cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SHARE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2012)" : 11 Documents clear
Mengkritisi teori pembangunan ekonomi konvensional Abd. Majid, M. Shabri
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan para ahli ekonomi barat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan pertumbuhan ekonomi dalam sebuah negara dari masa ke masa dan perbedaan pertumbuhan ekonomi antar negara adalah mutlak disebabkan oleh kedhaifan dan kejahilan mereka sendiri. Selain sempat mengabaikan peran ilmu pengetahuan pada awal-awal kemunculan teori pembangunan ekonomi, hingga detik ini mereka masih menafikan kehadiran rahmat Allah SWT sebagai faktor terpenting penyebab berlangsungnya pembangunan ekonomi umat. Karena tingginya nilai ilmu pengetahuan dalam Islam, maka penguasaan ilmu pengetahuan secara komprehensif dan benar jelas akan memudahkan umat Islam untuk membangun ekonominya. Namun, pembangunan ekonomi umat tidak akan pernah berlaku tanpa mendapat restu Allah SWT melalui cucuran rahmatNya. Tulisan ini meninjau dan menguak kedhaifan teori pertumbuhan ekonomi barat sejak teori itu pertama kali digagaskan. Walaupun pada awalnya para ahli ekonomi barat sempat mengabaikan peran ilmu pengetahuan sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan ekonomi, namun di akhir milineum ke-2 mereka telah menyadari bahwa penguasaan ilmu pengetahuan adalah mutlak diperlukan untuk membangun ekonomi negara. Ini, secara jelas, menunjukkan bahwa, akhirnya, para ahli ekonomi barat terpaksa mengakui kebenaran kata-kata Allah SWT yang telah dituangkan dalam kitab suci umat Islam, al-Qur’an tentang pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini.
How to implement Islamic Banking’s CSR in the society? Yusuf, Muhammad Yasir
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of CSR began in the West in the 1970s and discussions on the concept of CSR often focused on the view that is founded on the norms, cultures and beliefs of the West. Western perspective of CSR has become common practice for a corporate to run CSR programs. One of the goals of Islamic banking operations is to increase the economic growth towards a better and just society. Therefore, Islamic CSR in IBIs should be underpinning on Islamic philosophy that differs from western perspective. This study aims to examine the implementation of Islamic CSR in IBIs in society base on underpinning of Islamic philosophy. This study relies on secondary data to explore the basic sources of Islam using content analysis. The study found that the implementation of Islamic corporate social responsibility on IBIs in the society should be guided by two Islamic principles, first, the application of maslahah (the public good) which provides a better framework that managers can use when faced with potential conflicts arising from diverse expectations and interests of any corporation’s stakeholders. Secondly, corporate social responsibility program should pay more attention to the importance of social capital in the society. The corporate social responsibility practices in Islamic banking should not only be based on responsibility al kifayah (obligatory upon community) and get a positive corporate image but can also be deemed as a method to alleviate poverty and achieve the true economic goals of Islam. Keywords: Islamic Corporate Social Responsibility, Islamic Banking and Society
Prinsip dan kriteria periklanan dari perspektif Islam Kesuma, Teuku Meldi
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh itu tujuan kertas kerja ini ialah membina satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang sepatutnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah kaidah kepustakaan dengan menggunakan analisis kandungan. Kajian ini dijangkakan dapat membentuk konsep periklanan dalam perspektif Islam dari segi prinsip dan kriterianya. Kata Kunci: Periklanan, Perspektif Islam
Prospek pengembangan perbankan syariah nasional pasca undang undang perbankan syariah (Analisis dengan pendekatan model statistika chow test) Khalidin, Bismi
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh Undang-Undang Perbankan Syariah (UUPS) terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. Metode analisis yang dipakai adalah Ordinary Least Square (OLS), dengan instrumen statistik Chow Test. Pengolahan data menggunakan program ekonometrika SHAZAM Versi 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPS tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah secara umum. Dana Pihak Ketiga, Jumlah Nasabah dan Pembiayaan tidak mengalami perubahan sama sekali. Disamping itu, penerapan sistem bagi hasil Profit-Loss Sharing (PLS) yang merupakan prinsip utama operasional perbankan syariah, juga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Ini ditunjukkan dengan pembiayaan produk murabahah masih mendominasi portofolio pembiayaan industri perbankan syariah nasional.
Gala dan rahn: Analisis korelasi dari perspektif ekonomi Islam Ibrahim, Azharsyah
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gala is a term used by the society of Aceh—a formal Islamic state in Indonesia—referring to an economic transaction similar to the concept of pawn in Western. The concept has long been practiced in the society and left many unsolved problems. Lately, academic scholars have questioning the implementation of the concept. Although, it has root in Islam, some scholars suspect that the concept has been misguiding in its practices. This paper intends to analyze the implementation of the Gala concept in the Acehnese society through their economic transactions. It also aims to make a comparison to an Islamic economic’s concept known as Rahn. The primary data is mainly gathered through observation in the length of 5 years in the selected areas in Aceh. To support the data, an in-depth interview technique with relevant people was also used. In addition, the secondary data from journal’s articles, books, and other related literatures were also utilized. Data was analyzed using content and comparative analysis. The findings show that the basic purpose of Gala in the Acehnese society is relevant to the Rahn scheme. In the implementation level, however, the concept is closely related to the interest lending scheme which is considered as riba (usury) in Islam. Consequently, the balanced-economy as one of the core concepts in Islamic economic is not achieved. It is reflected from the continuance benefits gaining for one party while another party gaining nothing except the core objects which has to be repaid. In Islam, the principal meaning of Rahn is helping each other among Islamic society (ummah). Thus, it is prohibited of gaining any material benefit which leads to the riba practices. Finally, this article suggests the related parties to return to the core concept of the Gala which is actually same as Rahn or else they should abandon it to avoid harming the ummah
Islamisasi ilmu ekonomi: Analisa komparatif kurikulum jurusan SMI IAIN Ar-Raniry dan jurusan ekonomi IIUM Furqani, Hafas
SHARE Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SHARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a growing trend in the Muslim world to restructure modern knowledge and discipline in line with Islamic epistemological principles. Islamic economics, in particular, receives wide attention among scholars. Islamic economics is currently moving from a mere discourse on economics in Islamic perspective towards becoming a distinct discipline marked by a complete body of knowledge, clear subject matter, methodology/methodologies to appraise theories and continuous grow of knowledge. At the practical level, the universities all around the world are offering various subjects on Islamic economics and finance. There are significant attempts have been made to structure new framework of economics curriculum by incorporating various discipline of Islamic economics. The paper attempts to observe and survey the Islamization of knowledge program at the International Islamic University Malaysia and IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. A comparative analysis on the teachings and syllabus of Islamic economics, banking and finance in both universities will be made. Some recommendations on the structure and program of Islamic economics at IAIN Ar-Raniry which is going to be officiated as Islamic University will also be outlined.
GALA DAN RAHN: ANALISIS KORELASI DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ibrahim, Azharsyah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.116 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i1.716

Abstract

Gala is a term used by the society of Aceh—a formal Islamic state in Indonesia—referring to an economic transaction similar to the concept of the pawn in Western. The concept has long been practiced in the society and left many unsolved problems. Lately, academic scholars have questioned the implementation of the concept. Although it has root in Islam, some scholars suspect that the concept has been misguiding in its practices. This paper intends to analyze the implementation of the Gala concept in the Acehnese society through their economic transactions. It also aims to make a comparison to an Islamic economic’s concept known as Rahn. The primary data is mainly gathered through observation in the length of 5 years in the selected areas in Aceh. To support the data, an in-depth interview technique with relevant people was also used. In addition, the secondary data from journal’s articles, books, and other related literature were also utilized. Data was analyzed using content and comparative analysis. The findings show that the basic purpose of Gala in the Acehnese society is relevant to the Rahn scheme. In the implementation level, however, the concept is closely related to the interest lending scheme which is considered as riba (usury) in Islam. Consequently, the balanced economy as one of the core concepts in Islamic economic is not achieved. It is reflected from the continuance benefits gaining for one party while another party gaining nothing except the core objects which has to be repaid. In Islam, the principal meaning of Rahn is helping each other among Islamic society (ummah). Thus, it is prohibited of gaining any material benefit which leads to the riba practices. Finally, this article suggests the related parties return to the core concept of the Gala which is actually same as Rahn or else they should abandon it to avoid harming the ummah. =========================================== Gala adalah salah satu dari sekian banyak bentuk praktik ekonomi yang berkembang dalam masyarakat Aceh sejak lama. Konsep tersebut pada dasarnya tercipta dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari sejak lama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Gala yang dipraktikkan masyarakat Aceh dalam transaksi-transaksi ekonomi dari sudut pandang ekonomi Islam yang menggunakan skema Rahn. Data utama artikel ini diperoleh dari hasil observasi penulis selama beberapa tahun di daerah-daerah yang melakukan praktik Gala dalam beberapa transaksi ekonominya sehari-hari. Selain itu, untuk mendukung hasil observasi, in-depth interview dengan para pihak yang terlibat juga dilakukan. Untuk memperkuat temuan lapangan, penulis juga melakukan kajian literatur terhadap hal-hal yang berkaitan dengan praktik Gala. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan content dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Gala dalam masyarakat Aceh pada dasarnya relevan dengan skema Rahn (gadai), akan tetapi pada tahap implementasi masih sarat dengan unsur riba dimana balanced-economy tidak terjadi. Hal ini terlihat dari adanya pengambilan manfaat oleh pihak tertentu yang mengakibatkan tertindasnya satu pihak oleh pihak lainnya. Dalam ekonomi Islam, konsep dasar gadai adalah tolong menolong sehingga tidak dihalalkan mengambil manfaat sebagai efek dari tolong menolong tadi. Pengambilan manfaat ini dapat menjerumuskan transaksi tersebut ke dalam riba. Artikel ini merekomendasikan pihak-pihak berwenang untuk melakukan banyak sosialisasi dengan melibatkan semua para tokoh masyarakat untuk meluruskan kembali praktik Gala sesuai dengan konsep ekonomi dalam ajaran Islam.
PROSPEK PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL PASCA UNDANG UNDANG PERBANKAN SYARIAH (ANALISIS DENGAN PENDEKATAN MODEL STATISTIKA CHOW TEST) Khalidin, Bismi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.206 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i1.715

Abstract

This article aims to determine the influence of Undang-Undang Perbankan Syariah (UUPS) on the growth of Islamic banking industry in Indonesia. The data was analyzed using econometric software, SHAZAM version 10.1. This study employs Ordinary Least Square (OLS), and Chow Test was utilized as a statistical instrument. The findings show that UUPS did not have a significant influence on the growth of Islamic banking in Indonesia. This was indicated by fact that third party fund (DPK), the number of depositors and amount of financing were not growing significantly. In addition, the application of Profit-Loss Sharing (PLS), as the core principle in Islamic banking operation, also did not show any significant change. This was supported by the fact that murabahah product was still dominant within the financing portfolio of Islamic banking in Indonesia. =========================================== Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh Undang-Undang Perbankan Syariah (UUPS) terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. Metode analisis yang dipakai adalah Ordinary Least Square (OLS), dengan instrumen statistik Chow Test. Pengolahan data menggunakan program ekonometrika SHAZAM Versi 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPS tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah secara umum. Dana Pihak Ketiga, Jumlah Nasabah dan Pembiayaan tidak mengalami perubahan sama sekali. Disamping itu, penerapan sistem bagi hasil Profit-Loss Sharing (PLS) yang merupakan prinsip utama operasional perbankan syariah, juga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Ini ditunjukkan dengan pembiayaan produk murabahah masih mendominasi portofolio pembiayaan industri perbankan syariah nasional.
HOW TO IMPLEMENT ISLAMIC BANKING’S CSR IN THE SOCIETY? Yusuf, Muhammad Yasir
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.871 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i1.714

Abstract

The concept of CSR began in the West in the 1970s and discussions on the concept of CSR often focused on the view that is founded on the norms, cultures, and beliefs of the West. The Western perspective of CSR has become common practice for a corporate to run CSR programs. One of the goals of Islamic banking operations is to increase the economic growth towards a better and just society. Therefore, Islamic CSR in IBIs should be underpinning on Islamic philosophy that differs from a western perspective. This study aims to examine the implementation of Islamic CSR in IBIs in society base on an underpinning of Islamic philosophy. This study relies on secondary data to explore the basic sources of Islam using content analysis. The study found that the implementation of Islamic corporate social responsibility on IBIs in the society should be guided by two Islamic principles, first, the application of maslahah (the public good) which provides a better framework that managers can use when faced with potential conflicts arising from diverse expectations and interests of any corporation’s stakeholders. Secondly, corporate social responsibility program should pay more attention to the importance of social capital in the society. The corporate social responsibility practices in Islamic banking should not only be based on responsibility al kifayah (obligatory upon community) and get a positive corporate image but can also be deemed as a method to alleviate poverty and achieve the true economic goals of Islam. =========================================== Konsep CSR dimulai di Barat pada era 1970-an sehingga bahasan CSR seringkali dipengaruhi oleh norma-norma, budaya dan keyakinan masyarakat Barat. Pandangan ini kemudian mempengaruhi praktik banyak perusahaan dalam program CSR-nya. Dalam Islam, perusahaan seperti Institusi Perbankan Syariah (IPI) diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi umat dengan adil dan merata sehingga pelaksanaan CSR dalam filosofi Islam berbeda dengan konsep Barat. Artikel ini bertujuan untuk menguji implementasi CSR Islam dalam IPI yang dilaksanakan berdasarkan filosofi Islam. Kajian ini menggunakan data sekunder untuk mengeksplorasi sumber-sumber dasar Islam yang kemudian dianalisis dengan content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi CSR Islam dalam IPI dipandu oleh dua prinsip Islam, pertama, maslahah yang memberikan kerangka kepada para manager untuk bertindak secara lebih baik dalam kondisi yang tidak menentu. Kedua, program CSR dalam IPI harus menitikberatkan pada social capital masyarakat. Jadi, praktik CSR dalam IPI tidak hanya berdasarkan al-kifayah (kewajiban atas masyarakat) dan memperoleh citra positif tetapi juga sebagai metode dalam mengentaskan kemiskinan dan mencapai tujuan-tujuan ekonomi dalam Islam.
PRINSIP DAN KRITERIA PERIKLANAN DARI PERSPEKTIF ISLAM Kesuma, Teuku Meldi; Kesuma, Teuku Meldi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.161 KB) | DOI: 10.22373/share.v1i1.718

Abstract

Advertising in marketing Islamic products must be believed and understood as an important part of marketing based on Islam which should not be separated. This paper examines the principles and criteria of the advertising in the perspective of Islam. It is caused by the increasing of the companies and institutions which are based on Islamic values such as Islamic financial institutions that promote its products the consumers. The important issues discussed in this paper is how the real of concepts, principles, and criteria of Islamic advertising? Therefore this paper is developing an advertising concept from the perspective of Islam and to know for sure whether the principles and criteria that should exist in advertising Islam. The methodology applied in this paper is through literature review by using content analysis. Hopefully, this study could develop an Islamic perspective advertisement concept in terms of principles and criteria. =========================================== Periklanan dalam memasarkan produk-produk Islam harus diyakini dan di pahami merupakan bahagian penting dalam pemasaran yang berdasarkan Islam yang tidak boleh dipisahkan. Tulisan ini mengkaji prinsip-prinsip dan kriteria periklanan dalam perspektif Islam. Hal ini disebabkan semakin ramai dan tingginya pertumbuhan perusahaan dan institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti institusi keuangan Islam yang mempromosikan produk dan perkhidmatannya kepada orang ramai. Persoalan penting yang dibahas dalam kertas kerja ini adalah bagaimanakah bentuk konsep, prinsip dan kriteria periklanan Islam yang sebenarnya? Oleh karena itu tujuan kertas kerja ini adalah untuk membangun satu konsep periklanan dari perspektif Islam dan untuk mengenal pasti apakah prinsip-prinsip serta kriteria yang seharusnya ada dalam periklanan Islam. Metodologi kajian yang digunakan dalam kertas kerja ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan analisis isi. Kajian ini diharapkan dapat membentuk konsep periklanan dalam perspektif Islam dari segi prinsip dan kriterianya.

Page 1 of 2 | Total Record : 11