cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
MALARI: STUDI GERAKAN MAHASISWA MASA ORDE BARU Jazimah, Ipong
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) latar belakang terjadinya Peristiwa Malaria 1974; 2) Kronologi peristiwa Malaria 1974; dan 3) Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa Malaria 1974 menyangkut kebijakan pemerintah terhadap kegiatan mahasiswa di kampus.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang tahapannya meliputi heuristik, kritik sumber (verifikasi), interpretasi dan penyajian (historiografi). Sumber yang akan dipakai dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah koran sejaman, sementara sumber sekunder adalah buku-buku yang ditulis oleh sejarawan berikutnya.Peristiwa Malari bisa dikatakan sebagai titik awal perlawanan terhadap Soeharto secara besar-besaran, ditandai dengan adanya aksi pembakaran, perusakan, dan kerusuhan yang menyebabkan beberapa korban meninggal dan luka-luka. Sebelum Malari memang telah ada aksi mahasiswa menggugat, aksi Golongan Putih dan sebagainya. Tetapi tidak mampu mengikutsertakan massa dalam jumlah yang cukup signifikan. Namun peristiwa Malari bagi generasi muda yang lahir pada tahun 1973 tidak cukup dikenal dengan baik. Bagi mereka, peristiwa Malari adalah “Peristiwa ribut-ribut di Monas”.Ada juga yang melihat peristiwa Malari sebagai konspirasi para jenderal yang tidak memiliki sandaran politik dalam struktur kala itu, dengan memakai mahasiswa untuk dijadikan alat politik terhadap para petinggi Orde Baru saat itu. Apa pun yang dikatakan oleh generasi muda, namun bagi para pelaku Malari, peristiwa Malapetaka 15 Januari itu adalah momentum awal memanfaatkan kontradiksi di kalangan militer untuk mempertajam kekuatan-kekuataan pro status quo dengan kekuatan yang pro perubahan bagi kepentingan rakyat banyak. Kata kunci: Malari, Gerakan Mahasiswa, Orde baruKata Kunci: Malari, Gerakan Mahasiswa, Orde baru
MUSEUM TROWULAN DAN HISTORIOGRAFI MAJAPAHIT PENGUAT IDENTITAS BANGSA Nurcahyo, Abraham
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Museum Indonesia selama ini kaya koleksi, tetapi miskin informasi. Pengunjung hanya menikmati benda kuno, bukan gagasan, pengetahuan atau pesan yang bermanfaat untuk saat ini. Founding father paham benar, pentingnya mewarisi kejayaan Majapahit. Mewarisi tinggalan sejarah merupakan bagian dari mewarisi sejarah itu sendiri. Informasi terpadu berupa data tertulis, digital, gambar maupun peninggalan pada masa Majapahit dapat diakses secara lengkap pada Pusat Informasi Majapahi. Dalam struktur pemerintahan Majapahit, raja memegang otoritas tertinggi dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa di dunia. Pola pemerintahannya menganut konsep kosmogoni, penggabungan pengaruh dua kekuatan ajaran Hinduisme dan Budhisme. Menurunnya kecintaan bangsa ini pada tanah air bermula dari hilangnya kesadaran sejarah, geografis, dan budaya kita. Penguatan identitas bangsa akan lebih efektif jika semua lapisan masyarakat terlibat didalamnya serta diperlukan kemauan politik oleh pengambil kebijakan. Kata kunci: Museum, Historiografi, Identitas Bangsa
Anomali Desentralisasi Etnisitas Memancing Disintegrasi? W. Pranoto, Suhartono
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan desentralisasi yang meluas memunculkan akibat-akibat yang tidak diharapkan. Munculnya gejala etnosentrisme yang menimbulkan sparatisme mengawali keraguan pusat pemerintahan untuk mengurangi kebebasan kewenangan desentralisasi seperti kerusuhan, korupsi, oligarki, politik dinasti, yang semua itu sebenarnya sudah berlangsung di pusat pemerintahan, tetapi kemudian diimitasi dan menyebar ke daerah. Kejadian ini semua membuat keraguan desentralisasi yang mereduksi secara involutif dari nasionalisme kembali ke etnosentrisme. Menguatnya etnisitas dapat memancing disintegrasi.Selama ada komitmen kuat dari daerah-daerah lewat local wisdom yang sudah ditransformasikan ke dalam nasiosentrisme, maka regionalism dapat ditanggulangi dan nasionalisme tetap terjaga. Dengan demikian etno-character menjadi penyangga nation-character yang melanggengkan unity in diversity. Revitalisasi karakter bangsa mutlak harus dilakukan. Pancasila harus diajarkan kembali karena sila-sila di dalamnya mengajarkan kepada manusia baru Indonesia untuk rukun dan gotong royong dalam kebersamaan. Bhinneka Tunggal Ika tetap membingkai kebersamaan.Kata Kunci: Anomali, Desentralisasi, Etnisititas, Disintegrasi.
Pola Kepemimpinan Kepala Desa Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Umat Beragama (Studi Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan) Priyatno, Octavian Hendra; Wibowo, Anjar Mukti
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian lapangan (field study research). Sumber data berasal dari sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan ditentukan melalui teknik bertujuan (purposive sample). Validasi untuk menguji kebenaran data yakni trianggulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman.Berdasarkan hasil penelitian diketahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun berorientasi pada perilaku kepemimpinan demokratis. Penekanan pola perilaku tersebut dapat mengakomodasi berbagai kepentingan golongan sehingga terjalin interaksi yang positif antara lembaga pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Kepemimpinan demokratis ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang berlandaskan musyawarah dengan melibatkan masyarakat bersangkutan. Hasil penelitian lainnya ditemukan bahwa kerukunan umat beragama di Desa Balun tidak bisa dilepaskan dari prinsip kekeluargaan, pendidikan, kultur masyarakat, peranan tokoh agama, serta dukungan dari pemerintah desa. Selain itu, dalam mempertahankan kerukunan umat beragama di Desa Balun memerlukan kharakter kepemimpinan desa yang secara umum berkecenderungan komunikatif, fleksibel, terbuka, peduli, dan partisipatif untuk meminimalkan benih-benih konflik di tubuh masyarakat.Kata kunci: Pola Kepemimpinan, Kepala Desa, Kerukunan Umat Beragama
KEARIFAN LOKAL TRADISI UYEN SAPI PERAJUT INTEGRASI SOSIAL (STUDI KASUS DI DESA JONGGOL KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO) Setiana, Dewi; Hartono, Yudi
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang prosesi, makna simbolis, fungsi, dan pelestarian tradisi Uyen Sapi di Desa Jonggol Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk kearifan masyarakat lokal dalam merajut integrasi sosial. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer berupa informasi dari warga masyarakat, kepala desa, tokoh adat, dan tokoh agama. Sumber sekunder berupa bahan pustaka dengan kualifikasi tinggi untuk melengkapi data primer. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, mencatat dokumen dan arsip. Validitas data diperoleh melaui trianggulasi sumber, dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Uyen Sapi dilaksanakan pada hari Jumat Wage Wuku Wuye. Hari tersebut dianggap hari kelahiran sapi. Prosesi diawali dengan ikrar hajat oleh tokoh adat dalam Bahasa Jawa, dilanjutkan doa oleh tokoh agama dalam Bahasa Arab; pembagian bahan-bahan selamatan secara merata kepada warga yang diundang, termasuk warga yang tidak bisa datang; dan terakhir pemberian minuman dawet kepada sapi di kandang. Bahan-bahan selamatan mengandung makna simbolik tersendiri. Makna simbolik tersebut tidak lepas dari ekspresi harapan dan doa syukur, keselamatan, dan keberkahan rizki yang diberikan Tuhan. Tradisi tersebut menjadi media bagi masyarakat dalam merajut integasi sosial. Tradisi Uyen Sapi dilestarikan oleh masyarakat yang bersangkutan dan melibatkan pemerintah daerah setempat.Kata kunci: tradisi, kearifan lokal, integrasi sosial
Partisipasi Perempuan Dalam Politik Di Kabupaten Magetan Tahun 2000-2010 Setiawati, Ruli Aning; Wibowo, Anjar Mukti
Jurnal Agasthia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi perempuan dalam struktur partai, peran perempuan dan pengaruh peran perempuan dalam DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tahun 2000-2010. Penelitian ini dilakukan di DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Magetan. Jenis penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Data primer berupa wawancara dengan para fungsionaris partai, anggota DPRD, mantan anggota DPRD, ketua DUPP, dan anggota DUPP dari bidang perempuan. Sumber sekunder berupa arsip atau dokumen serta daftar kepustakaan yang relevan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perempuan dalam partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terbilang tinggi, hal itu terlihat dari keaktifan perempuan dengan berbagai kegiatan rutinnya yaitu senam rutin, pengajian rutin, kegiatan posyandu di desa-desa, pemberian informasi umum seputar perempuan pada saat acara DUPP dan lain sebagainya. Partisipasi perempuan terbilang rendah karena dilihat dari keterlibatan perempuan dalam susunan kepengurusan partai yang hanya melibatkan sedikit perempuan. Kata Kunci : Partisipasi, Perempuan, Partai Politik
STRATEGI BERCERITA CERITA SEJARAH Musfiroh, Tadkiroatun
Jurnal Agasthia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah memiliki bahan dasar cerita. Cerita sejarah merupakan cerita faktual yang bernilai kebenaran tinggi. Sejarah yang disajikan dalam bentuk cerita memiliki efektivitas yang sulit ditandingi oleh metode lain. Bercerita sejarah memerlukan strategi. Strategi dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap persiapan, penyajian, dan evaluasi. Pengemasan sejarah dalam bentuk cerita dapat menjadi alternatif pembelajaran karena sejarah memiliki materi beragam yang mampu menyedot perhatian anak didik. Cerita sejarah juga mampu merangsang minat baca peserta didik.Kata kunci: Sejarah, Metode Bercerita
Undang-undang Benda Cagar Budaya Di Era Otonomi Daerah Soebijantoro, Soebijantoro
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara didunia yang memiliki aset warisan budaya [heritage] yang melimpah. Aset tersebut secara teroritis merupakan sumber dan simbol identitas budaya kemudian nilai politik, ideologi, pendidikan, ekonomi dan ilmu pengetahuan. Diperlukan sebuah intrumen yang dapat mengawal cita-cita tersebut, salah satu diantaranya adalah undang-undang Benda Cagar Budaya. Namun dalm implementasinya terdapat tangtangan yang harus dibenahi dan diperlukan sebuah desain pengelolaan situs dalam satu kesatuan integraf yaitu aspek hukum yang menyangkut kawasan kemudian aspek pengelolaan yang mencakup pelestarian dan pemanfaatan serta aspek penyelesaian konflikantar pemangku kebijakan Kata Kunci : Undang-undang Benda Cagar Budaya, Otonomi daerah
REKONSILIASI KONFLIK ANTARPERGURUAN SILAT DI MADIUN (STUDI HISTORIS SOSIOLOGIS) Nurcahyo, Abraham; Soebijantoro, Soebijantoro; Hartono, Yudi
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkap akar penyebab konflik antarperguruan silat di Madiun; 2) Mengidentifikasi momentum-momentum dan tempat yang sering menjadi arena konflik; 3) Mengidentifikasi potensi-potensi integrasi yang dapat diberdayakan sebagai media penyelesaian konflik; 4) Merumuskan kerangka teoretik rekonsiliasi yang dapat diterapkan untuk menangani konflik antarperguruan silat di Madiun.Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dokumen dan arsip. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dokumen dan arsip. Validasi data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan peneliti. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik melibatkan faktor-faktor historis yang berdampak pada situasi sosiologis. Faktor historis berakar dari perbedaan pendapat guru-murid generasi awal dalam pengembangan Perguruan Setia Hati. Saat itu konflik masih pada fase latensi dimana perbedaan masih dapat diterima. Konflik bereskalasi pasca Peristiwa G30S ketika terjadi bentrok antarpendekar SH Terate dengan SH Winongo, meskipun keduanya bukanlah partisan dalam peristiwa tersebut. Hubungan mulai memburuk dan stereotip negatif mulai berkembang. Konflik semakin meluas sejak tahun 1990-an ketika jumlah anggota baru keduanya semakin meningkat. Pelanggaran etika perguruan mulai merebak karena tidak adanya sanksi organisatoris. Kekerasan mudah meletus dan melibatkan massa pendukung yang banyak. Konflik memasuki fase terjebak. Berbagai momentum yang sesungguhnya memiliki spirit yang sama seperti Suran Agung, Halal bihalal, dan pengesahan anggota baru justru menjadi arena konflik.Karakteristik konflik menentukan cara-cara penyelesaiannya. Tindakan pengamanan untuk menghentikan kekerasan cukup efektif dilakukan aparat. Namun demikian, suasana sosiopsikologis di tingkat bawah belum banyak berubah. Rekonsiliasi dengan pendekatan kultural menjadi pilihan. Arena-arena integrasi seperti Festival Pencak Seni Tradisi diberdayakan sebagai media rekonsiliasi dengan pendekatan kultural. Rekonsiliasi kultural merupakan upaya rekonsiliasi dengan memberdayakan unsur-unsur budaya dan sosial yang dapat menjadi perekat bersama untuk menciptakan suasana dialogis dan harmonis melalui cara-cara proeksistensi yang terjelmakan ke dalam tindakan dan aksi-aksi nyata dalam berbagai peristiwa kehidupan.Kata Kunci: Rekonsiliasi, konflik, perguruan silat
Cerita sejarah dan penanaman nilai-nilai moral (studi kasus di desa pandean kecamatan mejayan kabupaten madiun) Ristiana, Ari Frianti; Soebijantoro, Soebijantoro
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dari pesan yang ada dalam cerita kepada anak-anak usia dini antara 1-6 tahun di Desa Pandean sehingga selain membacakan cerita, para orangtua di Pandean juga mendidik anak-anak mereka dengan cerita. Cerita bisa mendorong minat baca anak untuk membaca khususnya anak usia dini, sehingga dengan membaca cerita anak juga bisa mengimplementasikan pesan moral yang ada dalam cerita di lingkungan belajarnya. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan bahan ajar oleh orangtua atau para tenaga pendidik kepada siswanya, dan menjadi metode dalam mendidik anak-anak pada usia dini. Penelitian ini mengambil tehnik sampel purposive karena bertujuan untuk mengambil data dari sebagian populasi TK yang ada di Pandean. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sampel yang lebih efisien dan efektif. Penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan kepada ibu-ibu di TK Pembina. Peneliti menyebarkan angket dan 30 menit kemudian data dari angket tersebut dikumpulkan dan diteliti secara cermat dan tepat apakah ada kekurangan dalam pengumpulan data. Penelitian ini juga dilakukan bagi ibu-ibu di sekitar Pandean yang mempunyai anak umur 1-6 tahun. Selain itu, peneliti menggunakan metode observasi kepada anak-anak dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 627 KK di Kelurahan Pandean yang mempunyai anak antara usia 1-6 tahun yaitu 73 KK, dan peneliti mengambil data sebanyak 50% dari ibu-ibu di Pandean telah membacakan cerita sejarah atau cerita dongeng kepada anaknya baik itu sebelum tidur atau di waktu senggang. Dari 36 responden, terdapat 26 responden yang membacakan cerita untuk anak-anaknya. Jadi hanya 35% orangtua di Pandean yang membacakan cerita untuk anaknya. Tujuan para orangtua untuk membacakan cerita sejarah ini kepada anak agar anak memiliki wawasan luas tentang dunia nyata, anak akan mempunyai imajinasi dengan bercerita, mendorong anak untuk belajar membaca buku dari usia dini, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam cerita sejarah/dongeng. Menurut para orangtua di Pandean, mereka berusaha untuk meluangkan waktu untuk membacakan cerita bagi anak-anak mereka walaupun mereka sibuk baik di rumah dan di luar rumah. Sebagian besar orangtua di Pandean membacakan cerita rakyat Malin Kundang kepada anak mereka karena di dalam cerita Malin Kundang terdapat nilai luhur bagi anak usia dini yaitu tidak boleh durhaka kepada orangtua, sayang kepada orangtua, bekerja keras jika ingin berhasil. Kata Kunci: Nilai, Moral, Anak, Cerita Sejarah

Page 1 of 10 | Total Record : 91