cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 16 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN GENETIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARDAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA ISLAM BATU Riyanto, Riyanto
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses research and development (Research and Development / R & D) method. Model development of instructional media used is aDevelopment model consisting of ten steps, but in this study only compriseseight steps, namely: potential and problems, information gathering, productdesign, design validation, the revised design, product testing, product revision,and the final product. Based on the results of the validation interactive module Genetics bymatter experts and media experts shows that genetics interactive module isfeasible used with a percentage of the average score of 90%. Based on theresults of the validation interactive CD genetics by material experts showedthat the decent used by a score of 96% while the results validator of mediaexperts with regard to the feasibility of an interactive CD genetics show thatdecent used is by a score of 88% and an average rate of eligibility InteractiveCD showed that the decent genetics used is 92%, this indicates that theinteractive CD genetics can be applied in small scale to see the effectiveness ofthe implementation of this genetic interactive CD. Based on the results of a small-scale trial Genetics interactive moduleeffectively used by students seen from the kognitive learning outcomes reached85.3% and students understanding of concepts of 87.2%.Based on the researchresults, it can be concluded that genetics developed interactive module getsadequate assessment of experts, as well as the effective use of learning bystudents of class XII, SMA Islam Batu with kognitive learning outcomesreached 85.3% and students understanding of concepts of 87.2%.Keywords : genetic’s learning, interactive modul, Research and Developmentmethod.
PERBANDINGAN METODE EXPLICIT INSTRUCTION DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAWAHAN Andari, Tri
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pembelajaran mana yang lebih baik antara metode STAD dengan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajarsiswa, 2) Metode mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antarasiswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah, 3) Ada tidaknya interaksiantara metode pembelajaran dengan motivasi pada prestasi belajar siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk data motivasi siswa dan teknik tesuntuk data prestasi belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan ujistatistik analisis variansi dua jalan frekuensi sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian iniadalah 1) tidak ada perbedaan pengaruh antara Pembelajaran dengan menggunakan metodeSTAD maupun pembelajaran yang menggunakan metode Explicit Instruction dalammeningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Sawahan pada pokok bahasanLingkaran, 2) tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 SAWAHAN pada pokok bahasanLingkaran, 3) tidak ada interaksi antara pengajaran dengan model STAD dan pengajarandengan model Explicit Instruction dengan motivasi siswa tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran.Kata Kunci: Metode Student Teams Achievement Division, Explicit Instruction, Motivasi siswa, Prestasi belajar matematika.
PROFIL PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM MENGAPLIKASIKAN METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER Lusiana, Restu
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa  memahami pengaplikasian metode penyelesaian sistem persamaan linier. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subyek dilakukan dengan cara memberikan tes kemampuan kognitif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian inidengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah (1) Mahasiswa kategoritinggi menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan  masalah sistem persamaan linier. Mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian masalah dengan tepat, (2) Mahasiswa kategori sedang menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang cukup baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier. Secara umum mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian masalah, tetapi belum tepat, dan (3) Mahasiswa kategori rendah menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang kurang baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier. Secara umum mahasiswa tidak dapat memberikan penjelasan dalam penyelesaian masalah dengan tepat. 
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR MATAKULIAH FISIKA INTI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI MADIUN MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY Huriawati, Farida; Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data tentang prestasi belajar mahasiswa untuk matakuliah Fisika Inti mempunyai ketuntasan belajar 65% dengan nilai ketuntasan 65. Ketuntasan belajar mahasiswa juga ditentukan oleh keprofesionalan dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan. Untuk  itu setiap dosen diharapkan selalu merencanakan pembelajaran, merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan dan kemudian merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya yang dilakukan secara terus menerus. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi  pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan secara kolaboratif di antara dosen matakuliah  serumpun. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Lesson Study (Sumar Hendayana,dkk.: 2006: 20). Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakahkegiatan Lesson Study dapat meningkatkan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika? Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, perlu diajukan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah interaksimahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti? (2) Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study? (3) Bagaimanakah ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan LessonStudy?. Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswadosen,dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti. (2)Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalammengimplementasikan Lesson Study. (3) Mendeskripsikan ketuntasan belajar Fisika Inti bagimahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study.Adapun manfaat penelitian ini adalah: (1) Dosen dapat memilih bentuk kegiatan yangmenunjang keprofesionalannya melalui Lesson Study. (2) Sebagai masukan bagi dosen lainbahwa Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan belajar mahasiswa. (3)Dapat terjalin kerjasama antar dosen matakuliah serumpun (kolegalitas), meningkatkanpenguasaan materi dan cara pembelajarannya. Hasil penelitian: a) terjadinya interaksi yangefektif antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen dan mahasiswa dengan lingkunganbelajar, ini berarti pengelolaan pembelajaran oleh dosen lebih baik dari sebelumnya, dan (b)sebagai akibatnya ketuntasan belajar mahasiswa meningkat menjadi 75%.Kata Kunci: Lesson Study, Fisika Inti, Ketuntasan Belajar
FENOMENOGRAFI KONSEP CAHAYA DALAM OPTIK GEOMETRI UNTUK MAHASISWA CALON GURU FISIKA Murtono, Murtono
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam memahamikonsep cahaya. Beberapa konsep yang yang lain adalah konsep warna benda, konsep melihat oleh mata, dankonsep pperanan cahaya dalam alat-alat optik. Selain itu dilakuan sebuah soal singkat tentang pemantulanpada cermin dua cermin datar yang saling tegak lurus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengekplorasipemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep tersebut sesuai dengan model mental yang dibangun olehmahasiswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal terbuka terhadap 46 mahasiswa Pendidikan Fisikayang telah menempuh mata kuliah Fiska Dasar II dan mata kuliah Optik. Hasil menunjukkan bahwa terdapatbeberapa pemahaman konsep yang berbeda-beda diantara responden sesuai dengan interaksi dinamis antarapenguasaan konseptual dan kemampuan membangun model mental individu. Hal ini juga tergantung daripengalaman individu dalam berpikir dan komunikasi selama belajarnya. Kata kunci : fenomenografi, cahaya, calon guru.
PEMBELAJARAN GI DAN GI-PROBLEM POSING (GI-PP) PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT DITINJAU DARI SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATEMATIKA Maharani, Swasti
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to find out: (1) which learning model of the GI or GI-ProblemPosing results in a better learning achievement; (2) which students’ attitudes of thepositive, neutral, or negative types results in a better learning achievement; (3) in each students’attitudes, which learning model of the GI or GI-Problem Posing results in a better learningachievement; and (4) in each learning model, which students’ attitudes of the positive, neutral, ornegative types results in a better learning achievement. This research used the quasi experimental research method with the factorial design of 2x3. Itspopulation was all of the students of Mathematics department of IKIP PGRI Madiun in academicyear 2014/2015. The samples were taken by using the random sampling technique. The data weregathered through test and questionnaire method and its were analyzed by using the unbalanced twowayanalysisofvarianceatthesignificancelevelof5%.The results showed that: (1) the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learningachievement; (2) the learning achievement with positive was better than that with neutral andnegative, that with neutral was better than that with negative; (3) in each students’ attitudes type,the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learning achievement; (4) in general, thelearning achievement with positive was better than neutral and negative, that neutral was betterthan negative. However, if viewed from GI with a positive and neutral have the same achievementand better than negative.Keywords: learning model, GI, Problem Posing, students attitudes towards Mathematics.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM Prasmala, Erfitra Rezqi
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of research to improve the activity and student understanding of conceptsCurriculum Development at S1 Department of Biology, State University ofMalang by applying the model of Problem Based Learning (PBL) based Lessonstudy. Type of research is action Action Research (PTK) based Lesson study. PBLmodel application can increase the activity and student understanding of concepts.Based on the discussion of the suggestions in this study was not able to be doneindependently entirely by students as well as the need for time management aseffectively as possible.
PENGARUH MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVIS TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA KUANTUM Nurhayati, Nurhayati
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul berbasiskonstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika kuantum danrespon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidikanfisika semester enam IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2014-2015, sejumlah tigakelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas. Satukelas eksperimen menggunakan modul konstruktivis dan satu kelas eksperimenmenggunakan modul konvensional. Data kemandirian belajar dan respon mahasiswa diukurmenggunakan teknik non-tes dengan alat ukur angket. Uji hipotesis menggunakan ujiKruskal Wallis yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapatdisimpulkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh penggunaan modul berbasis konstruktivisterhadap kemandirian belajar mahasiswa, (2) respon mahasiswa terhadap penggunaanmodul berbasis konstruktivis adalah positif. Kata Kunci : Modul, konstruktivis, kemandirian belajar
PERBANDINGAN METODE EXPLICIT INSTRUCTION DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAWAHAN Andari, Tri
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.646 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.149

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pembelajaran mana yang lebih baik antara metode STAD dengan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, 2) Metode mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah, 3) Ada tidaknya interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi pada prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk data motivasi siswa dan teknik tes untuk data prestasi belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik analisis variansi dua jalan frekuensi sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) tidak ada perbedaan pengaruh antara Pembelajaran dengan menggunakan metode STAD maupun pembelajaran yang menggunakan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran, 2) tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 SAWAHAN pada pokok bahasan Lingkaran, 3) tidak ada interaksi antara pengajaran dengan model STAD dan pengajaran dengan model Explicit Instruction dengan motivasi siswa tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran. 
FENOMENOGRAFI KONSEP CAHAYA DALAM OPTIK GEOMETRI UNTUK MAHASISWA CALON GURU FISIKA Murtono, Murtono
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.129 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.188

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam memahami konsep cahaya. Beberapa konsep yang yang lain adalah konsep warna benda, konsep melihat oleh mata, dan konsep pperanan cahaya dalam alat-alat optik. Selain itu dilakuan sebuah soal singkat tentang pemantulan pada cermin dua cermin datar yang saling tegak lurus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengekplorasipemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep tersebut sesuai dengan model mental yang dibangun oleh mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal terbuka terhadap 46 mahasiswa Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Fiska Dasar II dan mata kuliah Optik. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa pemahaman konsep yang berbeda-beda diantara responden sesuai dengan interaksi dinamis antara penguasaan konseptual dan kemampuan membangun model mental individu. Hal ini juga tergantung dari pengalaman individu dalam berpikir dan komunikasi selama belajarnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 16