cover
Contact Name
R. Ahmad Zaky El Islami
Contact Email
zakyislami@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi@untirta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA
ISSN : 24771422     EISSN : 24772038     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA contains research publications in the field of science learning, including chemistry learning, physics learning, biology learning and natural sciences learning Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA is published by Department of Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Sultan Ageng Tirtayasa in Collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)/Indonesian Society for Science Educators with the MoU No.14/PPII/J/2017
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
PENGEMBANGAN PCK (PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA MELALUI SIMULASI PEMBELAJARAN Agustina, Putri
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.313 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.323

Abstract

Teacher is one of the critical success factors of the learning process. Therefore, teachers need to master several categories realm of knowledge in order to carry out the study with either one of them Pedagogical Content Knowledge (PCK). PCK is the knowledge of teaching for specific content.The purpose of this study is to analyze the role of simulation learning in student teachers develop PCK. PCK is important for student teachers of biology as a provision in order to conform to the characteristics of biology. The experiment was conducted in February until August 2015 at the Department of Biology Education FKIP UMS. This research is a measure that aims to determine the effectiveness of simulation in developing PCK student learning. The study population was all students who take a course in 4th semester Learning Strategy Biologi amounted to 140 students. Samples were taken by random sampling are two parallel classes totaling 75 students. PCK Data taken from the assessment of learning scenarios, learning simulations, and stuffing questionnaire adopted from Schmidt, et al. (2010). The questionnaire was given twice: before the pretest and posttest simulation after simulation. Data analysis was performed using analysis of normalized gain score average. The results showed that PCK scores of students have increased before and after the simulation study. Results of the analysis showed score gains normalized gain value by an average of 0.38 (medium) so that it can be said that the simulated learning effective enough to develop PCK studentsGuru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menguasai beberapa kategori ranah pengetahuan agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik salah satunya Pedagogical Content Knowledge (PCK). PCKmerupakan pengetahuan tentang pengajaran untuk konten yang spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran simulasi pembelajaran dalam mengembangkan PCK mahasiswa calon guru. PCK penting bagi mahasiswa calon guru biologi sebagai bekal agar dapat membelajarkan biologi sesuai dengan karakteristik biologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2015 di program studi Pendidikan Biologi FKIP UMS. Penelitian ini adalah penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas simulasi pembelajaran dalam mengembangkan PCK mahasiswa. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 4 yang menempuh matakuliah Strategi Pembelajaran Biologi berjumlah 140 mahasiswa. Sampel diambil secara random sampling yaitu 2 kelas paralel yang berjumlah 75 mahasiswa. Data PCK diambil dari hasil penilaian skenario pembelajaran, simulasi pembelajaran, dan isian angket  yang diadopsi dari Schmidt, et al. (2010). Angket diberikan sebanyak dua kali yaitu pretest sebelum simulasi dan posttest setelah simulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis gain score ternormalisasi rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwaskor PCK mahasiswa mengalami peningkatan sebelum dan sesudah simulasi pembelajaran. Hasil analisis gain score menunjukkan nilai gain ternormalisasi rata-rata sebesar 0.38 (medium) sehingga dapat dikatakan bahwa simulasi pembelajaran cukup efektif untuk mengembangkan PCK mahasiswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HOTS BERBASIS KURIKULUM 2013 TERHADAP SIKAP DISIPLIN Pratiwi, Umi; Fasha, Eka Farida
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.488 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.330

Abstract

This research is aimed to develop an assessment instrument of High Order Thinking Skill (HOTS) in 2013-based curriculum toward discipline behaviour. The development of assessment instrument in this research applies Thiagarajan’s 4D model. It has been tried out at the population which consists of 3 (three) schools in 3 (three) districts by using cluster random sampling technique, in which X(1) class is chosen to try the assessment instrument out. The independent variable is HOTS and the dependent variable is discipline behaviour. The data are collected through the validity sheet of assessment instrument in the form of lesson plan, used to find out: (1) the validity of learning aid; (2) the effectiveness of learning aid based on the learning result. The process of development with 4.00 maximal score results in: (1) the learning aid which is valid according to 4 (four) validations: the average score is 3.57 in the fourst validity; (2)The assessment instrument is effective or successful, since it can obtain the success of assessment instrument with 73.3 % HOTS score of the total score and 90 % discipline behaviour score of the total score. Developing this assessment instrument is suitable to be applied for active students, who can work independently but have less ability to follow the process or finishing steps in Physics systematicallyPendidikan sebagai salah satu parameter kemajuan suatu bangsa menjadi sangat penting dengan SDM sebagai tolak ukurnya. Fenomena-fenomena yang mengarah pada gagalnya pendidikan, seperti kondisi moral generasi muda yang rusak, pengangguran terididik yang semakin meluas,rusaknyamoral bangsa yang akut dan sebagainya. Hal tersebut yang mendasari penelitian ini dengan menerapkan pendidikan integrasi dengan pendidikan karakter yaitu, pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) berbasis kurikulum 2013 terhadap sikap disiplin.Pengembangan instrumen penilaian menggunakan R & D model 4-D dari Thiagarajan, et al. (1974). Uji coba lapangan dilakukan di 3 (tiga) sekolah yang terdiri dari 3 (tiga) sekolah, dengan teknik cluster random sampling terpilih kelas X(1) sebagai kelas uji coba instrumen penilaian. Variabel HOTS sebagai variabel independendan sikap disiplin sebagai variabel dependen. Data diperoleh melaluilembar validasi, instrumen penilaian dalam bentuk RPP. Proses pengembangan instrumen  penilaian HOTS dan sikap disiplin masing-masing terdiri dari 12 indikator dengan skor maksimal 4.00 menghasilkan: Instrumen penilaian adalah valid menurut 4 (empat) validator, yaitu diperoleh rata-rata nilai validitas 3,57. Instrumen penilaian dikatakan efektif/berhasil, karena mencapai kesuksesan instrumen penilaian dengan skor HOTS 73,3% dan sikap disiplin 90% dari skor total. Instrumen penilaian ini baik digunakan untuk siswa dengan keaktifan tinggi, bekerja mandiri dan kemampuan yang kurang baik dalam menyelesaikan soal-soal fisika secara sistematis.
HUBUNGAN LITERASI SAINS DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA KONSEP ASAM BASA El Islami, R. Ahmad Zaky; Nahadi, Nahadi; Permanasari, Anna
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.756 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.324

Abstract

This study aimstodetermine the correlation ofscience literacyand confidenceof studentson acid and base concept. This research was conductedatSMAN24Kabupaten TangeranginJanuary-June2013.The method usedwassurvey method, the subjectsin this study consistedof39 students. Datawere analyzed usingproductmomentcorrelation test. The instrument usedisa test ofscientific literacyandself-confidencequestionnaires. The results showeda correlation coefficientof 0.02is lowerthan thertabel(at the 5% significance level) is0,316, we conclude that there is nosignificant correlationbetweenscience literacyandconfidence of studentstatistically.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi sains dan kepercayaan diri siswa pada konsep asam basa.Penelitian ini dilakukan di SMAN 24 Kabupaten Tangerang pada bulan Januari-Juni 2013.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, subyek dalam penelitian ini terdiri dari 39 siswa.Data dianalisis dengan uji korelasi product momen.Instrumen yang digunakan adalah soal literasi sains dan angket kepercayaan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,02 lebih rendah dibandingkan dengan rtabel (pada taraf signifikansi 5%) yaitu 0,316 maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara literasi sains dan kepercayaan diri siswa secara statistik.
PERANCANGAN PEMBELAJARAN LITERASI SAINS BERBASIS INKUIRI PADA KEGIATAN LABORATORIUM Rakhmawan, Aditya; Setiabudi, Agus; Mudzakir, Ahmad
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.688 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.331

Abstract

This research aimed to prove that laboratory activity based inquiry could improve scientific literacy skills of high school student, namely content, context, process, andscience attitude aspect in a voltaic cell lesson. The research design used in thisresearch was counterbalanced design. This research used scientific literacy based inquiry instructionfor experiment class and inquiry based instruction for control class. Scientific literacytest, enquette, observation sheet, and interview guide were used as instruments in theresearch, while student worksheet was used asguidance of instructionPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dalam bentuk kegiatan laboratorium mampu meningkatkan literasi sains siswa SMA pada aspek konten, konteks, proses dan sikap sains siswa pada submateri pokok sel volta. Desain penelitian yang digunakan adalah desain konterbalans dengan pembelajaran eksperimen menggunakan pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dan pembelajaran kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan literasi sains, selain itu angket, lembar observasi, dan pedoman wawancara, serta LKS sebagai pedoman pembelajarannya.
PROFIL PENILAIAN OTENTIK PADA KONSEP BIOLOGI DI SMA NEGERIKOTA TANGERANG SELATAN Sari, Ella Nurlela; Rosyidatun, Eny Supriyati; Juanengsih, Nengsih
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.117 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.325

Abstract

The objective of this study was to describe the  useof authentic assessment by tenth grade Biology teachers  of state senior high school in Tangerang Selatan. This study was  carried out in the first half year of 2014/2015, started from October to December 2014. The survey method was used in this study. The technique of sampling was purposive sampling. The samples were: SMAN 3, SMAN 5, SMAN 9, and SMAN 11 Tangerang Selatan. We used non-test instrumentswhich consisted of authentic assessment checklist sheet, teaching observation sheet, and questionnaire. By using descriptive percentage formula,we analyze quantitative data, and then the results were categorized according to parameter. The results showed that the worthiness level of attitude, knowledge, and skill assessment document of those research subjects were counted “suitable” category. The results of questionnaire and teaching observation showed that the use of authentic assessment in Biology teachingof state senior high school in Tangerang Selatan has beenincluded in “good” category.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sistematis mengenai penggunaan penilaian otentik oleh guru biologi kelas X SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Semester  GasalTahun Pelajaran 2014/2015, dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.Sampel penelitan ini berjumlah empat sekolah yaitu SMAN 3, SMAN 5, SMAN 9, dan SMAN 11 Tangerang Selatan.Instrumen yang digunakan adalah instrumen non-tes yang terdiri dari lembar analisis dokumen penilaian otentik, observasi pembelajaran, dan kuesioner.Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan rumus deskriptif persentase, kemudian hasil analisisdibandingkan dengan parameter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan dokumen penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan subjek penelitian termasuk kategori “layak”.Hasil angket dan observasi pembelajaran menunjukkan bahwa penggunaan penilaian otentik dalam pembelajaran biologi SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan termasuk dalam kategori “baik”
GAMBARAN LEVEL SUBMIKROSKOPIK UNTUK MENUNJUKKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KIMIA DAN STOIKIOMETRI Zidny, Robby; Sopandi, Wahyu; Kusrijadi, Ali Kusrijadi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.644 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.326

Abstract

Submicro diagrams can be used as an assessment to determine the understanding of chemical concepts. Students can visualize a concept and develop a mental model for the concept through the submicro diagrams. The purpose of this study was to get submicroscopic level description that shows students understanding to chemical equations and stoichiometry. This research used descriptive method. The subjects were 10 grade high school students in Bandung. The research instrument is a diagnostic test of concepts understanding that involve the use of submicro diagrams. The results of diagnostic tests shows that only a small percentage of students are categorized in the level of understanding of concepts. While the rest are scattered into the level understand  the concepts partially, understand the concepts with specific misconceptions, misconceptions and do not understand the concept. Students  did not have full understanding of the concepts and  misconceptions is due to  weakness ability of students to interpreting the explanation of symbolic form into the submicro diagram model and vice versaDiagram submikroskopik dapat digunakan sebagai alat uji untuk mengetahui pemahaman konsep kimia. Siswa dapat memvisualisasikan konsep dan mengembangkan model mental untuk konsep tersebut melalui diagram submikroskopis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran level submikroskopik yang menunjukan pemahaman konsep siswa pada materi persamaan kimia dan stoikiometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas 10 di Kota Bandung. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik pemahaman konsep yang melibatkan penggunaan diagram submikroskopik. Hasil tes diagnostik pemahaman konsep dengan menggunakan diagram submikroskopik menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa yang termasuk dalam tingkat paham konsep. Sedangkan sisanya tersebar kedalam tingkat paham sebagian konsep, paham sebagian dengan spesifik miskonsepsi, miskonsepsi dan tidak paham konsep. Tidak dimilikinya pemahaman konsep secara utuh dan miskonsepsi pada siswa salah satunya disebabkan oleh lemahnya kemampuan siswa dalam menafsirkan penjelasan dari bentuk simbolik ke dalam bentuk model diagram submikroskopik dan sebaliknya.
PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TIPE GALLET Muslim, Buchori
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.438 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.282

Abstract

This study aimed to obtain a model of learning that can improve the performance and capabilities of students in lab reports, and can train thinking skills and self-confidence of students to the concept of salt hydrolysis. The research method used was a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. Research subjects consisted of 78 students of class XI Science SMAN 16 Bandung, 40 students of the experimental group and 38 control group students. The instrument used in this study consisted of an attitude scale, interview and observation sheets. The data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results show that the learning problem solving can improve the performance and ability of the students in the lab reports, and can train thinking skills and self-confidence of students. There are significant differences between the performance and abilities of students in the student lab reports and the experimental group and a control group of students who responded positively to the learning problem solving in the concept of hydrolysis of salts, including in both categories with an average percentage score of 67.81%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan siswa dalam membuat laporan praktikum, serta dapat melatih kemampuan berpikir dan kepercayaan diri siswa pada konsep hidrolisis garam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 78 siswa kelas XI IPA SMAN 16 Bandung, 40 siswa kelompok eksperimen dan 38 siswa kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala sikap, pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pemecahan masalah dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan siswa dalam membuat laporan praktikum, serta dapat melatih kemampuan berpikir dan kepercayaan diri siswa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja dan kemampuan siswa dalam membuat laporan praktikum siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran pemecahan masalah pada konsep hidrolisis garam, termasuk dalam kategori baik dengan persentase rata-rata skor sebesar 67,81%.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA ROTATION TIMER DAN RODA FLEKSIBEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA Alatas, Fathiah; Mulhayatiah, Diah; Jahrudin, Ahmad
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.84 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.327

Abstract

This study aimed to determine using of props Rota Time on analytical skills of students on the concept of uniform circular motion. This research was conducted in class X MIA 1(experiment group) and X MIA 2 (control group) of Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2014. The research method used is the method of quasi-experimental design with nonequivalent control group design and purposive sampling technique. The instrument used was a test instrument in the form of questions and a description of non-test instrument in the form of observation sheet of activity and student questionnaire responses.Based on the test data analysis, obtained by the average value of students ability to analyze the use of props Rotation Timer lower than the average value of students ability to analyze the use of props flexible wheel.  Ability to analyze students excel in the experimental group students in the ability to analyze the aspects of organizing while the distinguishing aspect and attribute that is superior to the control class. Ability to analyze students excel in the experimental group only in the ability to analyze the aspects of organizing, while the distinguishing aspect and attribute that is superior to the control class with reference to the N-Gain Test where the experimental class gain increased by 26%, while the control group only 20%. At the distinguishing aspects of the control group were superior gain increased by 31%, while the experimental group only received an increase of 24% and on aspects of the class attribute the increased control that is superior with an increase of 20%, while the experimental group only received an increase of 17%. Furthermore, based on data analysis nontes, for observationsheet of student activity conclude that the experimental class in less favorable circumstances, compared with the control class. The data in the form of questionnaires nontes concluded that the overall implementation of props Rota Time in learning physics concepts uniform circular motion to obtain good responsePenelitian ini untuk mengetahui penggunaan alat peraga Rotation Timer dan roda-roda fleksibel untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa konsep gerak melingkar beraturan. Penelitian ini dilakukan di kelas digunakan kelas X MIA 2 (untuk kelompok eksperimen) menggunakan alat peraga rotation timer dan kelas X MIA 1 (untuk kelompok kontrol) menggunakan roda fleksibel di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2014. Metode penelitian adalah metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control groupdesigndan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah  instrumen tes berupa soal uraian dan non tes berupa lembar observasi aktivitas siswa dan angket respon siswa. Berdasarkan analisis data tes diperoleh nilai rata-rata kemampuan menganalisis siswa yang menggunakan alat peraga Rotation Timerlebih rendah dibanding nilai rata-rata kemampuan menganalisis siswa yang menggunakan alat peraga roda-roda fleksibel. Kemampuan menganalisis siswa kelompok eksperimen unggul pada pada aspek mengorganisasi dengan mengacu pada hasil Uji N-Gain dimana kelas eksperimen memperoleh peningkatan sebesar 26%, sedangkan kelas kontrol hanya sebesar 20%. Pada aspek membedakan kelompok kontrol memperoleh peningkatan yang lebih unggul sebesar 31%, sementara kelompok eksperimen hanya memperoleh peningkatan sebesar 24% dan pada aspek mengatribusikan kelas kontrol mengalami peningkatan yang lebih unggul dengan peningkatan sebesar 20%, sementara kelompok eksperimen  hanya memperoleh peningkatan 17%. Selanjutnya berdasarkan analisis data nontes, untuk lembar observasi aktivitas siswa menyimpulkan bahwa kelas eksperimen  dalam keadaan kurang kondusif, dibandingkan dengan kelas kontrol
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FILM ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONSEP FOTOSINTESIS Hasanah, Umrotul; Nulhakim, Lukman
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.456 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.283

Abstract

The research aims to develop animation film as a learning media in photosynthesis concept learning and to know the results of the assessment of the learning media expert test the concept of photosynthesis animated films. This research is Research and Development (R&D). The research used questionnaire  Aspects of assessment in terms of the media covering aspects of technical quality, narration, and music/sound effects. Aspects of the assessment of the suitability of the material terms covering the material aspects of the curriculum, the clarity of the material, the order of the material, communicative, suitability of the material with the purpose of learning, material relationship with the students’ critical thinking skill, and material relationship with motivation. Media expert test against “Cahaya dan Fotosintesis” animated film made by media experts with a percentage of 80,6% with the as good category, and  92,5% are material expert excellent category. Based on the “Cahaya dan Fotosintesis” animated film expert test to students can be tasted on a limited basis, after the media deficiencies corrected. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran film animasi pada konsep fotosintesis dan untuk mengetahui hasil penilaian uji ahli terhadap media pembelajaran film animasi pada konsep fotosintesis. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R & D). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Aspek penilaian dari segi media meliputi aspek kualitas teknik, narasi dan musik/efek suara. Aspek penilaian dari segi materi meliputi aspek kesesuaian materi dengan kurikulum, kejelasan materi, urutan materi, komunikatif, kesesuaian soal evaluasi, kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, hubungan materi dengan kemampuan berpikir kritis dan hubungan materi dengan motivasi. Uji ahli terhadap media film animasi “Cahaya dan Fotosintesis” dilakukan oleh ahli media dengan perolehan persentse 80,6% dengan kategori baik, dan ahli materi 92,5% yaitu kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji ahli media film animasi “Cahaya dan Fotosintesis” dapat diujikan kepada siswa secara terbatas, setelah kekurangan media tersebut diperbaiki. 
ANALISIS PROFIL MODEL MENTAL SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI Handayanti, Yuli; Setiabudi, Agus; Nahadi, Nahadi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 1, No 1 (2015): Available Online in November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.799 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v1i1.329

Abstract

The research, entitled "Analysis Students’ Profile Mental Models High School on the rate of reaction" aims to obtain an overview of high school students mental modelson the rate of reaction. The method used is descriptive research method, involving 32 students of class XI IPA who come from high schools in the district of Ciamis. The data was collected by a research instrument diagnostic tests, interview guides and documentation of study. Research results showed that students understanding of the sub-microscopic level on the subject matter of rate of reaction is still low compared to other levels of chemical representation. Meanwhile, the category of mental models of the students on the subject matter of rate of reaction varied for each level of chemical representation. The chemical representation relationship with the category ofmental models of high school students on the subject matter of rate of reactionis almost in line with the previous analysis, which is based on the comparison betweenthe characteristics of the chemical representation and mental models of its catagory.Penelitian yang berjudul “Analisis Profil Model Mental Siswa SMA pada Materi Laju Reaksi” ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum model mental siswa SMA pada materi laju reaksi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan subjek siswa kelas XI IPA sebanyak 32 orang yang berasal dari SMA Negeri di kabupaten Ciamis. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen penelitian berupa tes diagnostik, pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa pada level sub mikroskopik pada materi laju reaksi masih rendah dibandingkan representasi kimia pada level lainnya. Sementara itu, kategori model mental yang dimiliki siswa pada materi laju reaksi ini beragam untuk setiap level representasi kimianya. Adapun hubungan representasi kimia dengan kategori model mental siswa SMA pada materi laju reaksi ini hampir sesuai dengan analisis sebelumnya, yaitu berdasarkan perbandingan antara karakteristik representasi kimia dan kategori model mental yang dimilikinya.