cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 230 Documents
PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN MODEL KONVENSIONAL PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN Hakim, Abdul; Rambe, Dayuani
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.978 KB) | DOI: 10.22611/jpf.v1i2.3176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan model pembelajaran konvensional pada materi pokok Besaran dan Satuan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 10 Medan yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling seadanya yaitu ditentukan oleh kebijakan sekolah, kelas VII-B sebagai kelas eksperimen berjumlah 38 siswa dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol berjumlah 40 orang. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 45,00 dengan standar deviasi 16,00 dan kelas kontrol 39,00 dengan standar deviasi 12,00. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh nilai rata-rata postes pada kelas eksperimen sebesar 76,0 dengan standar deviasi 11,00 dan pada kelas kontrol sebesar 64,0 dengan standar deviasi 15,00. Berdasarkan analisis uji-t satu pihak diperoleh thitung = 6,649 sedangkan untuk ttabel = 1,998 sehingga thitung > ttabel. Oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak. Ini berarti ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Besaran dan Satuan.
PENERAPAN MEDIA SIMULASI PhET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA FASE PENGUMPULAN DATA PERCOBAAN DAN MENGOLAH SERTA MERUMUSKAN SUATU PENJELASAN DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DI SMA NEGERI 5 TAKENGON ., Komyadi; Nasution, Derlina
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.167 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan prosessains pada aspek skill dan kognitif dengan penerapan model pembelajaraninquiry training menggunakan media simulasi PhET. Metode penelitianyang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri daridua siklus dengan masing-masing siklus memiliki empat tahapan kegiatanyaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukandi SMA Negeri 5 Takengon kelas XI.IPA-1 yang terdiri dari 25 siswa padasemester genap tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yangdigunakan adalah catatan lapangan, tes, observasi, dan angket. Dari hasilpenelitian diperoleh nilai rata-rata keterampilan proses sains siswa (aspekskill) pada siklus I adalah 66,18 dengan ketuntasan klasikal 36% dan padasiklus II 77,77 dengan ketuntasan klasikal 92% dengan N-gain 47,81%(sedang). Nilai rata-rata keterampilan proses sains (aspek kognitif) siswapada siklus I adalah 61,87 dengan ketuntasan klasikal 48%, sedangkan padasiklus II 78,15 dan ketuntasan klasikal 88% dengan N-gain 69% (sedang).Hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran pada siklus I positif danpada siklus II sangat positif. Dengan demikian penerapan modelpembelajaran inquiry training menggunakan media simulasi PhET dapatmeningkatkan keterampilan proses sains (aspek skill dan kognitif).Kata kunci: keterampilan proses sains, inquiry training, simulasi PhET
EFEK MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING MENGGUNAKAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS Hifni, Muhammad; Turnip, Betty
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.222 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil keterampilan prosessains siswa melalui penerapan model pembelajaran Inquiry Trainingmenggunakan media macromedia flash dan pembelajaran konvensional, danmengetahui hasil kemampuan berpikir logis siswa yang diberikanpembelajarandengan penerapan model pembelajaran Inquiry Training menggunakan mediamacromedia flash dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakanpenelitian quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitianadalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Binjai Semester Genap T.P 2014/2015.Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel 71 orang yangditentukan dengan cluster random sampling, yaitu VIII-4 sebagai kelaseksperimen menggunakan model pembelajaran Inquiry Training sebanyak 35orang dan VIII-3 sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajarankonvensional sebanyak 36 orang. Instrumen penelitian berupa tesketerampilanproses sains dan kemampuan berpikir logis. Hasil analisis data menjelaskanbahwa uji bahwa model pembelajaran Inquiry Training  menggunakan mediamacromedia flash lebih baik dalam meningkatkan keterampilan proses sainssiswa daripada model pembelajaran konvensional. Analisis data juga menyimpulkanbahwa model pembelajaran Inquiry Training menggunakan mediamacromedia flash lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir logissiswa daripada model pembelajaran konvensional.Kata kunci: inquiry training, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir logis, macromedia flash
EFEK MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE DAN KREATIVITAS ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF TINGKAT TINGGI SISWA SMA PADA PELAJARAN FISIKA Ramadhani, Irham; Sirait, Motlan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasbelajar kognitif tingkat tinggi fisika siswa dengan model pembelajaraberbasis proyek dengan strategi think talk write dan pembelajarakonvensional; (2) perbedaan hasil belajar kognitif tingkat tinggi fisika siswayang memiliki kreativitas ilmiah di atas rata-rata dan di bawah rata-rata; dan(3) interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat kreativitas ilmiahdalam mempengaruhi hasil belajar kognitif tingkat tinggi fisika siswPenelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Sampel dalampenelitian ini dipilih dengan cluster random sampling sebanyak dua kelaInstrumen terdiri dari tes hasil belajar kognitif tingkat tinggi berupa teessay dan tes kreativitas ilmiah. Data dianalisis dengan menggunakanANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajakognitif tingkat tinggi fisika menggunakan model pembelajaran berbasproyek dengan strategi think talk write berbeda dan menunjukkan hasil yanlebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, hasil belajarkognitif tingkat tinggi siswa fisika dengan kreativitas ilmiah di atas rata-rataberbeda dan menunjukkan hasil lebih baik dari siswa dengan kreativitasilmiah di bawah rata-rata, serta terdapat interaksi antara model pembelajaranberbasis proyek dengan strategi think talk write dan kreativitas ilmiah dalammempengaruhi hasil belajar kognitif tingkat tinggi fisika siswa. Kata kunci: hasil belajar kognitif tingkat tinggi, kreativitas ilmiah, model pembelajaran Berbasis Proyek, strategi think talk write
EFEK MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING BERBASIS MULTIMEDIA LECTORA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Hidayat, Muhammad Iman; Harahap, Mara Bangun
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.659 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan hasil belajar siswayang diterapkan model pembelajaran inquiry training berbasis multimedialectora lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional,(2) untuk menjelaskan hasil belajar siswa yang memiliki kemampuanberpikir formal tinggi adalah lebih baik dari siswa yang memilikikemampuan berpikir formal rendah, (3) untuk menjelaskan hubungan antaramodel pembelajaran inquiry training berbasis multimedia lectora dankemampuan berpikir formal terhadap hasil belajar fisika siswa. Sampel diambil dengan menggunakan cluster random sampling dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran inquirytraining berbasis multimedia lectora dan kelas kedua sebagai kelas kontrolditerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakandalam penelitian ini adalah instrumen kemampuan berpikir formal terdiridari 10 pertanyaan dan instrumen hasil belajar fisika terdiri dari 20pertanyaan yang dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa: (1) hasil belajar siswa yang diterapkan model pembelajaran inquirytraining berbasis multimedia lectora lebih baik dibandingkan modelpembelajaran konvensional; (2) hasil belajar siswa yang memilikikemampuan berpikir formal tinggi lebih baik dibandingkan siswa yangmemiliki kemampuan berpikir formal rendah; (3) terdapat interaksi antaramodel pembelajaran inquiry training berbasis multimedia lectora dankemampuan berpikir formal terhadap hasil belajar fisika siswa.Kata kunci: inquiry training, berpikir formal, hasil belajar siswa
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASH DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI FISIKA SISWA SMA Peranginangin, Despaleri; ., Sahyar
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaankemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa pada model pembelajaranberbasis masalah dengan menggunakan media flash dan pembelajarankonvensional, (2) perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yangmemiliki sikap ilmiah di atas rata-rata dan di bawah rata-rata, serta (3)interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat sikap ilmiah dalam mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Pemilihan sampel dilakukandengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas, dimana kelaspertama diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah denganmenggunakan media flash dan kelas kedua dengan pembelajarankonvensional. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dan angket sikap ilmiah. Data dalam penelitian ini dianalisisdengan menggunakan anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwakemampuan berpikir tingkat tinggi fisika menggunakan model pembelajaranberbasis masalah dengan menggunakan media flash lebih baik dibandingkandengan pembelajaran konvensional, kemampuan berpikir tingkat tinggisiswa dengan sikap ilmiah di atas rata-rata lebih baik dibandingkan dengansiswa yang sikap ilmiah di bawah rata-rata, serta terdapat interaksi antaramodel pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media flashdan sikap ilmiah dalam mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, media flash, sikap ilmiah, kemampuan berpikir tingkat tinggi
EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN TEAMWORK SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Irwan, Nova; Sani, Ridwan Abdullah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.933 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui perbedaan hasil belajarfisika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe GroupInvestigationdengan model pembelajaran Direct Instruction. Mengetahui perbedaan hasilbelajar fisika antara kelompok siswa yang memiliki teamwork skills dibawah rata-rata dengan di atas rata-rata. Mengetahui interaksi antara modelpembelajaran dengan tingkat teamwork skills siswa dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswakelas X. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster randomsebanyak dua kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimenditerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dankelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan model pembelajaran DirectInstruction. Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini yaitu instrumentes hasil belajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 8 soal dan insrumenobservasi teamwok skills yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Datadianalisis menggunakan analisis Anava dua jalur. Dari hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa: Hasil belajar fisika pada model kooperatif tipe groupinvestigation lebih tinggi dibandingkan model direct interuction. Hasilbelajar fisika pada kelompok siswa yang memiliki tingkat teamwork skills diatas rata-rata lebih tinggi dibandingkan di bawah rata-rata. Terdapatinteraksiantara model pembelajaran dengan tingkat teamwork skills siswa dalammempengaruhi hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipegroup investigation sangat baik diterapkan pada kelompok siswa yangmemiliki teamwork skills di atas rata-rata. Sedangkan pada model directinteruction tidak perlu memperhatikan teamwork skills.  Kata kunci: group investigation, teamwork skills, hasil belajar
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE GROUP INVESTIGATION DAN PEMAHAMAN KONSEP AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TELUK MENGKUDU Tambunan, Elida; Bukit, Nurdin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.757 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar fisika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe groupinvestigation dan model pembelajaran direct instruction, untuk mengetahuiapakah ada perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memilikipemahaman konsep awal tinggi dan siswa yang memiliki pemahamankonsep awal rendah, untuk mengetahui apakah ada interaksi antara model kooperatif group investigation dengan pemahaman konsep awal siswa dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertamasebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif groupInvestigation dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan modelpembelajaran direct instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitianini yaitu instrumen tes hasil belajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 9soal dan tes pemahaman konsep awal sebanyak 12 soal yang telahdinyatakan valid dan reliabel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaterdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa dengan model pembelajarankooperatif group investigation dan model pembelajaran direct instruction.Terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memiliki pemahaman konsep awal tinggi dan siswa yang memiliki pemahaman konsep awal rendah. Terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif groupinvestigation dan pemahaman konsep awal siswa terhadap hasil belajarfisika. Model pembelajaran kooperatif group investigation lebih optimalditerapkan untuk siswa yang memiliki pemahaman konsep awal tinggisedangkan model pembelajaran direct instruction pemahaman konsep awaltinggi dan rendah hasil belajar yang tidak berbeda. Kata kunci: group investigation, pemahaman konsep awal, hasil belajar
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Purwanti, Sri; Manurung, Sondang
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.832 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan  model pembelajaranProblem Solving dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaranDirect Instruction, untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajarfisika siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi,untuk mengetahui apakah ada Interaksi antara model pembelajaran ProblemSolving dengan tingkat sikap ilmiah siswa dalam mempengaruhi hasilbelajar siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster randomsampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem Solving dan kelas keduasebagai kelas kontrol diterapkan model pembelajaran Direct Instruction.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes hasilbelajar fisika dalam bentuk uraian sebanyak 8 soal dan insrumen angketsikap ilmiah sebanyak 22 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Darihasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajarfisika siswa dengan model pembelajaran Problem Solving dan modelpembelajaran Direct Instruction. Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantara sikap ilmiah rendah dan sikap ilmiah tinggi. Terdapat interaksi antaramodel pembelajaran Problem Solving dengan sikap ilmiah siswa dalammempengaruhi hasil belajar siswa. Kata kunci: problem solving, sikap ilmiah, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMK Zunanda, Muhammad; Sinulingga, Karya
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.211 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaanketerampilanpemecahan masalah fisika siswa pada model pembelajaran problem basedlearning dan pembelajarankonvensional, perbedaan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir diatas rata-rata dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis di bawahrata-rata, serta interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis dalam mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas,dimana kelas pertama diajarkan dengan model pembelajaran berbasismasalah dan kelas kedua dengan pembelajaran konvensional. Instrumenyang digunakan terdiri dari tes keterampilan pemecahan masalah dan teskemampuan berpikir kritis. Data dalam penelitian ini dianalisis denganmenggunakan anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwaketerampilan pemecahan masalah fisika siswa yang menggunakan modelpembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, keterampilan pemecahan masalah fisika siswa dengankemampuan berpikir kritis di atas rata-rata  menunjukkan perbedaan danhasil yang lebih baik dari pada siswa dengan kemampuan berpikir kritis dibawah rata-rata, serta terdapat interaksi antara model pembelajaran berbasismasalah dan kemampuan berpikir kritis dalam mempengaruhi keterampilanpemecahan masalah fisika siswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah

Page 1 of 23 | Total Record : 230