cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SHARE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
THE STRATEGY OF ISLAMIC ECONOMIC DEVELOPMENT WITH THE FIVE SPIRIT CONCEPT AS SOCIAL CAPITAL APPROACH Syamsuri, Syamsuri; Saputro, Yuwan Ebit
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v7i2.2668

Abstract

The economic issue is considered a universal issue; one of the major problems in economy is the backwardness of economic development in rural areas. This study aims at seeking solutions using five spirit concepts of Pondok Gontor (sincerity, simplicity, self-sufficiency, Islamic brotherhood and freedom) as a social capital in the economic development. This research employed a qualitative method as it is relevant in revealing details on the phenomenon. Data was gathered through interview, observation, and documentation. The collected data was then analyzed inductively, and descriptively presented. The finding shows that the study area has a potent five spirits, a potential to become an economic development strategy in solving poverty and underdevelopment which remained unsolved for decades.============================================================================================Strategi Pembangunan Ekonomi Islam dengan Pendekatan Panca Jiwa sebagai Modal Sosial. Masalah ekonomi dianggap sebagai masalah universal; salah satunya adalah keterbelakangan pembangunan ekonomi di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan panca jiwa dari Pondok Modern Gontor (keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyyah dan jiwa bebas) sebagai modal sosial dalam pembangunan ekonomi di daerah tertinggal. Metode kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena relevansinya dalam mengungkapkan rincian tentang fenomena di lapangan. Data-data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara induktif, dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah studi memiliki potensi panca jiwa yang sangat kuat untuk menjadi strategi dalam pembangunan ekonomi untuk memecahkan kemiskinan dan keterbelakangan yang selama ini menjadi masalah yang belum terselesaikan.
EARNING QUALITY AND POTENTIAL BANKRUPTCY OF ISLAMIC BANKS: INDONESIA VERSUS MALAYSIA Hendra, Grandis Imama
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.603 KB) | DOI: 10.22373/share.v7i2.3370

Abstract

This study aims to analyze the difference in earning quality and potential bankruptcy of Islamic banks before and after the adoption of IFRS and to analyze the relationship of earnings quality and potential bankruptcy to the operating cash flow of Islamic bank. Data obtained from the financial statements of 12 Islamic banks in Indonesia and 17 Islamic banks in Malaysia with financial reporting period from 2010 to 2016. Earning quality is measured by discretion of loan loss provision and the potential bankruptcy of Islamic banks is measured using the Altman z score model. The results show that the earning quality of Islamic banks did not have significant differences between before and after IFRS adoption. While Islamic banks in Malaysia have significant differences between before and after the adoption of IFRS. Islamic banks in both countries do not have the potential bankruptcy difference between before and after IFRS adoption. The earnings quality decreased when the potential bankruptcy at high levels.===================================================================Kualitas Laba dan Potensi Kebangkrutan Bank Syariah: Indonesia Versus Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas laba dan potensi kebangkrutan bank syariah sebelum dan sesudah adopsi IFRS dan untuk menganalisis hubungan kualitas laba dan potensi kebangkrutan dengan arus kas operasi bank syariah. Data diperoleh dari laporan keuangan 12 bank syariah di Indonesia dan 17 bank syariah di Malaysia dengan periode pelaporan keuangan dari 2010 hingga 2016. Kualitas laba diukur dengan diskresi cadangan kerugian pembiayaan dan potensi kebangkrutan bank syariah diukur dengan menggunakan model Altman z skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas laba bank syariah tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Sementara bank syariah di Malaysia memiliki perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Bank syariah di kedua negara tidak memiliki perbedaan potensi kebangkrutan antara sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Kualitas laba menurun ketika potensi kebangkrutan di level tinggi.
SUPPLY CHAIN AND PURCHASING BEHAVIOR OF HALAL CHICKEN MEAT Nugroho, Arif Julianto Sri; Andadari, Roos Kities; Aribowo, Eric Kunto
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.308 KB) | DOI: 10.22373/share.v7i2.3493

Abstract

The segment of Muslim consumers in Indonesia currently has a high sense of concern for the halal goods and services they consume. This consumer segment, in addition to wanting high-quality products, also demands that the products they consume comply with the rules set by Islamic law. This segment has a tendency to be able to recommend to other parties the products they perceive are halal, they even want to pay a more expensive price if there are no alternative products of the kind they perceive halal. Instead, they can provide incorrect information which results in a viral effect and leads to encouragement to boycott the consumption of goods and services. This study aimed to examine the effect of halal supply chain knowledge on Muslim and non-Muslim consumers on the motivation and purchasing behavior of halal chicken meat. The halal supply chain knowledge tested includes halal feed dimensions, halal slaughtering processes, halal storage and logistics, and halal packaging and logistics. The research was conducted with a quantitative approach through multivariate multiple regression statistical tests. The population in the study was all consumers of halal chicken meat in Klaten City. Sampling using purposive sampling as many as 102 respondents. The final stage of the study found the findings of the four antecedent variables, three supply chain knowledge variables in the form of halal slaughter process, halal storage and logistics and halal labeling packing had a significant influence on purchasing motivation. Halal slaughter process had the highest influence on consumers because the halal perception that is most familiar to them is the slaughter process. One variable had no significant influence in the form of halal feed. In the motivation variable, the findings of this dimension had a significant influence on behavior.===========================================================================================Rantai Pasok dan Perilaku Pembelian Daging Ayam Halal. Segmen konsumen muslim di Indonesia saat ini memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kehalalan barang dan jasa yang mereka konsumsi. Segmen konsumen ini selain menginginkan produk yang berkualitas juga menuntut produk yang mereka konsumsi mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan oleh syariat Islam. Segmen ini memiliki kecenderungan bisa merekomendasikan ke pihak lain produk yang mereka persepsikan halal, bahkan mereka mau membayar dengan harga yang lebih mahal jika tidak terdapat alternatif produk sejenis yang mereka persepsikan halal. Sebaliknya, mereka dapat memberikan informasi yang tidak benar yang mengakibatkan efek viral dan berujung anjuran memboikot konsumsi barang dan jasa tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengetahuan rantai pasok halal pada konsumen muslim dan non-muslim terhadap motivasi dan perilaku pembelian daging ayam halal. Pengetahuan rantai pasok halal yang diuji meliputi dimensi halal pakan, halal proses penyembelihan, halal penyimpanan dan logistic, serta halal pengepakan dan logistik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui uji statistik multivariat regresi berganda. Populasi dalam penelitian adalah seluruh konsumen daging ayam halal di Klaten, Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 102 responden. Tahap akhir penelitian diperoleh temuan dari empat variabel anteseden, tiga variabel pengetahuan rantai pasok berupa halal proses penyembelihan, halal penyimpanan dan logistik, serta halal pengepakan labelling berpengaruh signifikan terhadap motivasi pembelian. Halal proses penyembelihan memiliki pengaruh paling tinggi pada konsumen karena persepsi halal yang paling familiar bagi mereka adalah kegiatan proses penyembelihan. Satu variabel tidak berpengaruh signifikan berupa halal pakan. Pada variabel motivasi diperoleh temuan dimensi ini berpengaruh signifikan terhadap perilaku.
A CRITICAL ANALYSIS OF ISLAMIC ECONOMIC OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN GLOBALIZATIONAL ERA Maulidizen, Ahmad; Mohammad, Mohammad Taqiuddin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.441 KB) | DOI: 10.22373/share.v7i2.3020

Abstract

Globalization has become the defining process of the present age. The most important aspects of economic globalization are the breaking down of national economic barriers, the international spread of trade, the financial and production activities, and the growing power of transnational corporations and international financial institutions in the process. While the opportunities and benefits of this process have been stressed by its proponents and supporters, recently there has been increasing disillusionment among many policy makers in the developing contries, analysis and academicians as well as community of non-governmental organization (NGO) in both Eastern and Western countries. The reasons for the changing perception of and attitude towards globalization are many. Among others are the lack of tangible benefits to most developing countries from opening their economy despite the well-publicized claims of export and income gains, the economic losses and social dislocation that are being caused to many developing countries by rapid financial, trade and investment liberalization, the growing in equalities of wealth and opportunities a rising from globazation and the perception that environmental, social and cultural problems have been made worse by the working of the global free economy. In this connection, this article analyses the features of Islamic economy system, the nature of economy globalization, the failure of the conventional economy systems in the age of global village and the roles, and challenges of Muslim Ummah to globally implimens the Islamic Economy system in the world countries.=============================================================Analisis Kritis Peluang dan Tantangan Ekonomi Islam di Era Globalisasi. Globalisasi telah menjadi proses pendefinisian zaman sekarang. Aspek yang paling penting dari globalisasi ekonomi adalah penghancuran hambatan ekonomi nasional, penyebaran perdagangan internasional, kegiatan keuangan dan produksi, dan meningkatnya kekuatan korporasi transnasional dan lembaga keuangan internasional dalam proses tersebut. Sementara peluang dan manfaat dari proses ini telah ditekankan oleh para pendukung dan pendukungnya, baru-baru ini telah terjadi peningkatan kekecewaan di antara banyak pembuat kebijakan di negara berkembang, analisis dan akademisi serta komunitas organisasi non-pemerintah (LSM) di kedua wilayah Timur. dan negara-negara Barat. Banyak alasan untuk mengubah persepsi dan sikap terhadap globalisasi. Di antara yang lain adalah kurangnya manfaat nyata bagi sebagian besar negara berkembang dari pembukaan ekonomi mereka terlepas dari klaim ekspor dan pendapatan yang dipublikasikan dengan baik, kerugian ekonomi dan dislokasi sosial yang disebabkan oleh banyak negara berkembang oleh liberalisasi keuangan, perdagangan, dan investasi yang cepat , meningkatnya kesetaraan kekayaan dan peluang yang timbul dari globalisasi dan persepsi bahwa masalah lingkungan, sosial dan budaya telah diperburuk oleh kerja ekonomi bebas global. Dalam hubungan ini, artikel ini menganalisis fitur sistem ekonomi Islam, sifat globalisasi ekonomi, kegagalan sistem ekonomi konvensional di zaman desa global dan perannya, dan tantangan umat Islam untuk secara global memberlakukan sistem ekonomi Islam di dunia.
FINANCIAL INCLUSION AND DEEPENING IN NIGERIA: THE CONTRIBUTION OF JAIZ BANK Nmadu, Yaaba Baba; Mika’ilu, Abubakar
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.377 KB) | DOI: 10.22373/share.v7i2.2300

Abstract

The Central Bank of Nigeria in 2012, as a sign of her commitment to the 2011 Maya Declaration, developed a financial inclusion strategy for Nigeria. The aim of the strategy, amongst others, was to reduce the percentage of adult Nigerians excluded from financial services from 46.3 percent as at 2010 to 20.0 percent by 2020 with the view to enabling them to have access to financial services, engage in economic activities and contribute to the growth and development of the country. The number of Nigerians that are included in the formal sector shall then increase from 30.0 percent in 2010 to 80.0 percent by the year 2020. By this, Nigeria had committed herself to reducing the population of unbanked and under-banked adults by about 50.0 percent by the year 2020. Maya declaration recognises the criticality of inclusive financing to not only inclusive growth but also global financial stability, financial deepening and poverty reduction for about 2.5 billion unbanked adults across the globe. This study is a maiden attempt to explore the contribution of the recently established Islamic bank (Jaiz bank) in Nigeria towards the reduction of both the unbanked and under-banked adult population since its inception in 2012. The study used an exploratory approach and concludes that Jaiz bank is immensely helping the country in her quest to satisfy the Maya commitments. The study recommends, among others that special consideration is given to banks of such standings to aid rapid expansion of access to finance for Nigerians who ordinarily wouldn’t have easy access to banking facilities.=============================================================Inklusi Keuangan dan Pendalamannya di Nigeria: Kontribusi Bank Jaiz. Sebagai bagian dari komitmennya terhadap Deklarasi Maya 2011, Bank Sentral Nigeria pada tahun 2012 mengembangkan strategi inklusi keuangan untuk Nigeria. Tujuannya, antara lain, adalah untuk mengurangi persentase jumlah orang dewasa di Nigeria yang belum tersentuh jasa keuangan dari 46,3 persen pada 2010 menjadi 20,0 persen pada 2020 sehingga memungkinkan mereka memiliki akses ke layanan keuangan, berperan dalam kegiatan ekonomi dan berkontribusi pada pembangunan negara. Harapannya, jumlah orang Nigeria yang masuk dalam sektor formal akan terdongkrak dari 30,0 persen pada tahun 2010 menjadi 70,0 persen pada tahun 2020. Untuk itu, Nigeria telah berkomitmen untuk mengurangi jumlah orang yang unbanked dan under-banked sekitar 50,0 persen pada tahun 2020. Deklarasi Maya mengakui pentingnya pembiayaan inklusif yang ditujukan tidak hanya untuk pertumbuhan inklusif tetapi juga stabilitas keuangan global, pendalaman keuangan, dan pengurangan kemiskinan bagi sekitar 2,5 miliar orang yang unbankable di seluruh dunia. Penelitian ini adalah upaya perdananya untuk mengeksplorasi kontribusi bank non-bunga (Jaiz bank) yang baru didirikan di Nigeria terhadap pengurangan jumlah orang yang unbanked dan under-banked sejak didirikannya pada tahun 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplorasi dan menyimpulkan bahwa Bank Jaiz memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membantu Nigeria untuk memenuhi komitmennya terhadap deklarasi Maya. Kajian ini, antara lain, merekomendasikan bahwa pertimbangan khusus harus diberikan kepada bank-bank yang mempunyai peran sejenis untuk mempercepat perluasan akses keuangan bagi masyarakat Nigeria yang selama ini kesulitan dalam mengakses fasilitas perbankan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5