cover
Contact Name
Prof. Jimmy Pusaka
Contact Email
j_pusaka@kim.lipi.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalinstrumentasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : -
Instrumentasi is a scientific journal with high standard of papers that issued biannually by the Research Center for Metrology (Puslit KIM) – LIPI in cooperation with the Association of Instrumentation Society of Indonesia (HiMII). In its first years, Instrumentasi was categorized as a semi-popular magazine in the field of measuring techniques and measuring instruments which has been rapidly improved towards modern technology, and consequently, upgraded to a unique scientific journal in its class. Further, it is also accredited by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 37, No 2 (2013)" : 6 Documents clear
Pembangkit Pwm Sinusoida yang Diinjeksi Sinyal Harmonik Ketiga dengan Mikrokontroler Sebagai Penggerak Motor Induksi Tiga Fase Prajitno S, Santoso; Pinandito, Mego
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6877.084 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.42

Abstract

Untuk mendukung kemampuan dalam aplikasi energi, baik untuk sarana industri maupun transportasi diperlukan kemampuan mengendalikan kecepatan putar motor induksi. Sumber PWM sinus yang telah ada tidak mampu mendayagunakan catu daya DC secara maksimal untuk penggunaan inverter sebagai sumber daya AC motor induksi tiga fase. Oleh karena itu, guna memaksimalkan pendayagunaan sumber DC untuk efisiensi pendayagunaan daya, berbagai teknik PWM masih terus dikembangkan. Telah dibuat suatu perangkat pembangkit gelombang sinus PWM tiga fase yang telah diinjeksi dengan harmonik ketiga dengan mikrokontroler ATMega128. Sumber sinyal PWM sinusoida yang digunakan pada penelitian ini telah ditambahkan dengan harmonik ketiga dengan amplitudo 16,6% dari sumber sinyal PWM sinusoida untuk frekuensi dari 6 Hz hingga 60 Hz. Katakunci: PWM sinusoida, injeksi sinus harmonik PWM ketiga, motor induksi tiga fase, pengaturan kecepatan motor induksi.
The Droplet Measurement Application Software of Jet Pulse System Portable Fogging Machine Using Image Processing Sadrach, Junaid; Bakti, Prayoga; Kadarwati, Sri
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3445.063 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.41

Abstract

Jet pulse system portable fogging machine is used to control pest, vector, damaging micro organism and unpleasant odor. The machine produces and sprays out fog. One of the fogging machine testing parameters is droplet size accuracy level testing complying with SNI-05-7190-2006. At the moment, the droplet measurement is done by manual estimation using scaled microscope, but this method is not effective. Therefore, a new method is needed to support the testing effectively and efficiently. As a result, application software to measure droplet diameter of the fogging machine is made. The droplet diameter measurement result has been tested and it is certain that the result is close to the values of manual estimation. Therefore, the software can also be used to support the conduction of fogging machine testing. Keywords: fogging machine, SNI-05-7190-2006, droplet, testing
Pembuatan Alat Ukur Gaya dengan Transducer Gaya Strain Gauge dan Kantilever dari Bahan High Strength Low Alloy (Hsla) Asab 70 Mardiyanto, Mardiyanto; Sumarna, Encung
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6731.048 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.40

Abstract

Desain dan fabrikasi alat ukur gaya berbasis komputer pribadi telah dikerjakan dengan kemampuan pengukuran maksimum 100 kgf. Alat ukur dapat dihubungkan langsung ke suatu sistem produksi dan hasil pengukuran dapat terlihat secara otomatis. Pada sistem alat ukur ini load cell digunakan sebagai sensor pengukuran. Pengguna dapat berinteraksi dengan sistem pengukuran melalui suatu sistem antarmuka. Perangkat lunak untuk pengambilan data juga telah dibuat. Sistem pengukuran ini telah diuji dan dikalibrasi untuk mendapatkan beberapa hasil dari pengukuran beban dan sistem ini dapat bekerja dengan baik pada rentang pengukuran antara 0 sampai 100 kgf dengan kesalahan titik nol sebesar 0% dan kesalahan pengulangan pengukuran kurang dari 1%. Pemakaian alat ini relatif mudah sehingga dapat dengan mudah untuk diintegrasikan pada industri terotomasi. Oleh karena itu, alat ukur ini mempunyai potensi yang besar untuk digunakan dalam berbagai industri di mana pengukuran besaran gaya merupakan bagian dari proses produksi. Kata kunci: load cell, komputer pribadi, perangkat keras data akuisisi.
Mendeteksi Kondisi Rel Putus Menggunakan Akselerometer dan Kamera Visi Wahono, Daryono Restu
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6100.672 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.39

Abstract

Telah dibuat alat pendeteksi sambungan rel yang putus dengan menggunakan sensor akselerometer dan kamera visi. Alat pendeteksi yang dibuat bekerja secara langsung mendeteksi kondisi rel yang putus yang tampak pada monitor yang dipasang di atas lori. Perangkat pendeteksi kondisi putus rel terdiri atas dua buah kamera visi, akselerometer, prosesor CPU i5, GPS, dan layar monitor yang dipasang di atas lori. Fungsi alat pendeteksi kondisi putus rel dibuat untuk dapat menggantikan fungsi JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel) yang dilakukan dengan berjalan kaki. Pada penelitian ini, hasil pemeriksaan kondisi rel putus dapat terdeteksi pada layar monitor berupa grafik yang ditampilkan dari hasil pengukuran akselerometer pada tampilan sumbu X dan sumbu Z, sedangkan kondisi nyata rel dapat terlihat langsung pada layar monitor yang merupakan pengamatan langsung dari dua buah kamera visi. Data hasil pendeteksian kondisi putus rel dikirim langsung ke pusat ruang kontrol dan data rekaman kamera kemudian digunakan sebagai analisis dari kondisi rel kereta api. Alat pendeteksi ini digunakan untuk mengetahui posisi rel putus sekaligus melihat kondisi rel putus secara visual dengan bantuan kamera. Untuk menetapkan kerusakan rel putus diperlukan percobaan dengan investigasi secara mendalam menggunakan komputer visi dan/atau menggunakan data vibrasi hasil pengukuran getaran yang diperoleh. Dari pengukuran deteksi kerusakan sambungan rel menggunakan standar MIL-STD-150a dengan 1951 USAF 3-bar resolving test power chart dapat dideteksi kondisi putus rel hingga panjang hanya 2 mm. Diperoleh nilai akurasi lokasi sebesar 3 meter yang diperoleh dari spesifikasi GPS yang digunakan. Kata kunci: rel putus, akselerometer, kamera visi, JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel)
The Characteristics of Digital Temperature Sensor Ds18b20: Temperature Rise and Temperature Target Utomo, Bayu; Firdaus, Himma
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6915.87 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.38

Abstract

A regulator testing facility of LPG steel tubes has just been developed. The development is performed for chamber using regarding standardization of temperature test in order to comply with the requirement of SNI (Standar Nasional Indonesia - Indonesian National Standard) for regulators of LPG steel tubes. The development is performed by replacing older chamber with a smaller and more efficient one. One of the important instruments that have been developed is a temperature monitoring device inside the chamber. The developed temperature monitoring device consists of DS18B20 sensor and ATmega328 series microcontroller. The purpose of this paper is to show the result of characterization of temperature monitoring system. The characterization is conducted by measuring the system in various temperature as follows: -10°C, 0°C, 20°C, 40°C, and 60°C. The result shows that there is a considerable difference in temperature rise on DS18B20 compared to on thermocouple at temperature set of 0°C at which thermocouple has better error pattern related to the reference temperature. Temperature set of 20°C becomes base characteristic for both temperature rise and temperature target. Compared to its reference temperature, the time period of temperature rise for thermocouple has better performance than that of DS18B20 at temperature under 20°C. However, DS18B20 provides a better deviation than thermocouple for temperature test requirement as stated in temperature test method for SNI gas regulator. Keywords: DS18B20, temperature rise, deviation, ATmega328, characterization. a
Study on Humidity Inhomogeneity Measurement of a Climatic Chamber Tistomo, Arfan Sindhu
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4749.706 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.37

Abstract

Study on a method for humidity inhomogeneity measurement based on temperature inhomogeneity has been done. The method combines AS 2853 and DKD 2009 guidelines. A manufacturer specification of a climatic chamber is used for the reference. A Monte Carlo simulation technique is used to generate random data having rectangular distribution. As a result, the introduced method is able to describe the climatic chamber specification. In addition, sensitivity coefficient of relative humidity to temperature varies from 0.02%RH/°C to 7%RH/°C for temperature of 10°C~100°C with relative humidity of 20%RH~98%RH. The worst humidity inhomogeneity for a climatic chamber can be found at lower limit temperature coupled with upper limit relative humidity.

Page 1 of 1 | Total Record : 6