cover
Contact Name
Prof. Jimmy Pusaka
Contact Email
j_pusaka@kim.lipi.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalinstrumentasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : -
Instrumentasi is a scientific journal with high standard of papers that issued biannually by the Research Center for Metrology (Puslit KIM) – LIPI in cooperation with the Association of Instrumentation Society of Indonesia (HiMII). In its first years, Instrumentasi was categorized as a semi-popular magazine in the field of measuring techniques and measuring instruments which has been rapidly improved towards modern technology, and consequently, upgraded to a unique scientific journal in its class. Further, it is also accredited by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 39, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
THE FUTURE OF POWER SEMICONDUCTOR DEVICES ROLE IN SMART GRID IMPLEMENTATION IN INDONESIA Supono, I; Ardiatna, W
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.859 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.96

Abstract

The use of power semiconductor devices as interfaces of distributed power generators in the smart grid is the key justification for the device advancement. It is the important forthcoming energy scheme for Indonesia to overcome the national electrical power shortage. The study of semiconductor devices focuses on their application in circuit breaker based on power semiconductor device, (solid-state circuit breaker/SSCB), which is a key element for the safety system in the smart grid scheme. An investigation on several devices in the market recommends a power semiconductor device type to be promoted in the near future for this specified application. The associated standardization infrastructure for the future of power device research, development and manufacturing in Indonesia is also presented. This paper presents the benefit of strengthening the role of power semiconductor devices in the electrical energy sector in Indonesia. It also shows that the IGCT will be the most promising device to be implemented in circuit breakers for transmission and distribution system.
PERBANDINGAN ANTARA METODE HIDROTERMAL DAN METODE PENGADUKAN UNTUK PEMBUATAN GOETHITE DENGAN PARAMETER KEMURNIAN Kartika, Nadya Larasati; Nugroho, A. Agung
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.978 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.95

Abstract

Struktur kristal goethite dapat berubah pada temperatur yang cukup rendah, seperti sedikit struktur hematite (α-Fe2O3) yang terbentuk pada temperatur 140oC. Pada penelitian ini, goethite (α-FeOOH) disintesis melalui dua metode, yaitu metode hidrotermal dan metode pengadukan. Hasil pengukuran difraksi X-ray dari kedua metode dibandingkan satu sama lain untuk mendapatkan metode sintesis yang paling optimal. Berdasarkan hasil fitting antara hasil pengukuran dan literatur melalui metode rietveld, metode pengadukan memiliki parameter kecocokan pola difraksi yang lebih baik dibandingkan metode hidrotermal. Metode pengadukan menghasilkan parameter GOF sebesar 3,8, sedangkan metode hidrotermal sebesar 122 akibat munculnya fase baru yang tumbuh, yaitu hematite (Fe2O3).
KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PERANGKAT UKUR NANO DI INSTITUSI PUSAT PENELITIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (PUSPIPTEK) Febrian, Rizki; Nugraha, Asep Ridwan; Pusaka, Jimmy
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.642 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.94

Abstract

Secara luas, terminologi nanoteknologi berarti bidang sains dan rekayasa material di dalam rentang ukur nanometer (10-9 meter). Di dalam rentang ukur tersebut bisa diamati properti dari material yang selama ini tidak diketahui dalam rentang mikrometer–nanometer (μm–nm). Oleh karena itu, perangkat-perangkat ukur yang akurat pun dibutuhkan. Survei dilakukan melalui kuesioner tentang perangkat ukur pada institusi yang ada di kawasan Puspiptek dan lembaga metrologi nasional di negara lain sebagai informasi pembanding. Perangkat ukur dengan jumlah penggunaan yang tinggi di Puspiptek adalah scanning electron microscopy (SEM) sebesar 39,24%, X-ray diffraction (XRD) sebesar 14,75%, dan transmission electron microscopy (TEM) sebesar 14,12%. Digunakan pada kegiatan rekayasa presisi, elektronik, optik, dan ilmu bahan, perangkat ukur ini memiliki standar acuan berupa reference material berdasarkan cara kerja perangkat ukur tersebut.
PENGEMBANGAN HMI UNTUK SISTEM OTOMASI PENGOLAHAN AIR GAMBUT Muchlis, Imamul
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.796 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.93

Abstract

Human Machine Interface (HMI) adalah perangkat lunak antarmuka yang menjadi penghubung antara manusia dan mesin atau proses. Sistem proses yang otomatis tanpa HMI menyulitkan operator untuk mengetahui keadaan proses dan melaksanakan langkah-langkah segera untuk mengatasi setiap penyimpangan. Pada kegiatan penelitian kompetitif tahun 2014, HMI dibuat untuk sistem pengolahan air-gambut otomatis. Tahap pengembangan HMI pada personal computer meliputi teknik antarmuka pengguna secara grafis, pemrograman HMI dengan menetapkan tag elemen layar, integrasi ke dalam perangkat PLC menggunakan ethernet, dan uji coba HMI terhadap sistem pengolahan air-gambut otomatis. Hasil pembuatan HMI berupa visualisasi secara grafis di layar komputer tentang pengolahan air-gambut, status peralatan, dan variabel proses. Melalui layar HMI, operator dapat menjalankan dan menghentikan sistem pengolah serta mengatur parameter pengendalian. Adanya HMI membuat pengoperasian pengolahan air-gambut menjadi mudah, efisien, dan menyenangkan.
IDENTIFIKASI PARAMETER UNTUK PEMODELAN BATERAI LITHIUM DENGAN MENGGUNAKAN PENGUJIAN HYBRID PULSE POWER CHARACTERIZATION (HPPC) Yuwon, Rietje Y.; Arianto, Sigit
Instrumentasi Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i2.92

Abstract

Pada penelitian ini, pengujian HPPC digunakan untuk menentukan parameter-parameter dari model lithium baterai LiFePO4. Pengujian HPPC adalah salah satu dari prosedur-prosedur pengujian baterai yang dihasilkan dari kerja sama antara pembuat mobil utama di Amerika, yaitu DaimlerChrysler, General Motors Corporation, dan Ford Motor Company, dan pemerintah federal Amerika. Prosedur pengujian ini cukup menyeluruh sehingga prosedur ini dapat digunakan oleh semua skala baterai dalam skala sel, modul, atau pack. Pengujian HPPC adalah pengujian yang cukup sentral karena pengujian ini menentukan beberapa hasil sekaligus, seperti pulse discharge power, peak regenerative pulse power, internal resistance, dan lumped parameters dari baterai. Model rangkaian listrik ekuivalen thevenin orde kedua yang disebut juga model double polarization (DP) digunakan dalam penelitian ini untuk membuat model lithium baterai. Pengujian HPPC dimanfaatkan untuk menentukan lumped parameters dari baterai lithium. Hasil simulasi dari model ini dibandingkan dengan hasil eksperimen. Error terbesar yang dihasilkan adalah sebesar 125 mV. Error ini cukup kecil sehingga model yang dihasilkan mempunyai dinamika yang mendekati baterai yang sesungguhnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5