cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya & Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal An- Nuha ISSN 2356-2277 SK no. 0005.065/JI.3.2/SK.ISSN/2014.07 adalah jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan sosial yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun yang beralamatkan di Jl. Soekarno Hatta No. 70B Kota Madiun, Telp./ Fax. (0351) 463472, Hp. +6281328011729, E-mail: jurnal.annuha.staimadiun@gmail.com Nama An-Nuha terinspirasi dari beberapa ayat dalam alquran yang memiliki arti yang indah, salah satunya “pemilik akal yang sempurna yang selalu berpijak bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada Pemelihara selain Dia” (Tafsir ibn katsir, juz 3 hal 156), juga bermakna pemikiran yang benar dan hati yang selalu istiqomah, (Tafsir Ibn Katsir juz 3 hal. 170). Hal ini menandakan betapa pemikiran yang ada di Jurnal ini diharapkan mampu mewakili pemikiran-pemikiran kritis dan keilmuan yang berbobot dengan kajian yang ada di STAI Madiun sesuai dengan visi nya yaitu terwujudnya tenaga pendidik yang professional dengan wawasan ilmu pendidikan, sosial, budaya, Islam, dan berakhlaqul karimah sehingga mampu mencerdaskan akal, menambah keimanan dalam hati dan memperluas wawasan keilmuan para pembaca, khususnya mahasiswa STAI Madiun dan Umat manusia pada umumnya
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
TEACHING SPEAKING THROUGH THE IMPLEMENTATION OF STORY TELLING TECHNIQUE BY USING STORY-TELLING Purwatiningsih, Purwatiningsih
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4094.718 KB)

Abstract

Learning a language especially English is expected to help students to be able to use it as a means of communication. Communicating is understanding and expressing information, thought and feeling, and expanding science, technology and culture. Communicating ability means being able to understand a discourse, namely being able to understand and produce spoken and written texts through the four language skills: listening, speaking, reading and writing this classroom action research was conducted to solve the students’ problems in speaking. It is to improve the students’ ability in speaking through story-telling technique using picture series in terms of content and delivery of the story. The design of this study is classroom action research which was conducted in two cycles consisting of six meetings. The subjects of this study were students of grade x-9 of MAN 2 Madiun in 2012/2013 academic year. The instruments to collect the data were observation checklists, field notes, speaking task measured using scoring rubrics, and questionnaire. The criteria of success were determined on the basis of the students’ participation in the teaching-learning process, the students’ speaking achievement in terms of score (telling a story individually), and the students’ responses to the implementation of story-telling technique using picture series. The finding of the study indicated that the implementation of the technique was successful in improving the students’ speaking ability, since the criteria of success were achieved. The first criterion was if 70% of the students participate or are actively involved in the teaching and learning process, and the data analysis confirmed that 84% of students were actively involved. Concerning the second criterion was if 70% of the students achieve the score greater than or equal to 75, the finding showed that 81% of the students already achieved scores greater than 75. The last criterion, if 70% of students have good responses to the implementation of the story-telling technique using puppets, the finding revealed that 89% of the students showed good responses to the technique. Implementing the story-telling technique using picture series in teaching speaking encompasses several procedures: 1) understanding the narrative text carefully, 2) understanding grammar and difficult words, 3) employing dictions based on its context, 4) discussing the text in groups, 5) using own sentences to deliver story, 6) avoiding mistakes by having picture series, 7) understanding the message or social value of the text, and 8) giving reward to enhance motivation.
PENCIPTAAN ADAM; Mendialogkan Tafsi>r Mara>h} Labi>d dengan Teori Keadilan Gender Al Amin, Habibi
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2979.046 KB)

Abstract

Tulisan singkat ini mengupas pandangan Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya Marah} Labi>d yang ditulis pada abad ke 19 (selesai tahun 1888/ Rabo 5 Rabiul Akhir 1305 H) tentang penciptaan Adam. Tema tentang penciptaan Adam dipilih karena isu ini menjadi trend perbincangan kalangan feminis dan penggiat keadilan gender. Kajian dalam tulisan ini menitikberatkan pada sejauhmana pandangan Syekh Nawawi melalui Marah} Labi>d menjelaskan tentang relasi keadilan gender khusus dalam ayat penciptaan Adam dan manusia. Tulisan ini menggunakan pendekatan kritik tafsir berbasis keadilan gender. Data yang dipakai berupa data kepustakaan yaitu produk tafsir abad 19 karya Syekh Nawawi Banten. Kesimpulan tulisan ini mengerucut pada justifikasi adil dan tidaknya pandangan Syekh Nawawi tentang penciptaan Adam (manusia). Hasil yang didapatkan dari kajian ini bahwa pandangan Syekh Nawawi tentang citra perempuan dilihat dari penciptaan perempuan berseberangan dengan teori keadilan gender.
THE APPLICATION OF EXPERIMENTAL METHOD IN TEACHING WRITING PROCEDURE TEXT Ismini, Ismini
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.202 KB)

Abstract

Di Indonesia, Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang dipelajari mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Sebagai bahasa asing tentunya ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menyampaikan mata pelajaran dan mempelajarinya. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menerapkan beberapa metode, teknik maupun strategi untuk mempermudah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mampu meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode experimen dalam pembelajaran menulis teks Prosedur dan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan metode eksperimen dari penerapan metode eksperimen dalam pelajaran menulis teks prosedur (prosedure text) di kelas X MAN 2 Madiun tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sedang teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data and verifikasi data. Berdasarkan hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi, diperoleh hasil sebagai berikut: penerapan metode eksperimen terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu persiapan dimana guru mempersiapkan materi, media dan alat penilaian. Tahap kedua adalah presentasi dimana guru menerapkan metode eksperimen sesuai rujukan yang digunakan. Selain itu, ada beberapa kelebihan metode eksperimen dalam pembelajaran menulis prosedur text, yaitu: (1) metode eksperimen dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, (2) dengan penerapan metode eksperimennamun demikian, dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa kekurangan dari metode eksperimen, yang antara lain: (1) metode eksperimen membutuhkan waktu yang cukup lama dan (2) kelas menjadi gaduh sehingga guru dituntut untuk mampu mengelola kelas dengan lebih efektif dimana hal tersebut membutuhkan skill tersendiri dari seorang guru.
PSIKOLOGI SUFI Nurhayati, Nanik
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.465 KB)

Abstract

Psikologi sufi, merupakan bagian dari perkembangan disiplin pengetahuan tasawuf (tashawwuf) dalam Islam. Pengetahuan tersebut adalah salah satu dari empat pilar disiplin pengetahuan dalam Islam yang harus dikuasai oleh umatnya. Empat pilar pengetahuan tersebut adalah fikih (fiqh), kalam (kalâm), filsafat (falsafah), dan tasawuf (tashawwuf. Kondisi kejiwaan kaum sufi meliputi dua hal yaitu khouf dan dzikrullah. Sedangkan kehidupan sufistik secara tradisional dan historis sudah ada sejak Nabi Muhammad saw) dan dalam tulisan ini disertakan 3 contoh yang lain yaitu Sufi Dari Inggris yang memukau, Martin Lings dikenal sebagai cendekiawan yang komplit. Karyanya banyak memukau berbagai kalangan. ”Nasib manusia adalah ruang dan waktu,/ bergerak dan diam/ Langit dan bumi,/ dengan Ruh bersayap dan tak bersayap/ Nafas kehidupan ditembuskan ke dalam tubuh kita. (Martin Lings), KH. Muhammad Dimyati ulama’ karismatik dari Cidahu dan Rabi’ah Al adawiyah dari Basrah.
SANTUN BERBAHASA INDONESIA Alfiati, Alfiati
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.124 KB)

Abstract

Pada hakikatnya bahasa yang dimiliki dan digunakan oleh manusia tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk
NILAI PENDIDIKAN HUMANIS – RELIGIUS Arifin, Zainul
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3592.819 KB)

Abstract

Pendidikan humanistik bermakna menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. Pendidikan humanis-religius merupakan sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisme terhadap ilmu-ilmu agama dengan tetap memperhatikan tanggung jawab atas ungkapan Hablun Min Allah dan Hablun Min An-Nas. Pendidikan humanis religius adalah proses memberi pelajaran kepada manusia bahwa sesuatu perbuatan yang jika harus menunggu Tuhan untuk bertindak untuk kita, itu merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Kita harus senantiasa berusaha untuk menghentikan perang-perang dan kriminalitas-kriminalitas dan kebrutalan yang ada sekarang serta masa yang akan datang. Corak pendidikan humanis religius, umumnya terdapat pada pesantren yang ditunjukan dengan sikap cinta terhadap sesama manusia, baik kyai maupun santri yang mempunyai kesadaran bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia di antara makhluk ciptaan-Nya yang lain, sehingga para santri mengemban amanat yakni sebagai khalifah fi al-ardh. Semoga bermanfaat!
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI Wahyuti, Nanik
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.01 KB)

Abstract

Penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan dan hasil pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan model Pembelajaran Kuantum. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kawedanan kelas XII IPA-4 yang dilakukan dalam dua siklus belajar. Analisis data dilakukan dengan teknik perbandingan deskriptif komparatif dan analisis kritis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa setelah diterapkan model Kuantum, ada peningkatan keaktifan siswa dari tahap pratindakan (57,5%), siklus I (62,5%) dan siklus II (85%); dan peningkatan hasil pembelajaran dari tahap pratindakan (71,75), siklus I (75,13), dan siklus II (83,5).
ADOPSI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Syarifuddin, Muhammad Lutfi
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.41 KB)

Abstract

Regenerasi (mempunyai anak) merupakan salah satu tujuan dari Perkawinan. Namun tidak semua orang yang berumah tangga dapat mempunyai anak sebagai karunia dari Allah. Banyak faktor yang menyebabkan orang yang berumah tangga ingin mempunyai anak namun bukan dari rahim isterinya sendiri, baik karena usia, pekerjaan atau kesiapannya. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan adalah dengan mengadopsi atau mengangkat anak. Dalam lapangan hukum perdata umum, pengangkatan anak tidak saja berasal dari anak yang jelas asal-usulnya tetapi juga anak yang lahir di luar perkawinan yang sah (tidak jelas asal usulnya) dalam agama Islam anak yang tidak jelas asal-usulnya ini termasuk dalam kelompok anak pungut. Islam menghendaki, bahwa pemungutan dan pengangkatan anak lebih dititikberatkan kepada kemanusiaan yaitu perawatan, pemeliharaan, dan pendidikan anak tersebut, bukan karena alasan-alasan lain seperti untuk menjaga harta dan sebagainya. Surat al Ahzab ayat 4-5 ini merupakan sebuah hukum baru yang menanggapi fenomena social tentang adopsi. Allah SWT menurunkan ayat ini sebagai petunjuk tatacara praktek adopsi yang benar dan adil. bahwa Dia tidak menjadikan anak-anak angkat sebagai anak kandung (sendiri). Karena dengan mengatakan anak angkat sebagai anaknya sendiri adalah merupakan kebohongan yang hanya diucapkan dimulut saja dan bukan hal yang sebenarnya. Allah SWT memerintahkan untuk memanggil anak-anak angkat itu dengan memakai (menisbatkan kepada) nama bapak kandung mereka, kecuali jika tidak diketahui siapa bapak kandungnya maka dianjurkan untuk memanggil anak angkat itu dengan sebutan saudaraku seagama atau maulaku. Dengan panggilan seperti itu maka tidak terjadi pemutusan/pengaburan hubungan dengan bapak kandungnya dan sesungguhnya yang demikian itu adalah lebih adil di sisi Allah.
PEMIKIRAN USHUL FIQH IBNU RUSYD Azarkoni, Anwar Soleh
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.622 KB)

Abstract

Ushul Fiqih memiliki peranan yang sangat penting di dalam hukum Islam
PEMIKIRAN AL ‘ADAWI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK ANAK SEBELUM KELAHIRANNYA Al Hidaya, Ardian
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3760.232 KB)

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan hal yang sangat penting dan harus menjiwai segala bentuk pendidikan. Jika tidak, pendidikan akan hanya merupakan sesuatu yang sia-sia, bahkan akan menimbulkan mad}arat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Mengenai sejak kapan seharusnya anak mendapat pendidikan khususnya pendidikan akhlak, ada beberapa teori. Islam telah mengajarkan pendidikan anak sejak dini. Sejak dini yang dimaksud adalah semenjak ia masih dalam kandungan, ada juga yang mengartikan sejak dini adalah pada saat prosesi pembuahan, bahkan ada yang berpendapat jauh hari sebelum kedua orang tuanya menikah.Tulisan ini mencoba mengungkap pemikiran Mus}t}afa> al-Adawi dalam karyanya : Fiqh Tarbiyyat al-Abna> wa T{a>ifah min Nas}a>ih{ al-At}ibba>, namun penelaahannya khusus pada bagian pendidikan akhlak sejak dini, yaitu pemikirannya mengenai peran hidayah dan doa dalam kaitannya dengan kelangsungan akhlak anak, konsepnya tentang pendidikan orang tua terhadap anak sebelum dilahirkan. Hasil penelitian terhadap karya al-Adawi ini mengungkapkan bahwa pendidikan akhlak anak seharusnya sudah diselenggarakan sebelum anak itu terlahir dengan tetap “dibungkus” dengan ketauhidan yang tinggi. Karena tingkah laku, usaha dan kecenderungan orang tua, termasuk inisiatif dalam memilih jodoh yang saleh/ salehah, cara melakukan hubungan intim, ikhtiar orang tua selama anak dalam kandungan, bisa merupakan pendidikan yang juga berperan dalam membentuk akhlak anak di kehidupannya nanti.