cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Traditional Medicine Journal
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Articles 322 Documents
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TESTING OF N-HEXANE FRACTION OF RED DRAGON (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) FRUIT PEEL ON Staphylococcus aureus ATCC 25923 Amalia, Sri; Wahdaningsih, Sri; Untari, Eka Kartika
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.716 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp89-94

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai menyebabkan mikroorganisme patogen menjadi resisten sehingga pengobatan infeksi menjadi tidak efektif. Salah satu bakteri yang saat ini mengalami resistensi adalah Staphylococcus aureus. Penemuan senyawa antibiotik baru yang belum mengalami resistensi menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas dan diameter zona hambat yang dihasilkan fraksi n-heksan kulit buah naga merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 2593. Kulit buah naga merah dimaserasi menggunakan kloroform, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksan. Hasil fraksinasi diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode Disc Diffusion (Kirby-Bauer) dengan variasi konsentrasi 20 dan 40 mg/mL. Kontrol positif yang digunakan adalah ampisilin dan kontrol negatif yang digunakan adalah Dimetil sulfoksida (DMSO). Berdasarkan skrining fitokimia fraksi n-heksan kulit buah naga merah mengandung terpenoid dan alkaloid. Zona hambat yang dihasilkan oleh konsentrasi 40 mg/mL adalah 12,80±1,69 mm dan konsentrasi 20 mg/mL adalah 11,17±1,11 mm. 
INFUSA DAUN PACING Costus speciosus (Koen.) J.E. SMITH SEBAGAI PENGHAMBAT JUMLAH DAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN BALB/C Sari, Ika Puspita; Rahayu, Siti; Rizal, Dicky M.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.348 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Costus speciosus(Koen.)J.E. Smith (Pacing) merupakan tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun Pacing terhadap spermatogenesis mencit jantan strain Balb/Cserta reversibilitas efeknya sebagai dasar dari pembuktian secara ilmiah kemampuan daun Pacing sebagai calon obat kontrasepsi khususnya pada individu jantan. Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok masing-masing terdiri atas 6 ekor mencit. Infusa daun Pacing diberikan dengan variasi dosis yakni 275, 550 dan 1100 mg/kgBB, sementara itu kelompok kontrol terdiri atas kelompok pemberian akuades, kelompok pemberian minyak jagung dan kelompok Andriol dosis 5,2 mg/kgBB. Semua sediaan uji diberikan secara oral setiap hari selama 14 hari. Pada hari ke 15 hewan uji dalam semua kelompok dikorbankan masing-masing 3 ekor mencit kemudian dilakukan pembedahan, 3 ekor mencit sisanya dipelihara hingga hari ke 28 tanpa pemberian sediaan uji untuk mengetahui reversibilitas efek spermatogenesisnya. Pengamatan efek spermatogenesis dilakukan terhadap jumlah dan kualitas spermatozoa (motilitas, viabilitas dan morfologi). Data jumlah dan kualitas spermatozoa dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa daun Pacing pada dosis 275, 550 dan 1100 mg/kg BB mampu menurunkan jumlah spermatozoa sebesar 16-38 % (P<0,05), namun tidak mengubah viabilitas dan morfologi spermatozoa. Selain itu, pada dosis 275 dan 550 mg/kg BB, infusa daun Pacing mampu menurunkan motilitas spermatozoa sebesar 36-39% (P<0,05). Kemampuan infusa daun Pacing dalam menurunkan jumlah dan motilitas spermatozoa  bersifat reversible setelah 14 hari kemudian.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) DENGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT GOM ARAB (Gummi Acaciae) Chabib, Lutfi; Triastuti, Asih; Irianti, Rischi Dwi
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.367 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Gambir merupakan salah satu tanaman obat yang biasa digunakan untuk menyirih, yang mempunyai manfaat untuk kesehatan mulut dan gigi. Gambir ini memiliki khasiat sebagai obat pelega tenggorokan, obat sakit perut, sakit gigi, dan dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ekstrak gambir  menjadi sediaan obat dalam bentuk tablet hisap. Dalam tablet hisap ini digunakan variasi bahan pengikat gom arab untuk mendapatkan konsentrasi bahan pengikat yang dapat menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Ekstrak gambir diperoleh dengan metode maserasi, dengan pelarut etanol 80%. Tablet diformulasi dengan konsentrasi bahan pengikat gom arab 10%, 17,5% dan 25% menggunakan metode kempa langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gom arab dapat memperkecil variasi keseragaman bobot, meningkatkan kekerasan, menurunkan % kerapuhan, dan meningkatkan waktu larut tablet hisap. Ketiga tablet memiliki sifat fisik tablet yang baik. Tablet hisap formula 3 yang paling bisa diterima oleh responden baik dari segi warna, rasa, dan waktu larutnya. 
AKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK BATANG POHON PISANG AMBON (Musa paradisiaca var sapientum) DALAM PROSES PERSEMBUHAN LUKA PADA MENCIT (Mus musculus albinus) Febram, Bayu; Wientarsih, Ietje; Pontjo, Bambang
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.515 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp121 – 137

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pemberian ekstrak dari batang pohon pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) dalam bentuk sediaan salep terhadap proses persembuhan luka pada kulit mencit (mus musculus albinus) melalui pengamatan patologi anatomi dan histopatologi.  Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit dengan strain DDY umur 4-6 minggu sebanyak 45 ekor yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (salep placebo), kontrol positif (salep komersil) dan salep ekstrak batang pohon pisang Ambon.  Semua mencit dilukai pada daerah punggung anterior sepanjang 1-1,5 cm menggunakan skalpel. Setiap hari luka diolesi dua kali dengan salep yang diuji ( salep placebo, salep komersil, dan salep ekstrak). Pengamatan patologi anatomi dilakukan setiap hari sementara pengamatan  histopatologi dilakukan pada hari ke 3, 5, 7, 14 dan 21 pasca perlukaan mencit yang dieuthanasia. Parameter pengamatan patologi anatomi adalah warna luka, pembekuan darah, terbentuknya keropeng dan ukuran luka. Parameter yang diamati pada sediaan  histopatologi adalah infiltrasi   sel-sel radang (neutrofil, limfosit, makrofag), neokapilerisasi, persentase re-epitelisasi dan ketebalan fibroblas.  Semua data kuantitatif diuji secara statistik menggunakan Analisa Sidik Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji wilayah berganda Duncan, sedangkan data kualitatif disajikan secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan patologi anatomi kelompok salep ekstrak lebih cepat membentuk keropeng dan menutup luka tanpa bekas, jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil uji statistik pada parameter infiltrasi sel-sel radang pada kelompok salep ekstrak menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0.05) dengan kelompok kontrol negatif. Hasil pengamatan histopatologis menunjukkan bahwa ekstrak batang pohon pisang Ambon dalam sediaan salep mampu meningkatkan jumlah infiltrasi dari sel-sel radang, meningkatkan pembentukan neokapiler, meningkatkan persentase re-epitelisasi serta  mempercepat pembentukan fibroblas dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian salep ekstrak  batang pohon pisang ambon mempercepat proses persembuhan luka.
AKTIVITAS ANTI OKSIDAN DAN ANTI TUMOR KANDUNGAN TANAMAN HERBAL INDONESIA L. D., Mahfudz; Murwani, R.; T. H., Kusumowardani; Hou, D. X.
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.038 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp68-74

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi dan membandingkan aktivitas antioksidan 2 jenis herbal Indonesia, melalui meneliti kandungan fenol, cytotoksid dan induksi apoptosis terhadap sel HL-60. Data ini merupakan informasi yang berguna untuk manusia dalam menciptakan makanan kesehatan dan aplikasi baru dari antioksidan alami dalam bahan makanan sebagai pangan fungsional dan sebagai bahan untuk obat kanker. Penelitian ini menggunakan 2 buah sampel A dan sampel B. Aktivitas antioksidan total di analisa dengan metode DPPH. Kandungan total fenol di tentukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai ekuvalensi dari asam gallic dan di ekspresikan sebagai gallic acid equivalent (GAE) dalam mg/g sampel. Pengaruh ekstrak herbal terhadap cytotoksid terhadap pertembuhan sel promyelocytic leukimia (HL-60) dianalisa dengan MTT kalorimeter. Hasil ditampilkan sebagai rata-rata ± penyimpangan baku. Analisis Statistik menggunakan Student t-test, pada tingkat signifikansi p<0,05. Koefisien korelasi (r2) terhadap parameter yang di test di hitung menggunakan analisa regresi. Kandungan ekstrak sampel A kering adalah 242,4mg dan sampel B adalah 256,4mg. Diketahui bahwa efek memakan dari ekstrak herbal Indonesia terhadap radikal DPPH meningkat 0,3 – 1,5mg/ml, dimana sampel A adalah 14,3 - 64,29% dan sampel B adalah 9,09 - 57,53%. Total fenol tertinggi didapat pada sampel A (21,72mg GAE/g) dan kandungan fenol rendah pada sampel B (17,53 GAE/g). Apoptosis dari sel HL-60 dilihat dari perubahan morpologi (kondensasi kromatin). Kondensasi kromatin secara spesifik dan fitur yang berbeda dari sel apoptosis, diketemukan pada sebagian besar sel perlakuan. Hasil ini menunjukan bahwa kematian sel diakibatkan oleh ekstrak herbal Indonesia.
EFEK EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) TERHADAP AKTIVITAS SGOT-SGPT PADA TIKUS Pertiwi, Puteriragil Atma; Widyaningsih, Wahyu
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.013 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Kerusakan pada hepar dapat ditunjukkan oleh aktivitas enzim seluler yang semakin meningkat. SGOT dan SGPT adalah dua macam enzim yang paling sering dihubungkan dengan kerusakan sel hepar. Salah satu penyebab kerusakan hepar adalah senyawa radikal bebas yaitu CCl4. Ganggang hijau (Ulva lactuca L.) memiliki senyawa melatonin yang bersifat anti oksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) sebagai hepatoprotektor dengan menurunkan kadar SGOT dan SGPT akibat senyawa radikal bebas yaitu CCl4. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol normal) hanya diberi makan dan minum, kelompok II  diberi suspensi CMC-Na 1% sebagai kontrol pelarut, kelompok III diberi suspensi ekstrak etanol ganggang hijau dengan dosis 100mg/kgBB/hari, kelompok IV diberi suspensi ekstrak etanol ganggang hijau dengan dosis 200mg/kgBB/hari, dan kelompok V larutan pembanding tablet curcuma sebagai kontrol pembanding dengan dosis 200mg/kgBB/hari. Perlakuan dilakukan selama 21 hari secara per oral, pada hari ke-22 diberi suntikan CCl4 1,0mL/kgBB secara intraperitoneal kecuali kelompok I. Pengambilan darah melalui sinus orbitalis untuk diukur aktivitas SGOT dan SGPT. Hasil yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dapat menurunkan aktivitas SGOT dan SGPT pada tikus jantan putih yang diinduksi CCl4.
POTENSI EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy; Pratiwi, Dewi; Hastuti, Novi; Nur W, Niken; Armandari, Inna; Ikawati, Muthi’; Hermawan, Adam
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.754 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

POTENSI  EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA POTENCY OF CITRUS PEELS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) ETHANOLIC EXTRACT AS CHEMOPREVENTIVE  AGENT THROUGH DOWNREGULATION OF           c-Myc EXPRESSION AND INHIBITION OF 7.12-DIMETHYLBENZ[a]ANTRACHENE INDUCED FEMALE  SPRAGUE DAWLEY RATS BREAST CELL PROLIFERATION Dewi Pratiwi, Novi Hastuti, Niken Nur W, Inna Armandari, Muthi’ Ikawati,Adam Hermawan  dan Edy Meiyanto*)Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Penggunaan obat berbasis alam saat ini berkembang pesat di semua kalangan masyarakat. Selain karena harga yang lebih terjangkau, obat berbasis alam relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan salah satu obat berbasis alam mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antikarsinogenesis.  Penelitian ini dirancang untuk mengkaji potensi kulit jeruk nipis (C. aurantiifolia) dalam menekan proliferasi sel  payudara tikus galur Sprague Dawley yang terinduksi 7,12-Dimetilbenz[a]Antrasena (DMBA).  Dalam penelitian ini, tikus dibagi menjadi lima kelompok yakni kelompok perlakuan DMBA, kelompok perlakuan CMC-Na, kelompok perlakuan ekstrak dosis 1500 mg/kgBB , kelompok perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750 mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak dosis 1500 mg/kgBB. Pengamatan proliferasi sel payudara dengan metode AgNOR menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit C. aurantiifolia dapat menekan proliferasi sel secara signifikan. Secara kuantitatif signifikansi yang dihasilkan dosis  1500 mg/kgBB lebih tinggi daripada dosis 750 mg/kgBB. Hasil pengamatan imunohistokimia pada ekspresi c-Myc mendukung data sebelumnya. Pada kelompok dosis 750 terlihat warna coklat pada sitosol yang lebih intens dibanding kelompok dosis 1500. Ekstrak etanolik kulit jeruk nipis dapat menekan proliferasi sel payudara terinduksi DMBA, penekanan proliferasi tersebut meningkat seiring peningkatan dosis sehingga jeruk nipis dapat digunakan sebagai agen khemopreventif.
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOLIK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) PADA SEL KANKER LEHER RAHIM HeLa Mardiyaningsih, Ana; Ismiyati, Nur
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.394 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Kanker leher Rahim merupakan salah satu kanker yang paling terjadi pada wanita. Angka kematian yang tinggi menunjukkan bahwa kemoterapi tidak memberikan hasil yang baik sehingga perlu dikembangkan strategi untuk mengatasinya. Daun alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu produk alami yang memiliki aktivitas antioksidan dengan menangkap radikal bebas dan memiliki aktivitas sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik dari ekstrak etanolik daun alpukat pada sel kanker leher Rahim HeLa dan mengidentifikasi senyawa aktif  yang ada pada daun alpukat. Senyawa aktif dari daun alpukat diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji kromatografi dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif. Aktivitas sitotosik ekstrak etanolik daun alpukat dilakukan dengan uji MTT. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun alpukat mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid dan saponin. Ekstrak etanol daun alpukat menghambat pertumbuhan sel HeLa dengan nilai IC50 sebesar360 µg/ml. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni, Muharni; Fitrya, Fitrya; oktaruliza, Milanti; Elfita, Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp107-112

Abstract

Pencarian senyawa bioaktif terus menerus dilakukan seiring dengan makin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan, mulai dari penyakit infeksi, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Penemuan senyawa antibiotoik baru dan senyawa yang bersifat antioksidan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Mikroba endofitik merupakan mikroba yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan yang dapat menghasilkan metabolit sekunder yang aktif.  Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi dua senyawa dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih dan diidentifikasi sebagai Di-(2-etilheksil)phthalat dan derivat piranon yaitu5 (4’-etoksi-2’-hidroksi-5’-metil-2’,3’-dihidrofuran-3’-il (hidroksi) metil-4-isopropil-3-metil-2-piran-2-on). Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan dari senyawa derivat piranon yang dihasilkan dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih (Curcuma zeodaria). Aktivitas antibakteri  dilakukan  dengan metode difusi cakram dengan bakteri uji E.coli, S. dysenteriae, S. aureus, dan B.  subtilis  dengan variasi konsentrasi uji  250, 500, 1000, dan 2000 μg/ml, dan  aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625, dan 7,8125µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat pada bakteri S. aureus dengan zona hambat 11mm pada konsentrasi 250µg/mL. Senyawa derivat piranon juga bersifat aktif anti oksidan dengan IC5016,05µg/mL.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL EKSTRAK DAN LIPOSOM KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa L.) Juniarka, I Gede Agus; Lukitaningsih, Endang; Noegrohati, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.251 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Formulasi bentuk liposom merupakan salah satu cara yang diaplikasikan untuk mengatasi keterbatasan stabilitas antosianin dalam ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mudah rusak oleh faktor lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan aktivitas antioksidan dan kandungan total antosianin ekstrak dan bentuk liposom kelopak bunga rosella. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan maserasi bertingkat dengan metanol:asam format (97:3) sebagai cairan penyari yang paling baik dari segi rendemen (26,40% b/b) dan aktivitas antioksidan (uji hambatan DPPH) yang dihasilkan (19,991% + 0,001) bila dibandingkan terhadap hasil maserasi menggunakan kombinasi pelarut etanol, metanol, dan akuades. Liposom dibuat dari ekstrak metanol kelopak bunga rosella dengan metode fase terbalik. Hasil uji stabilitas dengan penyimpanan selama 30 hari pada suhu rendah (0-50C) dalam wadah jenuh nitrogen menujukkan penurunan 11,25% aktivitas antioksidan (uji DPPH) bentuk ekstrak, sedangkan bentuk liposom hanya mengalami penurunan sebesar 0,93%. Demikian pula pada stabilitas kandungan antosianin total, dimana ekstrak kelopak bunga rosella mengalami penurunan sebesar 39,12% sedangkan bentuk liposom hanya mengalami penuruanan 0,72%. Lebih lanjut, hasil uji iritasi menunjukkan bentuk liposom memiliki iritasi yang lebih rendah dibandingkan bentuk ekstrak kelopak bunga rosella. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa antosianin terenkapsulasi liposom lebih stabil, efektif, dan aman bila dibandingkan dengan bentuk ekstrak metanol kelopak bunga rosella.

Page 1 of 33 | Total Record : 322