cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SHARE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
ANALISIS DAN EVALUASI IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KEPEMILIKAN UMUM DAN NEGARA DI INDONESIA (PENDEKATAN MADZHAB HAMFARA) Murtiyani, Siti; Sasono, Hery; Triono, Dwi Condro; Zahra, Hanifah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1563.538 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.913

Abstract

This study aims to analyze and critically evaluate the implementation of the management of public ownership (Milkiyah ammah) and State ownership (Milkiyah Daulah) in Indonesia. This study descriptively describes the implementation of both ownerships that are currently practicing in Indonesia. Theoretical approaches used is the Islamic Economic System Madzhab Hamfara (Hadza Min fadzli Rabbi) who critically evaluate the implementation of the public wealth management and state wealth in Indonesia. This research used secondary data that was obtained from Madzhab Hamfara books, literature, journal and information relating to the Indonesian State assets management system. A comparative analysis was conducted to understand the difference between the public wealth management and state wealth management in Indonesia. Findings show that the management of both, public and state ownership are not in accordance to the ownership management approach of Madzhab Hamfara Islamic Economic System. The evidence suggests that both public and state ownership are not fully managed by the Government of Indonesia. The fact shows that public ownership in the form of water, fire and pastures are managed by individuals and institutions as well as foreign parties who have fund to privatize the public ownership. Consequently, it has the impact on unequal distribution of income that cause poverty in Indonesia. This research suggest that government should implement Islamic Economic System Madzhab Hamfara in managing public and state ownership in Indonesia. =========================================== Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi secara kritis penerapan pengelolaan kepemilikan umum (Milkiyah Ammah) dan kepemilikan negara (Milkiyah Daulah) di Indonesia. Studi ini menjelaskan secara deskriptif tentang implementasi pengelolaan kedua kepemilikan tersebut yang sekarang dipraktikkan di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Ekonomi Islam Madzhab Hamfara (Hadza Min fadzli Rabbi) yang secara kritis mengevaluasi implementasi pengelolaan kepemilikan umum dan negara di Indonesia. Kajian ini menggunakan data sekunder yang berasal buku-buku madzhab Hamfara, literatur, artikel jurnal dan informasi lainnya yang terkait dengan pengelolaan aset di Indonesia. Analisis perbandingan juga dilakukan untuk memahami perbedaan pengelolaan kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kepemilikan, baik kepemilikan umum maupun negara di Indonesia, tidak dijalankan sesuai dengan sistem ekonomi Islam Madzhab Hamfara. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pengelolaan kepemilikan publik dan negara tidak sepenuhnya dilakukan oleh negara. Fakta juga menunjukkan bahwa kepemilikan tersebut lebih banyak diserahkan kepada lembaga-lembaga privat bahkan lembaga-lembaga asing. Akibatnya, kesenjangan pendapatan yang menjadi pemicu kemiskinan terus terjadi. Kajian ini menyarankan agar pemerintah mengimplementasikan sistem ekonomi Islam Madzhab Hamfara dalam pengelolaan kepemilikan umum dan negara di Indonesia.
THE PERFORMANCE OF RURAL DEVELOPMENT SCHEME IN ISLAMI BANK BANGLADESH FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE Islam, Mohammad Saiful; Islam, Mohammad Saiful
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.5 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.912

Abstract

Islami Bank Bangladesh Limited (IBBL) is one of the leading and efficient financial institutions in the globe. The Rural Development Scheme (RDS) has become an exclusive domain to play a significant role in increasing the performance of development in nation building. As a result, IBBL is playing a vital role in the rural area in applying the RDS for poverty alleviation. The aim of this study is to analyze the performance of the RDS of IBBL in the rural area. This paper will also discuss the achievements of this scheme in the present context to evaluate its performance. Finally, the researcher will come up with some suggestions and recommendations for further improvement. =========================================== Bank Islami Bangladesh Limited (IBBL) adalah salah satu lembaga keuangan terkemuka dan efisien di dunia. “Skema Pembangunan Pedesaan” (RDS) telah menjadi suatu domain yang ekslusif dalam memainkan peranan yang signifikan bagi peningkatan performa dalam pembangunan negara. Sebagai hasilnya, IBBL memainkan peranan yang penting di daerah pedesaan dalam mengaplikasikan skama RDS bagi upaya penanggulangan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa performa skema RDS dari IBBL di daerah pedesaan. Paper ini juga akan mendiskusikan pencapaian skaema ini dalam konteks saat ini guna mengevaluasi performanya. Pada akhirnya, peneliti akan menyampaikan beberapa saran dan rekomendasi untuk peningkatan di masa yang akan datang.
EFFECTIVE CRISIS MANAGEMENT FOR ISLAMIC FINANCIAL INDUSTRY AND THE INSTITUTION OF HISBAH: LESSONS FROM GLOBAL FINANCIAL CRISIS Zada, Najeeb; Lahsasna, Ahcene; Saleem, Muhammad Yusuf
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.01 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.907

Abstract

The recent financial crisis resulted destructive effects on finance industry. Islamic financial industry (IFI) is still naïve and largely untested in the face of a major financial turmoil. Major issues and uncertainties of the insolvency of IFI include the issue of moral hazard, government bailouts, excessive risk taking and deposit insurance. This paper addresses the issue of crisis management in IFI from the perspective of al-Siyasah al-Shar’iyyah and attempts to derive public policy guidelines that are useful in developing a timely and efficient crises management framework for Islamic finance industry. By using qualitative methods, the study found that the global financial crisis resulted in great destruction of financial institution. Although Islamic finance was quite immune to the global crisis as compared to its conventional peer, concerns still exist. It is time that Islamic finance industry learns from the financial woes of the rest of the world. =========================================== Krisis keuangan baru-baru ini mengakibatkan efek destruktif pada industri keuangan. Industri keuangan Islam (IKI) masih naif dan sebagian besar belum teruji dalam menghadapi gejolak keuangan besar. Isu utama dan ketidakpastian dari kebangkrutan IKI meliputi moral hazard, dana talangan pemerintah, pengambilan risiko yang berlebihan dan asuransi deposito. Makalah ini membahas isu manajemen krisis dalam IKI dari perspektif al-Siyasah al-Shariyyah dan berusaha mendapatkan pedoman kebijakan publik yang bermanfaat dalam mengembangkan kerangka kerja manajemen krisis yang tepat waktu dan efisien bagi IKI. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini menemukan bahwa krisis keuangan global mengakibatkan kehancuran besar bagi industri keuangan. Meskipun keuangan Islam cukup kebal terhadap krisis global dibandingkan dengan keuangan konvensional, kekhawatiran masih ada. Sudah saatnya industri keuangan Islam belajar dari krisis keuangan dari seluruh dunia.
DOES MICROFINANCE MODEL DETERMINE THE EFFECTIVENESS OF MICROFINANCE INTERVENTION IN ENHANCING MICROENTERPRISE PERFORMANCE? EVIDENCE FROM BANK RAKYAT INDONESIA Hawariyuni, Weni; Kassim, Salina Hj
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.384 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.908

Abstract

This study aims to investigate the effectiveness of different microfinance model in enhancing the performance of microenterprises in terms of income, fixed assets, and household expenditures. By focusing on the case of Bank Rakyat Indonesia, one of the most successful commercial microfinance providers in the world, two types of microfinance products, namely KUPEDES and KUR are being compared. The KUPEDES is original product of BRI Unit, while the KUR is a micro-product subsidized by the Indonesian government. Based on the experience of BRI Unit in Medan city, Indonesia, we assess the impact of microfinance intervention on 400 clients. The findings demonstrated that KUPEDES as original microproduct is more successful compared to KUR product in enhancing the performance of microenterprise through income, fixed assets, and household expenditures as successful indicators. =========================================== Kajian ini bertujuan untuk menginvestigasi keefektifan beragam model pendanaan mikro dalam meningkatkan performa usaha kecil dari segi pemasukan, aset tetap, dan belanja rumah tangga. Dengan fokus pada kasus Bank Rakyat Indonesia, salah satu pemberi dana mikro paling berhasil di dunia, kajian ini membandingkan dua macam produk pendanaan mikro, yaitu KUPEDES dan KUR. KUPEDES adalah produk original BRI sementara KUR adalah sebuah produk mikro yang disubsisdi oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan pengalaman BRI cabang Medan, Indonesia, penulis menilai dampak campur tangan pendanaan mikro terhadap 400 orang klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUPEDES sebagai produk mikro original dinilai lebih berhasil dibandingkan dengan KUR dalam meningkatkan performa usaha kecil dengan indikator kesuksesan: pemasukan, asset tetap, dan belanja rumah tangga.
ISLAMIC MICROFINANCE AND POVERTY ALLEVIATION PROGRAM: PRELIMINARY RESEARCH FINDINGS FROM INDONESIA Suzuki, Yasushi; Pramono, Sigit; Rufidah, Rufidah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.399 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.910

Abstract

Poverty should be defined, measured, and scrutinized its root causes from a multi-dimension perspectives. Therefore, in designing and implementation of poverty alleviation program, it should consider economic factors, social and political contexts surrounding the poor. Sen (1982; 1999) views poverty as a multifaceted world and ethical dimension essentially should be placed underpinning it as a vital economic problem. The paper takes the stance that the poor themselves have potential capacity to alleviate their condition in resolving poverty trap. Community development program is one of the strategies to deal with the poverty problem. Islamic microfinance can play an important role in combating poverty dilemma especially in Muslim majority population communities. Through the approach proposed by Bigg and Satterthwaite (2005) with strengthening local organizations and community development programs, Islamic microfinance should engage a strategic partnership with the Masjid and Islamic charity institutions (zakat and waqf organization). This strategic alliance will result more integrated programs and also capacity building of the institutions involved. This paper aims to contribute a grass root model in the purpose of combating poverty in the framework of Islamic economic system. =========================================== Kemiskinan harus didefinisikan, diukur, dan diteliti akar penyebabnya dari berbagai perspektif. Oleh karena itu, dalam merancang dan mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan, faktor-faktor ekonomi, konteks sosial dan politik yang mengelilingi kemiskinan juga harus dipertimbangkan. Sen (1982; 1999) memandang kemiskinan sebagai sebuah dunia yang kompleks, dan dimensi dasar etika harus ditempatkan sebagai sebuah masalah ekonomi yang vital. Peneliti sendiri dalam hal ini berpandangan bahwa orang-orang miskin pada dasarnya punya kapasitas yang memadai untuk keluar dari garis kemiskinan. Salah satunya adalah dengan program pengembangan masyarakat yang merupakan satu strategi dalam pengentasan kemiskinan. Keuangan mikro syariah dapat memainkan peran penting dalam memerangi dilema kemiskinan, khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya Muslim. Pendekatan yang diusulkan oleh Bigg dan Satterthwaite (2005) adalah dengan cara penguatan organisasi lokal dan program pengembangan masyarakat dimana keuangan mikro syariah harus terlibat dalam kemitraan-kemitraan strategis dengan masjid-masjid dan lembaga-lembaga sosial lainnya (seperti lembaga zakat dan wakaf). Aliansi strategis ini akan menghasilkan program-program yang lebih terintegrasi dan juga ada penguatan capacity building dari lembaga-lembaga yang terlibat. Makalah ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memberikan model akar rumput dalam hal pengentasan kemiskinan dalam kerangka sistem ekonomi Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5