cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SHARE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
TAX DEDUCTION THROUGH ZAKAT: AN EMPIRICAL INVESTIGATION ON MUSLIM IN MALAYSIA Al-Mamun, Abdullah; Haque, Ahasanul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.12 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i2.1027

Abstract

The aim of this study is to explore the factors which are affecting Muslim consumers perception towards tax deduction through zakat in Malaysia. A conceptual framework was drawn based on the literature. Six factors were extracted through principal component analysis and SEM was run to test the hypotheses. This research found that halal-haram aspect of Islamic Shariah has a very positive influence on Muslim consumers’ perception towards the tax rebate system. In addition, legal consciousness and knowledge about tax and zakat have a positive significant impact on Muslim consumers’ perceptions towards this system. Due to the limited literature available on this subject matter, this study offers unique findings that may help in capitalizing the practices in Muslim countries and to understand their consumers’ perception regarding the tax deduction system. In conclusion, zakat institutions in Malaysia will also be better benefitted through this research finding. =========================================== Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi para konsumen muslim terkait dengan pengurangan pajak melalui zakat di Malaysia. Suatu kerangka konseptual telah digambarkan berdasarkan literatur. Penelitian ini menemukan bahwa aspek halal- haram dalam Syariah Islami memiliki pengaruh yang sangat positif terhadap persepsi para konsumen muslim terkait dengan sistem pengurangan pajak. Sebagai tambahan, kesadaran hukum dan pengetahuan tentang pajak dan zakat memiliki pengaruh positif yang signifikan pada persepsi konsumen muslim yang terkait dengan sistem ini. Sehubungan dengan terbatasnya literatur yang tersedia terkait dengan masalah ini, penelitian ini menawarkan temuan- temuan yang menarik yang dapat mendukung pengembangan praktik- praktik di negara- negara muslim dan untuk memahami persepsi para konsumennya terkait dengan sistem pengurangan pajak.
PENETAPAN MARGIN KEUNTUNGAN MURABAHAH: ANALISIS KOMPARATIF BANK MUAMALAT INDONESIA DAN BANK ACEH SYARIAH Isnaliana, Isnaliana
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.349 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i2.1031

Abstract

Murabahah is one of the most dominant financing agreement applied in Islamic banking including Indonesia. Bank Muamalat Indonesia (BMI) and Bank Aceh Shariah (BAS) are two of many Islamic banks that have murabahah as a dominant product. Bank Muamalat Indonesia has 60%-70% murabahah financing out of its financing total, while Bank Aceh Sharia offers up to 97% of its financing fund for murabahah. This domination is related to its high compensations for customers that influence the increasing demand of this product. This article aims to determine the mechanism profit determination of murabahah financing at BMI and BAS in Banda Aceh. It is also aimed to examine the influence of Bank Indoensia’s rate to the determination of profit margin for murabahah at those banks. This study employs a comparative study analysis with qualitative approach. The findings show that the mechanism for profit determination was decided based on recommendation and suggestions from the Islamic banks ALCO Team Meeting. However, both Bank Muamalat Indonesia and Bank Aceh Shariah differ from determining the level of annual lending rate. It turns out that the determination of high or low margin was affected by internal and external factors. While the BI rate played as a benchmark (reference) for the banks to set a price in order to be competitive and also to calculate the possibility of inflation. =========================================== Murabahah merupakan salah satu akad pembiayaan yang paling dominan diaplikasikan pada perbankan syariah. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di Negara-negara Muslim lainnya seperti Pakistan dan Malaysia. Begitu halnya dengan Bank Muamalat Indonesia cabang Banda Aceh dan Bank Aceh Syariah. Pada Bank Muamalat Indonesia pembiayaan ini berkisar 60-70%, sedangkan pada Bank Aceh Syariah mencapai 97% dari total pembiayaan. Tingginya harga jual murabahah ini tidak terlepas dari kelebihan yang dimilikinya, sehingga berdampak pada tingginya permintaan produk tersebut. Permasalahan dan tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui bagaimana mekanisme penetapan margin keuntungan murabahah dan bagaimana pengaruh BI rate terhadap penetapan margin keuntungan murabahah baik pada Bank Muamalat Indonesia (BMI) maupun Bank Aceh Syariah (BAS). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode komparatif analisis dengan pendekatan kualitatif research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penetapan margin keuntungan murabahah pada dasarnya diputuskan melalui rekomendasi, usul dan saran Rapat Tim ALCO bank syariah. Meskipun demikian baik Bank Muamalat Indonesia maupun Bank Aceh Syariah berbeda dalam menetapkan tingkat lending rate pertahunnya, dan ternyata tinggi rendahnya penetapan margin pada kedua bank tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal bank. Sedangkan pengaruh BI rate terhadap penetapan margin keuntungan murabahah pada kedua bank tersebut sebagai benchmark (acuan) agar kompetitif dan perhitungan kemungkinan terjadinya inflasi.
PUBLIC POLICY IN ISLAMIC FRAMEWORK: EXPLORING PARADIGM BASED ON ISLAMIC EPISTEMOLOGY Mahomedya, Abdulkader Cassim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.389 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i2.1030

Abstract

Despite the concerted efforts of recent Islamic scholarship to establish a distinct identity for Islamic economics, they have enjoyed little success in doing so. One of the most important reasons for this vision of Islamic sciences remaining unfulfilled is that scant attention has been paid to the critical role of epistemology in the founding of an academic discipline. Consequently, and not unlike the other areas of Islamic social science, Islamic Economics has remained embedded within the epistemological-ontological foundations of Occidentalism, thereby enslaving itself to the mainstream theories and tools of neoclassical microeconomics and Keynesian macroeconomics. This has been the central debility facing Islamic economists in establishing a distinct identity for their field of inquiry. This paper aims to highlight the importance of the relationship between epistemology, science, and Islamic economics. Only after this nexus is understood and appreciated, will it meaningful to articulate an episteme for Islamic economics, and to derive therefrom and construct thereupon a matrix of concepts, ontological categories and axioms opposite to that episteme. This is critical if Islamic economists and Muslim social scientists aspire to realise the objectives of Islam and avoid the pitfalls of their counterparts in the western world. They have to chart a new and fresh way forward for their science, consistent with a worldview based on Islams authentic sources. =========================================== Meskipun upaya-upaya terpadu pengetahuan Islami terkini untuk membangun suatu identitas yang berbeda bagi ilmu ekonomi Islam, ada sedikit keberhasilan dari upaya- upaya tersebut. Salah satu alasan yang paling penting untuk visi ilmu pengetahuan Islami yang masih belum diisi adalah minimnya perhatian yang ditujukan kepada peranan kritis epistemology dalam membentuk suatu disiplin akademik. Oleh karena itu, tidak seperti area-area lain dalam ilmu sosial Islami, Ekonomi Islam telah dan masih menyertakan dasar-dasar epistemology-ontology kebiasaan orang-orang barat (occidentalisme), sehingga masih terikat pada teori- teori arus utama dan perangkat ekonomi mikro neo-klasik dan ekonomi makro Keynesian. Hal ini menjadi kelemahan utama yang dihadapi oleh para ekonom Islam dalam membentuk suatu identitas yang berbeda dalam bidang penelitiannya. Kajian ini bertujuan untuk menekankan pentingnya hubungan antara epistemologi, ilmu pengetahuan, dan ekonomi Islam. Setelah keterkaitan ini dipahami dan disadari, hal ini akan memberi arti dalam mengartikulasikan suatu episteme bagi ekonomi Islam dan untuk memperoleh darinya dan kemudian mengkonstruksikan sebuah matrix konsep, kategori ontology dan aksioma yang tepat bagi episteme tersebut. Hal ini sangat mendesak jika para ekonom Islam dan para ahli ilmu sosial muslim bercita-cita untuk mewujudkan tujuan- tujuan Islam dan menghindari jebakan rekan- rekannya di dunia barat. Mereka harus merencanakan sebuah cara baru dan berbeda dalam memajukan ilmu pengetahuannya, konsisten dengan pandangan yang berdasarkan sumber-sumber Islam yang asli.
THE JIHAD OF ECONOMIC: THE SPIRIT OF ISLAMIC ECONOMIC MOVEMENT BY KYAI IN MADURA Abidin, Zainal
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.634 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i2.1029

Abstract

The dynamics that occur in the business by kyai in Pamekasan is dynamic in the whole side of the boarding school like the actors, software, and hardware of a boarding school, where the kyai as a determinant factor of the dynamics including the dynamics of business. Kyai and the boarding school do the business can be differentiated into three types, namely: kyai of business, a boarding school of business, and kyai and boarding school of business. It was implemented in a manner that istiqamah, consistent, resignation and exert all the ability to get kosher profits according to shariah. The spiritual value of business by kyai is the crystallization of ‘aqidah, shariah, and akhlaq which is based on Al-Quran and Al-Sunnah, which includes economic jihad, iffah and businesses as a movement of da’wah namely da’wah bi al- hal as a basic. Kyai who do the business is able to meet all levels of the hierarchy of needs ranging from physiological needs to self-actualization needs of kyai as a personal of himself as well as leaders of boarding schools, so kyai be independent to do everything according to Kyai’s idealism without intervention from the other. =========================================== Dinamika yang yang terjadi dalam bidang bisnis oleh kyai di Pamekasan adalah dinamika di seluruh sisi pesantren yang seperti para pelaku, perangkat lunak dan perangkat keras sebuah pesantren, dimana kyai sebagai faktor penentu dinamika termasuk dinamika bisnis. Kyai dan pesantren melakukan bisnis yang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu: bisnis kyai, bisnis pesantren, dan kyai dan pesantren bisnis. Hal ini diimplementasikan secara istiqamah, konsisten, dikenal dan digunakan pada seluruh kemampun untuk mendapatkan keuntungan yang layak sesuai dengan syari’ah. Nilai spiritual dalam bisnis oleh kyai adalah kristaliasi dari ‘aqidah, syari’ah dan akhlak yang berdasarkan Al Qur’an dan Al Sunnah, termasuk ekonomi jihad, ‘iffah dan bisnis sebagai suatu gerakan dakwah yang disebut dengan da’wah bi al- hal sebagai dasarnya. Kyai yang melakukan bisnis mampu berhadapan dengan semua tingkatan hierarki kebutuhan dimulai dari kebutuhan psikologis, hingga kebutuhan aktualisasi diri kyai sebagai pribadi dan juga sebagai pemimpin pesantren, maka kyai dapat bebas melakukan segala sesuatu menurut idealism kyai tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
THE ZAKAH RECIPIENTS SATISFACTORY AMONG LOW LEVEL INCOME SOCIETY IN YOGYAKARTA Muttaqin, Zein; Al Banna, Hasan
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.51 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i2.1028

Abstract

Since its emergence in the last decade, zakah has become a new hope for the low-level income society to improve their opportunity to break through the poverty line. However, the potential of zakah to eradicate the poverty is yet to be achieved, it happens due to three reasons, they are (1) the proportion of zakah fund that has been distributed into the economy sectors has not become a major program; (2) the regulation regarding zakat still hanging; (3) the consumptive behavior still become the driving factors in the society. This paper is attempted to measure mustahiqs’ satisfaction over zakah distribution, which is affecting they opportunities to improve their living standard. By presenting the data in form of field research and using regression found that the service quality mentoring is influencing the satisfaction of mustahiqs. =========================================== Perkembangan zakat dalam dekade terakhir ini menjadikannya sebagai sebuah harapan baru bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesempatannya untuk keluar dari garis kemiskinan. Namun, potensi zakat dalam mengurangi kemiskinan masih belum dapat dicapai, hal ini terjadi karena tiga alasan, (1) proporsi dana zakat yang didistribusikan kepada sektor- sektor ekonomi bukanlah menjadi program utama; (2) Aturan yang berkaitan dengan zakat masih belum berjalan dengan baik; (3) Perilaku konsumtif masih menjadi faktor yang berpengaruh di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan mustahiq melalui distribusi zakat yang dapat mempengaruhi kesempatan guna meningkatkan standar hidup mereka. Dengan memaparkan data dalam bentuk riset lapangan dan menggunakan regresi maka ditemukan bahwa kualitas pelayanan, mentoring dapat mempengaruhi kepuasan mustahiq.

Page 1 of 1 | Total Record : 5