Jurnal Warta Industri Hasil Pertanian
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Articles 705 Documents
PENINGKATAN PROSES EKSTRAKSI MINYAK BIJI MIMBA (NEEM SEED OIL) DAN PURIFIKASINYA Siregar, Nobel Christian
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 1 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak mimba (neem seed oil)  dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetika antara lain: sabun mandi antiseptik, shampoo, krim lulur (SPA), dan lotion anti-serangga yang sekaligus memberikan kelembaban dan kesehatan pada kulit. Minyak mimba dapat diperoleh dengan cara di press ataupun diekstrak dengan heksan. Rendemen minyak dari biji mimba dengan cara pengepresan relatif lebih sedikit Sehingga dilakukan suatu usaha pengembangan teknologi ekstraksi minyak mimba untuk meningkatkan rendemen minyak dengan pengukusan biji mimba selama 30 menit untuk membuka sel-sel dari jaringan minyak sebelum dilakukan hydroulic press dan screw press. Kemudian dilakukan purifikasi/penjernihan dengan bleaching earth dan arang aktif pada minyak mimba sehingga diperoleh minyak biji mimba yang lebih jernih. Pada penelitian ini dilakukan 2 (dua) tahap penelitian yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Penelitian pendahuluan dilakukan 2 (dua) tahap yaitu tahap ke-1, persiapan bahan baku dengan cara pemisahan kulit dari biji mimba dan penggilingan sehingga bubuk. Tahap ke-2, proses pengukusan bubuk biji mimba selama 30 menit dan dikeringkan dioven 50oC selama 30 menit kemudian di ekstrak minyaknya dengan cara hydroulic press dan screw press. Pada penelitian lanjutan, purifikasi minyak dengan arang aktif dan campuran silikat (bleaching earth) untuk memperoleh minyak mimba yang lebih jernih. Hasil penelitian diperoleh rendemen minyak tertinggi dengan cara kukus sekitar 22 % serta hasil purifikasi/penjernihan minyak menggunakan  menggunakan bleaching earth dan arang aktif diperoleh warna minyak lebih jernih. Minyak mimba dianalisis dengan menggunakan Gas chromatography (GC) setelah dilakukan esterifikasi. Hasil analisis minyak dengan gas kromatografi diperoleh dua komponen tertinggi yaitu senyawa eugenol dan asam palmitat  
contoh Aulianto, Dwi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 1 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
Mempelajari Kinerja Alat Pengasap Ikan Tipe Cabinet dan Pengaruhnya terhadap Mutu Ikan Asap Susanto, Eko
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 31, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Cara pengolahan ikan asap di industri kecil menengah sangat sederhana yaknidengan cara pengasapan langsung tanpa alat pengasapan dengan hasil ikan asap yang tidakmemenuhi persyaratan dan daya simpannya rendah. Penelitian pengasapan ini dilakukanuntuk identifikasi kinerja karakteristik alat pengering dan melihat pengaruh kondisipengasapan dan pengemasan terhadap daya simpan ikan asap semi basah. Penelitian inibertujuan untuk memperbaiki masa simpan ikan asap semi basah dimana kadar airmaksimum adalah 60%. Pengasapan dilakukan menggunakan tempurung kelapa dan arangtempurung kelapa. Suhu alat pengasap dapat mencapai suhu 1050C tergantung dari jumlahbahan bakar dan yang dipakai. Suhu dan waktu pengasapan sangat berpengaruh terhadaplaju penguapan air dalam ikan asap. Pengasapan pada suhu 800C membutuhkan waktuminimal 4 jam untuk mencapai kadar air < 60% dari bahan baku ikan yang berkadar air70,74% menghasilkan ikan asap yang lebih tahan lama. Waktu pengasapan sampai 8 jam.Kata kunci: pengasapan panas, alat pengasap tipe kabinet, karakteristik, ikan asap, mutu, kinerjaABSTRACT: Processing of smoked fish in the small scale industry is very simple by usingdirect smoke and fire. The product is dirty and having short shelf life.This research wasconducted to find the effect of smoking condition and packaging to the shelf life of semidrying smoked fish and identify the dryer characteristic and its performance. Smoked fishproducts were varied in term of dryness from semi dry until extremely dry which could beidentified by their moisture content. Semi dry smoked fish has moisture content nearly60%.The research aimed to improve the shelf live of semi dried smoked fish. Smoking wasdone by using coconut shell and charcoal of coconut shell. The smoke dryer temperaturecould reach 1050C. The temperature was very significant to the drying rate. Increasingtemperature and duration of drying increased drying rate. It was shown by decreasingmoisture contentin the smoked fish. Thesmoking process of fish at 800C needed 4 hourstoreach 60% moisture content from 70.74% moisture content in raw fish material. Processingup to 8 hours could produce smoked fish with longer shelf life.
A Study on the Effect of Preservatives (Alum and Borax) and Plastic Packaging on weight Lost of Cabbage (Brassica Oleraseae) S.K, Subardjo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 3, No 02 (1986)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.495 KB)

Abstract

A study on the effect of preservative (alum and borax) and plastic packaging on the weight loss of cabbage (Brassica oleraceace) during cool storage has been done. The result showed that the shelf-life of cabbage can be prolonged to one month in cool temperature (9-10 degree celcius). The weight loss of cabbage during storage were 15.7% (without packaging), 5.6% (packed in perforated plastic bag) and 4.2% (packed in un-perforated plastic bag). The preservative didnt significantly have positive effects on the prevention of weight loss
(Effect of Banana Type, Amount and Duration Concentrate Storage Quality Against Soft Drinks Fruit Banana) Neffi Ridwan, Indra; Susanto, Eppy; Winarno, F.G.
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 4, No 02 (1987)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.669 KB)

Abstract

The research was aimed at studying the effect of banana variety, amount of concentrate and lenght of storage on the quality of soft drink made of banana juice. The result showed that banana of "AMBON" variety produced soft drink of more preferable taste, clearer and higher acid content. The higher the amount of concentrate, the higher the total soluble solid, total acid and total sugar. The clarity decreased as the amount of concentrate was increased from 12% to 16% and tend to be constant of the increased from 16% to 20%. Total soluble solid and total sugar increase until the fourth week and will decreased later. The longer the storage, the lower its clarity
Pengembangan Pembuatan Santan Awet Dachlan, M.A.; Sutrisniati, Dwi; Sirait, Shinta Damerys
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4882.898 KB)

Abstract

Pengembangan pembuatan santan awet dengan penambahan stabilisator, bahan kimia pengawet dan perlakuan pemanasan/sterilisasi telah dilakukan. Santana wet dibuat dengan cara memarut daging buah kelapa tanpa testa yang telah diblanching dalam air mendidih selama 1 menit. Ekstraksi santan dilakukan dengan memeras campuran parutan kelapa dan air dengan perbandingan 1:3. Cream dipisahkan dengan cara mendinginkan santan dalam ruang pendinginan (cooler) selama 1 malam. Sebagai stabilitator digunakan campuran CMC 1% dan tween 80,0,1%. Bahan kimia pengawet yang digunakan adalah natrium metabisulfit 500-600 ppm, yang ditambahkan sebelum santan dipanaskan. Sterilisasi dilakukan pada suhu 1150C (10 lbs) dan 1210C (15 lbs) selama 60-70 menit. Pengemasan santan awet dilakukan dalam botol jar dan dan kaleng, isi 400 g. Pengamatan dilakukan secara organoleptik terhadap warna, aroma, rasa dan kekentalan, dengan menggunakan “hedonic scale”. Hasil pengamatan menunjukan bahwa semua perlakuan yang dicoba dapat menghasilkan santan awet dengan rasa, warna dan aroma yang dapat diterima oleh konsumen. Penambahan natrium metabisulfit menghasilkan santan dengan warna yang lebih putih. Tetapi aroma dan rasanya kurang disukai oleh konsumen. Penambahan stabilisator CMC 1%+tween 80,0,1% dan sterilisasi pada suhu 1150C (10 lbs) selama 60 menit menghasilkan santan dengan rasa dan aroma terbaik.
Pengolahan Palawija Sebagai Bahan Makanan (Pengeringan Ubi Jalar) Wiriano, Harry; Farida, Ida; Sofiah, Siti; -, Amiroh
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4558.164 KB)

Abstract

Suatu percobaan untuk mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk seperti “Chip”, tepung dan pati telah dilakukan. Untuk memperoleh “Chip” yang berwarna putih, irisan ubi jalar direndam dalam larutan NaCl,CaO, CaOCl2, dan Na2S2O5 masing-masing 0,2;0,3;0,4;0,6;0,8 dan 1% (berat/volume). Perendaman dilakukan selama 10 menit dan semalam. Hasil yang paling baik diperoleh dengan perendaman dalam Na2S2O5 0,3-0,4% selama 10 menit. Tepung ubi jalar dapat dibuat dengan menggiling “Chip” ubi jalar sampai kehalusan 60 mesh dan suhu gelatinisasinya 690-700C. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai pengganti ubi rebus dalam pembuatan kue basah. Kue yang dibuat dapat diterima dalam hal warna yang lebih baik (beda nyata) sedang tekstur, aroma dan rasa tidak berbeda nyata.
Penelitian dan Pengembangan Pembuatan Serat kelapa Berkaret Sudibyo, Agus; Aprianita, Nirwana; T. Antara, Ngakan; Ismail, Tachrir; -, Rochimah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 2, No 01 (1985)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3553.748 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan pembuatan serat kelapa berkaret telah dilakukan secara sederhana, dalam usaha memanfaatkan serat kelapa dan meningkatkan nilai tambah serat kelapa. Serat kelapa yang dipergunakan diperoleh dari sabut kelapa, dan alat yang digunakan juga sederhana seperti : cara memperoleh bentuk keriting seratnya, pencetakan pada bingkai kayu sampai ke penyemprotannya, begitu pula dengan proses vulkanisasinya. Disamping itu ditunjukkan pula cara mencampur bahan kimia ke dalam lateks pekat untuk memperoleh kompon lateksnya.Pada penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap percobaan, yaitu percobaan pendahuluan dan percobaan utama. Dalam percobaan pendahhuluan diamati beberapa factor yang memengaruhi terhadap proses pembuatan serat kelapa berkaret, antara lain: bahan kimia yang dipakai, proses penggilingan larutan disperse dan perlu tidaknya dilakukan perendaman serat dalam larutan detergent untuk mengetahui sifat keriting serat yang diperoleh dan setelah menjadi serat kelapa berkaret. Sedangkan dalampercobaan utama dicoba variabel-variabel perlakuan: (1) ketebalan ukuran serat kelapa berkaret (tebal 3 dan 4 cm), lama vulkanisasi serat kelapa berkaret (30, 60, 90 dan 120 menit) dan suhu vulkanisasi (80 dan 100 0C). Rancang-bangun percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok dengan 3 perlakuan dan 2 kelompok (ulangan). Sifat fisika yang diamati adalah Pampatan Tetap 50% dan Berat Jenis serat kelapa berkaret.Hasil percobaan menunjukan bahwa ukuran ketebalan serat kelapa berkaret (3 dan 4 cm), suhu vulkanisasi serat kelapa berkaret (80 dan 100 0C)dan lama vulkanisasi serat kelapa berkaret (30, 60, 90, dan 120 menit) tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata, baik terhadap fisik Pampatan Tetap 50% maupun Berat Jenisnya. Namun bila diamati secara “visual” tampak bahwa suhu vulkanisasi selama 60 menit sudah cukup menghasilkan serat kelapa berkaret yang baik.
Pengaruh Penyiangan dan Konsentrasi Larutan Garam Terhadap Mutu Pindang Timur Antara, Ngakan; Fardiaz, Srikandi; Rahayu, Siti; Ilyas, Sofyan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 2, No 02 (1985)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3641.18 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk ikan (utuh dan disiangi), konsentrasi larutan garam perendam pedahyluan serta lama penyimpanan terhadap mutu pindang. Konsentarsi larutan garam berturut-turut 5%, 10%, 15%, sedangkan lama penyimpanan adalah 0,4 dan 8 hari.Pengamatan meliputi analisa kimia (FAN, TVB garam dan air), mikrobiologi yaitu Total Aerobic Plate Count (TPC), penilaian organoleptik (rupa, bau, rasa dan tekstur).Pengamatan menunjukkan, bahwa bentuk ikan berpengaruh nyata terhadap kadar FAN, kadar garam dan rupa pindang, sedangkan konsentrasi larutan garam berpengaruh nuata terhadap TVB, FAN dan kadar air pindang. Lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan.Selama penyimpnanan terjadi peningkatan FAN, TVB, pH, kadar garam serta jumlah mikroba.Penilaian Organloleptik dan kadar air cenderung menurun.Pindang kontrol mengalami pembusukanan paling awal., sedangkan pindang dengan perlakuan perendaman pendahuluan dalam larutan garam 10% dan 15% masih mempunyai nilai organoleptik yang baik sampai hari ke-8.
Perhitungan Tekno Ekonomi Penyusunan Profil Industri Tambunan, Pandapotan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2445.753 KB)

Abstract

Perhitungan Tekno Ekonomi dari suatu industry dalam kegiatan pembangunan suatu Negara tidak dapat disangkal lagi. Karena ada dampaknya terhadap Sektor – sektor sosial perekonomian. Kebudayaan dan dunia usaha dalam masyarakat. Perhitungan Tekno Ekonomi Industri Merupakan media kemajuan yang esensial, baik sebagai cara untuk memulai langkah mendirikan industri yang menguntungkan bagi peningkatan dan perluasan sektoral maupun untuk mengevaluasi hasil industry sesungguhnya. Sebagai konsekuensinya Perhitungan Tekno Ekonomi senantiasa ikut bicara sepanjang umur industri sejak lahir dari pikiran pengusulnya dalam bentuk sebuah gagasan sampai selesai dilaksanakan dan berjalan. Perhitungan Tekno Ekonomi dari suatu Industri tak lain adalah: suatu analisa yang sistimatis dan mendalam atas setiap factor yang ada pengaruhnya terhadap kemungkinan industry mencapai sukses. Semua data, fakta dan lain-lain kesimpulan atau pendapat yang dikemukakan dalam perhitungan tersebut akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan apakah industry yang bersangkutan akan direalisasi, dibatalkan atau direvisi. Perhitungan Tekno Ekonomi sebenarnya adalah suatu sintesa dari berbagai macam aspek yang terpisah-pisah dan berkaitan dengan industri untuk mengevaluasi aneka ragam alternatif yang ditimbulkan

Page 1 of 71 | Total Record : 705