cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SHARE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Mengkritisi teori pembangunan ekonomi konvensional Abd. Majid, M. Shabri
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan para ahli ekonomi barat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan pertumbuhan ekonomi dalam sebuah negara dari masa ke masa dan perbedaan pertumbuhan ekonomi antar negara adalah mutlak disebabkan oleh kedhaifan dan kejahilan mereka sendiri. Selain sempat mengabaikan peran ilmu pengetahuan pada awal-awal kemunculan teori pembangunan ekonomi, hingga detik ini mereka masih menafikan kehadiran rahmat Allah SWT sebagai faktor terpenting penyebab berlangsungnya pembangunan ekonomi umat. Karena tingginya nilai ilmu pengetahuan dalam Islam, maka penguasaan ilmu pengetahuan secara komprehensif dan benar jelas akan memudahkan umat Islam untuk membangun ekonominya. Namun, pembangunan ekonomi umat tidak akan pernah berlaku tanpa mendapat restu Allah SWT melalui cucuran rahmatNya. Tulisan ini meninjau dan menguak kedhaifan teori pertumbuhan ekonomi barat sejak teori itu pertama kali digagaskan. Walaupun pada awalnya para ahli ekonomi barat sempat mengabaikan peran ilmu pengetahuan sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan ekonomi, namun di akhir milineum ke-2 mereka telah menyadari bahwa penguasaan ilmu pengetahuan adalah mutlak diperlukan untuk membangun ekonomi negara. Ini, secara jelas, menunjukkan bahwa, akhirnya, para ahli ekonomi barat terpaksa mengakui kebenaran kata-kata Allah SWT yang telah dituangkan dalam kitab suci umat Islam, al-Qur’an tentang pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini.
How to implement Islamic Banking’s CSR in the society? Yusuf, Muhammad Yasir
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of CSR began in the West in the 1970s and discussions on the concept of CSR often focused on the view that is founded on the norms, cultures and beliefs of the West. Western perspective of CSR has become common practice for a corporate to run CSR programs. One of the goals of Islamic banking operations is to increase the economic growth towards a better and just society. Therefore, Islamic CSR in IBIs should be underpinning on Islamic philosophy that differs from western perspective. This study aims to examine the implementation of Islamic CSR in IBIs in society base on underpinning of Islamic philosophy. This study relies on secondary data to explore the basic sources of Islam using content analysis. The study found that the implementation of Islamic corporate social responsibility on IBIs in the society should be guided by two Islamic principles, first, the application of maslahah (the public good) which provides a better framework that managers can use when faced with potential conflicts arising from diverse expectations and interests of any corporation’s stakeholders. Secondly, corporate social responsibility program should pay more attention to the importance of social capital in the society. The corporate social responsibility practices in Islamic banking should not only be based on responsibility al kifayah (obligatory upon community) and get a positive corporate image but can also be deemed as a method to alleviate poverty and achieve the true economic goals of Islam. Keywords: Islamic Corporate Social Responsibility, Islamic Banking and Society
Prinsip dan kriteria periklanan dari perspektif Islam Kesuma, Teuku Meldi
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh itu tujuan kertas kerja ini ialah membina satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang sepatutnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah kaidah kepustakaan dengan menggunakan analisis kandungan. Kajian ini dijangkakan dapat membentuk konsep periklanan dalam perspektif Islam dari segi prinsip dan kriterianya. Kata Kunci: Periklanan, Perspektif Islam
Prospek pengembangan perbankan syariah nasional pasca undang undang perbankan syariah (Analisis dengan pendekatan model statistika chow test) Khalidin, Bismi
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh Undang-Undang Perbankan Syariah (UUPS) terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. Metode analisis yang dipakai adalah Ordinary Least Square (OLS), dengan instrumen statistik Chow Test. Pengolahan data menggunakan program ekonometrika SHAZAM Versi 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPS tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah secara umum. Dana Pihak Ketiga, Jumlah Nasabah dan Pembiayaan tidak mengalami perubahan sama sekali. Disamping itu, penerapan sistem bagi hasil Profit-Loss Sharing (PLS) yang merupakan prinsip utama operasional perbankan syariah, juga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Ini ditunjukkan dengan pembiayaan produk murabahah masih mendominasi portofolio pembiayaan industri perbankan syariah nasional.
Gala dan rahn: Analisis korelasi dari perspektif ekonomi Islam Ibrahim, Azharsyah
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gala is a term used by the society of Aceh—a formal Islamic state in Indonesia—referring to an economic transaction similar to the concept of pawn in Western. The concept has long been practiced in the society and left many unsolved problems. Lately, academic scholars have questioning the implementation of the concept. Although, it has root in Islam, some scholars suspect that the concept has been misguiding in its practices. This paper intends to analyze the implementation of the Gala concept in the Acehnese society through their economic transactions. It also aims to make a comparison to an Islamic economic’s concept known as Rahn. The primary data is mainly gathered through observation in the length of 5 years in the selected areas in Aceh. To support the data, an in-depth interview technique with relevant people was also used. In addition, the secondary data from journal’s articles, books, and other related literatures were also utilized. Data was analyzed using content and comparative analysis. The findings show that the basic purpose of Gala in the Acehnese society is relevant to the Rahn scheme. In the implementation level, however, the concept is closely related to the interest lending scheme which is considered as riba (usury) in Islam. Consequently, the balanced-economy as one of the core concepts in Islamic economic is not achieved. It is reflected from the continuance benefits gaining for one party while another party gaining nothing except the core objects which has to be repaid. In Islam, the principal meaning of Rahn is helping each other among Islamic society (ummah). Thus, it is prohibited of gaining any material benefit which leads to the riba practices. Finally, this article suggests the related parties to return to the core concept of the Gala which is actually same as Rahn or else they should abandon it to avoid harming the ummah
Islamisasi ilmu ekonomi: Analisa komparatif kurikulum jurusan SMI IAIN Ar-Raniry dan jurusan ekonomi IIUM Furqani, Hafas
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a growing trend in the Muslim world to restructure modern knowledge and discipline in line with Islamic epistemological principles. Islamic economics, in particular, receives wide attention among scholars. Islamic economics is currently moving from a mere discourse on economics in Islamic perspective towards becoming a distinct discipline marked by a complete body of knowledge, clear subject matter, methodology/methodologies to appraise theories and continuous grow of knowledge. At the practical level, the universities all around the world are offering various subjects on Islamic economics and finance. There are significant attempts have been made to structure new framework of economics curriculum by incorporating various discipline of Islamic economics. The paper attempts to observe and survey the Islamization of knowledge program at the International Islamic University Malaysia and IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. A comparative analysis on the teachings and syllabus of Islamic economics, banking and finance in both universities will be made. Some recommendations on the structure and program of Islamic economics at IAIN Ar-Raniry which is going to be officiated as Islamic University will also be outlined.
IMPLIKASI PENETAPAN MARGIN KEUNTUNGAN PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH (SUATU STUDI DARI PERSPEKTIF ISLAM PADA BAITUL QIRADH AMANAH) Ibrahim, Azharsyah; Fitria, Fitria
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.719 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i2.722

Abstract

Murabahah is a particular kind of sale that compliant with shariah. In this scheme, the seller expressly mentions the cost he/she incurred on the commodities for sale and sells it to another person by adding some profit thereon which is known to the buyer. It is one of the most popular modes used by Islamic banks. With its fixed margin, it offers the seller a more predictable income stream. This study aims to analyze the implications of the determination of the profit margin for the murabahah financing at an Islamic microfinance called Baitul Qiradh Amanah. Primary data was collected mainly through interviews and observation. The observation was conducted for about two months. During the observation process, co-researcher was directly involved as a trainee at the Baitul Qiradh. Interviews were conducted to clarify some unclear information that was obtained through observation. To strengthen the primary data, the secondary data is also utilized through books, magazines, and other studies. The secondary data is then compared with the findings from the field which is then analyzed using content analysis. The results showed that the profit margins in the initial of profit determination unilaterally bring both positive and negative implications for the clients and the Baitul Qiradh itself. The positive implication is (1) the Baitul Qiradh is able to predict its profit and (2) the clients are prevented from the risk of inflation or economic crisis. While the negative implications are (1) eliminating bargaining power of clients and (2) affect to customer satisfaction that leads to the decrease of the number of customers of the Baitul Qiradh. =========================================== Pembiayaan murabahah adalah jual beli barang pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam skema ini, margin keuntungan biasanya ditetapkan di awal sebelum transaksi terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penetapan margin keuntungan pembiayaan pada sebuah lembaga keuangan mikro syariah, yaitu Baitul Qiradh Amanah. baik terhadap nasabah ataupun terhadap Baitul Qiradh itu sendiri. Data primer dikumpulkan dengan wawancara dan observasi. Observasi dilakukan selama lebih kurang dua bulan di mana salah seorang peneliti terlibat langsung sebagai trainee di Baitul Qiradh yang menjadi objek penelitian. Wawancara dilakukan untuk memperjelaskan hal-hal yang tidak bisa didapat melalui observasi. Di samping itu, untuk memperkuat data primer, peneliti juga mengumpulkan data sekunder melalui buku-buku, majalah, serta penelitian-penelitian lainnya. Data sekunder ini kemudian dibandingkan dengan temuan lapangan untuk kemudian dianalisis dengan cara content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan margin keuntungan di awal secara sepihak memunculkan implikasi positif maupun negatif baik terhadap nasabah atau Baitul Qiradh sendiri. Implikasi positifnya adalah jelasnya jumlah keuntungan yang didapat Baitul Qiradh dan menghindarkan nasabah dari risiko inflasi atau krisis ekonomi. Sedangkan implikasi negatif adalah menghilangkan daya tawar nasabah. Hal ini berimplikasi pada berkurangnya kepuasan nasabah untuk berurusan dengan Baitul Qiradh.
GALA DAN RAHN: ANALISIS KORELASI DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ibrahim, Azharsyah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.116 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i1.716

Abstract

Gala is a term used by the society of Aceh—a formal Islamic state in Indonesia—referring to an economic transaction similar to the concept of the pawn in Western. The concept has long been practiced in the society and left many unsolved problems. Lately, academic scholars have questioned the implementation of the concept. Although it has root in Islam, some scholars suspect that the concept has been misguiding in its practices. This paper intends to analyze the implementation of the Gala concept in the Acehnese society through their economic transactions. It also aims to make a comparison to an Islamic economic’s concept known as Rahn. The primary data is mainly gathered through observation in the length of 5 years in the selected areas in Aceh. To support the data, an in-depth interview technique with relevant people was also used. In addition, the secondary data from journal’s articles, books, and other related literature were also utilized. Data was analyzed using content and comparative analysis. The findings show that the basic purpose of Gala in the Acehnese society is relevant to the Rahn scheme. In the implementation level, however, the concept is closely related to the interest lending scheme which is considered as riba (usury) in Islam. Consequently, the balanced economy as one of the core concepts in Islamic economic is not achieved. It is reflected from the continuance benefits gaining for one party while another party gaining nothing except the core objects which has to be repaid. In Islam, the principal meaning of Rahn is helping each other among Islamic society (ummah). Thus, it is prohibited of gaining any material benefit which leads to the riba practices. Finally, this article suggests the related parties return to the core concept of the Gala which is actually same as Rahn or else they should abandon it to avoid harming the ummah. =========================================== Gala adalah salah satu dari sekian banyak bentuk praktik ekonomi yang berkembang dalam masyarakat Aceh sejak lama. Konsep tersebut pada dasarnya tercipta dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari sejak lama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Gala yang dipraktikkan masyarakat Aceh dalam transaksi-transaksi ekonomi dari sudut pandang ekonomi Islam yang menggunakan skema Rahn. Data utama artikel ini diperoleh dari hasil observasi penulis selama beberapa tahun di daerah-daerah yang melakukan praktik Gala dalam beberapa transaksi ekonominya sehari-hari. Selain itu, untuk mendukung hasil observasi, in-depth interview dengan para pihak yang terlibat juga dilakukan. Untuk memperkuat temuan lapangan, penulis juga melakukan kajian literatur terhadap hal-hal yang berkaitan dengan praktik Gala. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan content dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Gala dalam masyarakat Aceh pada dasarnya relevan dengan skema Rahn (gadai), akan tetapi pada tahap implementasi masih sarat dengan unsur riba dimana balanced-economy tidak terjadi. Hal ini terlihat dari adanya pengambilan manfaat oleh pihak tertentu yang mengakibatkan tertindasnya satu pihak oleh pihak lainnya. Dalam ekonomi Islam, konsep dasar gadai adalah tolong menolong sehingga tidak dihalalkan mengambil manfaat sebagai efek dari tolong menolong tadi. Pengambilan manfaat ini dapat menjerumuskan transaksi tersebut ke dalam riba. Artikel ini merekomendasikan pihak-pihak berwenang untuk melakukan banyak sosialisasi dengan melibatkan semua para tokoh masyarakat untuk meluruskan kembali praktik Gala sesuai dengan konsep ekonomi dalam ajaran Islam.
ISLAMIC VALUE-DRIVEN COOPERATION IN SKILLS ACQUISITION AND MOBILITY FOR EMPOWERING MARGINAL SOCIETY Shahabuddin, Abu Saim Mohammad; Islam, Muhammad Hedayatul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.98 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i1.699

Abstract

Islam exhorts for cooperation in righteous and God conscious acts. This exhortation has individual and institutional implications for efforts geared towards promoting the welfare of less privileged marginal segment of society. Conceiving an institutional form of cooperation, this paper proposes and explains a program which will target at empowering this segment. The program is for developing non-professional skills which have to be founded on and inspired by the Islamic principles of cooperation and self-reliance. As non-professional skills are mostly learned informally and on-the-job, business houses will be the cooperator who will provide platforms for training. Members of a marginal segment of society will be the beneficiaries who will receive training for acquiring job skills and mobility towards achieving their self-reliance. Government organ will be a facilitating party that shall provide support for the collaborative venture to occur and sustain. Apart from Islamic principles of cooperation and self-reliance, this paper will draw upon the theory of social learning, theory of conforming to group norms and doctrine of market supervision (al-Hisbah) in Islamic civilization to expound the role of the triad—the cooperator, the beneficiaries, and the facilitator—in achieving the major outcomes of the program. =========================================== Islam mendorong kerjasama dalam kebaikan dan bertindak semata-mata karena Allah. Dorongan ini memiliki implikasi individual dan institusional dalam upaya mensejahterakan masyarakat marjinal yang kurang beruntung. Dalam suatu bentuk upaya kerjasama secara institusional, artikel ini menawarkan dan menjelaskan suatu program yang akan menargetkan dalam memberdayakan segmen ini. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan non-professional yang dibentuk dan didorong oleh prinsip-prinsip Islam dalam kerjasama dan kemandirian. Keterampilan non-professional sebagian besar dipelajari secara informal dan disaat bekerja, tempat-tempat bisnis akan menjadi pembuat kerjasama yang akan menyediakan platform untuk pelatihan. Para anggota masyarakat di segmen marjinal ini akan menjadi penerima manfaat yang akan mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan keahlian kerja dan mobilitas untuk mencapai kemandirian. Institusi pemerintah yang berkaitan akan menjadi fasilitator yang akan menyediakan dukungan bagi skema kolaboratif agar dapat diwujudkan dan berkelanjutan. Selain dari prinsip- prinsip kerjasama dan kemandirian dalam Islam, paper ini akan mengutip teori pembelajaran sosial, teori sesuai dengan norma-norma kelompok dan doktrin pengawasan pasar (Al-Hisbah) dalam peradaban Islam guna menjelaskan peranan tiga pihak yaitu pembuat kerjasama, penerima manfaat, dan fasilitator dalam upaya mencapai hasil-hasil utama dalam program tersebut.
IMPLEMENTASI MAQASHID AL-SYARI’AH TERHADAP PELAKSANAAN CSR BANK ISLAM: STUDI KASUS PADA PT. BANK BRI SYARIAH Finarti, Aan; Putra, Purnama
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.927 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i1.724

Abstract

Corporate Social Responsibility is an obligation of a company. BRI Syariah as one of Islamic Financial Institution carries out the social responsibility program.This research aims at finding out the implementation of CSR program at BRISyariah using the perspective of Maqashid Syariah. Based on the categorization and qualification, the indicators measurement which gets along with Sharia principles is finally invented. The research was conducted at the unit of CSR of BRISyariah head office so that the data cover all of the implementation of CSR BRISyariah all over Indonesia. The method used was mixed methods research. The quantitative method was used for measuring the CSR program of BRISyariah which was categorized in the component of Maqashid Syariah and qualitative method was used for processing the data from the interview, observation, and literary review proposed to the manager of CSR BRISyariah. The result of the research indicates that the implementation of CSR at BRISyariah is relevant with al maqashid asy syariah. It is proven in the five main components of maqashid al syariah, which are 1) the protection of the Faith / religion, 2) the protection of life/human soul, 3) the protection of mind /intellect, 4) the protection of wealth, 5) The protection of lineage. While based on the measurement of maqashid al syariah to the CSR at BRISyariah it is known that the indicators of program according to maqashid syariah was the protection of human soul in 2012 with the total number of 30 activities spending 941.305.000 rupiah. The percentage of funding distribution of CSR was 46% and in 2013 there were 52 activities with the total funding of 985.870.000, the percentage of funding distribution was 50 %. =========================================== Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab perusahaan adalah suatu kewajiban perusahaan. BRI Syariah adalah salah satu lembaga keuangan Islam yang menyelenggarakan program tanggungjawab sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impementasi program CSR pada BRI Syariah dengan menggunakan perspektif Maqashid Syariah. Berdasarkan kategorisasi dan kualifikasi, indikator- indikator pengukuran yang berhubungan dengan prinsip- prinsip syariah akhirnya telah dikembangkan. Penelitian ini dilakukan pada unit CSR BRI Syariah kantor pusat jadi datanya meliputi semua implemementasi CSR BRI Syariah di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kombinasi metode riset. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur CSR program pada BRI Syariah yang dikategorikan pada komponen maqashid syariah dan metode kualitatif digunakan dalam memproses data dari wawancara, observasi dan pengkajian literatur yang diajukan kepada manajer CSR BRI Syariah. Hasil dari riset ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan CSR pada BRI Syariah adalah relevan dengan al maqashid asy syariah. Hal ini dibuktikan dengan lima komponen utama maqashid syariah, yaitu: 1) Perlindungan agama, 2) Perlindungan pada kehidupan/ jiwa manusia, 3) Perlindungan pemikiran, 4) Perlindungan kesejahteraan, 5) Perlindungan garis keturunan. Sementara, berdasarkan pada pengukuran maqashid syariah CSR pada BRI Syariah maka dapat diketahui bahwa indikator program menurut maqashid syariah adalah perlindungan kepada jiwa manusia pada tahun 2012 dengan jumlah total sebanyak 30 aktivitas yang menghabiskan Rp.941.305.000. Persentase distribusi pendanaan CSR adalah 46% dan pada tahun 2013 sebanyak 52 kegiatan dengan total pendanaan sebesar 985.870.000, persentase distribusi pendanaan sebesar 50%.