasim. (2016). “Menggerak Potensi dan Memperkasa Ekonomi Ummah: Strategi ke Arah Pembangunan Ummah yang Gemilang” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.25-36. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (February 3, 2016); Revised (February 13, 2016); and Published (March 11, 2016).
Ateng Japar: Sang Legenda Seni Pertunjukan Longser dan Peranannya di Kabupaten Bandung, Tahun 1975 – 2002 Hariyono, Apriliani Hardiyanti
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.375 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1756

Abstract

ABSTRAKSI: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan seorang seniman bernama Ateng Japar dalam mengembangkan seni pertunjukan Longser di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia, dari tahun 1975-2002. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana dinamika perkembangan seni pertunjukan Longser pada masa Ateng Japar, 1975-2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Longser merupakan seni teater rakyat yang hidup di daerah Priangan, khususnya di Kabupaten Bandung. Longser seringkali disebut sebagai seni sandiwara rakyat yang banyak menampilkan tarian-tarian berpasangan dan memberikan kesempatan kepada para penonton untuk menari bersama dengan penarinya. Pada tahun 1939, Ateng Japar mendirikan kelompok Longser yang diberi nama “Pancawarna”. Awalnya, kelompok ini melakukan pertunjukan dengan cara mengamen, namun memasuki tahun 1970-an terjadi peralihan tempat pertunjukan, yakni kedalam gedung kesenian. Pada tahun 2002, sang seniman Ateng Japar diberitakan wafat dan hal ini berdampak pada perkembangan Longser yang semakin meredup. Selain itu, masuknya pengaruh globalisasi yang diikuti oleh perubahan zaman yang semakin maju dan modern, pada akhirnya membuat seni pertunjukan Longser yang masih bertahan hingga saat ini kurang mendapat tempat di hati masyarakat luas. Eksistensi Longser semakin diperparah ketika sebagian masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda, masih banyak yang belum mengetahui tentang seni pertunjukan Longser. KATA KUNCI: Longser, teater rakyat, Ateng Japar, perubahan zaman, dan pengaruh globalisasi. ABSTRACT: “Ateng Japar: The Legend of Longser Performing Arts and His Roles in Bandung Regency, 1975 - 2002”. This study aims to explain the role of an artist named Ateng Japar in developing the performing arts of Longser in Bandung regency, West Java, Indonesia, in the period of 1975-2002. The main issue discussed is the development of Longser performing arts organized by Ateng Japar from 1975-2002. The method used in this research is the historical method. The results showed that Longser is the art of theater folks who live in the Priangan region, especially in Bandung regency. Longser, often referred to as a theatrical art, displays many folk dances in pairs and provide an opportunity for the audience to dance along with the dancers. In 1939, Ateng Japar established a Longser group named “Pancawarna” (five colours). Initially, this group performed by singing, but by the 1970s, there was a shift in the venue into an art gallery. In 2002, the artist Ateng Japar passed away, and his death negatively affected the development of Longser. Besides, the influence of globalization followed by a change of more advanced and modern age, eventually, makes the performing arts of Longser, although still survives today, less appreciated by the wider community. The existence of Longser is threatened when most people, especially the younger generations, do not know about the Longser.KEY WORD: Longser, people theater, Ateng Japar, change of time, and influence of globalization.About the Author: Apriliani Hardiyanti Hariyono, S.Pd. adalah Alumni Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: aprilianihardiyantihariyono@gmail.comHow to cite this article? Hariyono, Apriliani Hardiyanti. (2016). “Ateng Japar: Sang Legenda Seni Pertunjukan Longser dan Peranannya di Kabupaten Bandung, Tahun 1975 – 2002” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.87-100. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (December 24, 2015); Revised (January 29, 2016); and Published (March 11, 2016).
Editorial Board and Guideline for the Authors Mimbar Pendidikan, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.138 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1761

Abstract

MIMBAR PENDIDIKAN journal will provide a peer-reviewed forum for the publication of thought-leadership articles, discussion, applied research, case and comparative studies, and expert comment and analysis on the key issues surrounding the educational studies and its various aspects. Analysis will be practical and rigorous in nature.
Examining Gender Responsiveness of the Philippine Basic Education Reform: An Analysis of the K-12 Araling Panlipunan or Social Studies Curriculum Tantengco, Nerissa S; Maramag, Rodolfo L
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.146 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1752

Abstract

ABSTRACT: This study provides an in-depth analysis on how gender issues, concepts, and principles were integrated in the recent K-12 Araling Panlipunan or Social Studies curriculum provided by the Department of Education in the Philippines. The study employed descriptive analysis of the K-12 Araling Panlipunan or Social Studies curriculum content covering grades one to ten. Findings have shown that promoting gender-fair education is a commitment of different educational institutions in the country, both private and public. Social Studies are the curriculum vehicle of the K-12 Basic Education Reform to promote active citizenship and social transformation. The new Social Studies Curriculum of the K-12 Basic Education Reform tries to respond in integrating gender-principles and concepts in the teaching-learning process by providing curriculum content that recognizes women’s significance in the society as product of historical and cultural processes. The school serves as an agent of social transformation by creating curricula that provide learning experiences that will harness social criticism and action towards contemporary issues in the country. KEY WORD: Development, gender-fair education, Social Studies curriculum, and transformative education. ABSTRAKSI: “Mengkaji Ketanggapan Gender dalam Reformasi Pendidikan Dasar di Filipina: Sebuah Analisis terhadap K-12 Araling Panlipunan atau Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial”. Penelitian ini menganalisis secara mendalam isu-isu gender, konsep, dan prinsip-prinsip yang terintegrasi dalam kurikulum terbaru K-12 Araling Panlipunan atau Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial, yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan di Filipina. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif terhadap isi K-12 Araling Panlipunan atau Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial yang meliputi kelas satu sampai sepuluh. Temuan menunjukkan bahwa mempromosikan pendidikan gender yang adil merupakan komitmen dari lembaga pendidikan yang beragam di negara ini, baik swasta dan negeri. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah wahana bagi kurikulum Reformasi Pendidikan Dasar K-12 untuk mempromosikan warganegara yang aktif dan transformasi sosial. Kurikulum baru Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Reformasi Pendidikan Dasar K-12 mencoba merespons persyaratan untuk mengintegrasikan konsep dan prinsip gender dalam proses belajar-mengajar dengan menyediakan materi kurikulum yang mengakui pentingnya perempuan dalam masyarakat sebagai produk dari proses sejarah dan budaya. Sekolah berfungsi sebagai agen transformasi sosial dengan menciptakan kurikulum dan memberikan pengalaman belajar yang akan memanfaatkan kritik sosial dan tindakan nyata terhadap isu-isu kontemporer di negara ini. KATA KUNCI: Pembangunan, pendidikan adil bagi gender, kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial, dan pendidikan transformatif.About the Authors: Nerissa S. Tantengco, Ph.D. is a Professor in Southeast Asian Studies at the (Philippine Normal University). Rodolfo L. Maramag, M.A. is a Lecturer in Philippine Studies at the PNU in Manila, the Philippines. Corresponding authors is: tantengco.ns@pnu.edu.phHow to cite this article? Tantengco, Nerissa S. & Rodolfo L. Maramag. (2016). “Examining Gender Responsiveness of the Philippine Basic Education Reform: An Analysis of the K-12 Araling Panlipunan or Social Studies Curriculum” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.37-54. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (December 15, 2015); Revised (January 15, 2016); and Published (March 11, 2016).
Dasar Pertahanan Negara Malaysia: Adakah ianya Kukuh? Keling, Mohamad Faisol; Mohamed, Ahmad Shah Pakeer; Suhib, Md Shukri
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.275 KB) | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i1.1757

Abstract

ABSTRAKSI: Semenjak tahun 1957 hingga 2010, Malaysia telah membangunkan dasar dan angkatan pertahanan. Sejajar dengan kepentingan bagi sesebuah negara dalam menjaga dan melindungi keselamatan, Malaysia telah membangunkan DPN (Dasar Pertahanan Negara) dan memodenkan angkatan pertahanan semenjak tahun 1990. Kerajaan Malaysia juga turut menwar-warkan mengenai kemampuan dan keupayaan ATM (Angkatan Tentera Malaysia) untuk menjaga kedaulatan dan keselamatan negara. Walau bagaimanapun, DPN mengenai pertahanan yang dibentuk telah menimbulkan persoalan, iaitu sejauh mana kemampuan DPN dapat diamalkan. Ini kerana terdapat pelbagai masalah dan isu yang membabitkan pertahanan dan keselamatan, seperti serangan pengganas, keyakinan rakyat terhadap kemampuan ATM, dan sebagainya. Justeru, kertas ini menganalisis adakah DPN yang diamalkan oleh negara Malaysia itu kukuh atau tidak. Akhir sekali, sebuah negara yang hidup dalam sistem antarabangsa yang bersifat anarki, ianya perlu menjadikan aspek pertahanan dan keselamatan sebagai self-reliance, kerana pergantungan kepada aktor bukan negara bukan satu jaminan. Dapatan penyelidikan juga mencadangkan bahawa DPN yang diamalkan oleh Malaysia perlu mengambilkira konsep pertahanan yang lebih komprehensif, kerana konsep ancaman sentiasa berkembang yang bukan hanya membabitkan aspek ancaman tradisional sahaja, sebaliknya membabitkan aspek bukan tradisional. Dengan kelemahan dan permasalahan ini, ianya menunjukan bahawa DPN di Malaysia adalah masih lemah.KATA KUNCI: Dasar pertahanan negara, keselamatan negara, angkatan tentera Malaysia, memodenkan tentera, dan keyakinan rakyat. ABSTRACT: “Malaysia National Defence Policy: Is it Firm?”. From 1957 to 2010, Malaysia developed policy and defense forces. In line with the importance for a country to maintain and protect the security, Malaysia has developed an NDP (National Defence Policy) and modernized the defense forces since 1990. The Malaysian government has also talked about the ability and capability of the ATM (Malaysian Armed Forces) to protect the sovereignty and security of the country. However, the formation of NDP has raised questions about its ability. This is because there are many problems and issues affecting defense and security, such as terrorist attacks, public confidence in the ability of ATM, and so on. Thus, this paper analyzes whether the NDP practiced by Malaysia is firm or not. Finally, as country that lives in the anarchical international system, it is necessary to make defense and security aspects as self-reliance, for reliance on non-state actors is not a guarantee. The findings of the research also recommended that the NDP practiced by Malaysia should take a more comprehensive concept of defense, because the concept of threats is constantly evolving which does not only threatens the traditional aspects, but also the non-traditional ones. With these weaknesses and problems, it is concluded that the NDP in Malaysia is still weak.KEY WORD: National defence policy, national security, Malaysian armed forces, modernized the forces, and public confidence.    About the Authors: Dr. Mohamad Faisol Keling dan Md Shukri Suhib ialah Pensyarah Kanan di College of Law, Government & International Studies UUM (Universiti Utara Malaysia), Sintok, Kedah Darul Aman, Malaysia. Ahmad Shah Pakeer Mohamed ialah Pensyarah di Faculty of Administrative Science and Policy Studies UiTM (Universiti Teknologi MARA [Majelis Amanah Rakyat]), Campus Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Alamat emel penulis: m.faisol@uum.edu.my dan ahmadshah6767@gmail.comHow to cite this article? Keling, Mohamad Faisol, Ahmad Shah Pakeer Mohamed & Md Shukri Suhib. (2016). “Dasar Pertahanan Negara Malaysia: Adakah ianya Kukuh?” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Maret, pp.101-122. Bandung, Indonesia: UPI Press. Chronicle of the article: Accepted (February 9, 2015); Revised (February 19, 2016); and Published (March 11, 2016).