cover
Filter by Year
ANDHARUPA
Articles
62
Articles
IMPLEMENTASI NIRMANA PADA FOTOGRAFI PORTRAITURE 3D ANAGLYPH

Setyanto, Daniar Wikan, Sulistiyawati, Puri, Rahmasari, Erisa Adyati

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.262 KB)

Abstract

AbstrakImplementasi teknologi 3D saat ini lebih banyak digunakan di dunia perfilman dan animasi, padahal teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dalam fotografi, khususnya fotografi 3D. Sampai saat ini masih sedikit fotografer yang mendalami dan tertarik untuk melakukan eksperimen. Fotografi 3D menyimpan potensi untuk dikembangkan karena implementasi 3D dapat membuat media foto tersebut menjadi sangat unik. Fotografi sendiri merupakan salah satu dari bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), oleh karena itu ilmu fotografi seharusnya bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Melalui penelitian yang mengarah pada eksperimental fotografi dan citra 3D diharapkan dapat memberikan kontribusi kebaharuan dalam fotografi. Karya fotografi juga memerlukan sentuhan dari nirmana karena nirmana merupakan ilmu yang mempelajari unsur-unsur tata rupa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan karya-karya fotografi portraiture nirmana dengan teknologi 3D anaglyph. Dengan menggunakan metodologi eksperimental, penelitian ini mengeksplorasi teknik penciptaan fotografi 3D anaglyph. Luaran karya fotografi 3D tersebut menjadi bukti bahwa sisi estetis nirmana dan teknologi fotografi 3D anaglyph merupakan  ilmu yang saling berhubungan dan implementatif satu sama lain secara khusus dengan ilmu fotografi. Kata kunci : 3D anaglyph, fotografi, nirmana, portraiture AbstractThe implementation of 3D technology recently is more applicated in film and animation, whereas that technology has big potential to develop in photography, especially the 3D photography genre. Until now, only a few photographers have focused on this genre and are interested in conducting further experiments. 3D photography still has the potential to be developed because 3D applications can produce unique photos. Photography is one of the science and technology fields, therefore photography should move dynamically in line with technological developments. Through research that leads to experimental photography and 3D imagery is expected to contribute novelty in photography. Photographic work also requires nirmana touch because nirmana learns the elements of fine arts. The purpose of this research is to produce portraiture photography works of nirmana with anaglyph 3D technology.  By using the experimental methodology, this study explores 3D anaglyph photography creation techniques. The output of 3D photography is evidence that nirmana aesthetic and 3D photography technology are interrelated and implementative especially with the science of photography. Keywords : 3D anaglyph, photography, nirmana, portraiture

PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PENGENALAN DKV MA CHUNG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND EQUITY

Rahmadianto, Sultan Arif, Melany, Melany

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.975 KB)

Abstract

AbstrakProgram studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Malang memiliki banyak peminat dan terus meningkat. Zaman sekarang sudah banyak perguruan tinggi swasta yang membuka program studi DKV tidak terkecuali Universitas Ma Chung. Program studi S1 DKV Universitas Ma Chung atau lebih dikenal dengan DKV Ma Chung yang terletak di Malang ini merupakan program studi tergolong masih baru dan belum memiliki lulusan. Perkembangan suatu program studi di perguruan tinggi swasta sangat bergantung pada jumlah mahasiswa. Untuk memiliki peminat mahasiswa yang tinggi diantara peguruan tinggi swasta lain, program studi DKV Ma Chung harus memiliki brand equity. Multimedia interaktif adalah sebuah media yang mampu menyampaian informasi lebih kreatif, inovatif dan efektif. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah merancang multimedia interaktif pengenalan DKV Ma Chung sebagai upaya meningkatkan brand equity. Metode perancangan multimedia interaktif menggunakan pendekatan kualitatif proses desain ADDIE meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode ADDIE adalah model instruksi desain dengan sebuah framework yang membantu perancangan media. Manfaat jangka panjang dari penelitian ini adalah meningkatkan jumlah mahasiswa program studi DKV Ma Chung yang sangat penting bagi perkembangan sebuah program studi. Kata Kunci: DKV Ma Chung, brand equity, ADDIE, multimedia interaktif.  AbstractRecently, the number of applicants to study visual communication design in Malang increased significantly. The fact that nowadays many private universities, including Universitas Ma Chung, open a Study Program of Visual Communication Design. The Bachelor??s program of Visual Communication Design of Universitas Ma Chung (henceforth DKV Ma Chung), which is based in Malang, is a considerably new study program and has not had a single graduate. The development of a study program in a private university highly depends on the number of its students. To get a high number of prospective students for the study program amidst the competition with those in other universities, DKV Ma Chung has to build a brand equity. Interactive multimedia is one that can fulfill the needs in delivering information more innovatively. Therefore, the purpose of this research is to design an interactive multimedia to introduce DKV Ma Chung as an effort to improve brand equity. The interactive multimedia designing uses the qualitative approach to design process termed ADDIE. ADDIE, which stands for includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, is a general design instructional model with a framework that helps media designing. The long-term benefit of this research is the increasing number of students of DKV Ma Chung, which is very important in the development of a study program.Keywords: DKV Ma Chung, brand equity, ADDIE, interactive multimedia

LOGO DAN SIGNAGE SEBAGAI IDENTITAS VISUAL (STUDI KASUS: STADION GELORA BANDUNG LAUTAN API)

Pratama, Federico Doriana, Swasty, Wirania

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.131 KB)

Abstract

AbstrakStadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai kasus studi merupakan stadion terbesar di Kota Bandung yang dirancang berstandar internasional dan diklaim menjadi stadion termegah se-Indonesia. Stadion yang mampu menampung 72.000 orang ini adalah salah satu potensi yang luar biasa bagi Bandung. Menjadi stadion terbesar di Jawa Barat, signage memiliki peranan penting agar memudahkan pengunjung untuk menuju ke lokasi yang akan dituju dengan cepat dan tepat. Beberapa area pada Stadion Bandung Lautan Api belum memiliki signage yang informatif, selain itu desain signage juga belum menunjukan konsistensi dan ciri khas dari stadion. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Adapun analisis data menggunakan matriks perbandingan. Hasil akhir berupa perancangan signage Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang informatif dan menunjukkan identitas bangunan stadion maupun identitas Kota Bandung. Perancangan ini diharapkan dapat membantu pengunjung Stadion Gelora Bandung Lautan Api menemukan informasi atau arah sehingga mudah menuju tempat yang mereka inginkan dengan cepat dan tepat selama berada di dalam dan luar stadion. Kata Kunci: identitas visual, signage, Stadion Gelora Bandung Lautan Api AbstractGelora Bandung Lautan Api Stadium as a case study is the largest stadium in Bandung designed internationally and claimed to be the grandest stadium in Indonesia. The stadium that can accommodate 72,000 people is one of the tremendous potential for Bandung. Being the largest stadium in West Java, signage has an important role to facilitate visitors to get to the location to be addressed quickly and precisely. Some areas at Gelora Bandung Lautan Api Stadium have no informative signage, moreover the signage design has not shown the consistency and characteristic of the stadium. The data collection used are observation, interview, questionnaire and literature study. The data analysis used comparison matrix. The result of the design of signage Gelora Bandung Lautan Api Stadium that informative and show the identity of the building and Bandung identity. This design is expected to help visitors to find information or directions easyly to get to where they want quickly and precisely while inside and outside the stadium. Keywords: visual identity, signage, Gelora Bandung Lautan Api Stadium

PERANCANGAN KEMASAN MURIA BATIK KUDUS UNTUK MEMPERKENALKAN KEBUDAYAAN LOKAL KOTA KUDUS

Sulistyorini, Indah, Utami, Birmanti Setia

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.637 KB)

Abstract

AbstrakBatik Kudus merupakan salah satu ragam Batik yang ada di Indonesia. Setelah sempat menghilang, Muria Batik Kudus kembali memunculkan ragam batik Kudus dengan motif-motif kebudayaan di Kudus. Untuk menguatkan citra eksklusif dan kebutuhan distribusi produk, terutama dengan bergabungnya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean dan budaya belanja online, produk Muria Batik Kudus memerlukan kemasan baru yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Kemasan Muria Batik yang baru diharapkan dapat menunjukkan eksklusivitas produk dan mengenalkan kebudayaan lokal kota Kudus kepada para konsumennya. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam pengambilan data dengan wawancara agar mendapatkan informasi yang mendalam. Perancangan Kemasan Muria Batik Kudus sudah diujikan dan didapatkan hasil bahwa perancangan kemasan dapat menunjukkan eksklusivitas produk batik dan dapat mengenalkan kebudayaan yang ada di kota Kudus melalui katalog yang ada dalam kemasan. Kata Kunci:  desain kemasan, kebudayaan lokal, batik Kudus AbstractBatik Kudus is one of the Indonesian batik varieties. After disappearing for decades, Muria Batik Kudus bring back this variety of batik with Kudus??s cultural pattern. To strengthen the exclusive image of this product alongside the needs of product distribution, especially with the emergence of e-commerce and Asean Economic Community in Indonesia, Muria Batik Kudus need a packaging that could answer those needs. The new packaging of Muria Batik is expected to show exclusivity of the products and introduce Kudus local culture to customers. The research uses descriptive and qualitative data by interviewing sources in order to get information. The packaging of Muria Batik Kudus was tested and the result showed that the packaging design shows the exclusive image of the product which also introduces Kudus??s local culture with a catalogue inside the packaging. Keywords: packaging design, local culture, batik Kudus 

MODEL TRANFORMASI MAINAN WARAK NGENDOG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA MAINAN TRADISIONAL KOTA SEMARANG

Senoprabowo, Abi, Khamadi, Khamadi

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.673 KB)

Abstract

AbstrakMainan Warak Ngendog merupakan media pembelajaran orang tua kepada anak agar mereka menjaga mainan tersebut dengan cara menjalankan ibadah puasa dengan baik sehingga mendapat endog (telur). Namun, anak-anak sekarang lebih mengemari karakter-karakter seperti Doraemon dan Upin ipin yang tercermin pada jenis mainan yang dijual pada saat Dugderan. Hal ini membuat mainan Warak Ngendog semakin tergeser dan mulai dilupakan padahal di dalamnya terdapat nilai budaya, nilai moral, dan nilai keterampilan yang dapat membantu perkembangan sosial dan kecerdasan motorik, afektif serta kognitif anak. Mainan tradisional agar tetap lestari harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK saat ini, mainan Warak Ngendog dapat ditransformasikan ke dalam bentuk mainan yang modern dengan tetap mempertahankan nilai budaya tradisinya. Penelitian ini mengusulkan tranformasi mainan tradisional Warak Ngendog melalui metode ATUMICS. Metode ATUMICS menganalisis elemen budaya menurut teknik (technique), kegunaan (utility), materi (material), ikon (icon), konsep (concept), dan bentuknya (shape). Sesuai prinsip seleksi dalam proses transformasi, elemen budaya yang dapat dipertahankan akan dipadukan dengan unsur mainan saat ini yang lebih menarik bagi anak-anak. Sebagai hasil akhirnya didapatkan model mainan modern hasil transformasi mainan tradisional Warak Ngendog seperti mainan berbentuk action figure, model kit, hingga aplikasi game. Kata kunci: budaya, mainan, transformasi, Warak Ngendog. AbstractWarak Ngendog toy is a learning media for children to carry out fast so they get endog (eggs). However, children are now more interested in characters like Doraemon and Upin Ipin which are seen in the kinds of toys sold at Dugderan. This makes Warak Ngendog toy increasingly shifted and forgotten. Whereas, there are cultural values, moral values, and skill values that can help social development and motoric, affective and cognitive intelligence of children. Traditional toys to stay sustainable must be able to keep up with the times. By utilizing the development of science and technology today, Warak Ngendog toy can be transformed into a modern toy form while maintaining its traditional cultural value. This research proposes the transformation of Warak Ngendog toy through the ATUMICS method. The ATUMICS method analyzes cultural elements according to technique, utility, material, icon, concept, and shape. In accordance with the principle of selection in the transformation process, cultural elements that can be maintained will be combined with elements of toys that are more attractive to children today. As a result, there are several modern toy models that have been transformed by the traditional Warak Ngendog toy like the action figure, model kit, and game application. Keyword: culture, toys, transformation, Warak Ngendog.

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL UNTUK PROMOSI PARIWISATA KABUPATEN REMBANG

Yusantiar, Renta, Soewardikoen, Didit Widiatmoko

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.366 KB)

Abstract

AbstrakKabupaten Rembang sedang mengembangkan pariwisata yang dimilikinya. Upaya berpromosi telah dilakukan oleh berbagai pihak, baik pihak pemerintah kabupaten Rembang, pegelola, hingga masyarakat. Namun, identitas visual yang telah digunakan belum memiliki keseragaman yang baik dalam penggunaan warna dan tipografi. identitas visual dan promosi pariwisata Kabupaten Rembang dalam periode Januari-Juli 2017 menjadi fokus penelitian ini. Penelitian dilakukan di Rembang menggunakan metode observasi, studi pustaka, wawancara dan kuesioner serta analisis dilakukan dengan matriks perbandingan. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Rembang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa kabupaten Rembang dan potensi wisata yang ada memerlukan pembakuan identitas visual dan penerapannya pada media promosi yang sesuai agar dikenal masyarakat luas dan akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah serta masyarakat Kabupaten Rembang. Kata kunci : wisata, Rembang, identitas visual, promosi  AbstractRembang Regency is developing its tourism. Promotion efforts have been made by various parties, both the district government of Rembang, the manager, until the community. However, the visual identity that has been used has not had a good uniformity in the use of color and typography. Visual identity and tourism promotion of Rembang Regency in the period from January to July 2017 become the focus of this research. The research was conducted in Rembang using observation method, literature study, interview and questionnaire and analysis was done with comparison matrix. The objective of the research is to increase public awareness of tourism potential owned by Rembang Regency. The results obtained from this study that Rembang district and the potential of existing tourism requires the visual identity recognition and its application to the appropriate promotional media to be known to the wider community and will have an impact on the increase of regional income and the community of Rembang Regency. Keywords: tourism, Rembang, visual identity, promotion

JIWA ENTREPRENEURSHIP PENGGERAK DESAIN

pujiyanto, Pujiyanto

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.83 KB)

Abstract

AbstrakAkhir-akhir ini industri kreatif berkembang seiring arus globalisasi dan pasar bebas. Kondisi ini menggairahkan industri-industri kreatif baru bermunculan yang dapat menjadi andalan suatu daerah bahkan menjadikan predikat kota kreatif. Industri kreatif yang berkembang di bidang desain tiap kota dapat meningkatkan citra daerahnya, meningkatkan devisa, dan mengatasi pengangguran. Ada empat penggerak kreatif yaitu akademisi, pemerintah, kreator, dan pengusaha yang menjadikan industri kreatif semakin subur. Berbagai cara telah dilakukan oleh empat unsur tersebut hingga suatu kota menjadi terkenal, maka perlu dikaji melalui metode telaah kepustakaan dan pengamatan dengan memperhatikan teori dari Williamson tentang jenis kewirausahaan dan Philip Plus tentang tahapan dalam berkanya kreatif. Hasil diperoleh bahwa akademisi mengarah ke jiwa wirausaha yang inovasi, pemerintah mengarah ke wirausaha yang meniru, kreator mengarah ke wirausaha yang hati-hati, dan pengusaha mengarah ke wirausaha yang pemalas. Untuk memperkuat pembahasan maka diperkuat oleh hasil karya nyata kewirausahaan sebagai inspirasi orang lain dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: kewirausahaan, industri kreatif, kreator  AbstractLately, the creative industry has evolved by alongside the flow of globalization and free markets. This condition stimulates new creative industries emerging that can become a mainstay of an area even make the creative city becomes a predicate. Creative industries that develop in the design field every city can improve the image of the region, increase the number of foreign exchange, and tackling unemployment. There are four creative movers: academics, government, creators, and entrepreneurs that make the creative industry particularly fecund. Various ways have been done by the four elements until a city became famous, it needs to be studied through the method of literature and observation by taking into Williamsons theory of the type of entrepreneurship and Philip Plus??s theory of the stages in the creative work. The results obtained that academic has been leading to innovating entrepreneurship, the government has been leading to imitative entrepreneurship, creators have been leading to fabian entrepreneurship, and entrepreneurs have been leading to the drone entrepreneurship. To strengthen the discussion then reinforced by the real work of entrepreneurship as the inspiration of the others and useful in social life. Keywords: entrepreneurship, creative industry, creators

DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN PRODUKSI FILM PENDEK TENTANG ENERGI TERBARUKAN PADA MATA KULIAH AUDIO VISUAL TERHADAP MAHASISWA

Nugraini, Siti Hadiati

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.398 KB)

Abstract

 AbstrakPenelitian ini menguji dampak desain dan pengembangan produksi film pendek renewable energy terhadap pengetahuan, minat dan atensi atau kepedulian mahasiswa terhadap renewable energy. Model pembelajaran, yaitu produksi film pendek, dikembangkan dengan fitur-fitur utama dari pelajaran video dan fitur lain dalam mendukung proses belajar mahasiswa. Beberapa film pendek menggambarkan proses produksi biodiesel atau energi terbarukan, yang merupakan salah satu permasalahan krusial saat ini tentang berkurangnya energi fosil yang harus segera diatasi. Mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa kurang peduli terhadap permasalahan ini, sehingga perlu adanya model pembelajaran tentang energi terbarukan  yang dapat meningkatkan pengetahuan, minat dan kepedulian mahasiswa terhadap berkurangnya energi fosil saat ini. Salah satu model pembelajaran alternatif untuk memperjelas subyek ini adalah melalui produksi film pendek bertema renewable energy di kelas Audio Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 64 mahasiswa dari kelompok mata kuliah Audio Visual. Model Pembelajaran sepenuhnya menggunakan film pendek. Evaluasi dampak dari model pembelajaran ini menunjukkan bahwa ternyata dengan model pembelajaran ini pengetahuan, minat dan atensi atau kepedulian mahasiswa meningkat setelah memproduksi film pendek dengan tema renewable energy. Kata kunci: film pendek, renewable energy, model pembelajaran, dampak pembelajaran AbstractThis study examines the impact of design and development short film production themed Renewable energy towards students?? knowledge, interests and attention to renewable energy. The learning model, namely short film production was developed with the main features of video lessons and other features in supporting student learning. Some short films describe the process of biodiesel production or renewable energy, which is one of the crucial problems at present about the reduction in fossil energy, which should be addressed immediately. Students as the nations next generation of young people did not care about this problem, so there needs to be a learning model of renewable energy that can increase students knowledge, interest and attention for the current reduction of fossil energy. One of learning model to clarify this subject is through the production of Short Film with the theme of Renewable energy in the Audio Visual class. The research method used is descriptive qualitative and quantitative methods. Respondents in this study were 64 students from Audio Visual courses. The learning model fully uses short films. The evaluation of this learning model, which shows that it turns out that with this learning model knowledge, interest and attention or concern of students increased after producing a short film with the theme Renewable energy.Keywords: short film, renewable energy, learning model, impact of learning

PERANCANGAN ULANG LOGO DAN MEDIA PROMOSI CV. KINANDANG PUTERA SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL

Darmawan, Raden Muhammad Angga, Swasty, Wirania

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.53 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini produk mebel di Indonesia sudah diakui oleh dunia dan kegiatan industri mebel di Indonesia sendiri mendapat dukungan penuh dari pemerintah dengan mengadakan pameran dan penyuluhan bagi pelaku industri mebel di Indonesia, hal ini tentu merupakan kabar baik bagi para pelaku industri mebel. Dengan besarnya jumlah masyarakat Indonesia dan perekonomian yang terus maju tentu kebutuhan mebel akan semakin meningkat. CV. Kinandang adalah salah satu penyedia jasa pembuatan produk mebel di Jakarta, namun perusahaan ini mengalami banyak masalah dengan identitas visual dan media promosinya yang menyebabkan turunnya penjualan dan menghambat kelangsungan perusahaan. Dengan melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan melakukan analisis PEST, SWOT, dan analisis visual menggunakan matriks perbandingan yang akan menemukan titik masalah dan penyelesaiannya yang diharapkan akan membuat perusahaan semakin maju. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem identitas visual dan media promosi CV. Kinandang dengan membangun identitas visual yang baik agar mudah tertanam di benak konsumen, media promosi yang akan dirancang akan disesuaikan dengan identitas visual perusahaan dari segi warna, tata letak, konsep dan jenis hurufnya yang akan diterapkan pada media cetak dan online. Hal ini dilakukan untuk membangun citra baru pada CV. Kinandang dengan harapan akan mengeluarkan perusahaan dari masalah yang sedang dihadapi. Kata kunci : CV. Kinandang, identitas visual, media promosi, peningkatan penjualan. AbstractCurrently, furniture products in Indonesia have been recognized by the world and furniture industry activities in Indonesia itself has the full support of the government by holding exhibitions and counseling for the furniture industry in Indonesia. This is certainly good news for the furniture industry. With the large number of people of Indonesia and the economy that continues to advance the furniture needs will increase. CV. Kinandang is one of the leading providers of furniture products in Jakarta, but the company is facing a lot of problems with its visual identity and promotional media that cause sales drops and corporate unsustainability. By conducting information collection by interviewing, observing and analyzing PEST, SWOT, and visual analysis using comparison matrix which will find the point of problem and its completion which hopefully will make the company progress more. This study aims to improve the system of visual identity and promotion media CV. Kinandang by building a good visual identity to be easily embedded in the minds of consumers, the media campaign will be designed will be tailored to the companys visual identity in terms of color, layout, concepts and fonts that will be applied to print and online media. This is done to build a new image on the CV. Kinandang in the hope of expelling the company from the problem at hand. Keywords: CV. Kinandang, visual identity and promotional media, sales increase.

Analisis Film Horor Indonesia Produksi Tahun 2014 (Studi Kasus: Mall Klender dan Kamar 207)

Meliala, Dedi Sukatno Sembiring, Bezaleel, Michael

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 2, No 01 (2016): February 2016
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.006 KB)

Abstract

Abstrak Film horor erat kaitannya dengan tokoh antagonis yang menimbulkan ketakutan pada penonton dalam bentuk makhluk supranatural seperti hantu, roh jahat dan sebagainya. Karakteristik film dengan genre horor membuat penonton terbawa suasana dengan alur ceritanya yang menakutkan. Namun, beberapa dari film horor Indonesia menyajikan adegan-adegan yang kurang sopan bahkan tergolong asusila atau porno. Untuk itu, penelitian ini ingin melihat apakah terdapat konten pornografi pada film Mall Klender dan Kamar 207 yang merupakan film horor Indonesia terlaris di tahun 2014. Analisis dilakukan dengan melihat pandangan dan penilaian 30 responden dengan karakteristik yaitu penonton film horor Indonesia yang berusia 20-40 tahun. Berdasarkan hasil analisis, tidak didapatkan konten pornografi pada film Mall Klender dan Kamar 207. Adegan-adegan yang terindikasi sebagai konten pornografi ternyata masih dapat diterima oleh penonton sebagai adegan yang berada dalam batas kewajaran dan mendukung pembawaan suasana dan kesan dalam cerita yang disampaikan. Kata Kunci: film horror Indonesia, analisis konten, pornografi Abstract The horror film is closely related to the antagonist that causes fear for audience in the form of supernatural creatures such as ghosts, demons and so on. Characteristic of the horor film is to make the audience carried away with the scary plot. However, some of the existing Indonesian horror film presents scenes that classified as obscene or pornographic. Therefore, this study wanted to see if there are any pornographic content on the film Klender Mall and Room 207 is the best-selling Indonesian horror movie in 2014. The analysis was done by looking at the view and assessment of 30 respondents which are Indonesian horror movie goers aged 20-40 years. Based on the analysis, there is no founding of pornographic content on the film Klender Mall and Room 207. The scenes that indicated as pornographic content was still acceptable by the audience as the scenes that are within reasonable limits and supports the innate atmosphere and the impression conveyed in the story. Keywords: horror movie, reception analysis, pornography