cover
Contact Name
Prof. Jimmy Pusaka
Contact Email
j_pusaka@kim.lipi.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalinstrumentasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : -
Instrumentasi is a scientific journal with high standard of papers that issued biannually by the Research Center for Metrology (Puslit KIM) – LIPI in cooperation with the Association of Instrumentation Society of Indonesia (HiMII). In its first years, Instrumentasi was categorized as a semi-popular magazine in the field of measuring techniques and measuring instruments which has been rapidly improved towards modern technology, and consequently, upgraded to a unique scientific journal in its class. Further, it is also accredited by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 38, No 2 (2014)" : 6 Documents clear
PENGUKURAN GETARAN MEKANIK PADA DAERAH PERMUKIMAN AKIBAT KONSTRUKSI PEMBANGUNAN BENDUNGAN SABO-MAGELANG DENGAN STANDARD BS6472- 2:2008 Santoso, Hari H.
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.72

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran rambatan getar mekanik yang bersumber dari beroperasinya peralatan konstruksi di lokasi pembangunan Bendungan Sabo. Penelitian ini menggunakan seismic accelerometer tiga dimensi sebagai sensor getar dan hasilnya dianalisis dengan open source Toolbox dari fungsi Matlab, pengukuran menggunakan standard BS6472-2:2008, dan PP RI Nomor 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung. Hasil pengukuran dinyatakan dalam Peak Particle Velocity (PPV mm/second) dan menunjukkan daerah paparan getar tercatat pada jarak 50 meter dari sumber getar maksimum hanya 8,1 mm/second dan pada jarak 200 meter dari sumber getar hanya 0,12 mm/second, sedangkan yang disarankan dalam standard BS6472-2:2008 pada jarak 200 meter pada frekuensi 1–80Hz maksimum level disebutkan 0,2 mm/second sampai 0,4 mm/second.
PENGEMBANGAN SISTEM KALIBRASI INTERNAL MESIN STANDAR GAYA TIPE LENGAN 1 MN Hafid, Hafid; Eka Darmayanti, Nur Tjahyo
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.154

Abstract

Penelitian tentang pengembangan sistem kalibrasi internal mesin standar gaya tipe lengan 1 MN telah dilakukan. Pengembangan sistem kalibrasi pada mesin ini menggunakan nilai referensi mesin standar gaya tipe deadweight 20 kN dengan ketidakpastian 35 ppm. Kalibrasi dilakukan menggunakan metode baru yang dikembangkan oleh laboratorium melalui 3 tahapan. Tahapan pertama kalibrasi mesin standar gaya tipe lengan pada kapasitas 10 kN dan 20 kN. Tahapan kedua kalibrasi beban deadweight 10 kN dan 20 kN yang terdapat pada mesin standar gaya tipe lengan dan ketiga kalibrasi mesin standar gaya tipe lengan pada kapasitas 30 kN – 200 kN. Kalibrasi dilakukan menggunakan load cell 10 kN, 20 kN 50 kN, 100 kN dan 200 kN sebagai transfer standar gaya dengan indikator DMP40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi menggunakan metode baru ini menghasilkan ketidakpastian yang lebih baik yakni tidak lebih dari 100 ppm, dibandingkan klaim ketidakpastian mesin sebelumnya yakni sebesar 150 ppm. Kata kunci: mesin standar gaya, mesin standar gaya tipe lengan 1 MN, kalibrasi internal mesin standar gaya tipe lengan.
ANALYSIS OF MSL TG-13 PRESSURE GAUGE CALIBRATION METHOD Ega, Adindra Vickar; Samodro, R. Rudi Anggoro
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.71

Abstract

Analysis of MSL TG-13 method by performing calibration of a 0.6% class-ranged 4,000 kPa pressure gauge had been conducted. The calibration was done by using a 0.1% class-ranged 40 bar test gauge as a standard. The purpose of the analysis was to verify the MSL TG-13 method with the widely used standard method Deutscher Kalibrierdienst (DKD-R 6-1). Parameters for the analysis were Error number (En) for the degree of equivalence of both methods, maximum error value according to the requirement in reference document BS en 837-1:1988 for each accuracy class. The result showed that MSL TG-13 method was consistent and complying with the widely used standard methods DKD-R 6-1, proven by En values ≤ 1 in each pressure point. The maximum error of pressure gauge, by using both methods, also complied with the requirement stated in BS En 837-1:1998, which was less than ± 0.6%. Therefore, MSL TG-13 method had been analyzed and could be implemented for pressure gauge calibration.
FORMULA KOREKSI UNTUK MODE PERMINTAAN RENDAH DAN TINGGI PADA FUNGSI INSTRUMEN UNTUK KEAMANAN DENGAN APLIKASI SUSUNAN 1OO1 Biyanto, Totok Ruki; Kusuma, Franky; Yaumar, Yaumar; Santoso, Hari H.
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.70

Abstract

Pencegahan terjadinya keadaan bahaya dalam industri proses dapat dilakukan dengan menerapkan Fungsi Instrumen untuk Keamanan (FIK) pada sebuah sistem. FIK hanya bekerja bila diperlukan. Hingga saat ini, FIK yang diterapkan pada industri proses merupakan FIK yang bekerja pada kondisi frekuensi permintaan rendah. Penilaian keamanan pada FIK yang bekerja pada frekuensi permintaan rendah dapat dilakukan dengan metode kuantitatif. Metode kuantitatif tersebut berupa persamaan eksponensial untuk menghitung laju kegagalan ketika memperoleh permintaan per jam (λ), yang disederhanakan menggunakan deret MacLaurin. Persamaan ini selanjutnya disebut sebagai persamaan yang disederhanakan dalam penelitian ini. Penggunaan persamaan yang disederhanakan pada kondisi frekuensi permintaan tinggi dapat menghasilkan nilai Tingkat Keamanan secara Keseluruhan (TKK) yang lebih tinggi. Hal ini dapat merugikan karena biaya investasi yang dikeluarkan melebihi keperluan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah persamaan faktor koreksi orde 1 yang dapat memperbaiki kesalahan nilai λ yang ditimbulkan oleh pemakaian persamaan yang disederhanakan. Persamaan tersebut berlaku untuk FIK dengan susunan 1oo1. Hasil persamaan baru dari penelitian ini, yaitu λkor = 0,9428 λMC + 0,0001 H. Dengan λMC merupakan nilai λ dari pemakaian persamaan yang disederhanakan, H merupakan frekuensi terjadinya bahaya yang mungkin terjadi pada sistem. Persamaan faktor koreksi yang diperoleh diterapkan pada studi kasus tangki pelepas gas ke cerobong api dan diperoleh nilai TKK yang sama pada kondisi frekuensi permintaan rendah maupun tinggi. Kesalahan rata-rata yang dihasilkan jauh lebih kecil dibandingkan tanpa mengggunakan faktor koreksi, yaitu 5%.
METODE PENGUKURAN PENYIMPANGAN BALOK SUDUT MENGGUNAKAN AUTOCOLLIMATOR DAN SELF-CALIBRATION ROTARY ENCODER Ridwan Nugraha, Asep; Novyanto, Okasatria; Alfiyati, Nurul
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.69

Abstract

ABSTRAKDalam lingkup metrologi sudut, balok sudut dan poligon termasuk material artifact standards. Secara umum, autocollimator dan meja indeks yang memiliki akurasi tinggi digunakan untuk menentukan nilai penyimpangan balok sudut dan poligon. Puslit Metrologi-LIPI bekerja sama dengan NMIJ dan NIMT untuk membuat standar sudut baru bernama self-calibratable rotary encoder. Di Indonesia, metode pengukuran penyimpangan balok sudut dengan menggunakan autocollimator dan standar sudut self-calibratable rotary encoder ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Pengukuran penyimpangan balok sudut dilakukan sebanyak lima kali pada posisi normal dan posisi kebalikannya pada nominal sudut 10”, 5’, 30’, 5° dan 30°. Pengukuran ini dilakukan di Laboratorium Metrologi Panjang Puslit Metrologi-LIPI pada suhu (20,0 ± 0,3) °C dan kelembapan (50 ± 10) %. Hasil pengukuran ini divalidasi dengan nilai yang diperoleh oleh LNE dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik nilai En dan Birge ratio. Hasil perbandingan menunjukkan pada nominal sudut 10”, 30’, 5°, dan 30° berada pada rentang nilai yang memenuhi kriteria angka En, dengan nilai terbesar En 0,88 dan RB 1,77 pada sudut 30°. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengukuran penyimpangan balok sudut menggunakan standar self-calibratable rotary encoder telah valid dan juga metode ini mampu meningkatkan ketidakpastian pengukuran sebesar 68,8%.Kata Kunci: autocollimator, balok sudut, metode pengukuran, rotary encoder, SelfA47
INSTRUMENTATION DEVELOPMENT FOR RAINFALL INTERCEPTION MEASUREMENT ON A TREE USING WATER BALANCE METHOD Wijonarko, Sensus; Maftukhah, Tatik
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.59

Abstract

A simplified but effective automatic measurement system has been built to give an additional alternative to the more complicated older version apparatus for rainfall interception metering on a representative tree of a subcatchment area. The equipment was installed on Regional Clean Water Company (PDAM) Air Serkuk Sub-Basin, Kubu Watershed, Belitung in 2014. The indirect way, called water balance or weighing method, was used in this study, so that the developed gauge consisted of some gages for gross rainfall, throughfall, stemflow, and canopy area measurements respectively on the selected plantation. Results revealed that the interception was about 11.36%. In other words, for every 100 mm rainfall, there was 11.36 mm interception on trees. Therefore, it was in the range of previous study results conducted by some former researchers in other places.Keywords: Instrumentation, instrument, interception, rainfall, water balance

Page 1 of 1 | Total Record : 6