cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
SISTEM JARINGAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KOTA TERNATE Diyanayati, Kissumi
Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternate termasuk daerah rawan bencana gunung berapi, banjir lahar dingin, tsunami, dan gempa bumi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penanggulangan bencana yang ada di Kota Ternate.Sumber data berasal dari aparat instansi terkait yang mempunyai tugas dan fungsi penanggulanganbencana, serta relawan yang sedang bertugas di posko. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi, FGD, dan telaah dokumen. Data yang terkumpul dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan meskipun telah ada BPBD, mekanisme kerja sistem jaringan penanggulangan bencana masihberpedoman pada Prosedur Tetap (Protap) Satlak PB yang terdiri dari 6 (enam) komponen yakni transportasi,peralatan, logistik dan konsumsi, informasi/ komunikasi dan publikasi, kesehatan, dan keamanan. Denganterbentuknya BPBD, koordinasi penanggulangan bencana dirasa menurun. Hal ini terkait anggapan dariaparat SKPD dan relawan dengan terbentuknya BPBD, tugas dan wewenang penanggulangan bencanamenjadi tanggungjawab BPBD. Oleh karena itu disarankan untuk menyusun protap baru dengan menambahjaringan personil dan dilakukan sosialisasi atas kewenangan BPBD agar penanggulangan bencana termasukpenanganan korban dapat dilakukan lebih optimal.Kata kunci: sistem jaringan–penanggulangan bencana–kota ternate.
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Penyesuaian DiriGelandangan Dan Pengemis Di PSBK Pangudi Luhur Bekasi habibullah, habibullah
Sosio Konsepsia Vol 15, No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the self-concept, self adjustment and the relationship between self concept and adjustment of homeless people and beggars (gelandangan dan pengemis/gepeng) on the Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur. Therefore, this study used a quantitative approach that will be done by cross sectional. The samples in this study using simple random sampling method. The results showed that 1). 57% of “gepeng” have a good self-concept and 43% had bad self-concept, 52% “gepeng” a bad self-concept adjustment and 48% had a good adjustment. 2). Results of cross tabulation: 30.16% of “gepeng” who has a good self-concept and self-adjustment well, as much as 12.70% have good self-concept but a bad adjustment, 22.22% of gepeng has a bad self-concept but a good adjustment and 34, 92% of “gepeng” have bad self-concept and bad self-adjustment. 3). Alternative hypothesis in this study accepted that there is a relationship between self concept and self-adjustment at Gepeng on the PSBK Pangudi Luhur with positive correlation. Strength of the relationship between self concept and self-adjustment is weak, and therefore, this study can generalize the relationship of self concept and self-adjustment "gepeng" but the concept self-concept "gepeng" a bit of influence on self-adjustment. Based on these results, itcan recommend: 1). For Social Worker, care and rehabilitation of "gepeng1" need to be adjusted based on the concept of self-2).For PSBK PL Luhur, should develop the ability of social workers in order to identify characteristics of clients who will become his responsibility. 3). For further research needs to be considered to see other factors that may affect or have relationships with self-adjustment.
STUDI KEBIJAKAN REFORMULASI ASURANSI KESEJAHTERAAN SOSIAL Habibullah, Habibullah; Jauhari, Ahmad; Nurhayati, Santi
Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian kebijakan ini adalah mencari formulasi Askesos pasca diimplementasikan BPJSKetenagakerjaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik: 1). Wawancaramendalam, 2). Focus Group Discusion (FGD), 3). Studi Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Askesos New Initiative jauh dari nilai-nilai sosial dan pemberdayaan. Meskipun secara kemanfaatandana klaim yang diterima ahli waris cukup besar, namun dari konsep penyelenggaraan kesejahteraan sosialtidak menjadikan peserta dan LPA menjadi produktif dan mandiri dalam kepesertaan. Oleh karena itudiperlukan reformulasi Askesos. Usulan kebijakan adalah 1). Askesos berdiri sendiri terpisah dengan BPJSKetenagakerjaan, 2). Askesos tetap bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan 3). Askesos digabungdengan BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian kebijakan ini merekomendasikan alternatif kebijakan Askesosberdiri sendiri terpisah dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kebijakan prioritas untuk diimplementasikan.Formulasi baru Askesos adalah sasarannya pekerja sektor informal yang berpenghasilan rendah pendudukmiskin atau penduduk rentan miskin yang masuk kelompok usia kerja yang menjadi kepala keluarga,Jumlah hak pertanggungjawaban/klaim dibuat rendah dibanding dengan ketentuan umum asuransi.Pelibatan lembaga pelaksana Askesos (orsos, yayasan, perkumpulan) sebagai lembaga penghubung antarapeserta dengan lembaga jaminan sosial.Kata Kunci: asuransi kesejahteraan sosial, jaminan sosial, pekerja sektor informal
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Astuti, Mulia
Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian Evaluasi Program Kesejahteraan Sosial Anak, yang bertujuan untukmengetahui permasalahan anak dalam konteks kesejahteraan dan perlindungannya; mengetahui responKementerian Sosial dan Kementerian/Lembaga lain terhadap permasalahan anak dalam bentuk kebijakan;dan menyusun rekomendasi pengembangan kebijakan kesejahteraan terhadap anak. Penelitian dilakukandi tiga lokasi yaitu Provinsi Aceh, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakartadengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, diskusikelompok terfokus, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pejabat yangterkait dengan kesejahteraan dan perlindungan anak dari Kementerian Sosial, Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak, Kesehatan, Bappenas, UNICEF, Komite Nasional Perlindungan Anak, LembagaPerlindungan Anak beserta jajarannya di tingkat provinsi dan kabupaten. Disamping itu juga LembagaKesejahteraan Sosial Anak yang melaksanakan Program Kesejahteraan Sosial Anak, Satuan Bhakti PekerjaSosial/Pendamping, Orang tua, anak sebagai penerima manfaat, dan tokoh masyarakat lokal. Hasil bahasanmenunjukkan bahwa masih banyak anak yang mengalami masalah dalam konteks kesejahteraan yaitubelum terpenuhi kebutuhan dan pelayanan sosial dasarnya dan dalam konteks perlindungan masih banyakanak yang memerlukan perlindungan khusus yang belum terlindungi. Dalam implementasi kebijakan,lembaga pelayanan masih mengalami berbagai hambatan seperti komunikasi/koordinasi dan sumber daya(manusia dan dana). Sehubungan dengan itu dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan perlindungananak, maka direkomendasikan pembenahan mulai dari kebijakan sampai kepada program, kegiatan, danimplementasinya di lapangan.Kata Kunci: kesejahteraan, perlindungan, kebijakan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINANMELALUI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH), DI KOTA GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Roebyantho, Haryati; Unayah, Nunung
Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bertujuan agar setiap warga negaramempunyai tempat tinggal dan lingkungan yang aman. Menurut Kementerian Pembangunan DaerahTertinggal (PDT), kabupaten Garut termasuk salah satu daerah tertinggal karena sebagian masyarakatnyamemiliki Rumah Tidak layak huni. Maka penelitian ini ingin mengkaji dan menganalisis bentuk-bentukimplementasi kebijakan program FM-RTLH-di Kabupaten Garut, mengetahui dan menganalisis faktorfaktoryang mempengaruhi. Pedekatan yang digunakan penelitian kebijakan (policy research) denganmenggunakan strategi “restrospective analysis”. Responden adalah pembuat kebijakan FM-RTLH ditingkat Kementerian (Kementerian sosial dan kimpraswil, Bappeda dan dinas sosial Provinsi dan kota.Pengumpulan data dilakukan dengan teknikwawancara mendalam (in-depth interview) dan focus groupdisscussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Awalnya tahun 2010 kebijakan penanggulangankemiskinan Kementerian Sosial RI di Kabupaten Garut tertuang dalam strategi kebijakan PembangunanDaerah Provinsi Jawa Barat melalui program FM-KUBE, dan sejak tahun 2011 prioritas pada ProgramPengembangan Perumahan dan Permukiman, Pendanaan program terdiri dari Anggaran Belanja Negara(APBN), Anggaran Belanja Daerah (APBD) dan pihak swasta. Implementasi Program FM-RTLHmenunjukkan : (1) belum mencapai sasaran dalam menentukan sasaran, (2) belum jelas kualifikasipendamping program, tahapan pelaksanaan program belum runtut dan belum semua tahapan dilaksanakanHal tersebut terjadi disebabkan sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Program RTLH hanya sampai padatataran provinsi. Sedangkan pemahaman pembuat kebijakan Pemerintah Daerah provinsi Jawa Barattentang Pedoman Pelaksanaan program FM-RTLH kurang karena sosialisasi Pedoman belum ada dalamperencanaan. Implementasi program FM-RTLH di tingkat Kabupaten Garut tidak melalui sosialisasi dariinstansi pusat namun sesuai arahan pendamping.Rekomendasi untuk Pemerintah pusat, yakni sinergitasprogram lintas sektoral di tingkat pusat dan tingkat kabupaten (Dinsosnaker, Kimpraswil, PLN, Pertanahan,Pemda). Terbitnya legalitas program di tingkat kabupaten Garut dan Pemerintah provinsi Jawa Barat. .Kata kunci: implementasi kebijakan, kemiskinan, rumah tidak layak huni.
EKSPLOITASI SEKS KOMERSIAL ANAK JALANAN PEREMPUAN DI KOTA KARAWANG JAWA BARAT RUSTANTO, BAMBANG
Sosio Konsepsia Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan anak jalanan perempuan di Karawang, dimana  sebagian dari mereka sudah melakukan aktivitas seksual komersial. Faktor ekonomi dan tuntutan gaya hidup, merupakan kondisi yang mendorong anak jalanan perempuan tersebut melakukan aktivitas seksual komersial. Sebagian dari mereka melakukan aktivitas seksual komersial sebagai sumber ekonomi. Kondisi  anak jalanan perempuan di Karawang sudah mengkhawatirkan, karena sebagian dari mereka terindikasi terinvensi HIV/AIDS. Sehubungan dengan itu, diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam upaya memberikan perlindungan dan penyelamatan terhadap anak-anak perempuan tersebut. Pemerintah  Kabupaten Karawang perlu segera mengembangkan skema bantuan sosial untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga miskin agar mampu mencukupi kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anak mereka.  Bersamaan dengan itu diperlukan upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga.Kata kunci :anak jalanan, ekspolitasi seks komersial anak, pekerja sosial dengan anakThis study has aimed to describe the existance of female street children in Karawang city, where some of those females have identified as have already done commercial sexual activities. Push factors of their activities are varies, such as economic and lifestyle performance. Some of those childrens do their business in order to gain economic profit. The study have found that some of children has suspected as invected by HIV/AIDS. Based on this fact finding, so its reccomended to set up a kind of good action in order to protect those children. Karawang municipal has been suggested to set up a kind of social scheme to empower poor family in order covering their basic needs. Concomitance with this scheme, social resilence of those families have also regarded. Keywords: street children, commercial sexual exploitation, social work with child
PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI DESA TERTINGGAL MELALUI RUMAH SOSIAL Huruswati, Indah
Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah kesejahteraan sosial dapat terjadi di daerah manapun dan disebabkan oleh berbagai hal yang salingterkait. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah kesejahteraan sosial, di samping faktor internalada juga faktor eksternal. Ada kelompok masyarakat yang kurang memiliki akses terhadap kesempatansosial dan ekonomi, sehingga mereka menjadi rentan terhadap masalah sosial ini. Faktor eksternal meliputiintervensi pemerintah dan pihak swasta. Intervensi program pemerintah yang bertujuan baik, menyebabkanorang menjadi tergantung pada pemerintah. Hal ini menimbulkan masalah yang sebelumnya tidak ada.Rumah Sosial dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri melalui upaya terkoordinasi di tingkatdesa. Melalui penelitian ini, dapat dilihat seberapa jauh Rumah Sosial berperan dalam meningkatkankesejahteraan masyarakat pedesaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dandianalisis dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan danwawancara mendalam, selain itu dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan informan kunci sebagaisumber data dan informasi penelitian. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa keberadaan Rumah Sosial,dapat membawa program pemerintah kepada masyarakat secara langsung. Rumah Sosial mencerminkantanggung jawab sosial yang tinggi dan kunci keberhasilannya adalah sinergi antara pengelola ‘RumahSosial’.Kata Kunci: Rumah Sosial, penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
FAKTOR-FAKTOR INDIKATIF TERJADINYA TRAFFICKING ANAK DI DAERAH PENGIRIM. KASUS DI KOTA SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT Mujiyadi, B
Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bermaksud menelusuri adanya indikasi praktek trafficking anak, sekaligus memahami persepsimasyarakat atau keluarga terhadap anak, sehingga diketahui mengapa praktek trafficking kerap terjadi didaerah pengirim. Lokasi yang menjadi sasaran penelitian yakni di wilayah Kota Singkawang, ProvinsiKalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan FGD pada orang tua atau keluargakorban, anak yang menjadi korban, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat dari instansi terkait,dilengkapi dengan studi kasus untuk lebih mendalami tentang mengapa masyarakat memiliki persepsitertentu serta observasi terhadap lingkungan sekitar. Dari studi ini ditemukan bahwa terdapat tiga kategoripria dari sebuah negara yang menginginkan kawin dengan perempuan asal Singkawang, dan hanya denganberbekal sebuah foto dari pria dimaksud. Ketiga kategori dimaksud adalah pria pensiunan dari tentara,pria usia matang dan pria tertentu yang dibiayai oleh sindikat tertentu. Traficking ini terjadi karena adanyapush factors dan pull factors. Ini semua terjadi karena ketidak tahuan pihak yang terlibat dalam kasustrafficking akan hak anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan demi keuntungan finansialbelaka. Diharapkan hasil studi ini dapat menghasilkan suatu model intervensi untuk mencegah terjadinyapraktek trafficking anak.Kata kunci: trafficking anak, persepsi masyarakat, daerah pengirim.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENTAWAI MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN LOKAL DI PULAU SIBERUT Erwin, Erwin
Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasarkan pada premis bahwa kriteria dan ukuran rumah tangga miskin harus dikembalikankepada masyarakat. Masyarakat memiliki kriteria dan ukuran sendiri, yang dipengaruhi oleh sistemnilai yang berakar pada daya dukung budaya, agama dan lingkungan. Kelembagaan lokal yang dimilikimasyarakat jika diperkuat dan diberdayakan akan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi menurutbudaya masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kriteria dan indikatorrumah tangga miskin dalam pandangan publik. (2) untuk menganalisis strategi rumah tangga miskin untukmemanfaatkan pada sumber daya ekonomi, alokasi tenaga kerja dalam rumah tangga. (3) untuk menganalisisprofil program, pola implementasi yang telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah dan organisasi nonpemerintah.(4) Menganalisis energi sosial kreatif yang mencakup sistem nilai, norma, dan kepemimpinankelembagaan dan modal sosial dapat digunakan untuk mewujudkan potensi inovatif kesejahteraan umum,baik di tingkat unit kekeluargaan atau unit lokalitas masyarakat terpencil adat. Penelitian ini menggunakanpendekatan Antropologi, metode dan teknik pengumpulan data kualitatif; observasi, wawancara dan FocusGroup Discussion (FGD). Informan terdiri dari: kepala desa atau sekretaris desa, kepala pertemuan desadan kepala desa, sedangkan informan biasa sebanyak 30 kepala keluarga yang termasuk dalam kategoripenilaian masyarakat miskin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (a) Masyarakat Mentawai memilikikriteria dan ukuran sendiri tentang kemiskinan dani rumah tangga miskin. (b) Kelembagaan berbasiskekerabatan (suku) memiliki peran strategis, jika diberdayakan untuk memecahkan masalah kemiskinan.(c) Masyarakat Mentawai memiliki modal/energi sosial sosial untuk mengatasi masalah kemiskinan,yang didasarkan pada (i) Tanah sebagai aset komunal yang belum digunakan dan dikelola untuk usahaproduktif. (ii) Solidaritas sosial yang kuat (saling percaya, tolong menolong dan kerjasama yang salingmenguntungkan) di tingkat keluarga dan masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan perumahan.Model pemberdayaan yang dapat dilakukan, antara lain dengan revitalisasi pertanian lokal (pertanianorganik) kekerabatan kelembagaan berbasis (suku). Pemerintah Daerah diharapkan membangun pasartradisional, lembaga keuangan mikro atau koperasi dan membuka isolasi desa dengan membuka sarana danprasarana jalan yang menghubungkan desa-desa di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai.Kata kunci: kemiskinan, kelembagaan lokal, model pemberdayaan.
PEMBINAAN LANJUT BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUBUH DI PALEMBANG DAN MAKASSAR Widodo, Nurdin
Sosio Konsepsia Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan lanjut Bagi Penyandang Disabilitas Tubuh di Palembang dan Makassar merupakan studi evaluasi salah satu tahap rehabilitasi sosial di Panti Sosial Bina Daksa. Studi ini bertujuan mengetahui kondisi faktual pelaksanan pembinaan lanjut yang dilakukan oleh Panti Sosial Bina Daksa. Metode penelitian adalah diskiptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pembinaan lanjut dilaksanakan dalam bentuk pemantauan untuk melihat perkembangan fisik, mental dan sosial setelah eks klien kembali ke keluarganya. Pada kegiatan tersebut eks klien dan keluarganya diberikan motivasi, bimbingan penyusunan proposal, bantuan pengembangan usaha ekonomis produktif, menghubungkan kebutuhan eks klien dengan sistem sumber. Hasil dari pembinaan lanjut tersebut dirasakan manfaatnya bagi eks klien maupun keluarganya. Namun demikian masih diperlukan perbaikanperbaikan dalam pelaksanaan tindak lanjut, sehingga ke depan akan lebih optimal lagi dalam mewujdukan eks klien yang mandiri dan produktif.Kata kunci:disabilitas tubuh, panti sosial, pembinaan lanjutStudy evaluation about in Palembang and Makassar is one of step social rehabilitation in Social Institution for disability. The aims of the research are describe the implementation program in this institution and to know the influenced of push and pull factors. Method of the research is qualitative descriptive which that was by Interview, Observation and documentation Study. The research findings indicated the activities of after care services only reflected the physical, mental and social development after back to their family. Kind of activity are filling the progress form, record of motivation for former client and their families, proposal preparation guidence, aid of the development of productive economic activities, and how connecting the needs of former client with the resource System. To Starting the process of after care services are preparation, implementation and reporting. The result of Study showed the positive influence of social rehabilitation process for improved the social function which conducted by PSBD (Social Institution dor Disability). Futhermore, the condition of family and community influences the former client achivement. To sum up, to knowing the progress of former client, after care of former client must be continued, and giving the priority same with the social rehabilitation process in PSBD. The ideal condition was all of former client need the after care program to know their progress.Keywords :fisical disability sosial institutions , after care services